Pengalaman Mengonsumsi Minyak Ikan Selama 10 Hari

16 komentar

 

thinkstockphotos-515280649
Fish Oil (Sumber. Chris Kresser)

 

Oleh,

Maria Frani Ayu Andari Dias

Minyak ikan atau dalam Bahasa Inggrisnya Fish Oil menjadi terkenal di Masyarakat karena iklan yang mengklaim bahwa minyak ikan ini sangat baik untuk petumbuhan dan perkembangan, terutama untuk mereka yang berada dalam usia-usia pertumbuhan. Untuk mereka yang sudah tidak berada dalam masa pertumbuhan, seperti mereka yang berada pada usia 25 tahun keatas, minyak ikan dikatakan berguna untuk me-regenerasi kulit mati dan membantu me-remajakan kulit, membantu merangsang pertumbuhan rambut dan membantu mempertahankan fungsi kognitif serta yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kesehatan peredaran darah dalam tubuh.

Fungsi dari Minyak Ikan bisa dilihat secara lengkap disini.

Saya benar-benar tertarik dengan ide ini dan mengajukan diri untuk mencoba sendiri efek dan manfaat dari minyak ikan ini. Selama beberapa hari, saya mengonsumsi minyak ikan dan melihat efek apa yang ditimbulkan oleh minyak ikan ini (Saya berencana untuk melakukannya selama satu bulan penuh). Sebut saja tindakan ini sebagai percobaan. Percobaan ini tidaklah buruk karena minyak ikan diklaim ‘aman’ untuk tubuh manusia.

 

Latar belakang

Okay, setidaknya saya harus memiliki latar belakang mengapa saya harus mengonsumsi minyak ikan sebagai supplement makanan. Saya tahu, ada yang akan mengatakan bahwa tindakan saya ini bodoh, tapi tolong dengarkan terlebih dahulu latar belakang mengapa saya sangat bersemangat untuk melakukan percobaan ini. Pertama, saya sudah lama suffer dengan masalah rambut rontok. Saya menyadari bahwa penyebab terkuatnya adalah genetic. Ayah saya mengalami penipisan rambut dan saat ini sudah menjadi botak, saya sadar bahwa saya tidak akan jauh-jauh dari takdir ini. Gen tidak akan berbohong. Kedua, struktur rambut saya jelas bukan yang terbaik. Kasar, kering dan sangat tidak sehat, itu kesimpulannya. Selain karena faktor genetic (Ayah saya juga memiliki struktur rambut yang demikian), factor stress (terutama) menghantui hidup saya. Ini menjadi alasan kuat mengapa rambut saya sama sekali tidak terlihat bergizi. Selanjutnya adalah factor gizi, saya akui bahwa saya tidak mengkonsumsi makanan bergizi atau setidaknya makanan yang mengandung gizi sehat sesuai dengan yang dianjurkan. Ironis memang, apalagi menyadari bahwa saya adalah seorang petugas kesehatan. Saya tidak mengelak kritik terhadap hal ini, tapi saya berusaha terus untuk memperbaikinya. Dan yang ketiga rambut adalah mahkota kepala. Ayo ladies, mana suaranya ?. Setuju bukan ?. Rambut memerankan peran yang sangat penting untuk meningkatkan citra diri seorang individu, rambut juga memberikan rasa confident bagi pemiliknya. Sejak rambut saya rontok parah, saya kadang merasa rendah diri juga, ya…walaupun menurut teman-teman disekeliling saya mereka tidak peduli, bahkan meskipun saya botak sekalipun. Tapi, tetap saja, saya pasti kepikiran.

Alasan lain yang mungkin kurang kece adalah berhubungan dengan masalah kognitif. Untuk fungsi kognitif, saya ingin mengarisbawahi fungsi supplement minyak ikan seperti yang dikutip dari WebMD, yaitu sebagai

Fish may have earned its reputation as “brain food” because some people eat fish to help with depression, bipolar disorder, psychosis, attention deficit-hyperactivity disorder (ADHD), Alzheimer’s disease, developmental coordination disorder, migraine headache, epilepsy, schizophrenia, post-traumatic stress disorder, and mental impairment.

Eittttzz….Jangan berpikir terlalu jauh dulu, saya hanya mencegah. Karena saya percaya, mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Masalah rambut, terutama rambut rontok menjadi masalah kronis dan momok yang paling menyebalkan dalam hidup saya. Saya sudah mencoba segala jenis perawatan kulit kepala, bahkan pernah mengikuti terapi hormone untuk menumbuhkan rambut, tapi hasilnya masih mengecewakan. Konsultasi terakhir saya dengan seorang ahli memberikan kesimpulan, “Kau adalah apa yang kau makan, Kau adalah apa yang kau masukkan ketubuhmu”. Kesimpulan ini membawa saya pada rencana intervensi, “Ayo konsumsi sesuatu yang dapat membantu menumbuhkan rambut!”

Selain mengupayakan diet yang sesuai, terapi penambahan supplement adalah salah satu terapi yang dianjurkan bagi saya. ya, saya iyakan saja, mungkin saat saya mengambil keputusan itu saya sudah pasrah, dan memang saya nyaris depresi hanya karena masalah rambut rontok ini. Maka, dimulailah percobaan mengonsumsi suplemen minyak ikan.

Untuk mengetahui informasi mengenai factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan rambut, silahkan Klik disini.

Ada juga yang mengklaim seperti ini,

Fish oil (1,000 milligrams daily): Fish oil helps reduce inflammation and thicken hair.

Studi mengenai manfaat minyak ikan pada pertumbuhan dan regenerasi rambut dapat dibaca pada penelitian Finner AM dengan judul Nutrition and Hair: deficiencies and supplements.

 

Mencari supplement Minyak Ikan

Saya tidak berniat untuk endorse product, ya…, saya sangat mendorong para pembaca sekalian untuk bersikap kritis terhadap produk apapun yang digunakan apalagi yang dimasukkan kedalam tubuh. Untuk suplemen minyak ikan ini, saya coba mencari supplement yang sedikit berkualitas dalam artian jelas dan aman untuk diri saya sendiri.

Bagaimana saya tahu ini aman atau tidak ?. Gampang, langsung tanya Apoteker saja. Saya sedikit curang karena saya menggunakan jasa salah satu sahabat saya yang memang berprofesi sebagai seorang Aproteker. Demi nama persahabatan, saya percaya padanya. Kalau terjadi apa-apa pada saya, dia yang akan bertanggung jawab.

Perlu dicatat bahwa menurut sahabat saya, minyak ikan yang dijual dalam bentuk kapsul atau yang sudah dipabrikkan itu tidak ada yang 100 asli dari ikan. Semuanya pasti sudah dicampur dengan bahan kimia macam-macam. Kalau mau yang asli dan 100% dari Ikan, hanya didapatkan dengan makan ikan saja.

 

Konsumsi

Saya mengonsumsi minyak ikan satu hari sekali, sehabis makan (aturannya sih begitu). Saya mengkonsumsinya sehabis makan dan tergantung pada jam kapan saya ingin tidur, karena saya ingin membawa obat ini tidur dan saya harap tindakan ini dapat membantu obat bekerja maksimal, terutama ketika tubuh beristirahat. Tidak ada ketentuan dimana pengguna harus mengkonsumsinya pada waktu-waktu tertentu dari petunjuk pemakaian di label supplement. Jam minum, Saya sesuaikan dengan aktivitas saya sehari-hari (Maklum kerja saya juga tidak tentu jadwalnya).

Supplement makanan berupa minyak ikan yang dipilihkan oleh sahabat saya adalah jenis kapsul, yang alamaakkk…luar biaya besarnya. Lebih besar dari Obat Parasetamol Generic kalau teman-teman ingin tahu bayangannya. Selain itu, bau Ikan yang berasal dari supplement makanan ini sungguh tidak nahan. Kabarnya, akan lebih baik mengkonsumsinya dengan air hangat, tapi untuk saya yang sok berani, air dengan suhu ruangan sudah lebih dari cukup.

 

Setelah 10 Hari Konsumsi.

Setelah 10 hari mengonsumsi supplement makanan ini, saya belum merasakan adanya perubahan apa-apa. Terutama hal-hal yang berhubungan dengan rambut saya. Saya tidak merasakan peningkatan kehalusan kulit atau pengurangan kerontokkan rambut. Saya memang tidak melakukan tes darah untuk menentukan kadar kolesterol dalam darah saya untuk saat ini, tapi saya memang berniat untuk melakukan tes darah setelah satu bulan pemakaian/konsumsi product setidaknya. Karena katanya, minyak ikan akan memberi dampak significant dan cepat untuk kadar kolesterol dalam darah.

Mengapa supplement yang saya konsumsi tidak bekerja?.

Mungkin penjelasannya begini, proses pertumbuhan rambut tidak terjadi hanya dalam waktu 10 hari saja. Jika kita melihat teorinya, rambut mengalami setidaknya tiga stages pertumbuhan rambut, mulai dari Anagen-Catagen-Telogen-Exogen. Pertumbuhan masing-masing helai rambut tentu saja tidak sama, nah rambut saya yang masih juga rontok meskipun saya sudah mengkonsumsi supplement makanan mungkin saja terjadi karena rambut-rambut saya ini berada dalam fase Exogen, dimana rambut saya berhenti tumbuh dan jatuh berguguran. Ia toh ?.

Informasi mengenai pertumbuhan rambut bisa dibaca disini atau disini.

Nah, untuk melihat hasil dari konsumsi supplement ini, saya membutuhkan setidaknya satu hingga tiga bulan untuk melihat apakah supplement ini bisa bekerja untuk membantu pertumbuhan rambut milik saya dan memperkuat akar rambut yang saya miliki. Mungkin ya…ini penjelasannya mungkin saja seperti ini.

Untuk menumbuhkan rambut, saya setidaknya membutuhakan vitamin dan nutrisi seimbang yang terdiri dari omega-3 dan 6; zinc, B-5 dan Biotion, Vitamin C dan D serta Iron (Zat Besi). Nah, perlu diketahui juga bahwa saya mengalami Anemia juga. Anemia atau yang kita kenal di masyarakat sebagai penyakit kurang darah ini berkonstribusi sangat besar terhadap pertumbuhan dan juga terutama kerontokan rambut milik saya, ya…selain karena stress dan masih banyak lagi factor lainnya.

 

photogrid_15330945389773051589301684509491.jpg
Kapsul Minyak Ikan yang Berhasil Saya Konsumsi Selama 10 hari.

 

Kesimpulannya

Supplement makanan yang saya konsumsi masih belum cukup untuk membantu pertumbuhan rambut untuk waktu hanya 10 hari saja. Dan lagi, meskipun saya mengkomsumsi supplement seperti minyak ikan, saya tidak mengimbanginya dengan vitamins dan nutrients lainnya atau dalam kata lain, diet saya tidak baik selama sepulah hari ini.

Bagi teman-teman yang ingin menumbuhkan rambutnya dan mengurangi kerontokkan rambut, silahkan untuk mengikuti jejak saya dengan mengkonsumsi supplement makanan dan/atau melakukan variasi cara lainnya yang mungkin saja bisa berkonstribusi terhadap pertumbuhan rambut yang lebih optimal.

Catatan, kalau ingin menonsumsi supplement makanan atau obat-obatan lainnya, jangan lupa konsultasikan dengan dokter masing-masing. Siapa tahu ada obat yang saat ini sedang dikonsumsi dan ternyata memiliki kontraindikasi dengan supplement makanan yang kita konsumsi. HATI-HATI. Saya tidak akan bertanggungjawab kalau sampai terjadi efek samping yang tidak diinginkan ya…., so, hati-hati.

Saya sendiri, setelah mencoba mengonsumsi supplement makanan ini berniat untuk menerima saja keadaan saya. Saya harus menerima bahwa memang rambut saya tidak akan seindah model di iklan shampoo, ya…saya juga sambil berupa untuk menyeimbangkan asupan makanan yang baik kedalam tubuh. Seperti kata saya sebelumnya,

“Kau adalah apa yang kau makan, Kau adalah apa yang kau masukkan ketubuhmu”

Selamat berpetualang !

Salam dari Saya.

 

 

Catatan di balik layar:

Tulisan ini terinspirasi dari tulisannya, Febri Wicahya dengan judul Menumbuhkan Rambut dengan SCOTT Emulsion. Setelah membaca tulisan Febri, saya yang juga sedang mengkomsumsi supplement makanan berupa minyak ikan (Bedanya Febri mengoleskannya ke Rambut, saya memilih untuk mengkonsumsinya) jadi sangat terinspirasi untuk menuliskan mengenai pengalaman menggunakan atau mengkonsumsi sesuatu yang berbau minyak ikan. So, ini dia hasilnya, jadi deh tulisan sharing pengalaman ini. Terima kasih banyak untuk Mas Febri yang sudah menginspirasi melalui tulisannya. Salam dari saya.

Iklan

16 comments on “Pengalaman Mengonsumsi Minyak Ikan Selama 10 Hari”

  1. Penyesalan selalu berada di belakang ya, Mbak.
    Untuk harga minyak ikan, saya bisa bilang bervariasi. Tergantung merek dan tergantung cara pengolahan. Dianjurkan memang seperti kata Bu Susi “Harus rajin makan ikan”. Makan ikan yang asli ikan.
    Kalau minyak ikan, biasanya memang sudah ditambah dengan bahan kimia lain.

    Kalau merek dan barang, saya sarankan Mbak langsung datang ke Apotek dan minta saran dari mereka. Seperti yang banyak di komersilkan, Minyak Ikan Kod sepertinya baik. Mbak juga bisa melihat rekomendasi mengenai minyak ikan disini https://my-best.id/38835/.

    Soal, banyak ikan di indonesia tapi produk minyak ikan tidak banyak di Indonesia. hum…Itu saya kurang tahu, Mbak. Mungkin karena kita orang Indonesia lebih suka makan ikan, yang benar-benar ikan.

    Salam kenal juga Mbak, saya sangat menikmati sesi diskusi kita bersama. Semangat untuk menulis dan berbagi ya, Mbak.

    Salam.

    Disukai oleh 1 orang

  2. ia mbak maria,saya sgt mnyesali knp gak dari dulu saya mengkonsumsi minyak ikan ini.stlh saya makan aj 1 kali langsung byk perubahan mood saya mnjadi lbh baik,pdhal harganya gak semahal brand2 minyak ikan yg komersial itu,kyk omega 3 nordiklah,australilah,atlantalah .bla.bla.bla .hehehe..

    o jadi gitu y mbak maria.pengaruh harga minyak ikan ga brpengaruh yah..

    mbak ,kapsul minyak ikan produk indonesia apa yah?saya googling kok g ada y?kok yg ada bykan produk luar negeri yh.?pdhl perairan indonesia kan byk ikannya.

    trimakasih.salam kenal mbak maria,smoga sukses y.ttp semangat .GBU

    Disukai oleh 2 orang

  3. Wah, ternyata pada Mbak ada perubahan yang baik setelah mengonsumsi minyak ikan. Luar biasa.
    Saya sayangnya tidak menemukan perubahan yang significant, jadi saya hentikan setelah sebulan lebih pemakaian.

    Waktu itu, saya menggunakan Fish oil dari ATC. Minyak ikan ini juga saya dapat dari sahabat saya, jadi saya kurang tahu apakah minyak ikan ini ada dipasaran atau tidak.
    Saya rasa, tidak ada bedanya dengan minyak ikan lainnya. Terutama dari segi kandungan zat didalamnya.

    Disukai oleh 1 orang

  4. lalu apa brand minyak ikan yg mbak konsumsi itu?saya juga kebanyakan stress smpe bawah mata saya kedut2 tiap hari,rambut kering,gersang,rontok tiap hari,ubanan.padahal dulu stiap pigi kesalon,org salon slalu komplin pasal rambut saya tebal dan buanyak,.kata org salonnya gunting mereka gak mempan,heheh.iya serius!saya rindu liat rambut saya yg dulu tebal ,lebat.
    terakhir 4 hari yg lalu saya lngsung ke apotik coba beli kapsul minyal ikan,dan minum ..ooh , urat bawah mata saya lngsung stop,gak kedip2 lagi.trus saya mau ber experiment mau oleskan langsung ke kulit rambut,siapa tau bisa.supaya agk cepat prosesnya,(ide saya sendiri)tp ada baiknya googling2 dlu siapa tau udh ada org yg prnh coba,trnyata ada.hehe.

    Disukai oleh 3 orang

  5. Informasi pertumbuhan rambutnya mantep banget siih. Jadi lebih tahu penyebab rambut rontok semoga bisa tau solusinya juga hihihi. Makasih udah nge-share mba Ayu!

    Disukai oleh 1 orang

  6. Sy blum prnah mengonsumsi minyak ikan kapsul sprti itu. Sbnrnya saya juga punya rambut yg agak tipis, ad bgian kepala yg kurang rambut.
    Stlah bca share Ayu d atas, sy stidaknya punya referensi utk dipertimbangkan.
    Mksh ya utk share-nya yg sllu bermanfaat bgi pembaca.

    Disukai oleh 1 orang

  7. Hahahah…Silahkan coba saja Mbak, tapi saya akan lebih menyarankan untuk mengkonsultasikannya dulu dengan pihak petugas kesehatan, terutama dokter ya. Karena siapa tahu tidak cocok untuk Mbak.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s