Untukmu Tanah Misi

9 komentar

Selamat malam untuk tanah air yang sedang kuinjak malam ini. Kau bukan tanah kelahiran tapi kau tanah misi, kita berjodoh sejak aku dilahirkan dan disini aku berdiri untuk mengatakan bahwa aku hadir untukmu.

Hujan memang membasahimu dengan air. tapi, darah juga baru saja membersihkanmu dari debu-debu. Entah sudah berapa nyawa yang kembali ke Penciptanya, mengantri untuk diadili dengan adil karena hukum di tanahmu sudah tidak mampu berbuat apa-apa lagi.

Terakhir aku dengar ada 26 nyawa melayang atas nama menegakkan keadilan dan membersihkan tanah ini dari dosa atas obat-obatan terlarang. Tapi, malam ini Ambulance tidak berhenti lewat dijalan bersama polisi, wartawan dan juga publik yang penasaran. Sepertinya hitungan akan bertambah lagi keesokan harinya.

Seberapa banyak lagi darah yang kau pelrukan untuk menjadikanmu suci atas dosa?

Seberapa banyak lagi nyawa yang kau antar ke depan pintu gerbang penciptaNya ?

Seberapa banyak air mata orang tua, keluarga, sahabat dan kekasih harus kau minta dengan paksa tercurah pada tanahmu?

Seberapa lama lagi kau siksa setiap penghuni tanah ini dengan katakutan dan horor?

Malam ini aku berdiri diatasmu, bukan atas nama harga visa yang harus aku bayar setiap tahun untuk dapat hidup di tanahmu. Aku berdiri atas nama kekhawatiran dan juga ketakutan bahwa mungkin saja entah kapan dan dimana darahku yang akan tercurah diatasmu.

20170309_181410

Pinggiran Manila Bay (Photo taken by Ayu Frani)

9 comments on “Untukmu Tanah Misi”

  1. Oh ya? hehehehe…
    Ini sebenarnya adalah gambaran ketakutan Ayu atas situasi disini saat ini. Beberapa waktu yang lalu terjadi kejadian penembakan yang salah sasaran target dna itu tidak jauh dari tempat Ayu tinggal. Jadi, memang gimana gitu…heheheheh

    Suka

  2. Always…
    Terima Kasih ya, Bang Ical.

    Dengan perintah langsung dari Bapak presiden Indonesia untuk tembak ‘mati’ ditempat bagi bandar narkoba, saya takutnya situasi di Indonesia akan seperti disini. Semoga tidak demikian nantinya.

    Suka

  3. Begitulah yang terjadi akhir-akhir ini Yos, sedih banget sih, miris! Beberapa kali bahkan salah sasaran, salah tembak. Salah orang.
    Semoga tidak apa-apa aja ya…

    Suka

  4. Ia, Kak…Ayu anggap sebagai tanah misi. Karena secara tidak sengaja datang kesini dan mengabdikan diri disini.
    Ini semua bermula dari pernyataan presiden mereka disini, Mr. Duterte yang menyatakan ‘perang terbuka’ dengan para pengedar, pengguna narkoba. Tidak segan-segan beliau mengatakan untuk tembak mati siapapun yang kedapatan menyimpan, menggunakan dan mengedarkan benda haram ini. Kecuali, jauh-jauh hari si target menyerahkan diri dan merelakan diri untuk ditahan, mempertanggungjawabkan perbuatannya.
    Sejak itulah kejadian tembak menembak ini terjadi, lebih tepatnya ‘membunuh’. Oknum penembaknya kebanyakan adalah polisi yang dengan sengaja menggunakan penutup wajah, datang malam-malam, bahkan ada yang tangah hari. Lalu tanpa perlawanan, tembak ditempat. Tanpa interogasi!
    Jangan sampai kebijakan seperti ini terjadi di Indonesia, karena benar-benar merugikan meskipun bayarannya adalah masa depan generasi muda dst.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s