Lanjut ke konten
Iklan

Bagaimana Berhadapan Dengan Orang yang Tergolong “Menyebalkan” di Media sosial?


Berhadapan dengan orang yang tergolong menyebalkan

Oleh,

Maria Frani Ayu Andari Dias, Perawat.

Saya rasa, kita sekalian pasti punya pengalaman bersoal dengan orang-orang yang kita kategorikan sebagai “Menyebalkan” di Media social. Orang-orang ini entah bagaimana menjadi duri dan sumber stress sendiri yang sangat tidak nyaman bagi kehidupan bermedia-sosial kita masing-masing. Membuat kita berandai untuk mengulek orang jenis ini di cobek lalu menjadikannya seperti sambal.

Orang-orang yang menyebalkan ini adalah orang-orang yang memiliki lebih banyak waktu luang dalam hidupnya untuk mengusik ketentraman hidup orang lain. Mengusik ketentraman hidup orang lain ini bisa saya definisikan sebagai aktivitas seperti mengajak diskusi tentang isu-isu yang sensitive bahkan berbau SARA. Salah-salah kita bisa jatuh kedalam lobang ketidakberuntungan yang membuat nama baik kita rusak, dan terutama relasi sosial kita menjadi buruk. Tidak mau kan kalau sampai terjadi hal seperti ini ?.

Saya sudah sangat sering berhadapan dengan jenis orang seperti ini. Sampai akhirnya saya lelah sendiri meladeni dengan baik hati, lalu saya memutuskan tidak terlalu mempedulikan lagi orang-orang jenis seperti ini. Karena pikir saya, percuma ! Percuma menghabiskan waktu untuk memberikan penjelasan diri, tapi orang yang dimaksud bahkan tidak mau mendengarkan atau membaca penjelasan yang kita tuliskan (di Media social). Sangat menyebalkan pokoknya!

Saya rasa, mungkin karena keterbatasan ruang untuk menjelaskan, makanya media social seperti Facebook contohnya sangat tidak cocok untuk dijadikan media untuk melakukan perdebatan. Belum lagi, apapun yang kita tuliskan bisa saja bersifat abadi tersimpan di pusat data milik Facebook atau secara tidak sengaja di screen shoot oleh orang-orang yang tidak bisa ‘habis’ dengan apa yang kita sampaikan. Entah tujuan screen shoot ini untuk kebaikan atau keburukan, hanya Tuhan yang tahu.

Pengalaman mengajarkan saya bahwa sangat tidak mudah bagi saya pribadi untuk berhadapan dengan orang-orang jenis seperti ini. Kesimpulan saya adalah, saya harus lebih pintar dari mereka yang menyebalkan ini. Harus lebih pintar disini bukan berarti bahwa saya harus berpendidikan tinggi, tapi lebih pada bersikap kritis dalam menanggapi setiap informasi yang diberikan kepada kita. Karena sejauh ini, sikap kritis untuk berhadapan dengan orang-orang ini, berhasil membuat mereka malu untuk menantang kita secara terang-terangan berdebat mengenai hal-hal sepele di Media sosial.

Selain bersikap kritis, pengendalian emosi juga merupakan hal yang sangat penting untuk dipelajari dan dikuasai. Entah kita sadar atau tidak, orang-orang menyebalkan ini kerap berusaha untuk mengacaukan emosi kita dan berupaya untuk menunjukkan pada dunia bahwa kita adalah orang bodoh. Saya bukan orang yang menyukai keadaan ini, karena saya pernah mendapatkan pengalaman ‘malu’ yang luar biasa. Pengalaman ini saya jadikan pelajaran yang sangat luar biasa untuk berhadapan lagi dengan jenis orang-orang jenis seperti ini. Pengalaman juga mengajarkan saya untuk mengendalikan diri, terutama emosi, lebih tenang dan berupaya untuk tetap menjaga sikap professional dan sopan. Tidak mudah, lo!. Bayangkan ada orang yang menampar pipi kiri dan kananmu, tapi kau menahan diri untuk tidak melakukan hal yang sama padanya. Butuh latihan dan juga kelapangan dada yang saya boleh katakan, “Tidak biasa”.

Selanjutnya adalah menunjukkan image kita yang positif. Mereka yang mengganggu ini, secara langsung memang berupaya untuk merusak image kita dimata penduduk media sosial. Secepatnya kita harus sadar mengenai hal ini, karena kalau tidak, akan sangat berbahaya bagi masa depan aktivitas kita di media sosial. Paham kan maksud saya ?. Mereka ini tidak segan-segan untuk melontarkan kata-kata jahat, jelek dan penuh dengan sensor hanya untuk membuat kita sama seperti mereka, penuh aura negative dan kebencian. Image positif yang saya maksudkan adalah image diri kita yang tenang, lembut, penuh kesopanan dalam membalas pesan yang masuk, tidak mudah terpancing dengan suasana atau konteks berita, kritis, bijaksana, dan penuh dengan aura positif. Saya jamin, orang-orang menyebalkan ini akan mundur secara teratur dan jera untuk memprovokasi kita yang pada dasarnya sudah aman, damai dan tentram hidupnya (Atau malah semakin panas rasanya melihat sikap kita hummm).

Tambahan tips berikutnya adalah, ketidakpedulian. Orang-orang yang tergolong menyebalkan ini selalu berupaya mengusik kita untuk mendapatkan perhatian/attensi dari kita. Mereka akan melakukan apapun untuk membuat perhatian kita sepenuhnya untuk mereka. Untuk menangkal hal ini, ketidakpedulian mungkin adalah hal yang sangat jitu dilakukan. Ketidakpedulian ini ditandai dengan upaya kita untuk tidak merespon postingan apapun yang Ia kirimkan kepada kita, atau yang lebih extreme adalah kita langsung mem-block dia dari pertemanan kita di media sosial. Selesai perkara, bukan ?. Dengan membatasi ruangnya untuk berkomunikasi dengan kita, hidup kita akan aman dan hidupnya akan sangat tidak aman.

Demikianlah beberapa tips yang bisa saya bagikan. Perlu saya garisbawahi lagi bahwa bersikap kritis, disertai dengan pengendalian emosi dan berusaha menampilkan image positif akan membantu kita menghadapi orang-orang yang menyebalkan ini, dan yang terakhir adalah mengeluarkan jurus ketidakpedulian. Keterampilan ini, tentu saja tidak bisa kita dapatkan dengan mudah, (ya ada beberapa yang sudah memilikinya dan bahkan sudah sangat berpengalaman dalam menggunakannya) kita perlu belajar, mengasah dan menyempurnakan lagi keterampilan-keterampilan diri ini. Tujuan mulianya adalah untuk menciptakan dunia yang aman, damai dan sejahtera bagi semua (termasuk dunia maya, dunia media sosial).

Hayo, mau dicoba ?. Bagaimana pendapatmu ?.

Iklan
18 buah komentar Post a comment
  1. Terima kasih banyak Kak 🙏

    Suka

    15 Agu 2018
  2. Wuih… pnjng jg reply nya ya. Itu yg aku suka dg Ayu, slh satunya sngat responsif trhdp tman, itu membuktikan bhwa Ayu itu bnar2 tipikal yg peduli. Mntap!

    Nyambung kok…

    Aku sih gpp kok, cm nnya doang; trkait foto itu. That’s okay, kok 🙂

    Disukai oleh 1 orang

    14 Agu 2018
  3. Terima kasih atas komentarnya Kak, wah…ternyata kita punya pengalaman yang kurang lebih sama ya, Kak.

    Ayu sedang berusaha untuk tidak ‘meladeni’, tapi ada efek lucu yang Ayu rasakan ketika meladeni orang-orang jenis seperti ini. Efek jahil sih..hahahaha, Ayu suka melihat orang-orang menyebalkan seperti ini terlihat bodoh didepan orang-orang lain dan Ayu senang ketika orang menganggap Ayu dengan sebutan, “tidak punya otak, hati yang tidak jujur dan tidak bersih…”. Aneh kan ya ?.
    Tapi, dari kejadian-kejadian ini, Ayu belajar bahwa tantangan untuk mendidik orang itu ternyata berat ya…hahahaha. Salut untuk para guru.

    Semoga ini nyambung ya Kak, hahahaha.

    Ayu sengaja mengambil gambar yang memperlihatkan penggunaan handphone, melambangkan koneksi dengan ‘media sosial’ atau jejerang internet. Nah, foto yang Ayu punya hanya itu saja, Ya…Ayu ambil.
    Untuk Figure Suster didalam foto ini, sama sekali tidak disengaja, memang waktu foto diambil, ada suster disamping. Kalau misalkan foto ini memberikan pesan tersendiri untuk yang melihatnya, wah…Ayu tidak punya kuasa untuk menahan aliran pendapat subjektif dari orang-orang.
    Begitu, Kak. Semoga membantu ya…

    Disukai oleh 1 orang

    14 Agu 2018
  4. Biasanya org yg menyebalkan itu pd dasarnya adlh org bebal. Org bebal itu bkn org bdoh sbnrnya, hnya sja tdk bijak. Dan mmang sebaiknya tdk perlu trllu diladeni.

