Skip to content
Iklan

Belajar nilai sukses dari Negeri Korea Selatan: Sebuah Refleksi


Bukan menjadi rahasia lagi kalau Korea Selatan saat ini menjadi negara yang sangat diperhitungkan di dunia. Mulai dari Teknologi hingga kesenian. Mereka adalah negera yang saat ini sedang naik daun dan menjadi pusat perhatian hampir semua penduduk di dunia.

Negara ini jauh berbeda dan hampir tidak sama seperti sekarang ini beberapa tahun silam. Paska perang saudara yang membuatnya berdiri sendiri sebagai negara, Korea Selatan adalah negera miskin yang bahkan hampir tidak dapat memberi makan penduduknya sendiri. Tapi, lihat sekarang. Negara ini bahkan mencuri perhatian dunia dengan karya-karya hebatnya dibidang seni peran, music bahkan teknologi. Coba lihat, handphone murah dan berkualitas yang merajai pasar sekarang. Samsung, raja perangkat komunikasi dan teknologi yang hampir menyamai Apple yang berdiri jauh sebelum kelahiran Samsung.

Seperti halnya Jepang, paska kalahnya dalam perang dunia ke-II, Korea Selatan berjuangan mati-matian untuk bangkit dan menjadikan hidup lebih baik. Mereka menciptakan mesin-mesin pekerja yang sangat luar biasa hebatnya. Manusia-manusia yang membaktikan diri untuk kemajuan dan pekerjaannya. Persaingan adalah perang!, Menjadikan dirinya lebih baik dan berprestasi, mendapat pengakuan dari orang lain adalah perang. Perang mereka bukan dengan senjata tapi dengan pengaruh teknologi, seni, music dan pendidikan. Tidak heran, dari urutan buncit. Korea selatan sudah melaju, meroket menjadi negara didunia yang sangat diperhitungkan hampir disemua sisi pembangunan dengan ciri negara modern.

Lalu, apa yang dapat kita pelajari negara ini ?. Berikut adalah beberapa hal yang dapat kita pelajari dari negara dengan kemajuan pesat yang sangat luar biasa ini

Kerja keras

Negara ini sangat terkenal dengan kerja kerasnya. Kerja keras adalah bagian dari hidup dan bagaimana mereka menunjukkan profesionalitas dalam bekerja. Mereka sadar bahwa untuk mencapai apa yang mereka inginkan, mereka harus berkorban dan pengorbanan itu diwujudkan dengan bekerja keras untuk mencapai tujuan. Sebagai contoh, untuk mereka yang bekerja di perkantoran, mereka sanggup untuk bekerja dari jam 8 pagi hingga jam 8 malam setiap harinya. Bahkan mereka memiliki budaya unik dimana junior tidak boleh pulang terlebih dahulu sebelum seniornya pulang. Selain itu, mereka sering menyemangati sesamanya dengan memberi semangat untuk ‘bekerja keras’ untuk mencapai tujuannya.

Menghargai

Mereka adalah salah satu negera yang menaruh hormat kepada orisinalitas karya dan hasil kerja. Menjiplak atau melakukan plagiarisme adalah hal yang sangat tidak dapat dimaafkan. Masyarakat bahkan sudah sangat peka dengan hal-hal yang berbau orisinalitas dan beberapa permasalahannya. Selain itu, budaya senioritas masih sangat kental dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka menaruh hormat yang tinggi bagi mereka yang dianggap senior dan bagi yang masih muda, menjadi sangat tahu diri dan dengan otomatis memberikan penghargaan mereka terhadap yang lebih tua.

Tahu berterima kasih.

Dalam drama korea, kita akan sangat sering mendengar ucapan seperti, ‘Kamsahamida’ yang berarti, terima kasih. Orang Korea memang memiliki budaya terima kasih yang luar biasa. Budaya ini ada kaitanya dengan poin kedua, yaitu menghargai. Karena mereka yang suka menghargai orang lain, mereka juga suka berterima kasih.

Senang berkompetisi dengan orang lain atau kelompok.

Kompetisi dengan orang lain atau kelompok adalah usaha mereka untuk meningkatkan kualitas dan harga diri mereka. Kadang kompetisi ini dihargai sangat mahal oleh orang atau kelompok, sehingga mereka sangat sanggup untuk mempertaruhkan segalanya hanya untuk dapat berkompetisi dan berperang melawan orang lain atau kelompok dalam skala tertentu.

Senang berwirausaha

Berwirausaha atau membuka usaha sendiri kadang dinilai lebih baik dibandingkan bekerja untuk pemerintah. Gaji seorang pekerja pemerintah kadang sangat sedikit dengan tingkat pekerjaan yang berat dan kaku. Oleh karena itulah, banyak diantara mereka yang memilih untuk membuka usaha sendiri dan menjadi kaya dengan cara sendiri. Bekerja di pemerintah kadang tidak bisa menjamin kehidupan mereka dan keluarga.

Memanfaatkan kesempatan dengan sangat baik

Karena sikap mereka yang selalu memanfaatkan kesempatan dengan baik, maka orang-orang yang tidak memahami hal ini akan secara otomatis menjadi kesal. Hal ini juga ada hubungannya dengan sikap suka berkompetisi yang mereka miliki, mereka suka menggunakan sebaik mungkin kesempatan yang ada didepan matanya. Mereka tidak akan menunda untuk melakukan sesuatu hingga sesuatu tersebut terwujud kedalam bentuk kehidupan yang nyata dan kebendaannya. Mereka tidak bisa mentolerir adanya keterlambatan karena tidak mampu memanfaatkan kesempatan dengan baik.

Demikianlah orang-orang yang berasal dari Korea Selatan mampu merubah dunia dalam beberapa decade masa perkembangannya. Kita agaknya perlu banyak belajar dari negara yang satu ini. Belajar banyak kebaikan demi menuju perkembangan dan pertumbuhan maksimal untuk negara kita sendiri.

 

Catatan di balik layar:

Tulisan ini tercipta karena pengalaman saya beberapa minggu bekerja sama dengan teman-teman dari Korea Selatan dalam usaha untuk menaklukkan Bahasa Inggris beberapa tahun silam. Perjumpaan dengan mereka sangat berkesan, terutama ketika kami melakukan kerja kelompok bersama. Benar adanya perkataan banyak orang, “Kita hanya akan mengenal betul sahabat kita, ketika kita sudah bekerja satu meja dengannya

Salam.

 

Banjarmasin, 31 Januari 2018.

Iklan
8 buah komentar Post a comment
  1. Setuju sekali, Kakak.
    Memang benar, orang Korea dan orang jepang terutama sangat menghargai waktu.
    Kalau kita masih blum mencontoh yg baik seperti ini.
    Ayooo mencontoh yg baik!

    Disukai oleh 2 orang

    5 Feb 2018
  2. Yup, kita prlu bljar bnyak ni ttg nilai sukses dari Korsel…msh trllu bnyak org2 d ngara kita yg brmental tak tahu malu, ambil contoh suka dtg telat k tmpat krja itu lohh, sring buat sy geleng2…

    Disukai oleh 2 orang

    4 Feb 2018
  3. Setuju, Mas!

    Suka

    31 Jan 2018
  4. Betul banget, klo menurut saya kerja keras=ulet/gigih harus ditanamkan dan terus dipupuk dalm diri. Lalu dri proses pemebelajaran dan juga kegigihan maka akan timbul ide/planning nah disinilah kerja cerdas berperan.

    Disukai oleh 1 orang

    31 Jan 2018
  5. Keduanya harus seimbang dan berimbang, Ia ngak ?

    Suka

    31 Jan 2018
  6. Sipz..👌👍 jadi lebih banyak bekerja dengan otak atau action fisik?

    Disukai oleh 1 orang

    31 Jan 2018
  7. Ya, kalau boleh memilih. Kerja cerdas memang lebih baik. Kerja cerdas kadang diartikan sebgai bekerja dgn menggunakan otak. Bukan hanya otot saja.

    Suka

    31 Jan 2018
  8. Kerja keras itu hal yang utama, gimana dengan kerja cerdas? Ada pendapat?

    Disukai oleh 1 orang

    31 Jan 2018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: