Menjadi diri sendiri: no Make Up Look Experience

23 komentar

Oleh, Maria Frani Ayu Andari Dias, Perawat.

Sejak beberapa minggu yang lalu, saya memutuskan untuk tidak menggunakan make-up atau make up free. Keputusan ini saya lakukan karena alasan sederhana, saya malas! Itu saja. Malas untuk menggunakan primer, cc cream, translucient powder, countour and highlight untuk perfecting my canvas yang dilanjutkan dengan make up mata dan memular bibir. Saya benar-benar terkena syndrom pemalas dalam beberapa minggu ini. Alasan sangat sibuk sehingga waktu untuk make up dan lainnya, saya sumbangkan untuk mengerjakan hal yang lebih penting dan lebih memberi saya kepuasan tersendiri.

Setelah hampir satu bulan menginvestasikan waktu saya hanya untuk skin care saja, saya belajar banyak hal dan merasakan perubahan yang significant dengan kulit wajah saya. Seriously, kulit saya menjadi lebih sehat, bercahaya alami dan intensitas kemunculan jerawat berkurang. Saya pun menjadi lebih bahagia !. Kebahagiaan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya ketika saya rajin menggunakan make up.

Sejak saya tinggal di Manila, Make Up adalah ritual pagi yang harus saya lakukan. Alasannya adalah karena hampir semua wanita disini menggunakan make up. Tidak menggunakan make up sama seperti telanjang diantara banyak orang. Tidak nyaman!. Saya akhirnya memutuskan untuk belajar bagaimana menggunakan make up, mulai dari tampilan natural hingga bold. Saya bahkan belajar khusus dari sahabat saya yang merupakan seorang make up addict. Saya bahkan rela untuk mengeluarkan ber-peso-peso dari dompet saya hanya untuk ikut trend make up yang sedang hits waktu itu.

Tapi, kebiasaan ini mulai berubah sejak saya menjadi sangat sibuk. Sibuk dengan pekerjaan dan mengurus hal lainnya. Sibuk berhadapan dengan banyaknya perubahan yang ada di lingkungan dan sekitar saya. Saya akhirnya memilih untuk hanya menggunakan skin care setiap paginya dan memulas sedikit bibir saya dengan pelembab bibir.

Selama hampir satu bulan ini, tidak ada yang bertanya mengenai perubahan di wajah saya. Teman-teman yang berada di sekitar saya masih berpikir bahwa saya menggunakan make up. Ada beberapa dari mereka yang kaget ketika saya katakan bahwa saya tidak menggunakan apa-apa, hanya skin care yang basically terdiri atas cleanser, toner dan pelembab kulit wajah.

Selain skin care, setiap harinya saya juga menggunakan masker Aloe Vera yang membantu menjaga kelembapan dan juga PH kulit. Masker ini juga sangat saya butuhkan karena udara di tempat dimana saya bekerja saat ini, panasnya luar biasa. Untuk menjaga kadar air dalam kulit, saya rasa tidaklah berlebihan dengan menginvestasikan sebagian dari penghasilan saya untuk menyegarkan kulit yang semakin lama semakin tidak muda lagi ini 😢.

Hal yang tidak bisa saya sembunyikan dari bare face milik saya adalah kantong mata. Itu alami terbentuk dari kumpulan wajah kurang tidur milik saya. Tapi, entah kenapa saya bangga dengan adanya warna sedikit gelap dari bagian wajah saya. Bagi saya warna gelap ini memberikan nuansa tersendiri, unik dan menambah tekstur tertentu dari gambaran keseluruhan kulit wajah milik saya pribadi. Jika dulu, saya setengah mati menyembunyikan kantong mata ini, tapi sekarang semuanya berbeda. Saya malah bangga dan senang menunjukkan kantong mata milik saya. Untungnya tidak ada yang mengolok-ngolok kantong mata ini (hahaha..).

Tidak menggunakan make up kemudian mengajarkan saya tentang menjadi saya apa adanya. Dulu, make-up saya jadikan sebagai tameng, sebagai topeng, sebagai pelindung untuk kerapuhan yang saya miliki didalam. Tapi sekarang, saya bisa belajar untuk menjadi diri sendiri. Menjadi saya apa adanya dan tidak ada lagi ketakutan dan masalah mengenai kepercayaan diri.

Saya tidak mempersoalkan cantik itu hanya definisi dari wajah yang tertutupi make up saja, tapi saya memandang lebih luas mengenai definisi cantik. Mungkin karena saya sudah tua, dan umur saya sudah tidak remaja lagi. Sehingga saya berani mengatakan hal seperti ini.

Tapi, meskipun sudah tidak rutin menggunakan make up, saya tetap tidak bisa melepaskan pemulas bibir yang berwarna. Saya ingin setidaknya diwajah saya yang polos, saya memiliki sedikit semburat kebahagiaan yang berwarna-warni dan mencerahkan. Setidaknya, ada sesuatu yang bisa membuat orang lain tidak malas memandang wajah saya dan memusatkan perhatian ketika saya berbicara dengan mereka.

Perjalanan menggunakan hanya mengunakan skin care ini benar-benar menyenangkan!

Bagaimana denganmu ?. Apakah kamu juga mengalami apa yang juga saya rasakan ?, Perubahan apa yang kamu rasakan ?. Atau mungkin saat ini, kamu sedang belajar hal sebaliknya dari saya, belajar menggunakan make-up dan sedang giat menjadi master untuk keterampilan ini.

 

Catatan dibalik layar:

Akhirnya, saya bisa mem-publish tulisan yang jarang menjadi hal yang saya perbincangkan. Hidup saya sedang membosankan saat ini. Banyaknya tumpukkan pekerjaan bukannya membuat saya antusias dengan hidup, malah sebaliknya membuat pikiran saya lari kemana-mana.

Make-up atau teknik merias wajah dan hal-hal yang berbau perempuan lainnya adalah hal yang paling jarang saya sentuh dalam hidup saya. Saya merasa tidak pantas dan memang bukan ahlinya untuk berbagi hal semacam ini. Tapi, ketika saya berbagi naskah tulisan saya ini dengan salah satu sahabat saya, dia dengan semangatnya meminta saya untuk mem-publish tulisan ini. Selanjutnya adalah taraaaaa…terbitlah tulisan ini.

Semoga saya tidak mempermalukan kaun perempuan lainnya hanya karena tulisan ini. Kelak, jika responnya bagus, saya akan menuliskan banyak tulisan-tulisan yang sejenis.

Catatan, Mohon abaikan foto-foto narsis saya wkwkwkwkwk

 

Selamat membaca dan selamat berpetualang.

Dari Merja Kerja Saya,

April 23, 2018.

 

Iklan

23 comments on “Menjadi diri sendiri: no Make Up Look Experience”

  1. Make up itu berbicara mengenai mengekspresikan diri dan membuat diri sendiri nyaman dengan diri sendiri (Masuk akal ngak ya ?).
    Make up itu juga soal pilihan pribadi, masing-masing orang menyukai make up dengan gaya masing-masing. Itu soal berpetualang dan mencoba hal baru.
    Hayooo…bereksperimen.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Saya juga pernah mengalami ini mbak. Waktu muka pakai make up, orang-orang selalu panggil saya ‘Bu’. Hhhhffff!
    Trus saya sempat nggak pake make up beberapa minggu, cuma pelembab aja sama bedak tabur & lip gloss. Langsung deh orang-orang panggil saya ‘dek’. LOL.

    Pengaruh lingkungan itu yang berbahaya sekali, termasuk pengaruh iklan hehe. Kalau kita nggak kuat ngelawan arus yaa hanyut. Saking kuatnya saya tidak termakan rumpian ala sista-sista beauty talker. Bahkan saya disindir, dia bilang “Ahh, kalo aku nggak bisa tuh pake yang murahan.” HAHA! Itu terjadi beberapa hari setelah dia memuji warna lipstick & hasil yang saya pakai di bibir, dan ketika saya katakan kalau itu lipstick local buatan Indonesia, wajahnya sedikit aneh…(mungkin perasaan saya aja).

    Nice post mbak Ayu. Ditunggu tulisan-tulisan menarik berikutnya.

    Salam kenal,
    Miki

    Disukai oleh 1 orang

  3. Muantappp Kak 👍👍

    Hahahahaha…hidup ini menarik kak, jadi ngak usah dibuat ribet, mungki bgitu jga dengan menulis. So, mari menulis untk menikmati hidup.
    Ngaj tahu nulis apa ini…hahahahaa

    Suka

  4. Iya juga perempuan itu beda ya, hrs make up dan tetek bengeknya itu, beda dg laki2, lbh simpel. Tp unik jg ktika Ayu memutuskan utk make up free. Dan sy sih klau yg namanya cantik alami dan apa adanya itu sy lbih suka, hee…

    Tulis aj ap yg buat Ayu bhagia. Sy pun dlm waktu dkat bkal nulis hal yg konyol, bkn brmaksud utk mmpermlukan diri, cm ingin ksh tahu klau sy itu orangnya pengin dikenal ap adanya.

    Disukai oleh 1 orang

  5. Wah, Saya juga mengalami hal seperti itu juga Mbak. Teman-teman berpengaruh sekali. Tapi, untuk saat ini, no make up itu memang pure karena malas hahaha
    Jangan ditiru Mbak hahaha

    Suka

  6. Sehari-hari2 saya tidak biasa bermake-up lengkap, itu mungkin dikarenakan saya tidak bisa bermake-up karena perkerjaan yang tidak mengharuskan menggunakan make-up. Tapi sehari2 saya selalu menggunakan pembersih wajah, crem siang atau malam, dan bedak two way cake serta tak lupa lipstik berwarna supaya tdk tampak pucat.
    Akhir2 ini saya juga merawat kulit dengan mengkonsumsi suplemen kulit, supaya peningkatan keriput dan kendor kulit tdk tll cepat he he maklum sdh lebih setengah abad .
    Secara umum saya setuju, untuk wanita yg tdk mengharuskan menggunakan make-up lengkap dalam tugasnya, lebih baik waktu digunakan untuk hal lain yg lebih bermanfaat drpd ngutek2 wajah berjam2 he he

    Suka

  7. Bisa juga mba.
    Tp klo aku, yg berperan sangat penting itu lingkungan.
    Teman ksh pengaruh besar. Untuk pakai lipstik merk A lah, foundation merk B lah.
    Pdhal dlu pke viva udah ckup. Skrg klo ga merk import ga enak😂😭

    Suka

  8. Apa mungkin karena pengaruh media sekarang ya…
    Seperti instagram yang menawarkan kata sempurna untuk wanita2 yang menggunakan make up ?
    Wah..seru nih kalo kita dalami lagi.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s