Skip to content
Iklan

Untuk Dia yang tidak dikenal, Terima kasih atas pengorbananmu. Tuhan memilihMu untuk melindungi umatNya, semoga kasihNya menerangi jalanmu menuju sisiNya


Hari itu Maret 13. 2018, Tiga buah Rumah Ibadah di Surabaya mendapatkan serangan Bom Bunuh diri secara bersamaan. Kejadian ini terjadi pada saat umat sedang khusyuk berdoa pada TuhanNya. Sebuah aktivitas yang rutin dilakukan setiap pagi minggu.

Kejadian ini terjadi tiba-tiba, menjatuhkan korban dan membuat banyak lainnya luka-luka. Reaksi dari dunia juga menjadi sangat luar biasa, mengutuk kejadian ini, memaksa Pemerintah untuk segera menghukum mati mereka yang menjadi dalang dibalik semua peristiwa ini dan masih banyak lagi. Tapi, memang yang paling kontras adalah DUKA. Ya, Surabaya dan Indonesia pada umumnya sedang berduka. Duka karena peristiwa kemanusiaan yang baru saja terjadi, duka karena saudara yang tidak dikenalnya harus kehilangan nyawanya, keluarganya dan orang-orang yang dikasihinya. Duka karena tidak ada yang dapat kita lakukan selain menyerukan rasa frustasi dan juga tangisan yang tidak kelihatan.

Dari begitu banyak berita yang beredar, sebuah nama jarang sekali disebut keterlibatan pentingnya. Seseorang yang menyentuh hati mereka yang tahu arti penting pengorbanannya. Ia adalah seorang pria yang bernama ALOYSIUS BAYU RENDRA WARDHANA atau banyak yang menyebutnya Koko Item. Dalam tulisan ini, saya menyebutnya Pak Bayu. Ia adalah seorang coordinator keamanan di Paroki Santa Maria Tak Bernoda, Surabaya yang bertugas pada pagi ini.

 

fb_img_15262105349541257745002.jpg

ALOYSIUS BAYU RENDRA WARDHANA

 

Dari sebuah akun Facebook bernama Aurelia Lew, kita bisa tahu kisah perjuangan Pak Bayu yang luar biasa. Ia disebut sebagai Ksatria Penyelamat dan perannya dituliskan demikian,

“ ..Bagi Ratusan nyawa umat yang sedang tekun beribadah, dengan sigap dan penuh gagah berani, memeluk dan sekuat daya menghadang pelaku bom, memasuki lebih dalam, area Gereja Maria Tak Bercela Surabaya. Dia merelakan raganya hancur meledak. Terpanggil menjadi perisai terdepan, nyawa jemaat tak berdosa disekelilingnya. Tuhan yang memilih, Tuhan yang mengaruniakan akhir terindah. ”.

Dari Akun Parulian Sipahutar juga dituliskan,

His name is Aloysius Bayu Rendra Wardana, the man wh was the victim suicide bombing at church of Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Surabaya.

He is the real power of Love to protect the church congregation from the bomb blast at 07.13 am,..by blocking the terrorist attact on motorcyclist on may 13.2013.

Let us pray for the RIP of Aloysius Bayu, get the best place in heaven, and the family left behind by a wife and 2 children, 4 years and 1 year old. The peace of Jesus Christ covers the abandomned family and we forgive everything that has happened to the attack bomb. “

Bagi saya Pribadi, Sosok seperti Pak Bayu adalah sosok yang luar biasa. Sulit untuk mengungkapkan betapa besarnya harga sebuah pengorbanan dan cinta bagi mereka yang mungkin tidak Ia kenal. Ia menunjukkan bahwa memang Tuhan bekerja untuk melindungi mereka umatNya, dan bahwa

“Tiada cinta yang lebih besar dibandingkan dengan Cinta seseorang yang siap mengorbankan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”.

Seumpama seorang Martir, Ia dipilih oleh Tuhan untuk menyatakan besarNya kasih serta pengampunan yang lahir dari hubungan yang mesra dengan Tuhan yang Maha Cinta. Ia adalah pahlawan untuk hari yang panjang ini.

Dari keheningan di ruang kerja kami hari ini, saya berbisik melalui dinginnya malam,

“Beristirahatlah dengan tenang, Pak Bayu. Tugasmu di dunia sudah selesai dan sudah kau selesaikan dengan sangat baik. Terima kasih atas besarnya pengorbananmu, semoga kasih Tuhan menyinari langkahmu selanjutnya untuk langsung berhadapan muka dengan TahtaNya. Doakan kami yang masih mengembara di dunia ini, semoga teladanmu menjadi symbol cinta dan kasih yang mengampuni dan juga mengayomi. Amin.”

Pak Bayu meninggalkan seorang istri dengan dua anaknya yang masih kecil-kecil. Reaksi Istrinya atas kejadian ini juga sangat luar biasa, dalam akun media sosialnya, yang dikutip oleh Andika Hananto Gunawan dalam Katolik Indonesia menuliskan

“Hai Aaron dan Alyssia, suatu saat ketika kalian besar nanti dan ditanya oleh sekelilingmu, mana papamu. Kalian dengan bangga menjawab, papaku di Surga dengan Allah Bapa karena dia jadi martir di Gereja. #masihberduka #selamatjalanmasbayu”.

Tidak dituliskan memang siapa nama dari Istri Pak Bayu ini, tapi hati ini juga tergerak untuk mendoakan keluarga yang luar biasa ini. Percaya bahwa Tuhan sudah menyediakan yang terbaik untuk keluarga yang ditinggalkan.

Demikianlah teman-teman, sepenggal kisah duka hari ini. Saya jujur tidak bisa menahan air mata membaca berita yang terkait dengan kejadian ini. Rasa kemanusiaan saya tersentuh dan apa yang menjadi reaksi pertama saya adalah bersedih.

Untuk kejadian ini, saya mempercayakan proses hukumnya kepada pihak yang berwajib. Saya tahu bahwa aparat sudah melakukan hal yang terbaik untuk menanggulangi kekacauan ini dan merencanakan tindak lanjut seperti apa kedepannya. Saya memilih untuk berjalan bersama aparat kepolisian dan mereka yang berwajib dan mendukung proses hukum yang berlaku.

Sementara untuk kejadian yang memilukan ini, satu suara dengan saudara-saudari saya yang lainnya, saya mengampuni apapun yang para pelaku ini lakukan. Baik terhadap Rumah ibadat yang mereka serang dan terlebih untuk hati mereka yang teriris sembilu, para korban dan keluarganya. Saya percaya bahwa ada hakim yang lebih tinggi untuk hidup manusia, dan hanya pada Dia-lah saya berpegang dan memohon keadilan.

Sebagai akhir, bersama teman-teman yang lainnya, saya akan tetap melanjutkan perjuangan untuk menjaga keutuhan, keamanan dan kedamaian di Bumi pertiwi ini. Saya akan tetap melanjutkan perjuangan untuk menjadikan warga negara Indonesia menjadi sehat badan dan jiwanya dan tentunya bersama mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai yang diamanatkan oleh Pancasila dan Undang-undang.

Banjarmasin, May 13.2018

Ketika Dinas Malam.

Iklan
9 buah komentar Post a comment
  1. Salam damai juga untuk Kakak,

    Terima kasih.

    Suka

    5 Jun 2018
  2. Betul..tak baik juga mencaci-maki karena apa bedanya kita dengan mereka jika sama kerasnya dalam tindakan. Tentu perbuat mereka telah mencoreng nama baik kerukunan dinegeri ini. Tapi balasannya tak perlu kita yang melakukan.

    Salam damai.

    Disukai oleh 1 orang

    3 Jun 2018
  3. Terima kasih atas apresiasinya Kak,
    Tidak banyak yang bisa saya lakukan atas kejadian yang terjadi pada saudara-saudari kita beberapa waktu yang lalu. Membagikan pesan damai dan kerukunan adalah hal yang bisa saya lakukan waktu itu. Terlalu sedih untuk memaki atau menyalahkan orang lain atas kejadian tersebut, dan saya percaya bahwa selalu ada mutiara baik dari kejadian yang pahit seperti ini.

    Salam.

    Disukai oleh 1 orang

    3 Jun 2018
  4. Saya suka cara penyampaian pesannya. Dan terima kasih sudah memberi nilai positif tentang kerukunan..

    Disukai oleh 1 orang

    3 Jun 2018
  5. Ok, Yu. Sama2.

    Dan kita jg tak prlu mlkukan aksi blsan serupa.

    Disukai oleh 1 orang

    22 Mei 2018
  6. Terima kasih sudah memberikan komentar Kak. Kita semua memang sedang berduka waktu itu dan ikut prihatin dengan kejadian kemanusiaan seperti ini. Tapi, terlarut dalam kesedihan juga bukanlah hal yang baik dilakukan. Kita perlu bangkit dan melakukan sesuatu.

    Suka

    17 Mei 2018
  7. Baru sja sy ingin mengutip klimat sprti berikut saat di pertiga awal mmbca tulisanmu ini, Yu, yg akn sy tuliskan di kolom komentar, eh ternyata …sdh ad di tulisan ini.

    “Tiada cinta yang lebih besar dibandingkan dengan Cinta seseorang yang siap mengorbankan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”.

    Saya juga sedih bca2 dan nonton berita terkait kasus ini. Bgtupun saat sy mngetahui ttg sosok Koko Item ini. Luar biasa. Bnar2 menyentuh sisi2 kmanusiaan.

    RIP untuknya. Smoga keluarga yg ditinggalkan juga diberi kekuatan, ketabahan, dan penghiburan. Amin.

    Disukai oleh 1 orang

    16 Mei 2018
  8. Terima kasih banyak atas apresiasinya, Kak.

    Semoga tulisan sederhana ini bisa memberi sedikit embun untuk masalah yang sedang kita semua rasakan dan hadapi di tanah.

    Disukai oleh 1 orang

    14 Mei 2018
  9. Hallo Ayu,

    Terimakasih ya sudah menulis dari sudut pandang yang berbeda soal berita tersebut. Semoga bisa menginspirasi jiwa kepahlawanan bagi yang membaca. Saya yang tidak tahu persis beritanya jadi terkagum-kagum pada sosok kepahlawanan tokoh yang diceritakan di sini.

    Salam,
    Anna

    Disukai oleh 1 orang

    14 Mei 2018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: