Sunshine Blogger Award: Round Two

8 komentar

sunshine blogger award logo

Saya sudah pernah mengikuti tantangan ini sebelumnya, pada saat itu saya memutuskan untuk tidak merekomendasikan siapa-siapa untuk melanjutkan tantangan ini dan membiarkan tantangan ini berhenti di saya.

Saya sempat berpikir, siapakah yang memulai tantangan ini?. Saya coba mencari beberapa sumber, dan saya harus kembali dengan kecewa, karena ternyata sangat sulit menemukan siapa yang memulai tantangan ini. Kalau ada yang tahu, mohon beri saya informasi mengenai ini, karena saya penasaran ‘sangat’ dengan asal-muasal tantangan ini.

Okay, selanjutnya, saya mendapatkan tantangan Sunshine Blogger Award dari orang yang berbeda, tentu saja ini adalah sebuah kehormatan untuk saya pribadi. Saya sedikit menyukai menerima tantangan dengan jenis menjawab pertanyaan seperti ini, hal ini saja alasan mengapa saya mengatakan ‘ya’ pada tantangan yang datang kali ini.

Tidak lupa, Terima kasih banyak kepada Mbak Zaleha yang sudah memilih saya sebagai salah satu Narablog untuk Award bergulir ini. Sungguh suatu kehormatan bagi saya pribadi.

Meskipun saya lumayan suka dengan tantangan, Saya sedikit was-was sebenarnya dengan tantangan berupa pertanyaan. Terutama pertanyaan yang ada hubungannya dengan pribadi, karena saya termasuk orang yang sedikit tertutup dan tidak terlalu suka berbagi informasi mengenai pribadi. Saya selalu berusaha menjaga privasi dan kadang tidak terlalu suka membuka diri, kecuali untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat. Saya bisa sedikit mempertimbangkan untuk hal-hal seperti ini.

Okay, saya rasa cukup ocehannya. Sebelum lanjut, saya perlu mengingatkan kembali peraturan dari Tantangan ini,

Berikut 4 aturan award tersebut:

  1. Terimalah orang yang menominasikan Anda dalam posting blog dan link kembali ke blognya.
  2. Jawablah 11 pertanyaan yang diberikan oleh orang yang menominasikan Anda.
  3. Nominasikan 11 blog baru untuk menerima penghargaan dan tuliskan 11 pertanyaan baru.
  4. Cantumkan peraturan dan tampilkan logo Sunshine Blogger Award di post Anda (bisa copas gambar di atas).

Okay, demikian adalah peraturannya dan selanjutnya adalah jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh Mbak Zaleha. Berikut adalah jawaban-jawaban dari beberapa pertanyaan yang diberikan oleh Mbak Zaleha. Semoga bisa memuaskan keingintahuan-nya ya Mbak.

Apa makanan kesukaanmu?

Saya bukanlah orang yang suka makan, makan bagi saya mungkin hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, karena kita manusia dan kita membutuhkan makanan untuk dapat bertahan hidup. Saya punya pikiran aneh ketika saya masih kecil, saya punya impian untuk mencari manusia super yang tidak pernah ‘makan’. Kegiatan makan menjadi kegiatan yang tidak begitu saya sukai ketika saya masih kecil. Saya bahkan pernah punya obsesi untuk menjadi vampire, karena anggapan bahwa vampire tidak makan makanan manusia, Ia hanya perlu minum darah. Titik.

Okay, terlepas dari anehnya obsesi masa lalu saya seperti diatas, saya adalah seorang penggemar Lele Goreng. Saya bukan hanya gemar, tapi saya memang sangat menyukai makanan ini. Setiap kali order makanan di warung makan, hal pertama yang saya cari adalah ikan Lele. Saya hanya sedikit bosan dengan makanan dengan bahan dasar Ayam, telur sehingga saya memilih Lele. Ya, disamping biasanya Lele lebih murah dibandingkan Ayam dan jenis lauk lainnya. Adakah yang seperti saya?.

Buku atau ponsel? Alasannya?

Saya akan menjawab dua-duanya Buku-Ponsel. Saya membutuhkan keduanya untuk menjalani hidup saya, terutama pekerjaan saya saat ini. Saya tidak bisa meninggalkan Telepon seluler yang saya miliki dan saya juga tidak bisa meninggalkan buku yang selalu menjadi sumber inspirasi saya setiap waktu. Pilihan yang sulit!

 

 

 

 

View this post on Instagram

Judul: Reason to Stay Alive Penulis : Matt Haig Penerbit : Penguin Books/New York, juga tersedia di Toko Buku @gramedia.com Pernah membayangkan bagaimana rasanya berada dalam keadaan depresi dan cemas berlebihan ? Bagi yang belum pernah merasakannya, tapi tergerak untuk mempelajari mengenai keadaan depresi dan cemas berlebihan, buku ini adalah salah satu sumber yang saya rekomendasikan. Matt Haig yang merupakan penulis buku ini menceritakan dengan sangat detail pengalaman pribadinya disini, terutama pengalamannya ketika berada dalam masa-masa kelam yaitu keadaan depresi dan Cemas berlebihan. Ia bahkan menceritakan bagaimana pikiran-pikiran untuk mengakhiri hidupnya hilang dan timbul, serta bagaimana Ia mengantisipasi pikiran-pikiran ini. Ia juga menceritakan mengenai perjuangannya untuk mempertahankan api harapan dalam dirinya agar tetap hidup dan memberinya alasan untuk kembali berjuang setiap harinya. Buku ini ibarat air yang mengalir dari sumber mata air menuju laut. Matt Haig menceritakan proses mulai timbulnya gejala depresi dan kecemasan berlebihan dalam "Falling", "Landing", lalu bagaimana Ia mulai belajar untuk bangkit dalam "Rising", "Living" dan bagaimana Ia hidup bersama masalah psiko-emosional-nya dalam "Being". Buku ini sangat bagus untuk kamu yang berniat untuk memberikan waktu dan dirimu merawat mereka yang mengalami gangguan mental-emosional seperti depresi dan cemas berlebihan. Matt Haig dengan lincahnya memberikan petunjuk bagaimana seharusnya kamu memperlakukan mereka dengan masalah mental-emosional seperti yang sudah digambarkan. Supaya kamu tidak salah langkah dan keliru dalam memberikan perawatan. Buku ini sangat saya rekomendasikan bagi Mahasiswa/i keperawatan dan teman2 sejawat Perawat yang bekerja menangani klien dengan masalah gangguan mental- emosional. Kita akan belajar banyak dari buku ini. Semoga bermanfaat. #gerakanbacabuku #ayobacabuku #dutabacaindonesia #dutabaca #bacabuku #matthaig #reasontostayalive #suakainsangemarbacabuku #suakainsanbookclub

A post shared by Maria Frani Ayu (@ayufrani) on

Apa harapan terbesarmu di tahun ini?

Harapan terbesar saya pada tahun ini adalah berdamai dengan diri sendiri. Saya punya banyak konflik dengan diri sendiri. Tahun ini saya sungguh ingin berdamai dengan diri saya sendiri dan berjalan beriringan secara sadar dan sepenuhnya.

Terdengar sangat klise ya, tapi begitulah kenyataannya.

Siapa tokoh favoritmu? Tolong ceritakan sekilas tentangnya.

Saya sedikit mengalami kesulitan untuk menjawab pertanyaan ini. Alasannya adalah karena tokoh favorit saya selalu berubah-ubah, tergantung dengan situasi dan kondisi saya pada saat ini. Dalam artian seperti ini, tokoh favorit adalah orang yang saya lihat sebagai role model ketika saya memiliki visi dan misi tertentu. Mereka saya jadikan sebagai patokan dan inspirasi untuk menyelesaikan misi saya sendiri, tapi ketika misi tersebut berakhir dan situasi berubah, maka saya pun akan merubah siapa tokoh favorit saya.

Pada saat ini, saya sedang sangat terinspirasi dengan Tokoh Anime dari Bleach yang bernama Kurosaki Ichigo. Tokoh ini sangat luar biasa di mata saya. Ia jelas bukan tokoh yang ada di dunia nyata, Ia adalah tokoh yang sengaja di ciptakan untuk sebuah serial anime yang pada saat ini sedang saya nikmati sebagai pelepas penat di pikiran. Saya berkenalan dengan anime ini tahun lalu, melalui adik kandung saya, tapi saya baru benar-benar berkenalan dan menyaksian setiap episode dari anime ini baru-baru ini saja. Saya bahkan menuliskan pelajaran-pelajaran yang bisa saya petik dari anime ini.

Well, saya bisa terinspirasi dengan siap saja, bahkan dari tokoh anime yang sama sekali tidak ada di dunia nyata. Kebanyakan tokoh favorit saya bahkan saya temukan dalam anime.

201811121932_2
Bleach (Tokoh Anime Favorit saat ini)

Siapa nama sahabatmu saat SMP? Masih seringkah kalian berkomunikasi sekarang?

Saya memiliki cukup banyak sahabat yang masih sering berkomunikasi dengan saya sejak saya masih duduk di Bangku Sekolah Menengah Pertama. Tapi, untuk mereka yang aktif berkomunikasi dengan saya, saya hanya memiliki beberapa. Setidaknya ada dua orang. Satu pria dan satu wanita. Keduanya adalah sahabat dekat saya dan kami menjalin hubungan yang sangat sehat sampai sekarang. Mereka adalah salah satu alasan mengapa saya masih bisa berdiri tegak saat ini ketika berhadapan dengan banyak sekali masalah dan tantangan hidup.

 

 

 

View this post on Instagram

It has been 10 years since I first learned about Nursing and still I can not get enough of it until now. There are many things that are still become a big question mark in my mind and I let my curiosity guide me in every step that I take. I thank God for this beautiful path, for chosen me. Of course, there are ups and downs in this path, but each path leads me to learn something about the extraordinary experience in human life. That's my reward! . . . Sudah 10 tahun sejak pertama kali saya belajar tentang Ilmu Keperawatan dan saya tidak bisa mendapatkan cukup dari itu. Ada banyak hal yang masih menjadi tanda tanya besar di benak saya dan saya biarkan rasa ingin tahu saya membimbing saya dalam setiap langkah yang saya ambil. Saya bersyukur kepada Tuhan untuk jalan yang indah ini, karena memilih saya. Tentu saja, ada pasang surut di jalan ini, tetapi setiap jalan menuntun saya untuk belajar sesuatu tentang pengalaman luar biasa dalam kehidupan manusia. Itu upah saya!

A post shared by Maria Frani Ayu (@ayufrani) on

Apa kenangan masa kecil yang paling berkesan buatmu?

Saya mungkin cukup beruntung, karena saya memiliki banyak pengalaman yang berkesan ketika saya masih kecil atau pada masa kecil saya. Kenangan yang saya miliki, bervariasi dari yang membahagiakan dan yang sangat menyedihkan atau menyengsarakan. Semua kenangan itu membentuk saya menjadi pribadi yang seperti saat ini. Saya sangat bersyukur karena berhasil melewati banyak masalah dan tantangan pada masa-masa yang lalu.

Kenangan yang sangat membekas dalam diri saya mungkin adalah ketika saya pulang pergi ke sekolah dengan menggunakan sepeda dayung. Saya berkendara waktu SMP dan SMA dengan menggunakan sepeda dayung. Kenangan itu begitu membekas, karena pada saat-saat itulah saya merasakan moment yang damai dan menyenagkan. Saya menikmati masa-masa ketika saya menggunakan mode transportasi ini, melewati hutan-hutan Kalimantan yang pohon-pohonnya masih rindang. Bercanda dan menikmati perjalanan bersama sahabat-sahabat saya.

Apa judul buku favoritmu? Alasannya?

Hari ini, saya ditanyai dua pertanyaan yang sama, “Apa judul buku favoritmu?”. Hum, saya memiliki banyak buku favorit, alasannya karena saya memang sangat gila dengan aktivitas membaca. Saya sangat menikmati waktu-waktu ketika saya mendiamkan diri dan hanya membaca. Saya sangat menikmati masa-masa ketika saya bergulat hanya dengan buku bacaan. Karena alasan inilah, saya sedikit kesulitan untuk menemukan buku bacaan favorit.

Untuk saat ini, saya sangat bersemangat untuk membaca karya dari Yuval Noah Harari. Saya sudah berhasil menyelesaikan bukunya yang pertama, yang berjudul Homo Sapiens, saat ini saya sedang menyelesaikan bukunya yang kedua berjudul Homo Deus. Saya sedikit terkendala untuk menyelesaikan bukunya yang kedua ini karena kesibukan saya pada saat ini, tapi saya tetap keep it cool. Membaca seharusnya tidak dijadikan beban, bukan ?.

 

View this post on Instagram

Judul : Homo Sapiens Penulis : Yuval Noah Harari Penerbit: Spiegel and Grau New York, tersedia juga di Toko Buku @periplusid . . . Pertama kali tahu informasi mengenai Buku ini dari salah satu warga negara Indonesia yang tinggal di Manila. Kata-katanya membuat saya sangat penasaran, terutama kata "kontroversial" yang terus diulang mengenai buku ini. Setelah membeli buku ini, baru kemudian mencari info terkait dan paham mengapa buku ini menjadi #bestseller di berbagai toko buku di New York dan bahkan Dunia. Bill Gates bahkan pernah merekomendasikan buku ini untuk dibaca dua tahun yang lalu, dan baru-baru ini penulis seperti Dee Lestari juga merekomendasikan untuk menguliti buku ini perlembarnya. Saya sendiri menjadikan buku ini sebagai proyek baca selama liburan Natal dan Tahun Baru belum lama ini. Meskipun kesannya berat untuk dibaca, tapi buku ini pada kenyataannya sangat ringan dalam segi bahasa, dalam artian mudah untuk dipahami. Selama membaca buku ini, saya kerap mengucapkan kata "Insane". Karena memang demikianlah isi buku ini. Dengan bahasa Inggris yang cukup sederhana, Mr. Harari mengajak pembaca melihat kedalam sejarah dunia mulai dari yang paling primitif. Pembaca dituntun untuk menjawab pertanyaan "Siapakah manusia?" dengan berbagai sajian yang berbasis fakta yang logis dan bersifat scientific. Setelah selesai membaca buku ini, pikiran saya menjadi lebih terbuka dan saya merasakan sedikit kebebasan. Mr. Harari memang menyebutkan dalam bukunya bahwa Ia ingin membawa pembaca untuk belajar dari sejarah, untuk tujuan "membebaskan" dan saya sungguh merasakan efek tersebut. Saya sedikit banyak mengenal tentang diri saya, terutama tentang mengapa, kenapa dan bagaimana saya sampai berada disini. Selain diri sendiri, saya juga sedikit lebih baik dalam memahami orang lain disekitar saya. Saya memahami mengapa Manusia pada umumnya berlaku seperti ini dan seperti itu. Bukti-bukti evolusi menunjukkan dengan sangat jelas, mengapa manusia bisa bersikap dan berperilaku seperti saat ini. Kita adalah makhluk yang sangat mengerikan ternyata! #suakainsangemarbacabuku #suakainsanbookclub

A post shared by Maria Frani Ayu (@ayufrani) on

Siapa penulis favoritmu? Alasannya?

Saat ini saya memilih Yuval Noah Harari sebagai penulis favorit saya saat ini. Alasannya karena Ia sangat pandai bermain kata dan sangat pandai untuk menghubungkan berbagai macam fakta dan data lalu menyajikannya kembali dalam bentuk yang sangat sederhana dan berkesan. Sangat sulit untuk melakukan hal seperti ini, kadang perlu waktu yang lama untuk bisa menguasai keterampilan ini.

Apa yang membuatmu sangat mensyukuri hidupmu saat ini?

Saya sangat menyukuri hidup saya pada saat ini karena saya sadar. Ya, itu aja jawabannya. Saya ingin sekali menjawab pertanyaan ini hanya dengan kalimat seperti ini, “Kesadaran”.

Saya sangat bersyukur dengan apapun yang terjadi pada diri saya, karena saya sadar apa yang terjadi pada diri saya pada saat ini. Kesadaran ini membuat saya secara alami bersyukur atas saat ini, moment ini. Saya menjadi tidak ingin menuntut, saya tidak menginginkan apapun, saya hanya ingin seperti ini, dipenuhi oleh rasa syukur karena saya sadar bahwa saya sadar.

Kota atau negara mana yang ingin kau kunjungi saat ini? Alasannya?

Saya ingin sekali mengunjungi Timor Leste. Ini adalah negara yang menjadi impian saya, dapat saya kunjungi suatu hari nanti. Timer Leste dulunya adalah salah satu provinsi di Indonesia, saya lahir disana puluhan tahun yang lalu. Kini, sudah lebih dari 20 tahun saya tidak kesana, saya memimpikan waktu ketika saya menginjakkan kaki disana nanti. Tentunya bersama orang tua dan saudara-saudari saya.

Apa yang kau pikirkan tentang ayah dan ibumu?

Grateful! Itu kata pertama yang saya keluarkan ketika memikirkan tentang kedua orang tua saya. Saya sangat bersyukur karena saya lahir di keluarga saya saat ini. Mereka memang bukan orang tua yang perfect, tapi mereka adalah yang saya butuhkan dan sangat saya perlukan.

 

 

View this post on Instagram

Maligayang Pasko ☃️☃️

A post shared by Maria Frani Ayu (@ayufrani) on

Okay, demikian jawaban yang bisa saya berikan untuk pertanyaan yang diberikan oleh Mbak. Semoga jawaban-jawaban yang saya berikan dapat memuaskan keingintahuan Mbak, dan sekali lagi Terima kasih karena sudah merekomendasikan saya.

Mencari jawaban “Mengapa”

Ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Narablog lain, saya sempat berpikir, “Mengapa saya harus menjawab pertanyaan-pertanyaan ini ?”. “Apa untungnya untuk saya ?”. Sambil saya terus berpikir mengenai jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepala saya, saya menjawab setiap pertanyaan yang diberikan kepada saya.

Lalu, saya menemukan sedikit alasan, “Mengapa”. Begini, pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh Narablog lain dalam Award ini kebanyakan adalah pertanyaan-pertanyaan untuk mengenal diri sendiri, pertanyaan yang mengarahkan kita untuk melihat lebih jauh dan lebih detail lagi kedalam diri kita. Pertanyaan-pertanyaan ini kadang bersifat pribadi, tapi pertanyaan-pertanyaan ini melatih kita untuk lebih mengenal ‘diri kita sendiri’. Sebuah langkah untuk memperdalam self-awareness kita sendiri. AHA, ini adalah hal positif yang sedang saya cari. Ini salah satu jawaban, mengapa saya harus menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan memberikan waktu saya untuk mengerjakan pertanyaan yang diberikan kepada saya.

Selanjutnya adalah penghargaan. Mereka yang menominasikan blog kita untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah mereka susun, pasti tidak sembarangan menominasikan blog kita. Entah bagaimana, tapi mereka pasti memiliki sedikit sisi ketertarikan dengan Blog milik kita dan juga kita sebagai penulis/penanggungjawab blog. Memikirkan hal ini, seharusnya kita bersyukur. Ini adalah sebuah penghormatan yang luar biasa.

Nominasi

Selanjutnya, Apakah saya harus membuat pertanyaan lagi dan menominasikan beberapa orang ?.

Mengenai pertanyaan, jujur saja, saya sedikit binggung mau memberikan pertanyaan jenis apa dan apa tujuannya. Saya melihat beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh banyak blogger lainnya dan saya berkesimpulan, “Tidak ada pertanyaan yang tidak bagus”. Lalu, pertanyaan apa yang harusnya saya berikan kepada teman-teman blogger? Seriously, saya tidak memiliki ide apapun. Sehingga, saya harus putuskan untuk tidak membuat pertanyaan (lagi) dan melanggar peraturan tantangan ini (lagi). Mohon maaf untuk hal ini.

Semoga bermanfaat.

Iklan

8 comments on “Sunshine Blogger Award: Round Two”

  1. Ya, buat hiburan jg sbrnya bikin kolam di samping rmh, memanfaatkan lhan yg ada. Klau Lele itu 2 – 3 bln dah bs panen, jd lebih cpat, nila mah sampe 5-6 bln, hehe ..

    O kirain papamu org Ma’ayan jg, trnyta ibumu ya? Ok ok…
    Luar biasa mmang ya..

    Disukai oleh 1 orang

  2. Hahaha, Ia Kak. Tantangan ini masih ada sampai sekarang ternyata, mungkin karena terus bergulir sepanjang tahun dan belum putus-putus juga hahaha.

    Lele….membayangkannya saja sudah membuat lapar.
    Wah, beternak lele ya Kak, kereeennn. Kalau Ayu dan keluarga, saat ini beternak Ikan Nila. Masih kecil-kecil sih, tapi senang aja. Buat hiburan lebih penting.

    Ia, Kak. Ayu lahir di Timor Leste. Ayu baru ke Kalimantan ketika terjadi pemisahan diri Timor-timur dari Indonesia. Bapak asli orang sana. Luar biasa ya hidup ini, Kak.

    Sukses juga untuk kakak, semangat menulis, semangat berbagi.

    Suka

  3. Haha … muncul lg Sunshine Blogger Award. Trnyta msh eksis ni tantangan ya, kirain dah lenyap.

    Sy thn 2016 atau 2017 lalu jg ikutan, dan sama sy jg melanggar rule nya. Tp ap ya yg sy langgar, lp juga sya. 🙂

    Oya, trnyta kmu penyuka lele ya Yu.. sy jg suka tp bkn ikan favorit jg sih. Saat ini, saat komen tulisanmu ini, sy sdang cari bibit lele utk ngisi kolam sy di pinggir rmh di kampung kmi.

    What? Dirimu lahir di Timor Leste? Kok bs…? Baru tahu saya… jd kepo ni 🙂

    Ok Yu. Sukses dan smngat trus menulis.

    Disukai oleh 1 orang

  4. Maaf ya Kak, kalau jawabannya mungkin terlalu tegas hahahaha. Menulisnya dengan penuh semangat semalam hahahaha.
    Soal Vampire, hum…Sebagai manusia yang penuh keterbatasan, mungkin kita menyimpan rasa iri terhadap sosok yang tidak memiliki kelemahan sepertinya kita manusia. Vampire mungkin adalah salah satunya. Ini juga mungkin menjelaskan mengapa ada sebagian orang yang sangat terobsesi dengan kekuatan super.
    Tokoh Anime, hum…Kak, walaupun usia sudah mau kepala tiga begini, Anime atau Manga atau Cartoon adalah inspirasi yang tidak tergantikan hahahaha. Mirip Naruto memang si Kurosaki Ichigo ini Kak, Sangat mirip malah.
    Soal Orang tua, semangat !

    Disukai oleh 1 orang

  5. Wooow…. jawaban2nya tegas sekali 😉. Ini juga kali kedua aku dapat award begini. Yg pertama dulu nggak aku lanjutin juga 😂.
    ▪Vampire? Itu kok kesannya seram ya.
    ▪Buku atau ponsel? Aku juga akan jawab dua2nya. Kalau dulu mungkin jawabnya buku. Sekarang sih buatku ponsel itu laksana pintu ke mana saja. Ponsel dengan kuota internet tentunya.
    ▪Tokoh anime ituuuu rambutnya mirip naruto deh. 😂 Maafin aku yang cuman paling kenal sama naruto.
    ▪Dan yang paling aku suka jawaban tentang orang tua. Orang tua kita memang bukan sosok sempurna. Tapi merekalah sosok yang kita perlukan, kita butuhkan ❤.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s