    Aplgi klau kita bermain di area SARA dg org2 sprti itu, hati2…mmang bs bikin image kita buruk. Sy punya pnglman jg ttg hal itu. Hnya sja, sy tdk mau trllu frontal di medsos, dan sy tdk jg mau trllu ambil pusing, dicuekin sj klau ttp sprti itu atau diblock. Ngpain berteman dg org yg cm mau mnang sendiri. Dan sy pikir, tips yang Ayu berikan itu bgus sdh; sy stuju.

    Btw, itu foto d dpan sbgai ilustrasimu ttg jdul d atas, gitu ya? Kok ad suster. Maaf, cm nanya.

    Disukai oleh 1 orang

    13 Agu 2018
  5. 😄😄 Ia..out aja ya Kak..

    Disukai oleh 1 orang

    9 Agu 2018
  6. Hafidh Frian #

    Aku sih biasanya out aja sekalian dari medsos haha 😂

    Disukai oleh 1 orang

    9 Agu 2018
  7. Terima kasih banyak, Mas Yos.

    Sepakat !

    Disukai oleh 1 orang

    8 Agu 2018
  8. Amin, Kak.

    Suka

    8 Agu 2018
  9. Iya, sudah banyak orang yang saya blokir. Wah, nggak masalah mau panggil aku pakai sebutan “Mas” atau “Bang”.

    Memang lebih baik membutuhkan beberapa orang lagi dalam pelaporan status yang buruk supaya otoritas semakin yakin bahwa status tersebut memang bisa menyinggung khalyak umum

    Disukai oleh 1 orang

    8 Agu 2018
  10. Sama-sama mba,

    Iya, Semoga saja ya mba.

    Disukai oleh 1 orang

    8 Agu 2018
  11. Terima kasih banyak atas komentarnya, Kak.

    Semoga kita bisa bijak bermedia sosial juga ya, Kak.

    Suka

    8 Agu 2018
  12. Blokir memang solusi jitu mba agar tak lagi membuang waktu untuk orang yang tak penting. Selebihnya saya sependapat dengan mba dimana dalam bermedia sosial kita juga perlu dewasa dan selektif akan apa hal akan kita perdebatkan.

    Disukai oleh 1 orang

    8 Agu 2018
  13. Benar, Bang Yos. Blokir adalah cara paling cepat, dan bebas tanpa masalah. Wah, nampaknya Bang Yos disini sudah banyak memblokir orang hahahahaha.

    Haduh, Maaf ya…Kadang saya panggil Bang, kadang juga Mas. Binggung juga.

    Nah, Benar. Saya pernah juga melakukan hal serupa, tapi memang sedikit lambat untuk melakukan pelaporan. Setidaknya membutuhkan beberapa orang lagi untuk meyakinkan pihak otoritas. Tapi, memang ide ini bagus, supaya ngak merugikan orang lain juga hahahaa

    Disukai oleh 1 orang

    8 Agu 2018
  14. Paling gampang itu: BLOKIR!
    Aku sering blokir orang-orang yang bisa dibilang menyebalkan supaya tidak ada kontak lagi dengan mereka.

    Kadang juga, aku melaporkan isi status mereka sebagai “spam” supaya bisa ditindaklanjuti oleh otoritas media sosial.

    Disukai oleh 1 orang

    8 Agu 2018
  15. Btul sekali, setuju 👍

    Suka

    8 Agu 2018
  16. pengendalian emosi paling dibutuhkan dalam bersosial media kaka. Harus bijak dalam bersosial media atau kita akan kena getahnya

    Disukai oleh 1 orang

    8 Agu 2018
  17. Ia Kak, bisa juga. Langsung tidak peduli dengan hal-hal seperti ini.

    Tapi, ada juga yang mau merasakan bagaimana rasanya dikerjai oleh orang2 menyebalkan hahahahaha
    Aneh ya ?

    Suka

    8 Agu 2018
  18. deadyrizky #

    kalo aku sih
    being ignorant aja
    gampang
    haha

    Disukai oleh 1 orang

    8 Agu 2018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: