Skip to content
Iklan

Perawat dan Diagnosis Keperawatan: Membedah Label Diagnosis NANDA-I 2018-2022 (SERI 1)


 

20180714_1316382965819766346244991.jpg

Mahasiswa Keperawatan STIKES Suaka Insan Banjarmasin yang sedang mengerjakan ujian untuk dapat memberikan asuhan keperawatan yang baik.

 

Oleh,

Maria Frani Ayu Andari Dias, Perawat

Perawat juga menegakkan diagnosis dalam menjalankan pekerjaannya. Tentu saja bukan diagnosis penyakit seperti yang dilakukan oleh profesi kedokteran. Perawat memiliki label diagnosis sendiri yang dikenal sebagai diagnosis keperawatan. Diagnosis ini didasarkan atas ‘kebutuhan’ manusia, efek individu terhadap penyakit, jadi sama sekali bukan diagnosis penyakit, mohon maaf kalau saya harus sekali lagi menegaskan mengenai hal ini.

Pertanyaan yang mungkin sering dilontarkan terkait dengan diagnosis keperawatan adalah, “Mengapa perawat perlu melakukan pengangkatan diagnosis kepada masalah yang Kliennya alami?”. Banyak jawaban yang akan dilontarkan oleh ahli ilmu keperawatan, tapi secara sederhana saya dapat mengatakan bahwa, perawat perlu melakukan diagnosis terhadap masalah Klien yang ditanganinya agar upaya perawatan dapat dilakukan tepat sasaran dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh Klien.

Dalam upayanya menegakkan diagnosis keperawatan, Perawat mendasarinya dari hasil pengkajian keperawatan dan analisa data hasil pengkajian. Jadi, tidak bisa sembarang menegakkan diagnosis. Diagnosis keperawatan ini lebih lanjut memiliki label diagnosis yang merupakan upaya untuk menyamakan Bahasa diagnosis keperawatan diberbagai tempat praktik keperawatan di seluruh dunia.

Nah, jika berbicara mengenai label diagnosis keperawatan dan Bahasa universal diagnosis keperawatan, kita mungkin akan dihadapkan pada organisasi penyusun diagnosis keperawatan yang sangat terkenal, NANDA (North American Nursing Diagnosis Association). NANDA memiliki tugas utama untuk melakukan standarisasi terminology dalam keperawatan/nursing terminology yang selanjutnya bisa dipakai oleh perawat dari berbagai lapisan pelayanan dan spesialisasi. Jika dari kepanjangan kata NANDA yang merujuk hanya pada wilayah ‘North American’ saja, maka saat ini kita harus membiasakan diri dengan penggunaan NANDA-I untuk merujuk pada organisasi yang sudah go international dan go global dengan member yang sudah tersebar di berbagai belahan dunia seperti Jepang, German, Belanda dan berbagai negara lainnya.

Label Diagnosis keperawatan yang disusun oleh NANDA-I ini sudah sangat mendunia bahkan di Indonesia sendiri, kita dapat menyaksikan banyak sekali teman-teman perawat yang dengan sangat bersemangat berupaya untuk menggali dan menguasai diagnosis keperawatan yang sudah diterbitkan oleh NANDA-I ini. Hal yang mungkin sangat menarik adalah, diagnosis ini selalu diperbaharui setiap 4 tahun sekali, hal ini terjadi karena perkembangan ilmu keperawatan yang sangat luar biasa dan juga varian kebutuhan dan masalah manusia yang semakin tergali oleh para peneliti bidang ilmu keperawatan. Untuk tahun ini, NANDA-I juga mengeluarkan edisi baru dari daftar diagnosis keperawatan miliknya yang berlaku dari tahun 2018-2022. Nah, sebelum masa ini kadarluasa, marilah kita bedah satu persatu mengenai diagnosis keperawatan ini.

Postingan mengenai topik ini mungkin akan saya bagi menjadi beberapa bagian, karena saya yakin, pasti akan sangat panjang.

Dalam merawat Klien-nya, Perawat memfokuskan perawatannya pada ‘manusia’ atau individu/komunitas yang merupakan pusat dari segala usaha dan kerja keras dari perawat, baik itu seorang perawat saja atau tim perawatan yang terdiri dari berbagai perawat. Perawat membagi masalah yang dialami oleh manusia menjadi tiga hal utama. Ketiga hal ini selanjutnya merupakan dasar dari pengembangan label diagnosis keperawatan. Ketiganya adalah 1) Problem-focus diagnosis, 2)Risk diagnosis dan 3) Health promotion diagnoses. Dengan memfokuskan perhatian pada ketiga hal ini, perawat dapat terbantu untuk melakukan priotitas intervensi yang nantinya akan diberikan kepeda Klien yang dirawatnya.

Seperti yang sebelumnya saya tuliskan, Perawat mengangkat diagnosis keperawatan berdasarkan pengkajian keperawatan. Pengkajian ini dilakukan secara comprehensive dan didasarkan oleh teori keperawatan/ nursing science atau underlying nursing concept. Harus dilakukan demikian agar proses pengkajian keperawatan tidak menyebabkan ‘harm’ untuk Klien dan scientifically proved. Betul tidak ?.

Selesai melakukan pengkajian dan penggalian riwayat Klien (Individu atau kelompok atau komunitas), perawat mulai melakukan planning yang terdiri dari tindakan penegakkan diagnosa keperawatan, penentuan tujuan asuhan keperawatan dan perencanaan asuhan keperawatan untuk mencapai tujuan asuhan dan mengatasi masalah. Planning selanjutnya diikuti oleh Implementation dan continual re-evaluation. Proses ini berlangsung terus menerus sampai Klien menyatakan dan dinyatakan bebas dari keadaan sakit. Untuk lebih jelasnya, silahkan untuk melihat gambar dibawah ini,

The modified Nursing Process (NANDA, 2018)

Untuk dapat menegakkan diagnosis dan memberikan asuhan keperawatan yang sesuai dan tepat sasaran, perawat harus bisa membekali diri dengan berbagai ilmu yang menunjang. Perawat harus membekali diri dengan ilmu kedokteran seperti Anatomy dan Fisiologi, Patofisiologi penyakit dan masih banyak lagi. Perawat belajar materi yang sama dengan yang juga dipelajari oleh Dokter, profesi kesehatan yang selamanya akan menjadi partner kerja Perawat. Upaya untuk mempelajari mengenai penyakit, cara kerja dan bagaimana mengatasi masalah yang diakibatkan oleh penyakit ini memampukan Perawat untuk dapat mengambil tindakan keperawatan yang sesuai dan dibutuhkan, dan juga yang paling penting adalah agar perawat dapat bekerja sama/berkolaborasi dengan tim professional kesehatan lainnya dalam mencapai tujuan perawatan yang sama.

Kalau kita berbicara mengenai label diagnosa, maka kita akan bertemu dengan beberapa label diagnosis yang hanya terdiri dari satu kata saja seperti constipation, nausea, anxiety, fatigue. Label diagnosa ini tentu saja bukan mengarah pada penyakit ya, mohon diingat kembali.

Penyusunan Diagnosis keperawatan tidak terdiri dari satu kata saja., karena menyusun diagnosis keperawatan membutuhkan kalimat yang lumayan panjang. Ada rumusannya mengenai hal ini tentu saja. Rumusannya adalah

(Nursing Diagnoses) related to…(Cause/related factors) as evidenced by..(Symtoms/defining characteristics).

Dalam Bahasa Indonesia,

(Diagnosa keperawatan) berhubungan dengan (Penyebab/factor yang kira-kira bertidak sebagai penyebab), ditandai dengan (tanda dan gejala yang dirasakan klien karena penyakit).

Untuk memudahkan, mari kita lihat contoh ini.

Caregiver role strain related to around-the-clock care responsibilities, complexity of care activities, and unstable health condition of the care receiver as evidenced by difficulty performing required tasks, preoccupation with care routine, fatigue, and alteration in sleep pattern.

Berdasarkan contoh diatas, kita dapat mengidentifikasi beberapa komponen seperti “Caregiver role strain” sebagai Diagnosis keperawatan. “around-the-clock care responsibilities, complexity of care activities, and unstable health condition of the care receiver” sebagai cause/related factors dan “difficulty performing required tasks, preoccupation with care routine, fatigue, and alteration in sleep pattern” sebagai Symtoms/defining characteristic.

Nah,sampai sini apakah semakin binggung ?. Saya harap tidak, tapi kalau jawaban teman-teman adalah ‘ya’ maka silahkan tulisan pertanyaan teman-teman di kolom pertanyaan/komentar dibawah ini.

Postingan untuk edisi pengenalan ini saya cukupkan sampai disini dulu, pada postingan selanjutnya, saya akan mengajak teman-teman melihat lebih jauh mengenai diagnosis keperawatan, NANDA 2018-2022 dan topik-topik yang berhubungan.

Salam dari Saya,

 

cropped-20180523_022906.png

Ayu Frani (mariafrani10@gmail.com)

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: