Lanjut ke konten
Iklan

Catatan untuk Masa lalu, Sekarang dan Masa yang akan Datang


Dulu,

Aku terbiasa untuk menuliskan surat padamu

Surat yang tidak pernah aku alamatkan dan aku kirimkan

Dulu,

Setiap rinduku mengartikan dirimu

Setiap senyum sendiriku semburat khayal tentangmu

Setiap liukan tulisanku berarti memikirkanmu

Dulu,

Dulu sekali ketika semuanya belum seperti saat ini.

Saat ini,

Aku sudah tidak terbiasa untuk menuliskan surat padamu

Aku sudah lama berhenti, entah kapan

Aku bahkan sudah tidak menyimpan tulisan tulisanku dahulu

Entah dimana serakannya berada

Saat ini,

Sudah tiada rindu lagi untukmu

Sudah tiada senyum lagi yang tergambar untuk dirimu

Tiada lagi khayalan-khayalan tentangmu yang membuatku tersenyum

Setiap liukan tulisanku sudah bukan untukmu

Saat ini,

Saat ini mungkin tidak seperti masa yang akan datang

Masa yang akan datang,

Apakah aku masih ingin menulis tentangmu, atau keinginan itu sudah hilang ?

Apakah aku masih ingin mencari serakan sisa-sisa tulisanku tentangmu, ataukah aku sudah menuliskan tentang orang lain ?

Masa yang akan datang,

Apakah masih ada rindu tentangmu ?

Apakah masih ada bekas-bekas semburat senyum ketika aku memikirkanmu ? Ataukah senyum ini sudah berganti untuk orang lain ?

Apakah khayalan-khayalan tentangmu masih bertahan ?

Apakah liukan tulisanku masih tentangmu ?

Masa yang akan datang,

Apakah masih aku membicarakan dirimu ?

Ataukah sudah kuganti dirimu dengan orang lain ?

Ataukah aku harus mencintaimu sampai aku mendapatkan seseorang untuk menggantikanmu ?

 

Catatan di balik layar:

Semalam entah kenapa jadi terinspirasi untuk menulis tulisan seperti diatas ini. Apa mungkin karena ini masih bulan Februari dan saya masih merasa sisa-sisa kejutan-kejutan manisnya ?

Ataukah saya hanya terbawa lagu Hendry yang berjudul ‘It’s you’ yang saya putar berkali kali hingga beberapa hari ini ?

Ataukah terlalu mendalami kisah salah satu teman kerja saya ?

Ah, semuanya menjadi abu-abu, tapi entah kenapa menjadi sedikit berwarna indah.

Dari meja kerja saya di Banjarmasin.
Salam.

Iklan
6 buah komentar Post a comment
  1. Setuju,
    Agak ironis sih, karena mau ngak mau kita juga perlu mempercayai manusia selain meletakkan kepercayaan kita pada zat lain.

    Disukai oleh 1 orang

    1 Mar 2018
  2. katanya, kekecewaan terbesar itu karena terlalu berharap pada manusia

    Disukai oleh 1 orang

    1 Mar 2018
  3. Hahahahaha…betul, betul

    Suka

    1 Mar 2018
  4. kalau di berikan lagu, yang cocok adalah Sheila on 7 , berhenti berharap

    Disukai oleh 1 orang

    1 Mar 2018
  5. Hahahahhaa…mungkin kakak

    Suka

    1 Mar 2018
  6. Mungkin itu adalah kombinasi semuanya, Yu…😀

    Disukai oleh 1 orang

    28 Feb 2018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: