Skip to content
Iklan

SEPI: Sebuah Perkara


Sepi

Aku yang kesepian.

Aku yang mengubur luka

Aku yang mengubur duka dalam

Aku yang berdiam dalam kegelapan

Menghilangkan diri dan tidak mau berhenti.

Aku benci ditinggalkan dan aku benci perpisahan

Aku yang diam karena tidak mampu untuk berbuat apa-apa.

Aku yang ingin sekali menghilang dan pergi diam

Aku yang kehilangan hatiku kehilanganmu

Aku yang penuh tanda tanya dan luka

Aku yang abu-abu dan pekat

Aku yang sunyi luka

Aku yang sepi

Sepi

 

Catatan dibalik Layar:

Beberapa hari ini dilanda rasa galau yang amat sangat, tekanan pekerjaan dan juga masalah keluarga dari tanah air benar-benar membuat semua energi didalam tubuh ini terkuras habis. Tapi, saya berjuang dengan sangat keras menarik tubuh dan pikiran ini untuk tidak jatuh kedalam lembah pikiran dan perbuatan yang negatif.

Hasilnya adalah tulisan diatas. Awalnya iseng-iseng mengeluarkan apa yang saja didalam kepala tanpa diedit. Setelah selesai, jadi tergoda untuk merangkai kata-kata dalam tulisan ini menjadi tidak hanya bermakna, tapi berbentuk. Baris kata-kata dalam tulisan ini mengingatkan saya pada primas segitiga yang tidak sempurna. Tak apalah…namanya juga masih usaha dan masih belajar. Semoga terhibur.

Iklan
16 buah komentar Post a comment
  1. Ok ok, haha…

    Suka

    29 Okt 2017
  2. Banget deh kakak. Penghibur dikala sepi, pemberi inspirasi dikala tidak da ide hahahaha

    Suka

    29 Okt 2017
  3. Klau lg sepi atau galau, ngeblog itu sstu bnget ya…

    Disukai oleh 1 orang

    29 Okt 2017
  4. Hahahahaha

    Suka

    24 Okt 2017
  5. Upin Ipin

    Disukai oleh 1 orang

    23 Okt 2017
  6. Aamiin 🙂

    Suka

    23 Okt 2017
  7. Betul…betulll…(juga).

    Suka

    23 Okt 2017
  8. Em… Dikelola dengan baik jadi ketenangan .

    Disukai oleh 1 orang

    23 Okt 2017
  9. Terima kasih ya, Ikhsan. Doa untukmu juga, semoga tetap semangat dan kuat dalam cobaan.

    Disukai oleh 1 orang

    23 Okt 2017
  10. Sepi bertemu sepi itu namanya kegundahan dan sial, Mas hahahahahah

    Suka

    23 Okt 2017
  11. Mbak Ayu lagi kalut sekali kelihatannya… Apapun yang sedang dihadapi, tetap semangat ya Mbak! Jangan lupa bahagiaaa

    Disukai oleh 1 orang

    23 Okt 2017
  12. Yang aku rasakan, bisa jadi mendekati yang kau tulisan.

    Disukai oleh 1 orang

    23 Okt 2017
  13. Apa yang bisa kau rasakan, Ryan ?

    Suka

    23 Okt 2017
  14. Maka aku ingat sebuah mukadimah jika tidak keliru dalam ayat ‘Sang Penyair’ di Al Quran.

    Sang penyair itu hendaknya melahirkan kata yang benar dialami dan menjadi hikmah kehidupan. Dalam tulisan ini aku bisa merasakan.

    Disukai oleh 1 orang

    23 Okt 2017

Trackbacks & Pingbacks

  1. Budaya Mengantar Kerabat dan Implementasi budaya ini oleh Perawat – Ayu Frani
  2. Kesepian: Penyakit yang Perlahan dapat Membunuh – SHARING IS CARING

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: