Lanjut ke konten
Iklan

Terlambat membayar dan Lima Pelajaran yang mengikutinya


Saya harus membayar harga yang mahal untuk keterlambatan saya melakukan registrasi ulang dan pembayaran uang semester. Meskipun saya sudah memberitahu mereka yang berwenang di fakultas bahwa saya akan terlambat membayar dan mendaftarkan diri sebagai Mahasiswi ditempat mereka, tetap saja saya masih harus membayar harga yang kurang lebih sama atas perbuatan saya.

Harga mahal bukan dalam artian uang. Tapi, tenaga dan waktu yang harus saya keluarkan melebihi prediksi saya.

Selama tiga hari berturut- turut, saya harus berhadapan dengan dokumen-dokumen dan kertas-kertas yang harus ditandatangi dan disetujui sana dan sini. Saya juga memecahkan rekor untuk menulis surat pribadi formal untuk wakil presiden universitas terkait alasan keterlambatan pembayaran uang masuk semester.

Kesimpulan dari proses yang saya alami ini adalah Kapok! Saya tidak akan mengulangi perbuatan saya ini, lagi!

Beberapa hal ini menjadi catatan pembelajaran untuk saya pribadi:

  1. Harus punya alasan yang kuat mengapa terlambat membayar. Kalau perlu, konspirasi dengan sekretaris prodi atau pembimbing akademik mengenai alasan yang baik. Kalau tidak demikian, sulit sekali rasanya menghadap pimpinan yang paling atas lagi untuk menjelaskan ‘mengapa’ dan ‘kenapa’.
  2. Jangan terlalu mengorbankan diri sendiri untuk kepentingan orang lain yang kadang lebih sering tidak peduli dengan keadaan kita sendiri. Ironis!. Alasan dibalik keterlambatan saya membayar uang semester, selain karena memang malas pulang, juga karena saya harus mengerjakan pekerjaan orang lain yang dilimpahkan kepada saya. Saya memang salah, kurang bijak memberikan keputusan. Dari situasi yang saya alami, saya mengaku salah dan tidak ingin mengulangi hal seperti ini lagi.
  3. Belajar negosiasi dengan baik. Salah satu cara negosiasi yang baik adalah dengan menyirami lawan kita dengan berbagai macam kebaikan hati, dapat berupa pujian atau hadiah. Mungkin ini juga alasan mengapa KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) sangat sulit dibasmi di muka bumi, sudah jadi bagian hidup yang tidak dapat dipisahkan. Saya berhasil lolos meja hijau karena saya meng-copy kemampuan negosiator seperti yang saya jelaskan sebelumnya.
  4. Punya energi yang luar biasa cukup untuk menjalani hari yang berat. Pilihan energi bagi saya adalah kopi. Kopi adalah sumber energi terbaik setelah makanan seperti nasi (Don’t judge me, this is only my perseption). Secara sengaja saya melewatkan sarapan segelas kopi, alhasil saya harus menanggung lemasnya jam-jam penuh perjuangan mengurus masalah yang saya alami. Lain kali, tidak akan terulang lagi!.
  5. Cari teman. Hal yang saya sesalkan selama menjalani proses ini adalah karena saya menjalaninya seorang diri. Coba saya menjalaninya bersama setidaknya satu orang lainnya, pasti akan lebih ringan dan less complaint.

Demikian beberapa pelajaran hidup yang dapat saya rincikan. Mohon maaf jika menyinggung banyak orang yang membacanya. Secara sengaja saya tuliskan hal seperti ini, lebih sebagai pengingat pribadi dan penyalur emosi.

Salam.

Saya ketika berapa disalah satu museum di sekitar Kota

Catatan dibalik layar :

Akhir-akhir ini saya memilih untuk menerbitkan beberapa tulisan tulisan lama milik saya. Selain sebagai pengingat juga lebih karena ‘sayang’ kalau tidak di-publish dan disimpan sendiri. Siapa tahu mereka yang membacanya dapat memetik beberapa pelajaran.

Iklan
10 buah komentar Post a comment
  1. Waduh…waduh…

    Suka

    19 Feb 2018
  2. Iya mbak. 😊
    Kalo di kampus kemarin, sanksinya sks dikurangi gitu.

    Disukai oleh 1 orang

    18 Feb 2018
  3. Hahahahaha…itu dia alasan sebenarnya.

    Suka

    15 Feb 2018
  4. garagara di entar entar.πŸ˜‚

    Disukai oleh 1 orang

    15 Feb 2018
  5. Hahahaha…
    Apapun itu, dulu saya kapok karena terlambat membayar. Karena memang tempat saya sekolh dulu menetapkan kalau terlambat bayar tanpa keterangan dianggap ‘berhenti’ atau tidak melanjutkan kuliah hahahaha.

    Ia, benar. FRAPUCINNO MOCCA

    Suka

    15 Feb 2018
  6. Kasihan..😊✌ saya ga pernah tuh dipersulit pihak kampus, malah dipermudah..πŸ˜†πŸ˜† jangan kan terlambat dalam hal administrasi keuangan, ga masuk dijam kuliah pun gpp kok bhkan nilai bakal di jamin A ama salah satu dosen (1 mata kuliah aja) yg lain ga bisa..πŸ˜„πŸ˜„
    Coffee Lovers juga ya? Kopi jenis apa? πŸ€—

    Disukai oleh 1 orang

    15 Feb 2018
  7. Hahahaha…
    Bukan kakak, itu tulisan beberapa waktu silam. Pas sedang membuka file lama, nemu tulisan ini. Dari pada dibuang, lebih baik posting saja.

    Ia, semoga demikian kakak. Masa lalu selalu menjadi pelajaran yang baik.

    Suka

    15 Feb 2018
  8. O cerita terlmbat membayar ini maksudnya bkn crta terkini ya?

    Pljaran2 yg Ayu kemukakan itu tentu sngat berharga ya. Hal smcam ini tentu akan brmnfaat bg yg membacanya, khususnya bg mreka yg suka telat mmnuhi kewajibannya sbgai mahasiswa (i).

    Disukai oleh 1 orang

    15 Feb 2018
  9. Hahahahaha, Ia Wa..dulu.
    Untuk dikenang dan dipetik pelajarannya bagi generasi sekarang.

    Suka

    15 Feb 2018
  10. Wah wah… Pelajaran yang sangat berharga yaa mbak. 😊

    Disukai oleh 1 orang

    15 Feb 2018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: