Skip to content
Iklan

Menyesalkan Apa yang Terjadi


 

20180428_1754521156131091.jpg

Pemandangan Langit Senja dari Mall of Asia di Manila-Filipina yang Saya ambil beberapa waktu yang lalu.

 

Oleh Maria Frani Ayu Andari Dias, Perawat.

Seorang Klien yang pernah saya rawat dimasa-masa pendidikan saya menjadi seorang Perawat pernah berkata demikian,

Jangan menyesalkan apa yang terjadi, apa yang telah lalu memang harus terjadi demikian agar masa sekarang dapat terjadi seperti ini. Kita seharusnya berterima kasih pada masa lalu, entah baik atau buruk, karena Ia berkonstribusi terhadap masa sekarang dan juga menentukan jalan untuk masa yang akan datang”.

Sebuah perkataan yang sangat bijak menurut saya.

Sampai saat ini, perkataan ini begitu membekas didalam ingatan saya bersamaan dengan keadaan Klien ini pada waktu itu. Sebagai Mahasiswi Jurusan Ilmu keperawatan yang masih magang, saya merasa beruntung mendapatkan pelajaran hidup yang berharga seperti ini.

Entah sadar atau tidak, kita sering kali terbelenggu oleh masa lalu dan menempatkan diri pada penyesalan/frustasi yang mendalam karenanya. Akibat dari perilaku ini adalah pengabaian pada masa sekarang dan kita menjadi tidak hidup pada masa ‘sekarang’ tapi masih pada masa lalu. Anak-anak muda jaman sekarang menyebutnya dengan, “Tidak bisa move on!”.

Lalu, mengapa kita merasa berat untuk meninggalkan masa lalu dan berpindah untuk hidup pada masa sekarang?.

Klien saya waktu itu menjawabnya seperti ini,

Karena kita takut kehilangan, kita takut ditinggalkan dan kita takut dilupakan dan yang lebih penting, kita takut rasa nyaman kita hilang dari genggaman kita. Padahal tanpa sadar, kita bukannya memunculkan rasa nyaman kembali, tapi kita malah menciptakan lingkaran setan yang penuh penderitaan dan rasa sakit yang tidak berkesudahan”.

Meskipun kita sudah mendeklarasikan bahwa kita adalah manusia jaman now, manusia saat ini yang hidup pada masa sekarang. Masa lalu tetap menjadi bagian dari kita, kita tidak mungkin melupakannya begitu saja, tapi tidak mengingatnya kembali bukan berarti tidak belajar darinya dan hidup dimasa sekarang dengan kemerdekaan dari masa lalu ?. Okay, mungkin saya kedengaran sangat tidak rasional disini. Tapi, mari kita lihat satu persatu.

Masa lalu tentu saja berjasa membentuk siapa kita sekarang dan dimana kita sekarang, Kita tidak dapat menahan masa sekarang untuk berubah menjadi masa lalu. Masa lalu adalah pijakan untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. Tapi, kenyataan ini tidak bisa menutupi bahwa kita juga sering kali terpasung pada masa lalu yang menyakitkan dan hanya bisa maju-mundur antara masa sekarang dan masa lalu.

“…Masa lalu adalah pijakan untuk masa sekarang dan masa yang akan datang…”

Untuk menjelaskan konsep diatas, contoh yang paling signifikan adalah trauma. Trauma adalah contoh paling kongkrit mengenai manusia yang hidup dimasa lalu. Mereka yang mengalami trauma, tidak bisa melupakan kejadian dimasa lalunya, entah tidak bisa memaafkan atau tidak bisa melepaskan apa yang terjadi pada masa itu dan selanjutnya membawa memori masa lalu tersebut ke-masa sekarang dan kemungkinan akan datang.

Hal ini mengingatkan saya akan salah satu sahabat saya yang mengalami trauma karena ditolak oleh orang yang dicintainya waktu itu. Sampai saat ini, Ia menjadi tidak berani untuk jatuh cinta lagi dengan alasan ‘takut ditolak’ seperti waktu itu, waktu yang sudah lewat itu.

Entah mengapa ingatannya memainkan permainan yang sangat cerdas didalam otaknya, membuatnya terus mengulang apa yang terjadi dimasa lalunya ketika Ia berhadapan dengan situasi yang sama dimasa sekarang. Ia secara otomatis bereaksi, reaksi yang membuatnya seolah ‘melindungi diri’ dari sesuatu yang tidak kelihatan. Tapi, sayangnya perlindungan diri ini malah membuatnya berjalan maju-mundur antara masa lalu dan masa sekarang. Sebagai hasil, Ia menjadi manusia yang tidak bisa move on dari masa lalunya.

Tidak bisa dipungkiri, masa lalu juga adalah hal yang sangat penting untuk dihargai. Ia memberikan kita fondasi yang kokoh untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. Kita yang sekarang adalah ciptaan dan design dari masa yang lalu. Kita tidak akan berada disini jika bukan karena keputusan yang kita buat pada masa lalu. Untuk itulah, apapun yang terjadi pada masa lalu, sebaiknya menjadi pelajaran untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. Petik pelajarannya dan buang hal yang tidak perlu. Hal-hal yang tidak perlu seperti dendam yang hanya membuat hati dan pikiran menjadi sakit. Sakit yang tidak sembuh-sembuh hingga masa sekarang.

Jadi, apakah kita masih ingin terbelenggu dengan persoalan masa lalu?. Mengapa kita tidak berani untuk menerima kenyataan, memaafkan apa yang telah terjadi dan move on ke masa depan yang lebih baik ?, Mengapa kita merasa ‘nyaman’ ketika luka masa lalu terus meronggong kehidupan kita seperti nyamuk yang kelaparan ?.

 

Salam,

May 09. 2018

Iklan
14 buah komentar Post a comment
  1. Indeed, Kak !

    Suka

    23 Mei 2018
  2. Tulisan pmikiran yg menarik.

    Setuju bnget. Kita emang hrs move on. Jd kan masa llu sbgai pljran utk mnjlni hr ini dan hr esok.

    Dan sy sring brpikir, let bygone be bygone..

    Disukai oleh 1 orang

    23 Mei 2018
  3. Saya pernah bekerja di Manila, Risa hehehehehe. Soal sekolah, saya masih memilih untuk mengambil kursus/course yang tidak memakan waktu yang lama. Untuk mengambil pendidikan lagi, hum….Mungkin hehehee

    Suka

    10 Mei 2018
  4. Oalah begitu, masih lanjut s2 atau s3 kah kak?

    Disukai oleh 1 orang

    10 Mei 2018
  5. Hi, Risa.

    Saat ini saya bekerja di Banjarmasin-Kalimantan Selatan, tapi memang sering bolak-balik ke Manila-Filipina untuk menyelesaikan beberapa proyek disini heee

    Disukai oleh 1 orang

    10 Mei 2018
  6. saya juga senang kak bisa bertemu dengan kak Ayu … salam hangat juga ya kak.

    Ohya kak, kalau boleh tau kak Ayu sekrg kerjanya di Filiphina kah?

    Disukai oleh 1 orang

    10 Mei 2018
  7. Terima kasih banyak, Risa.

    Wah…Senang sekali bisa bertemu dengan seorang calon perawat hebat sepertimu. Salam dan semangat ya!
    Indonesia membutuhkan orang-orang yang hebat seperti Risa, jadi jangan berhenti ! Lanjut sampai lulus ya…

    Suka

    10 Mei 2018
  8. Wahh.. suka banget sama tulisannya kk Ayu. Dan aku baru tahu juga kalau mbk Ayu seorang perawat, hehe. Salam kenal y kak. Saya Risa mahasiswa keperawatan smester 6 🙂

    Suka

    10 Mei 2018
  9. Oh, Begitu ya Kak.
    Wah benar juga, Airlines memang menggunakan format tanggal seperti yang Kakak sampaikan. Ayu sering menemuinya di tiket-tiket Pesawat.

    Terima kasih infonya, Kak.

    Disukai oleh 1 orang

    9 Mei 2018
  10. Iya, sih itu tidak masalah. Terserah Ayu, nyamannya gimana tentang tanggal.

    Kalau saya suka nulis tanggal (khusus utk pribadi) dengan format seperti ini 09MAY18, 03AUG18, 12OCT18 dan sebagainya. Itu juga karena terbiasa di pekerjaan di bidang Airlines yang memakai format tanggal seperti itu.

    Suka

    9 Mei 2018
  11. Ia Kak, ngantuk berat tadi pagi. Paksa bangun karena harus bangun pagi-pagi dan pergi kerja wkwkwkwk.

    Oh, mengenai tanggal, ini adalah kebiasaan saya Kak. Tidak sadar juga sih, baru sadar ketika Kakak kasih tahu hahahahaha.

    Suka

    9 Mei 2018
  12. lagi ngantuk kayaknya yah. hahah

    oia, kenapa gak pake penulisan 09 Mei 2018 tapi pake gaya orang luar? biar keren ya

    Disukai oleh 1 orang

    9 Mei 2018
  13. Terima kasih Kakak,
    Wah, Ia benar Kok Malah April sih hahahahaha

    Suka

    9 Mei 2018
  14. setuju dengan penjelasannya.

    BTW, tanggal terakhir penulisan ini yang benar April 9, 2018 atau Mei 9, 2018?

    Suka

    9 Mei 2018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: