Lanjut ke konten
Iklan

Keseruan Persiapan dan Pembukaan ASIAN GAMES 2018 bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Bagian II)


Oleh,

Maria Frani Ayu Andari Dias, Perawat.

Setelah menuliskan mengenai Keseruan Persiapan dan Pembukaan ASIAN GAMES 2018 bersama Bitread Publishing dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Bagian I), saya siap untuk membagikan kisah perjalanan ini selanjutnya. Semoga yang membaca tidak bosan ya.

 

photogrid_15349545664897875607344104911471.jpg

Salah satu Gedung di Komplek Kota Tua Jakarta yang berhasil saya abadikan sebelum kami melangkah ke tempat selanjutnya.

 

Saya harap, teman-teman tidak hanya melihat keseruan dari apa yang saya alami, tapi lebih mengambil makna dari pengalaman-pengalaman ini. Ambil pelajaran positif yang ada disini, tinggalkan hal-hal negatifnya.

Pertemuan dengan Anggota Project Pop, Mas Yosi

Setelah Makan siang di Pinggiran Ancol, kami lalu berpindah tempat ke sebuah restoran atau saya katakan tempat nongkrong asyik yang juga masih di area Ancol. Pertemuan kami ini memang direncanakan oleh Panitia, tapi tidak dijelaskan lebih detail ‘ada apa’-nya.

Saya bukan orang yang menyukai kejutan, tapi kegiatan ini saya golongkan sebagai pengecualian. Saya menunggu dan ingin merasakan setiap kejutan yang disiapkan bagi saya dan teman-teman, entah itu berupa tidak tidur sampai pagi atau terserahlah. Saya terlalu lelah memikirkan beberapa menit kedepan, atau bahkan apa yang akan kami lakukan kemudian.

Kami dikumpulkan pada sebuah café-restoran dan tempat nongkrong asyik dimana sudah ada panggung yang disediakan disana dan juga tempat duduk yang super comfy. Sangat cocok untuk nongkrong sore hari. Saya dan teman-teman mengambil tempat strategis di barisan kedua di depan panggung. Tidak terlalu menonjol di depan dan sedikit tersembunyi kalau misalkan kami berteriak-teriak terlalu kencang.

 

photogrid_15349546354854877816857438147940.jpg

Restoran Segarra, Tempat pertemuan malam itu.

 

Sambil menunggu, kami dikejutkan oleh kedatangan tamu Istimewa, Mas Yosi dari Project Pop. Siapa yang tidak kenal dengan Project Pop, Band super gokil dan sangat luar biasa ini sudah menjadi bintang di hati saya ketika masih remaja, dan saat ini, salah satu vokalisnya, Mas Yosi, hadir ditengah-tengah kami. Mas Yosi datang atas permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengajarkan kami ‘yel-yel’. Wooooaaa….Bukankah ini luar biasa ?.

Mas Yosi benar-benar sangat berbakat, dengan gayanya yang sangat luwes, Ia membimbing kami untuk mempelajari empat yel-yel sekaligus!. Ia pun memilih diantara kami pemimpin yang akan membimbing kami menyerukan yel-yel di Stadiun Gelora Bung Karno nanti. Saya tidak bisa tidak bahagia karena ini. Terima kasih banyak, Mas Yos. You are the best, Dah !

 

img_20180823_0021594249161138028211819.jpg

Mas Yosi, Project-Pop

 

Kuliah Bersama Prof. Dr. Drs. Henri Subiakto, S.H., M.Si

Rangkaian kegiatan yang saya alami, benar-benar luar biasa dan penuh kejutan. Saya menjadi tidak sabar untuk menanti kejutan lanjutan. Ya, kejutan lanjutan diberikan kepada kami semua dalam rupa ‘kuliah’ umum yang singkat bersama Prof. Henri Subiakto. Beliau adalah seorang Staf Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa dan lebih penitngnya, Beliau adalah salah satu orang yang bergerak merevisi undang-undang ITE yang sangat ramai dan diperbincangkan beberapa waktu yang telah lewat.

 

photogrid_15349547606896532165747466802979.jpg

Prof. Dr. Drs. Henri Subiakto, S.H., M.Si

 

Prof. Henri dengan rendah hati memperkenalkan sebagai Dosen Universitas Airlangga Surabaya untuk mata ajar Ilmu Komunikasi. Lebih jauh saya baru tahu bahwa Beliau juga adalah seorang pakar Ilmu Komunikasi Politik, sesuatu yang sangat menarik hati saya. Saya benar-benar sangat beruntung mendapatkan kuliah langsung dari Beliau.

Seperti jabatan professor dan juga guru besar yang disematkan pada namanya, Beliau memberikan kuliah umum dengan sangat luar biasa bagi saya dan juga teman-teman yang lain. Saya benar langsung terbius oleh gayanya mengajar, sangat Indonesia dan sangat berkarisma. Salut ! (Maafkanlah saya yang terlalu banyak memuji Beliau, hanya saja, saya langsung jatuh cinta dengan apapun yang Beliau tampilkan kepada kami peserta waktu itu).

Topik yang dibawakan Beliau pada kuliah umumnya ini adalah mengenai “Bhineka Tunggal Ika dalam ber-Media Sosial”. Dalam topik ini, terdapat beberapa pembahasan mengenai budaya asli milik Indonesia, Hoax dan cara untuk menjaga diri dari berita yang bersifat Hoax, dan yang terakhir adalah Hypno-writing. Mengenai budaya asli milik Indonesia, entah teman-teman sadar atau tidak, susah sekali untuk menemukan yang Namanya ‘budaya asli milik Indonesia’. Budaya yang kita sebut sebagai budaya asli adalah budaya hasil perpaduan dari berbagai budaya kesukuan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia. Misalkan, kebaya adalah budaya berpakaian asal Suku Jawa. Penjelasan yang diberikan oleh Prof. Hendri ini juga menyadarkan saya kembali betapa luar biasanya Bangsa Indonesia. Bayangkan saja, menegakkan sebuah negara yang terdiri dari ratusan suku bangsa dan Bahasa?. Bukankah ini sangat luar biasa ?. Bahkan Amerika Serikat-pun hanya terdiri dari 50 States dan dari 50 States ini tidak ada yang variasinya seperti milik Indonesia. Menyadari hal ini, bukankah kita sepatutnya bangga ? dan bangga kita seharusnya diwujudkan dengan menjaga persatuan dan kesatuan yang sudah kita miliki ?.

Mengenai Hoax, Prof. Hendri mengajarkan mengenai pentingnya memilih berita-berita yang kita baca di media social atau di dunia maya. Pada saat ini, apalagi menjelang pemilu, banyak sekali berita-berita yang bernuansa kampanye untuk menjatuhkan atau sebaliknya membangkitkan image dari calon pemimpin yang akan berlaga di pemilihan umum tahun depan. Sebagai seorang pembaca yang baik, sudah seharusnyalah kita memperkaya diri dengan pengetahuan yang cukup, terutama untuk menangkal berita-berita hoax yang ada di dunia maya. Untuk membekali diri kita dengan kemampuan dan keterampilan untuk membedakan berita hoax dan tidak, saya sarankan teman-teman untuk membaca tulisan milik Agung DH yang berjudul Cara membedakan Berita Hoax atau benar di Musim Pilkada.

Kejutan terakhir, D’Masiv

Acara kami yang super kece ini, sebenarnya dipandu oleh tiga orang MC (Master of Ceremony) yang sangat luar biasa, tapi sayangnya saya tidak mengambil satupun foto mereka bertiga. Ketiga MC ini, jago bener dalam membawakan acara. Beda sangat dengan MC yang sering membawa acara kami di kampung pastinya. Mereka bertiga ini sudah level Nasional dan ada diantara mereka yang memang berasal dari salah satu stasiun televisi, Metro TV.

Ketiganya memberikan kami kejutan yang sangat luar biasa! Kementerian Komunikasi dan Informatika menghadiahkan kami kedatangan D’Masiv. Ya, Tuhan…Kurang apa coba !

 

photogrid_15350266543268703712913460749566.jpg

Rian D’Masiv

 

Saya benar-benar mau pingsan ketika melihat Rian D’Masiv berdiri diatas panggung. Saya tidak bisa menahan diri untuk tidak berlari kearah panggung dan langsung ikut bernyanyi dengan teman-teman saya disana. Maklum, baru pertama kali melihat artis ibukota secara langsung dengan jarak super dekat, dan Yupz, saya berhasil menyentuh tangannya. Sungguh jauh berbeda dengan tangan saya yang banyak kapalannya.

Malam ini, benar-benar seperti mimpi. Saya hampir tidak bisa tidur sesampainya di hotel tempat kami menginap. Saya tidak pernah meminta Tuhan untuk mengirimkan saya paket kebahagiaan seperti ini, setelah masa-masa sulit dan sangat menderita yang saya alami. Saya hanya bisa bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas segala nikmatNya. Atas segala cinta dan kasihNya. Saya bukan siapa-siapa, tapi Ia begitu memperhatikan saya sampai sedetail ini. Segala Puji dan Puja hanya milik Tuhan.

Untuk menutup malam itu, saya tidak lupa menyandungkan salah satu milik D’Masiv,

“Saat aku tertawa di atas semua

Saat aku menangisi kesedihanku

 Aku ingin engkau selalu ada

Aku ingin engkau aku kenang

 Selama aku masih bisa bernafas

Masih sanggup berjalan

Ku kan slalu memujamu

Meski ku tak tau lagi

Engkau ada di mana

Dengarkan aku ku merindukanmu…”

Bersambung…

Iklan
6 buah komentar Post a comment
  1. Terima kasih, Mbak.

    Tapi, Saya tidak menjadi Volunteer, saya mewakili daerah/provinsi untuk menyambut pembukaan Asian Games saja, Mbak.

    Suka

    24 Agu 2018
  2. Wah Mbaknya volunteer Asian Games ya. Semangat Mbaaak

    Disukai oleh 1 orang

    24 Agu 2018
  3. Terima kasih banyak, Kak.

    Semangat untuk Kakak!

    Disukai oleh 1 orang

    24 Agu 2018
  4. Hahahahaha, Kurang tahu Kak.

    Mungkin karena tujuannya hanya untuk melatih yel-yel, jadi yang di undang hanyalah Mas Yosi. Mungkin, kalau tujuannya adalah untuk menyanyi, maka harus semua anggota project pop yang datang. Begitu, kak.

    Suka

    24 Agu 2018
  5. Mantap, nona Ayu😊😊

    Disukai oleh 1 orang

    24 Agu 2018
  6. deadyrizky #

    Kenapa harus yosi ya?
    Kenapa gak sekalian rombongan project pop aja
    Hehe

    Disukai oleh 1 orang

    23 Agu 2018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: