Lanjut ke konten
Iklan

Nursing Now: WHO dan misi yang dibawanya


Oleh,

Maria Frani Ayu Andari Dias, Perawat.

WHO pada beberapa waktu yang lalu, meluncurkan “The Nursing Now” campaign dengan tujuan meningkatkan profil dan status keperawatan di lingkungan masyarakat dan dunia.

Fokus dari program ini, terletak pada lima hal mendasar,

  1. Memastikan perawat dan bidan memiliki hak suara yang memadai dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan kesehatan.
  2. Mendorong investasi besar-besaran dalam bidang ilmu keperawatan.
  3. Me-rekrut banyak perawat-perawat untuk menduduki posisi kepemimpinan.
  4. Melakukan banyak penelitian yang akan menentukan dimana perawat dapat memberikan banyak manfaat dan konstribusi.
  5. Membagikan informasi dan ilmu praktik keperawatan terbaik.

(Ket. Diterjemahkan dari naskah asli WHO 2018, “The nursing now campaign”. Silahkan merujuk pada naskah asli di website WHO).

WHO menekankan betapa penting dan berharganya profesi keperawatan dalam proses pencapaian program-program kesehatan di masyarakat. Untuk hal ini, WHO sendiri mengupayakan dan juga menjamin spesialnya status perawat dan bidan dalam penyelesaian tugas-tugas pencapaian target kesehatan di Masyarakat.

Kampanye ini tentu saja membawa angin segar bagi profesi keperawatan di Dunia. Saya sendiri langsung memberi komentar, “Akhirnya…” setelah membaca berita kampanye ini. Akhirnya peran Perawat dalam mewujudkan pencapaian target kesehatan di akui dengan sangat ‘wah’. Meskipun sebelumnya, WHO memang pernah juga mengkampanyekan mengenai pentingnya tugas dan status perawat, tapi kesempatan kali ini terasa sekali bedanya. Lebih wah! Dan lebih punya tujuan begitu.

Kampanye ini sekaligus merupakan peluang kerja yang sangat besar dan luas. Kampanye ini juga ingin menunjukkan bahwa memang profesi keperawatan masih dan akan terus dibutuhkan di masyarakat sampai waktu yang sangat lama!.

Selain hebohnya kampanye WHO ini, saya mengajak teman-teman sekalian melihat kondisi lulusan keperawatan yang ada di Negeri ini. Dengan jumlah sekolah keperawatan yang mencapai angka 200an di seluruh Indonesia, sekolah-sekolah keperawatan terus dikejar untuk mencetak banyak perawat dengan kualitas luar biasa, mampu bersaing dan mewarisi keinginan yang kuat untuk melayani Klien dan secara luas masyarakat. Tapi sayangnya, lulusan tiap sekolah tidak disalurkan secara merata ke pos-pos pelayanan kesehatan di setiap daerah. Belum lagi banyak sekolah keperawatan yang berstatus “abal-abal” (tidak jelas, maksudnya. Tapi, saya yakin bahwa dengan semakin ketatnya akreditasi sekolah keperawatan di Indonesia, tidak ada lagi yang namanya sekolah keperawatan tidak jelas yang hanya peduli untuk meluluskan segera perawatnya tanpa melihat sudah bermutu-kah lulusan mereka).

Disamping masalah yang masih menjadi momok pemerintah dan pihak swasta saat ini mengenai penyebaran yang merata lulusan siap kerja, daya serap tenaga kerja di masyarakat pun masih rendah. Masih banyak perawat yang bekerja dengan status “honorer” dengan tambahan status “sementara” dengan kerja yang luar biasa beratnya dan penghasilan yang tidak seberapa. Lebih menyedihkan lagi, banyak diantara rekan-rekan perawat yang harus bekerja banting tulang dengan bayaran mungkin pertiga bulan sekali dan jumlah gaji hanya seratus ribuan. Bayangkan betapa kasihannya ?. Kalau seperti ini pekerjaannya, lalu mutu pelayanan kesehatan menjadi tantangan yang sangat besar.

Saya berharap agar campaign ini memberikan efek dan dampak yang besar di Indonesia. Peran dan status perawat yang menjadi semakin penting dalam kampanye WHO ini, semoga membuka semakin lebarnya perhatian pemerintah terhadap profesi ini.

Sehingga pada akhirnya, tantangan-tantangan yang ada didepan mata akan terjawab dan dapat dilalui. Mimpi saya dimana semakin banyak terserapnya lulusan perawat di fasilitas-fasilitas kesehatan dan semakin meratanya penyebaran tenaga kerja perawat di seluruh Nusantara dapat tercapai. Semua usaha dan upaya ini diharapkan dapat secara langsung berdampak pada semakin merata dan berkualitasnya pelayanan kesehatan di Negeri tercinta.

Salam sejawat, Perawat 🙏

Ayo bekerja demi terwujudnya Indonesia yang sehat dan sejahtera!

 

Iklan
9 buah komentar Post a comment
  1. Ia, Kak. Benar sekali. Karena konsen dunia dalam bidang penyakit saat ini adalah pada pencegahan dan rehabilitasi penyakit. Petugas kesehatan yang paling banyak bergerak di kedua bidang ini adalah Perawat. Selain karena Perawat adalah profesi kesehatan yang paling banyak jumlahnya di dunia ini. Terutama di Indonesia.

    Suka

    12 Mar 2018
  2. Eksistensi perawat smkin diperhatikan gitu ya, Yu. Ampe WHO pun turun tangan mngkampanyekannya..

    Disukai oleh 1 orang

    11 Mar 2018
  3. Semangat, yaa.

    Suka

    9 Mar 2018
  4. Amin…
    Semoga. Dan semoga banyak bermunculan perawat-perawat yang berkualitas dan siap melayani di negeri kita tercinta.
    Dan semoga penyebarannya merata sampai ke pelosok negeri.

    Terima kasih atas dukungannya, Gara.

    Disukai oleh 1 orang

    7 Mar 2018
  5. Mudah-mudahan semua harapan tentang profesi keperawatan yang berkualitas dan berkontribusi banyak bisa tercapai, ya, supaya pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mengayomi semua orang bisa tercapai. Di Mataram, tempat saya, saya lihat ada cukup banyak sekolah keperawatan. Berarti kebutuhan tenaga perawat di Indonesia masih besar sekali, ya.

    Disukai oleh 1 orang

    7 Mar 2018
  6. Last year, On december..
    🤣🤣

    Disukai oleh 1 orang

    6 Mar 2018
  7. O really… so quick 😀
    When did you back?

    Disukai oleh 1 orang

    6 Mar 2018
  8. Ayu udah pulang, Kak…🤣🤣

    Disukai oleh 1 orang

    6 Mar 2018
  9. Cepat pulang.. Indonesia membutuhkan perawat loh..
    😀

    Disukai oleh 1 orang

    6 Mar 2018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: