Lanjut ke konten
Iklan

Melangkah menuju AFTERLIFE, Dunia Sesudah Kematian


Oleh,

Maria Frani Ayu Andari Dias, Perawat.

Beberapa waktu yang lalu, saya iseng-iseng membuka beberapa video di Youtube dan menemukan banyak konten manarik disana. Selain tutorial make up (yang merupakan kesukaan para wanita tentunya), saya juga menemukan video menarik yang membahas mengenai berkomunikasi dengan mereka yang sudah meninggal. Sejenis paranormal activity, tapi lebih bersifat personal karena hanya dipandu oleh satu paranormal/medium saja.

Pencarian mengenai dunia paranormal di Youtube membuat saya terhenti pada satu akun menarik HUFF PARANORMAL. Saya begitu terkesima dengan video-video yang dimiliki oleh seorang paranormal ini yang menyebut diri sebagai, Mr. Huff. Kita bisa melihat dari tampilan awal akun Youtube miliknya, Mr. Huff mengidentifikasi chanel dan juga dirinya sebagai, “Pushig the boundaries of spirit communication with intense afterlife research and proof of life after death”.

Menurut pengakuan Mr. Huff ini, Ia memiliki semacam karunia untuk dapat merasakan sejumlah energi, terutama energi mereka yang tidak kasat mata, mereka yang sudah meninggal. Energi ini dapat memberikan tekanan pada tempat-tempat tertentu dan bisa difungsikan sebagai penanda keberadaan arwah-arwah ini. Lebih menarik lagi adalah para arwah ini dapat berkomunikasi dengan Mr. Huff melalui medium yang unik dan cukup menarik perhatian (dalam video, ia mendemonstrasikan bagaimana cara Ia berkomunikasi dua arah dengan roh-roh mereka di Alam sana, Ia bahkan dapat melakukan request untuk memanggil arwah yang Ia kehendaki).

Saya hanya menonton beberapa video miliknya dan itu cukup membuat saya benar-benar terkesima. Penjelasan yang dipaparkan oleh Mr. Huff bagi saya cukup masuk akal. Parahnya, saya sempat berada pada moment dimana saya tidak berani keluar kamar tidur untuk buang air hanya karena video miliknya (Kamar tidur dan toilet ditempat tinggal saya terpisah).

Untuk tulisan kali ini, saya ingin membahas sedikit mengenai karunia milik Mr. Huff ini dan mungkin menyelipkan sedikit pandangan dari segi ilmu keperawatan. Ya, kami Perawat juga belajar mengenai dunia sesudah kematian, bentuk-bentuk energi (energi kehidupan dan bahkan energi yang timbul sesudah seseoang meninggal). Mengapa Perawat sampai belajar sampai kesini, jawabannya sedikit banyak saya bagikan dipostingan saya yang ini.

Dari video miliknya yang saya tonton, ada beberapa hal yang dapat saya pelajari mengenai dunia sesudah kematian (afterlife) menurut Mr. Huff atau setidaknya berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh Mr. Huff dengan para arwah-arwah yang pernah mengunjunginya.

Perlu diketahui secara singkat bahwa Mr. Huff adalah seorang ateis (Ia mengakui sebagai orang yang tidak beragama, tapi Ia percaya pada Tuhan dan Ia berdoa pada Tuhan). Meskipun dalam videonya terdapat ornament seperti Salib, Rosario, tapi Ia mengakui bahwa Ia tidak memeluk agama Kristen bahkan tidak memeluk agama manapun. Ia adalah seseorang yang mempelajari secara professional mengenai dunia tidak kasat mata ini selama lebih dari delapan tahun. Ia mengakui bahwa Ia sudah sering dipanggil untuk menghadiri acara radio dan televisi mengenai dunia paranormal. Dan lebih penting lagi, Ia mengakui bahwa Ia tidak mengada-ngada mengenai video atau adegan/scene paranormal yang terekam dalam setiap videonya.

Perlu dicatat bahwa, apa yang saya tuliskan disini adalah pure berasal dari video-video yang dibuat sendiri oleh Mr. Huff (self-production). Saya hanya menuliskan informasi yang terdapat didalam video-video miliknya. Saya juga perlu menggarisbawahi bahwa entah mempercayai atau tidak, keputusannya saya serahkan sepenuhnya kepada pembaca. Silahkan untuk divalidasi dengan iman dan kepercayaan masing-masing. Saya mendorong para membaca sekalian untuk menjadi pembaca yang kritis dan bijaksana menterjemahkan tulisan ini.

Baca juga: Perspektif

View this post on Instagram

The Way to find you (Sunday, 2 April 2017)

A post shared by a Nurse (@ayufrani) on

Saya mohon maaf sebelumnya jika saya menggunakan istilah yang kadang bertukar-tukar antara Roh dan Arwah. Semoga pembaca sekalian bisa memahaminya.

Okay, baiklah tidak perlu panjang-panjang basa-basinya. Mari kita langsung ke poin-poin pentingnya.

Menurut pandangan Mr. Huff,

  1. Mereka yang sudah meninggal akan berpindah tempat kesebuah tempat transisi yang Ia sebut sebagai AFTERLIFE. Tempat ini seperti tempat penantian, transisi sebelum para arwah ini dibawa ke tempat lain. Bisa ditebak tempat lain yang mana ?. Ya, Surga dan/atau Neraka.
  2. Ditempat penantian ini, para arwah menunggu. Menunggu keputusan apakah mereka akan ke Surga atau ke-neraka. Surga bagi para arwah dideskripsikan dengan sebutan cahaya, ‘light’. Para arwah mendeskripsikan cahaya ini sebagai keadaan yang damai dan indah, tempat dimana Tuhan ada. Surga juga diartikan sebagai tempat, situasi/kondisi, suasana.
  3. Surga adalah tempat dimana Tuhan ada dan Tuhan sangat erat hubungannya dengan cahaya ini. Menurut pengakuan salah satu Roh yang diundang untuk berkomunikasi oleh Mr. Huff, Roh ini mengakui bahwa di Surga nanti, Tuhan akan meminta roh-roh untuk bekerja (entah bekerja apa, tidak dijelaskan). Untuk poin mengenai neraka, saya belum mendapatkan deskipsi yang mendalam mengenai hal ini dari video yang dimiliki oleh Mr. Huff.
  4. Mereka yang sudah meninggal akan tetap berada dalam keadaan hidup. Tapi hidup sebagai Roh. Mereka memiliki kesadaran dan juga ingatan akan masa-masa selama hidupnya. Mereka yang sudah meninggal ini akan berubah menjadi bentuk energi, tidak berbentuk, tapi dapat memberikan dorongan untuk memindahkan atau menggerakkan suatu objek. Mereka bahkan bisa berkomunikasi, menyampaikan apa yang ingin mereka sampaikan kepada mereka yang masih hidup dengan menggunakan energi ini.
  5. Roh-roh yang berada di Afterlife menunggu keluarga-keluarga mereka yang masih hidup di dunia ini untuk kelak dapat bertemu dengan mereka dalam suatu tempat. Seperti yang saya katakan sebelumnya, roh-roh ini memiliki ingatan dan kesadaran selama mereka hidup. Mereka menunggu keluarga dan orang-orang yang mereka kasihi di dunia seberang sana. Menunggu waktu dimana mereka akan bertemu muka kembali.
  6. Waktu yang dibutuhkan oleh para roh untuk berada di tempat transisi (Purgatory) ini tidak sama antara satu roh dengan roh yang lainnya. Pastinya, mereka ‘menunggu’ dan ‘menanti’. Seolah menunggu waktu mereka dihakimi dan mendapatkan alamat untuk tinggal ditempat yang baru. Roh-roh ini membutuhkan doa dari kita yang masih hidup. Doa ini seumpama tiket ekspress untuk mempercepat perjalanan mereka ketempat selanjutnya. Mr. Huff sangat menganjurkan agar kita yang masih hidup mendoakan mereka yang sudah meninggal ini, bahkan untuk roh-roh yang juga terlupakan.
  7. Roh mereka yang sudah meninggal ini, terbagi menjadi dua. Roh yang baik dan Roh yang jahat. Seperti sebutannya, Roh yang baik akan berusaha berkomunikasi dengan baik, sopan dan berusaha untuk melindungi. Sedangkan sebaliknya, Roh yang jahat akan bersifat destruktif. Kekuatan merusaknya ini mampu membuat mereka yang masih hidup terluka karena akibatnya. Roh yang baik, bahkan kadang dapat memperingati manusia yang hidup bahwa akan ada bahaya yang datang dari energi yang tidak baik.
  8. Selain roh baik dan roh yang jahat, Mr. Huff mengatakan bahwa ada juga roh yang gentayangan atau roh yang tersesat. Mereka yang tidak tahu harus kemana dan apa yang harus dilakukan. Mereka adalah roh-roh yang membutuhkan doa dari mereka yang masih hidup. Mr. Huff menganjurkan agar kita yang hidup menyempatkan diri mendoakan para roh-roh yang tersesat ini, berdoa agar mereka menemukan jalan mereka atau meminta Tuhan mengutus malaikatNya untuk menuntun Roh yang malang ini.
  9. Malaikat itu ada. Malaikat dideskripsikan sebagai penolong yang akan membantu manusia yang hidup. Malaikat ini mampu membantu Manusia untuk luput dari pengaruh roh yang jahat atau energi yang tidak baik. Berdoa memohon perlindungan pada Malaikat, terutama sebelum memulai sesi komunikasi dengan para roh adalah hal yang sangat penting.
  10. Kebanyakan roh-roh yang diwawancarai oleh Mr. Huff tidak menyesalkan mengapa mereka meninggal. Mereka merasakan keadaan yang lebih nyaman dibandingkan ketika mereka masih hidup. Jarang ada roh yang mau menyatakan untuk ‘kembali’ ke-kehidupannya sebagai manusia. Bahkan ada yang menyatakan bahwa dunia dimana manusia hidup saat ini adalah corrupted, tidak layak untuk dihuni dan mereka yang sudah meninggal adalah orang-orang yang beruntung.
  11. Cinta adalah kekuatan yang sangat besar, bahkan untuk dunia orang mati. Mr. Huff mengakui bahwa roh-roh baik, mereka yang sudah meninggal, dapat merespon dengan sangat cepat dan baik akan panggilan kita (manusia yang hidup), ketika kita dipenuhi oleh energi/perasaan cinta. Perasaan cinta (LOVE) adalah kekuatan yang mampu menggiring roh-roh ini menemukan cahaya, menemukan Tuhan dalam dunia orang mati. Cinta ini dapat ditransfer melalui doa, meditasi dan ritual-ritual keagamaan masing-masing orang yang masih hidup. Cinta bahkan mampu menggerakkan Malaikat untuk membantu mewujudkan keinginan kita yang sederhana, misalkan membantu memenggil Roh orang yang kita kasihi untuk dapat berkomunikasi dengan kita. Lalu, bagaimana dengan perasaan dendam?. Dendam seperti yang diceritakan didalam video Mr. Huff juga dimiliki oleh para Roh ini, tapi dendam akan banyak ditemukan oleh roh-roh yang bersifat jahat. Mereka yang memiliki energi negative dan merusak.
  12. Roh-roh ini berada disekeliling kita, mereka melihat apa yang kita kerjakan dan mereka hidup disekeliling kita. Memang ada orang yang sangat peka dengan keberadaan energi para roh ini dan ada juga yang tidak. Karunia ini masih bersifat misteri. Disebut Karunia karena hanya Tuhan-lah yang mampu dan mengijinkan menganugerahkan kemampuan ini kepada manusia.

Demikianlah setidaknya 12 points yang dapat saya rangkum. Teman-teman yang menonton video Mr. Huff mungkin bisa menemukan banyak poin yang lainnya lagi. Silahkan saja untuk menambahkannya sebagai informasi pribadi.

Pandangan Saya

Secara pribadi, saya memang memiliki ketertarikan sendiri mengenai dunia lain atau ilmu metafisika ini. Alasannya sederhana, karena semua informasi mengenai dunia ini adalah misteri. Kita hanya akan tahu kebenarannya kalau kita meninggal nanti, dan kenyataan ini semakin membuat saya penasaran. Saya rasa semua manusia juga merasakan hal yang sama.

Jika memandang dari Iman dan Kepercayaan saya secara pribadi, sampai saat ini saya masih memiliki kepercayaan yang sejalan dengan Mr. Huff. Agama saya mengajarkan mengenai Arwah/Roh orang yang meninggal, Malaikat, tempat penantian (purgatory), mendoakan orang yang sudah meninggal bahkan meminta untuk didoakan oleh mereka yang sudah meninggal, dan juga mengenai surga dan neraka sebagai tempat terakhir pemberhentian. Kita pasti memiliki kepercayaan masing-masing mengenai hal ini, saya rasa tidak usah didebat atau didiskusikan. Cukup simpan hal ini sebagai ajaran iman kita masing-masing.

 

Masa-masa akhir hidup dan Pandangan Saya sebagai Seorang Perawat

Nah, selanjutnya pandangan saya sebagai seorang perawat. Selama beberapa tahun ini mengabdikan diri sebagai Perawat, saya banyak kali berhadapan dengan situasi dimana saya harus menjadi saksi detik-detik terakhir hidup seorang manusia. Ada diantara mereka yang pergi dalam damai tanpa harus mengatakan apa-apa, dan ada juga diantara mereka yang pergi dengan pesan-pesan bahkan kesan-kesan yang tidak bisa saya lupakan.

Baca juga : Bayangan akan Kematian

Saya pernah memiliki pengalaman dimana seorang Klien saya, pada detik-detik akhir hidupnya mengatakan, “Suster, apakah saya nanti akan diselamatkan ?”, “Apakah saya nanti akan pergi ke Surga ?”. Masih melekat kuat sekali didalam pikiran saya pengalaman-pengalaman seperti ini. Lalu, apa yang bisa saya tawarkan untuk para Klien ini?.

Saya akui, dalam keadaan seperti yang saya deskripsikan diatas, sangat sulit bagi kami Perawat untuk bertindak memberikan asuhan keperawatan. Klien dan Keluarga Klien menggantungkan harapan mereka akan hidup dan kesehatan kepada kami para petugas kesehatan, tapi ketika berhadapan dengan situasi dimana menghidupkan harapan itu saja sangat sulit, kami Perawat-pun mengalami kesulitan. Hal yang bisa kami tawarkan adalah ‘kehadiran’. Kehadiran kami sebagai Perawat disisi mereka yang berada dalam masa-masa terakhir hidupnya. Kehadiran bersama keluarga dan membantu Klien dan keluarga untuk menjalani peristiwa penting dalam hidup mereka.

Baca juga: Hati yang Rela untuk Mendengarkan.

Saya pun kadang dimarahi oleh Keluarga Klien dan bahkan Klien sendiri karena dinilai tidak bisa melakukan apa-apa ketika berhadapan dengan masalah seperti diatas. Tapi, sebagai Perawat, saya mengerti dan memahami apa yang dirasakan oleh Klien dan Keluarga. Siapa yang bisa menerima dengan sangat mudah menerima kematian seperti menerima peristiwa kelahiran ?. Tidak ada!

Kematian selalu berujung pada rasa sedih, sakit dan traumatis bagi banyak orang normal. Terlepas dari seperti apa jenis dan rupa kematian itu.

Sebagai Perawat, saya masih mengusahakan untuk menaburkan benih-benih harapan didalam hati Klien-klien kami. Harapan ini dapat ditemukan dalam hubungan spiritual antara Klien dengan Tuhannya. Harapan ini dapat ditemukan dalam Iman dan Kepercayaan, dalam Ajaran agama dan dalam Doa. Itulah mengapa, ada banyak Perawat yang kadang menawarkan asuhan keperawatan sederhana berupa ‘berdoa’ bersama. Entah itu adalah inisiasi perawat sendiri atau permintaan keluarga.

Penting bagi saya Perawat untuk melakukan hal ini. Karena tidak ada yang salah dengan berharap yang terbaik untuk mereka yang saya rawat. Ia bukan ?.

Informasi yang diberikan oleh Mr. Huff ini banyak kali saya gunakan dalam praktik kepada mereka yang memiliki iman dan kepercayaan yang sama. Saya kerap juga menggunakan waktu untuk berdiskusi dengan Klien-klien kami mengenai dunia sesudah kematian ini. Ada beberapa yang takut, dan ada juga yang bahagia mendengarnya. Masing-masing orang memiliki respon yang berbeda-beda. Tapi, saya selalu berusaha agar hubungan terapeutik yang saya jalin dengan klien saya entah seperti apa keadaan/situasinya haruslah dilandasi dengan KASIH- Cinta Kasih, karena saya percaya bahwa hanya dengan hal inilah asuhan keperawatan yang dapat berhasil dan bermanfaat untuk Klien saya.

Kalau ditanya mengenai pengalaman serupa seperti Mr. Huff, saya akui bahwa saya tidak diberi karunia untuk merasakan kehadiran mereka (atau mungkin saya tidak menyadarinya, saya tidak tahu). Tapi, saya kerap disangka hantu oleh beberapa teman dinas di Bangsal, karena hobby saya yang suka keliling bangsal atau rumah sakit kalau dinas malam (Saya tidak bisa tidur kalau saya tugas dinas malam, selain karena terbiasa, saya juga takut ditegur oleh perawat supervisor /senior saya yang selalu melakukan kontrol/pengawasan bekerja pada jam-jam yang tidak tentu).

Nah, demikianlah informasi yang bisa saya sharing-kan mengenai dunia seputar kematian dan Roh, maaf kalau pada akhir-akhir cerita agak melenceng sedikit dari tema. Mohon untuk disambung-sambung saja ya, wahai para Pembaca yang Budiman.

Silahkan jika ada yang ingin didiskuskan, saya akan dengan senang hati menerima komentar dari teman-teman pembaca sekalian.

Semoga tulisan ini memberikan manfaat baik bagi kita sekalian.

Salam.

cropped-20180523_022906.png

mariafrani10@gmail.com

Iklan
2 buah komentar Post a comment
  1. 😄😄😄😄

    Suka

    6 Jul 2018
  2. Merinding dikit baca artikel ini.

    Disukai oleh 1 orang

    6 Jul 2018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: