Lanjut ke konten
Iklan

Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian: 10 langkah mendidik Anak di Era Digital


18556208_10211410405674299_6492648217042413011_n

Keluarga

Oleh,

Maria Frani Ayu Andari Dias, Perawat

 

Pada masa sekarang ini, rasanya tidak ada satu orang pun yang immune terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan ini ditandai dengan digitalisasi hampir semua aspek kehidupan manusia. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Setuju ?.

Pengantar yang serupa sudah saya tuliskan secara rinci pada postingan saya yang berjudul Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Digital: Tiga Hal yang bisa kita pelajari bersama.

Untuk postingan kali ini, saya akan berfokus pada cara-cara yang ditawarkan oleh Kementian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Sub-divisi bidang Pembinaan Keluarganya. Saya berhasil mengumpulkan dan mengembangkan dengan Bahasa saya sendiri kesepuluh poin penting ini. Harapannya saya, para calon orang tua atau orang tua dapat mengambil pelajaran-pelajaran positif yang ditawarkan dan mendiskusikan hal-hal yang kemungkinan membingungkan atau tidak sejalan dengan tugas membesarkan anak-anak milik Bapak dan Ibu sekalian.

Berikut adalah 10 hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Orang tua dalam upayanya untuk mendampingi anak-anaknya menghadapi tantangan di era digital ini menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan;

 

Perluas pengetahuan

Untuk bisa membimbing dan mengarahkan anak, penting bagi orang tua untuk memiliki pengetahuan mengenai konten digital yang kemungkinan juga digunakan oleh anak. Orang tua harus lebih paham misalkan mengenai apa itu social media, bagaimana penggunaannya apa saja keuntungan dan kerugiannya dan informasi penting lainnya. Hal ini diperkuat juga oleh saran dari Ibu Ferry Farhati, S.Psi,MS mengenai orang tua yang harus terus belajar dan meningkatkan pengetahuan, dalam Buku Pintar: Cerdas Mengasuh Anak.

“Orang tua harus memiliki semangat belajar untuk terus memperkaya diri dengan Teknik-teknik pengasuhan yang positif dan penuh cinta”.

Ingat dan perlu dicatat, “Semangat belajar untuk terus memperkaya diri”..

 

Mengarahkan penggunaan perangkat/media digital dengan tegas dan jelas.

Sulit rasanya menahan anak untuk tidak terpengaruh dengan perangkat digital atau dunia digital pada masa ini. Cara yang paling tepat untuk menghadapi masalah ini adalah dengan memberikan pengarahan kepada anak mengenai perangkat dan juga hal-hal yang berhubungan dengan dunia digital. Mengarahkan juga sebaiknya dilakukan dengan komunikasi efektif dan positif serta tetap menekankan konsep menghargai atau penghargaan kepada anak. Anak dianjurkan untuk mendisiplinkan diri dalam penggunaan perangkat digital dan bijak menggunakan internet, anak diarahkan untuk tahu kapan menggunakan dan kapan harus berhenti menggunakan internet atau perangkat digital. Anak mungkin perlu diberikan kebebasan untuk menjelajah dunia digital tapi dengan catatan harus dibekali dengan batasan, petunjuk dan arahan yang jelas.

photogrid_15320725868166879055609414177771.jpg

Mengarahkan penggunaan Perangkat Digital dan Internet dengan tegas dan jelas, misalkan untuk hiburan.

 

Mengimbangi waktu menggunakan media digital dengan interaksi di dunia nyata.

Salah satu dampak buruk dari penggunaan media digital yang terlalu lama adalah putusnya hubungan atau kontak dengan dunia nyata. Terutama hubungan dengan orang terdekat seperti keluarga dan kerabat. Ini tentu saja tidak sehat. Orang tua memiliki kewajiban untuk menggerakkan anak untuk banyak terlibat secara aktif dalam aktivitas kesenian, kegiatan luar ruangan, olahraga, musik dan gerakan, permainan tradisional dan masih banyak lagi hal-hal yang bisa anak temukan di dunia nyata.

 

Beri kesempatan kepada Anak untuk menggunakan media digital tapi harus sesuai dengan keperluan dan tentunya dengan sepengetahuan orang tua.

Ada yang mengatakan, kalau anak itu semakin dilarang akan semakin penasaran. Ada benarnya juga. Untuk hal inilah mengapa orang tua tidak perlu terlalu keras mendidik anak dalam hal penggunaan media digital. Beri kesempatan kepada anak untuk mengenal dunia digital ini dan jangan lupa tugas orang tua untuk mengawasi apa yang anak lakukan. Bawa berdiskusi tentang hal-hal yang dirasa perlu untuk didiskusikan, entah itu topik yang baru saja di browsing anak atau mengenai bagaimana memberikan komentar positif/membangun di media social. Ajarkan anak juga untuk melakukan pengendalian diri, bagaimana Ia harus bijak dalam menggunakan perangkat digital. Bijak membagi waktunya dan secara produktif menggunakan perangkat dan media ini.

Anak juga perlu diajarkan mengenai beban biaya yang harus ditanggungkan kepada pemakai layanan internet, ingatkan bahwa setiap keputusan harus diiringi dengan tanggung jawab dari mereka yang memutuskan untuk mengambil pilihan.

 

Arahkan dan pilih program atau aplikasi digital yang bernilai positif

Orang tua mungkin bisa mengarahkan anak untuk memilih program/aplikasi yang mengandung nilai edukasi dan memiliki nilai guna untuk tumbuh dan kembang anak yang optimal. Jangan lupa untuk melakukan pengawasan penggunaan program/aplikasi ini.

Contoh jenis aplikasi yan bisa dicoba oleh orang tua adalah aplikasi bermain Puzzle atau aplikasi untuk menggambar dan mewarnai. Orang tua juga bisa mengoptimalkan perkembangan anak melalui bermain computer dengan menggunakan program-program yang memang sudah disediakan didalam computer/laptop, misalkan dengan menggunakan Microsoft Power point atau Microsoft Word.

 

Meningkatkan interaksi anak dan orang tua

Seperti yang sudah saya sempaikan sebelumnya, interaksi antara orang tua dan anak adalah hal yang wajib untuk terus ditingkatkan. Apalagi selama anak aktif menggunakan atau berinteraksi dengan media digital. Orang tua bisa secara kreatif menggunakan kesempatan menggunakan media digital sebagai cara untuk melakukan interaksi atau aktivitas keluarga untuk saling mendekatkan diri satu sama lainnya. Misalkan bermain game catur bersama-sama, Anak melawan Bapak misalkan

 

Menggunakan perangkat digital dan jaringan internet dengan bijaksana

Orang tua sebagai contoh dan teladan untuk anak harus menjadi panutan anak dalam menggunakan media digital. Orang tua harus dapat memberikan contoh yang baik untuk anak terutama dalam bijak bermedia digital, meliputi juga bermedia social. Jika ada orang tua yang ingin mempelajari mengenai bagaimana bijak untuk bersosial media, bisa langsung mengunduh e-book yang disediakan oleh Literasi Digital dengan judul Bijak Bersosmed: Tips dan Informasi Gerakan #BiijakBersosmed2017.

 

Perkenalkan anak saat yang tepat untuk beraktivitas di Dunia Maya.

Anak perlu diberikan contoh bagaimana semestinya berinteraksi di Dunia maya. Orang tua wajib memberikan contoh dan menorehkan teladan yang dibutuhkan oleh anak. Orang tua boleh menunjukkan kegiatan kontak dengan dunia maya ketika orang tua mencari berita, berkomunikasi jarak jauh dan melihat gambar atau video yang memiliki nilai yang positif.

Orang tua juga bisa mencontohkan pemberian waktu yang tepat untuk berinteraksi dengan media digital, misalkan selama satu jam sehabis makan malam.

Orang tua juga bisa mengadopsi cara kreatif yang dilakukan oleh Artis Mona Ratuliu dan Indra Brasco untuk mencegah anaknya mengalami kecanduan gadget atau media digital. Seperti yang ditulis oleh Sahabat Keluarga pada 9 Juli 2018 yang lalu. Cara tersebut adalah membolehkan anaknya untuk menggunakan gadget untuk bermain game atau asyik di media social bila semua kewajibannya sudah diselesaikan seperti mandi, makan dan belajar.

 

Telusuri aktivitas anak di Dunia Maya.

Sebagai orang tua yang juga menempatkannya pada posisi sebagai pengawas untuk anak-anaknya, orang tua perlu mengetahui apa saja aktivitas yang dilakukan oleh anaknya secara online. Melakukan filter website yang bisa diakses dan tidak bisa diakses, mungkin merupakan salah satu langkah yang tepat, orang tua juga bisa sekali-kali menengok aktivitas internet apa saja yang dilakukan oleh anaknya.

Buatlah kesepakatan yang adil untuk menerapkan peraturan ini bersama anak, libatkan anak dalam diskusi sebelum mengimplementasikan peraturan ini di rumah. Selain mengajarkan anak mengenai demokrasi, dan penghargaan langkah ini juga dapat mengajarkan anak untuk bertanggung jawab.

 

Bimbing anak untuk menggunakan media digital sesuai usia dan tahap perkembangannya.

Menjadi orang tua itu sangat tidak mudah. Orang tua harus mengikuti setiap proses tumbuh dan kembang anak dan berusaha agar anak dapat memenuhi tugas dan tanggungjawabnya sesuai dengan tahapan tumbuh kembang.

Dalam penggunaan media digital, anak pun harus diarahkan oleh orang tua sesuai dengan tahapan tumbuh kembangnya. Anak yang masuk kelompok Batita (1-3 tahun) tentu saja berbeda tugas tumbuh dan kembangnya dengan Anak usia 4-5 tahun. Orang tua harus menaruh perhatian yang cukup mengenai tugas-tugas apa saja yang penting untuk diperhatikan untuk anak-anak pada usia pertumbuhannya.

Informasi lengkap mengenai pengasuhan anak mengenai penggunaan internet dan media digital dapat dibaca secara lengkap di Buku Seri Pendidikan Orang Tua: Internet Aman yang juga diterbitkan oleh Kemendikbud.

Nah, demikianlah hal-hal yang dapat saya bagikan terutama terkait dengan cara mendidik anak di era digital ini. Tentu saja mereka yang sudah menjadi orang tua memiliki cara kreatif masing-masing, saya sangat senang bila teman-teman sekalian mau berbagi cerita dan pengalamannya di kolom komentar dibawah ini. Supaya kita bisa sama-sama belajar untuk kebaikan bersama.

Salam dari saya,

#SahabatKeluarga

cropped-20180523_022906.png

mariafrani10@gmail.com

Iklan
10 buah komentar Post a comment
  1. Terima kasih banyak, Pak.

    Suka

    31 Jul 2018
  2. good posting

    Suka

    31 Jul 2018
  3. Terima kasih banyak Kak,
    Semoga bermanfaat ya Kak…

    Disukai oleh 1 orang

    30 Jul 2018
  4. Tulisan yg informatif, Yu. Bgus utk dishare.

    Di era digital skrg ini tgs ortu mkin tdk gampang. Mustahil jg menolak kmjuan teknologi. Krnnya, informasi yg kmu bgi sprti tulisan d atas sngat bermanfaat.
    Sy jg punya anak, dan bnar, cara d atas memang prlu diterapkan dan kita sbgai ortu hrs lbh intens dlm mengawasi anak2 dlm menggunakan gadget di era digital sprti skrg.

    Disukai oleh 1 orang

    30 Jul 2018
  5. Syukurlah, Kak.
    Kalau bisa memang diarahkan untuk mengenal permainan-permainan tradisional atau permainan yang banyak menggerakkan anggota tubuh anak lebih banyak.
    Mengenalkan internet dan perangkatnya mungkin bisa dimulai kalau sudah duduk di Bangka sekolah, Usia 6 tahunan keatas lah.
    Bisa saja sejak dini dikenalkan radio, televisi, tapi harus dibiasakan untuk menikmatinya bersama keluarga, atau ada orang tua yang menemani. Jangan lupa juga evaluasi kegiatan setiap kali menonton televisi atau mendengarkan radio.

    Semoga anak Kakak sehat dan tumbuh optimal ya, Kak.

    Suka

    29 Jul 2018
  6. deadyrizky #

    Ya alhamdulillah
    Sejauh ini anakku gak tertarik buat internetan
    Sukanya mainan (fisik) sendiri

    Disukai oleh 1 orang

    29 Jul 2018
  7. Betul…Hubungan komunikasi orang tua dan anak adalah fondasi keluarga yg sangat baik untk dipertahankan. Semoga banyak keluarga yg memperhatikan pentingnya jalinan komuniksi seperti ini dalam kluarga. Banyak sekali masalah di keluarga terjadi karena salah berkomunikasi, tidak saling memahami maksud masing2.

    Disukai oleh 1 orang

    28 Jul 2018
  8. Kalau orang tuanya juga ikut perkembangan, niscahya anak-anaknya juga akan mulai terbuka dengan orang tuanya.

    Disukai oleh 1 orang

    28 Jul 2018
  9. Wah…ini ide dan kebiaasaan yang sangat luar biasa Mas Yos.
    Mohon di pertahankan, karena tidak banyak yg bisa seperti Mas Yos.
    Ada beberapa kluarga yg mengeluhkan anaknya lebih banyak menghabiskan waktu di Televisi, lalu main Hanphone hanya untuk aktif dan eksis di Media sosial lalu mengganggu aktivitas belajar dan sosial keluarga.
    Cara Mas Yos mengakali perkembngan teknologi informasi ini luar biasa!
    👍👍👍

    Disukai oleh 1 orang

    28 Jul 2018
  10. Biasanya, aku lebih banyak menghabiskan waktu di internet dengan membaca berita dan menonton acara dokumenter. Jujur, kedua hal tersebut memang lebih menarik ketimbang curhat di Twitter ataupun melihat linimasa Instagram.

    Mengapa demikian? Karena dengan kita membaca berita dan menonton acara dokumenter, kita bisa lebih mendapatkan banyak manfaat daripada sekedar menceritakan perasaan kita. Setelah itu, aku mencoba menyimpulkan apa yang aku saksikan tadi. Hal menyimpulkannya bisa dengan menceritakannya lagi kepada orang lain ataupun menuliskannya di blog.

    Pihak yang sebagian besar sering mendengar pendapatku setelah membaca/menonton berita adalah orang tua tentunya. Karena, mereka lebih dewasa dan bisa diajak untuk berbicara topik-topik yang agak sensitif dan tidak pernah diajarkan di sekolah.

    Disukai oleh 1 orang

    28 Jul 2018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: