Bangga menjadi Narablog di Era Digital: Perawat Zaman Now nge-Blog? Siapa takut?!

20 komentar

Oleh, Maria Frani Ayu Andari Dias

Pekerjaan tulis-menulis memang sudah saya lakoni sejak saya masih sangat muda. Mulai dari sekedar suka menulis di buku diary yang sifatnya ‘personal’, sampai bersifat ‘publik’ seperti ikut serta menulis di Mading sekolah dan majalah local yang terbit di tingkat Kecamatan-Kabupaten. Sudah sejak lama memang saya merencanakan, entah bagaimana untuk membagikan apa yang saya pikirkan atau rasakan kepada publik dalam bentuk yang lebih mudah dan bersifat bebas. Tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya bahwa perkembangan era digital begitu pesat, sehingga tersedia media-media menulis dan berbagi yang luar biasa sepeti Blog dan WordPress.

Perkembangan dunia digital memang sangatlah luar biasa!, cepat dan kompleks. Rumit tidak juga, karena pada masa sekarang, teknologi dibuat dengan sangat sederhana dan mudah untuk digunakan oleh kalangan manapun.

Jika ditanya, “Apakah saya bangga menjadi seorang Narablog?” maka jawaban saya adalah “Absolutely, Yes!”.

Banyak sekali alasan dan penjelasan dibalik dua kata ini, tulisan selanjutnya akan mencoba mengupasnya satu persatu.

Perawat, Pelayanan Keperawatan vs Digital Age

Sebagai seorang Perawat, saya lebih banyak bekerja dengan memanfaatkan konsep ruang dan waktu pada saat sekarang, present time. Dalam artian, Saya bisa memberikan pelayanan keperawatan langsung kepada Klien yang saya rawat pada saat dan masa sekarang. Kehadiran saya adalah kunci pemberian pelayanan keperawatan yang baik. Dengan cara inilah, jasa saya bisa dinilai. Meskipun demikian, saya juga merindukan pemberian pelayanan keperawatan yang bisa diberikan melintasi konsep ruang dan waktu. Dalam artian, tidak hanya pada saat ini saja, ketika saya berada bersama dengan klien saya. Tapi, bisa saya berikan dalam bentuk lainnya, yang juga membuat Klien saya bisa merasakan pelayanan keperawatan ketika saya tidak berada dekat dengan mereka.Media komunikasi digital dalam bentuk Tulisan, Video dan gambar, yang memanfaatkan jaringan komunikasi internet adalah cara saya mewujudkan keinginan saya ini.

Saya memiliki harapan pada perkembangan teknologi pada saat ini, yang memiliki usaha untuk mendekatkan mereka yang jauh dan membantu banyak orang dari tempat yang tidak terjangkau. Terlepas dari berbagai kontroversinya, digital age membawa banyak harapan untuk kebaikan bagi banyak orang dan dunia ini. Harapan yang dibawanya adalah harapan untuk kesejahteraan, pengertian dan kedamaian untuk banyak orang.

View this post on Instagram

"Be willing to learn, and be willing to try" (Lindy Tsang, Writer). Sebagai Perawat, saya selalu berusaha untuk membuka dan melatih segala potensi yang saya miliki demi pemberian asuhan keperawatan yang efektif, efisien dan tepat sasaran. Selama perjalanan sebagai Perawat, saya menemukan salah satu passion saya yaitu dalam bidang tulis-menulis. Berawal dari sekedar terapi untuk mental dan emosional saya, lama kelamaan menulis menjadi 'kebutuhan' untuk membagikan pengetahuan dan pengalaman saya terkait dengan ilmu kesehatan dan keperawatan. Hingga saat ini, menulis bagi saya adalah bentuk ucapan terima kasih dan rasa syukur kepada dunia yang telah berkonspirasi menjadikan saya, sebagai saya. Selanjutnya, jalan 'tulis-menulis' ini seperti magic mengantarkan saya pada banyak kemungkinan yang luar biasa! Tulisan-tulisan saya dihargai dan berhasil mengantarkan saya untuk berpartisipasi dalam Writington Asian Games Challenge yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan informatika bekerjasama dengan Bitread Publishing di Jakarta, 15-19 Agustus 2018 ini. Menjadi Perawat bukan berarti mematikan potensi-potensi baik yang kita miliki, sebaliknya menjadi Perawat seharusnya memacu kita untuk lebih giat menggali potensi diri dan mengembangkannya semaksimal mungkin. Salam 🙏 . . . Ayo #dukungbersama #Asiangames2018 #energyofasia bersama #writingtonasiangames ! @dukungbersama @indonesiabaik.id @kominfo @djikp @biread.id @stikesuakainsan_official

A post shared by Maria Frani Ayu (@ayufrani) on

Sharing is Caring

Seorang perawat seperti saya dan juga banyak perawat-perawat lainnya menekankan fungsi caring sebagai inti dari pelayanan keperawatan. Caring dapat diartikan sebagai pemberian asuhan keperawatan yang sesuai dengan yang diharapkan oleh Klien dan sesuai dengan yang dibutuhkan olehnya pada saat itu. Konsep caring menginspirasi setiap denyut pekerjaan perawat termasuk saya juga didalamnya. Menjadi seorang Narablog, membantu saya untuk mewujudkan caring dalam bentuk yang lebih luar biasa lagi, menjangkau kearah dunia yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup manusia pada saat ini, Dunia digital.

Sharing is caring menjadi motto saya dalam menyebarkan informasi dan konten untuk mereka yang saya kasihi. Untuk Sharing sendiri, Saya selalu memastikan bahwa apapun yang saya bagikan memiliki manfaat dan bernilai, minimal untuk diri saya sendiri. Selama lebih dari setahun ini berpetualang dengan WordPress, saya begitu sangat bersemangat untuk membagikan apapun yang bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Respon yang saya terima sangatlah luar biasa. Meskipun kadang, hambatan yang saya alami kebanyakan adalah masalah ‘sambungan internet’ yang masih saja menjadi masalah saya sampai saat ini. Tapi, masalah ini tidak sebanding dengan capaian yang saya peroleh dari orang-orang yang sudah membaca dan membagikan tulisan saya.

Ya, Sebuah pencapaian yang luar biasa ketika ada orang yang sekedar ‘like’ tulisan saya, apalagi mereka yang membaca habis tulisan saya dan memberikan komentar. Komentar adalah hal yang sangat saya tunggu. Saya banyak mengembangkan konten yang saya miliki dari komentar yang saya terima dari pembaca. Saya sangat bersyukur sekali atas hal ini.

Koneksi dengan Sesama Narablog

Sebagai seorang narablog, dan juga seseorang yang berprofesi sebagai Perawat, blog yang saya miliki ini sangat membantu saya untuk menjalin koneksi online yang luar biasa dengan banyak orang. Mereka yang berasal dari tempat yang bahkan tidak saya bayangkan, hadir dan berada dekat dengan saya. Saya merasakan kebersamaan dan kesatuan yang sama dalam tulisan-tulisan yang saya dan mereka juga bagikan.

Pada saat ini, saya mendapatkan banyak dukungan dan inspirasi dari Komunitas Obrolin. Komunitas ini adalah komunitas pertama yang ikuti dalam dunia tulis menulis atau narablog. Komunitas ini banyak kali menginspirasi saya untuk menulis dan bereksperimen dengan konten-konten yang baru. Saya sangat terbantu dengan komunitas menarik ini. Luar biasa sekali rasanya bisa menjadi bagian dari sebuah komunitas. Sayangnya memang, saya tidak begitu aktif dalam memberikan suara setiap kali ada diskusi atau hal menarik yang dibahas dalam komunitas ini. Alasan klasik, saya terlalu sibuk dengan pekerjaan yang sedang saya lakoni sekarang dan masih sangat kesulitan untuk membagi waktu.  Meskipun demikian, saya cukup puas membaca pesan-pesan hasil diskusi teman-teman yang berada dalam komunitas. Saya kadang sampai merasa rendah diri, mereka semua sangat inspiratif dan berani. Mereka juga adalah orang-orang yang percaya diri dan bertanggung jawab atas apa yang mereka sampaikan. Ah, kerennya.

Aktif menulis di Blog selama setahun belakangan ini membawa saya pada banyak pengalaman dan juga keuntungan yang luar biasa. Menulis mendekatkan saya dengan orang-orang yang bahkan tidak saya kenal. Tulisan, rangkaian kata-kata, entah bagaimana caranya dapat dan mampu menyatukan banyak orang dalam sebuah pengertian yang sama. Sebuah peristiwa yang sangat luar biasa dan saya belajar banyak dari peristiwa ini.

 

img-20180816-wa00506960590633860825340.jpg
Salah satu pertemuan yang saya hadiri bersama para Penulis dan Narablog dari seluruh Indonesia dalam rangkaian acara Writingthon Asian Games tahun 2018 yang lalu.

 

Belajar dan terus berproses kearah yang lebih baik

Aktivitas yang saya lakoni sebagai narablog membawa saya pada keadaan dimana saya ‘selalu belajar’ dan tidak pernah henti untuk melakukan aktivitas ini secara berulang dan ulang. Tidak pernah putus rasanya proses untuk memformulasikan konsep baru, menyederhanakannya, lalu mencari konsep baru lagi, menyederhanakan dan menggunakannya untuk membantu kehidupan saya dan mereka yang ada disekeliling saya. Ah, sebuah lingkungan ideal yang sangat saya impikan. Saya sangat mengharapkan hal seperti ini terjadi pada saya memang, karena hidup ini rasanya terasa semakin hidup ketika kita bisa belajar setiap waktu, setiap saat dimanapun kita berada.

Apakah ada yang merasakan hal yang sama dengan saya ?

Eksis sebagai Individu, sebagai Manusia

Poin selanjutnya adalah mengenai eksistensi sebagai manusia. ini mungkin pembahasan yang bagi banyak orang sedikit membosankan. Ya, sebagai manusia yang dianugerahi akal budi, menyadari keberadaannya di dunia ini adalah salah satu hal yang terus berproses di kepalanya. Saya pun demikian. Pertanyaan seperti, “Mengapa saya ada disini ?”, “Apa yang saya lakukan ?”, “Kemana saya setelah ini ?” terus menerus menghantui hidup saya. Saya pada akhirnya menyerah dan memilih untuk menfokuskan lebih banyak waktu dan energi saya pada ‘menyadari waktu pada saat ini, detik ini, waktu ini ‘. Saya menolak untuk hidup dimasa lalu, meskipun saya tidak bisa melepaskan diri dari masa itu. Saya lebih memilih untuk menginvestasikan hidup saya pada masa saat ini, masa sekarang.

Untuk mencapai tujuan ini, saya menggunakan media menulis sebagai alat untuk menyadarkan diri. Ya, menulis membawa saya pribadi pada kesadaran tertentu. Membuat saya lebih peka dengan keadaan di sekeliling saya dan melangkah dengan berani tanpa ragu atau takut dengan masa yang akan datang, masa yang masih penuh tanda tanya.

Berkonstribusi pada ‘sesuatu’

Selama beberapa waktu menginvestasikan waktu saya untuk menjadi seorang Narablog, saya sudah memproduksi lebih dari 200 catatan pribadi, yang merupakan tulisan karya dan hasil milik saya sendiri. Tulisan-tulisan ini mencatat apapun yang berhasil saya sadari pada waktu dan saat-saat tertentu. Moment-moment ini memang tidak sempurna, tapi terasa sempurna pada saat itu, dan saya tidak menyesalinya sama sekali.

Mampu melalui masa dan waktu pada saat itu, adalah hal yang sangat saya syukuri sebagai manusia. Tulisan-tulisan ini juga merupakan bukti eksistensi saya sebagai manusia. Ya, saya ada pada saat itu, pada saat saya menuliskan topik tersebut.

Pada era digital seperti ini, arus informasi melaju sangat cepat. Ukuran kemampuan kita sebagai manusia bahkan hampir tidak bisa menyamai kecepatannya. Semua berubah sangat cepat pada detik pertama dan selanjutnya. Narablog berkonstribusi sangat besar dalam proses pengolahan informasi ini. Ia bisa memperlambat, mengakumulasikan proses pergerakan informasi dan membuat/memproduksi informasi yang baru. Lihat saja betapa pentingnya fungsi dan peran seorang Narablog. Karena fungsi ini, Narablog memiliki konstribusi yang sangat besar untuk perkembangan dunia. Kekuatan sebuah tulisan itu, astaga besarnya !

Saya bisa merasakan sendiri betapa powerful-nya kekuatan sebuah tulisan. Beberapa kali saya mendapatkan pesan dari mereka yang tertarik berdiskusi tentang tulisan saya di blog ini. Banyak dari mereka yang menceritakan mengenai manfaat dari tulisan saya dan merasa sangat terbantu dengan beberapa poin penting yang sudah saya bagikan dalam blog ini. Jujur, Saya merasa sangat luar biasa dan merasa sangat dikuatkan dengan hal-hal seperti ini.

Ya, sebagai seorang Narablog dengan pengalaman yang masih tidak seberapa, Saya sangat berharap agar manfaat positif dan pesan baik dari tulisan yang saya bagikan dapat terus terjadi dan berlanjut sampai kapan, entahlah. Lebih lagi, Semoga tulisan-tulisan sederhana ini dapat menggerakkan orang yang membacanya untuk melakukan hal-hal baik dan bermanfaat lainnya.

Demikianlah, beberapa kebanggaan saya sebagai seorang yang berprofesi sebagai seorang perawat, yang juga menginvestasikan sebagian waktu saya ke dalam dunia tulis menulis digital. Kedepannya, saya berharap agar dapat tetap menjaga semangat kebanggaan ini dalam karya dan cipta untuk #resolusi2019.

Tulisan ini diikutsertakan dalam #KompetisiBlogNodi atau #NarablogEraDigital yang diselenggarakan oleh Mas Nodi Harahap.

Bagi yang mau ikutan, Yukk…

Iklan

20 comments on “Bangga menjadi Narablog di Era Digital: Perawat Zaman Now nge-Blog? Siapa takut?!”

  1. Hi, Kak Joe. Terima kasih sudah mampir.
    Wah Kak, saya menggunakan ilmu “sempat-sempatin “. Bagus untuk saya sih, terutama supaya bisa memaksimalkan waktu dengan lebih produktif dan terlebih lagi, menikmati dan menghargai waktu dengan penuh syukur.

    Semangat menginspirasi juga, kak 👍👍

    Suka

  2. Tugasku hanya menulis dan berbagi, Lan. Itu ucapan syukur dan terima kasih atas kebaikan yang sudah banyak aku terima sampai saat ini.

    Semoga bermanfaat dan semoga menginspirasi ya..,

    Hayooo…nulis lagi, Lan.

    Disukai oleh 1 orang

  3. Postingan mu selalu membuat diriku terpukau, Mar.
    Sudah setahun lebih rupanya meninggalkan kegiatan ini, dan semangat ini kembali muncul setiap melihat diri mu bisa berbagi cerita selepas itu, kau benar soal menulis adalah terapi.
    Semangattt

    Disukai oleh 1 orang

  4. Bisa, Kak.
    Ayu rasa, tidak usah berpikir menang atau tidak. Fokuskan saja tujuan menulis ini untk belajar, menambah pengalaman baru dan menambah teman2 menulis.

    Kita pasti akan mendapatkan pelajaran, entah apapun keputusan akhir dari juri nanti.

    Ia ngak kak ?

    Suka

  5. Hum…saran ya kak.

    1) Dalami dulu tema yang diinginkan oleh penyelenggara. Karena kompetisi ini mengharapkan tulisan yang dititikberatkan pada “bangga” dan “narablog” serta “resolusi 2019”, jadi kakak bisa coba menggali info mengenai kata-kata kunci ini.

    2) menulislah dengan gaya kakak sendiri. Supaya lebih bebas dan khas.

    3) jangan lupa cek syarat dan ketentuan penulisan.

    Mungkin ini yg bisa Ayu pikirkan sekarang. Nanti, kalau ada lagi, ayu tambahkan lagi.

    Yukk…ikut kak..
    Sambil melatih kemampuan menulis dan memperbanyam relasi juga.

    Suka

  6. Jangan pernah menyerah dengan aklasan “kita ini belum seberapa.” Segala niat baik semoga berujung baik ya, Kak. Menjadi narablog pun demikian. Seperti yang telah Kakak sampaikan: “Narablog berkonstribusi sangat besar dalam proses pengolahan informasi ini (yang melaju dengan cepat).”

    Disukai oleh 1 orang

  7. Manfaat yang saya terima selama menulis disini, kebanyakan tidak dalam bentuk uang, Pak. Dan memang, sejak awal saya menulis di blog ini, uang atau honor bukanlah tujuan utama saya.
    Menulis bagi saya adalah cara untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dan juga dengan orang lain. Ini juga bagian dari terapi untuk saya pribadi. Selesai menulis, lalu menekan ‘publish’ di blog ini, sudah menjadi syukur bagi saya. Menemukan orang-orang yang memiliki minat sama seperti saya, juga adalah syukur. Rejeki yang datang kemudian, adalah berkat.
    Begitu, Pak. Semoga bisa memberi jawaban atas pertanyaan, Bapak.

    Disukai oleh 1 orang

  8. Jadi perjalanan/tulis menulis ini apa yang anda dapat. Bebab kita menulis bukan di media cetak yang tentunya bisa mendapat honor. Kita sudah mendapat banyak like aja sudah senang di media ini. Ya kan ? Lalu……

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s