Lanjut ke konten
Iklan

Perbedaan Generasi, Perbedaan Pola Pikir dan Kerendahan Hati yang Sudah Tidak Ada (Lagi)


 

img-20171218-wa0080919624957.jpg

Foto kunjungan Saya dan Teman-teman ke Salah satu Panti Jompo yang berada di Kota Iloilo, Filipina tahun lalu.

 

Perbedaan generasi kadang juga bisa membuat kita harus berhadapan dengan masalah yang cukup rumit, begitu menurut sahabat saya. Memang semestinya tidak boleh ada lagi yang namanya perbedaan generasi, karena prinsip ‘belajar seumur hidup’ adalah hal yang sangat hakiki dan setiap orang dituntut untuk banyak belajar dari lingkungan, orang lain dan tentu saja perkembangan dunia ini secara terus menerus sepanjang hayat. Bagi mereka yang tidak mau belajar dan tidak mau memahami perubahan, tentu saja akan ada perbedaan. Perbedaan antara kelompok mereka yang tahu dan paham dan perbedaan antara mereka yang tidak tahu dan tidak paham, dan mungkin juga untuk kelompok yang tahu tapi tidak mau memahami.

Perbedaan generasi juga sebenarnya bukan masalah kalau masing-masing generasi bisa saling merendahkan diri dan memahami satu sama lain. pertentangan kadang muncul karena arogansi dan pemaksaan kehendak. Kasus seperti ini sudah banyak terjadi dan sudah banyak dibahas untuk diambil contoh dan pembelajarannya, tapi sampai saat inipun pertentangan masih terus terjadi diantara generasi-generasi yang salah kaprah, mereka yang tidak mau belajar dan mereka yang tidak mau peduli.

Siapakah mereka ?, Bisa saya dan juga bisa kamu dan bisa juga kita. Kita yang menolak peduli dengan apa yang terjadi dan menolak untuk menghadapi masalah dengan rendah hati dan itikat yang baik. Kita bisa siapa saja.

Mau jadi apa sebuah kelompok/organisasi atau sebuah institusi jika dibangun atas dasar keangkuhan dan merasa diri/kelompoknya adalah yang paling hebat dan tidak terkalahkan ?. Menolak lupa bahwa diatas langit pasti ada langit lagi. Mengerikan sekali melihat ada banyak diantara kita yang hidup dan tinggal diantara kelompok-kelompok ini tanpa mau melakukan apapun untuk memperbaiki keadaan, memfasilitasi kedamaian dan kebaikan bagi semua.

Ah, kadang protes saja memang tidak cukup. Kita perlu datang dengan membawa solusi bukan hanya koar-koar mencari kamping hitam lalu kambingnya kita arak keliling komplek. Kita perlu melepaskan rasa nyaman lalu memberanikan diri untuk terlibat dalam ‘penyelesaian masalah’, bukan malah sebaliknya, ‘memperkeruh suasana’. Kadang, perbedaan generasi dan perbedaan pola-pikir juga bukan soal. Masalah selalu datang dari dan pada kita yang mengabaikan untuk ‘peduli’, dan masalah juga adalah sebenarnya baik, karena mengisyaratkan pertumbuhan/kemajuan untuk mencapai hal-hal yang baik.

Setuju ?

 

Banjarmasin, May 10.2018

 

 

Iklan
4 buah komentar Post a comment
  1. Hahahahaha…Ayu ngak tahu Kak, hahahahaha

    Suka

    23 Mei 2018
  2. Ia Kak, masalah ‘rendah hati’. Momok dari dulu untuk perbedaan dua generasi.

    Suka

    23 Mei 2018
  3. Ya, mslahnya itu krn sbgian org (kita) gak rendah hati, lbh membanggakan persepsi diri sendiri atau kelompok, itu yg bs jd konflik mkanya terasa lain, dan kita sring bilang gnerasi zaman now jauh bnget dg generasi zaman old dlm hal pmikiran dlsb…

    Disukai oleh 1 orang

    23 Mei 2018
  4. Dulu rasanya sy ad komen d sini, kok gak ad ya, atau sy emang lg ngirimnya atau mungkin mmang blm komen :))

    Disukai oleh 1 orang

    23 Mei 2018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: