Apakah kamu yakin bahwa kamu sedang “Jatuh Cinta” ?

21 komentar

Apakah kamu yakin bahwa pada saat ini kamu sedang merasakan perasaan jatuh cinta ? atau hanya obsesi berlebihan yang membuatmu tidak focus, tidak bisa berpikir hal lain selain objek yang ada dalam pikiranmu sekarang ?. Ataukah apa yang kau alami saat ini adalah hanya ketertarikan seksual yang bersifat sangat primitive ?

Saya menganjurkan teman-teman untuk membaca sedikit Buku milik Dawn Maslar, MS yang berjudul “Men Chase, Woman Choose” (The Neoroscience of Meeting, Dating, Losing Your Mind, and Finding True Love).

Pernah tidak kamu meragukan apa yang sedang kamu rasakan saat ini ?, Apakah ada kemungkinan yang kamu rasakan bukan ‘cinta’. Atau, pernah tidak kamu membandingkan perasaan suka berlebihanmu ini dengan rasa sukamu pada hal-hal lainnya. Misalkan actor dan artis Korea kesukaanmu ?. Apa bedanya ?

980f1c46cf65c9f09883dfa9d22d77e78506056656453321860.jpg

Nah, Perlu kita ketahui dan sadari bersama bahwa ada perbedaan yang sangat significant antara cinta dan obsesi. Rasa suka berlebihan yang kita kira adalah bentuk dari perasaan cinta, mungkin saja bukan cinta. Mungkin saja itu adalah perasaan obsesi, keinginan paling egois untuk memiliki sesuatu. Wah, harus hati-hati!

Perasaan obsesi tidak buruk, hanya saja kalau berlebihan tidak baik juga. Perasaan obsesi adalah perasaan yang tidak berimbang antara kamu dan objek yang kamu sukai. Perasaan obsesi biasanya hanya bersifat satu arah, dari kamu untuk objek yang ada dalam pikiranmu. Perasaan ini bisa jadi sangat adiktif dan bisa jadi, tidak sehat.

Okay, sebenarnya saya sedikit tidak nyaman dengan kata ‘objek’ karena sedikit mengandung unsur kebendaan. Penggunaan kata ‘Subjek’ mungkin bisa lebih tepat untuk mengandaikan orang atau sosok manusia. ya, meskipun manusia pun bisa saja digolongkan kedalam unsur objek, tapi kata subjek lebih terkesan menghormati. Kedepan, saya akan memilih untuk menggunakan kata ‘subjek’.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbedaan antara cinta (jatuh cinta) dan bukan.

Saya menyadari dengan sangat bahwa topik mengenai cinta adalah topik paling umum, paling sering ditulis dan dibahas dalam dunia manapun. Tidak ada yang pernah merasa bosan dengan topik ini (termasuk saya). Inilah alasan mengapa tulisan ini bisa tercipta.

Connection

Ketika kamu memang berada dalam wilayah ‘cinta’, hubungan yang kamu jalin bersama subjek yang kamu cintai berjalan dua arah. Saya sudah menyinggung mengenai hal ini bagian pengantar tulisan. Koneksi atau hubungan yang dijalin antara dirimu dengan subjek ini adalah koneksi yang saling membangun dan produktif Kearah yang lebih baik. Hubungan ini bersifat sangat positif, meskipun begitu banyak tantangan, halangan dan kesulitan, tapi hubungan yang dijalin keduanya berkembang kearah yang baik, membangun kedua pihak yang saling jatuh cinta.

Hubungan yang dijalin juga tidak bersifat sembunyi-sembunyi. Kedua pihak bangga dengan hubungan yang keduanya jalin. Keduanya akan saling memperkenalkan dengan bangga pihak yang dicintainya terutama terhadap mereka yang memiliki hubungan penting, seperti keluarga terdekat. Masing-masing pelaku hubungan akan saling memperkenalkan pihak yang cintainya tanpa merasa malu. Memperkenalkan ini tentu sangat berbeda dengan mengumumkan ke seluruh dunia (dalam artian memperkenalkan di media social, tidak ada jaminan untuk sebuah hubungan yang diperkenalkan di media social, kecuali itu adalah hubungan pasti seperti pernikahan).

Bahasa yang mewakili ‘persatuan’

Mereka yang saling jatuh cinta satu sama lain akan menunjukkan kesatuan mereka dengan menggunakan Bahasa yang mereka gunakan sehari-hari. Instead menggunakan Bahasa ‘saya’ atau keakuan, mereka akan menggunakan Bahasa yang mewakili kesatuan mereka. Mereka akan memilih menggunakan kata ‘kami’. Sebagai contoh, ketika ditanya ‘semalam kemana ?’, salah satu dari keduanya akan menjawab, ‘Kami pergi ke pasar’.

Make sense ?

Saya sebenarnya masih sedikit binggung dengan fakta ini. Karena ada juga orang-orang yang menjalin hubungan secara bersama tapi sering melakukan aktivitas sendiri-sendiri, terutama mereka yang menjalin hubungan jarak jauh. Sulit untuk menemukan kata ‘kami’ kalau memang tidak melakukan aktivitas bersama-sama. Ia toh ? Menurut teman-teman bagaimana ?.

Keterbukaan untuk Pengungkapan diri (Self-Disclosure)

Saya rasa ini adalah hal yang paling umum kita temukan dalam hubungan. Keterbukaan. Ya, ketika kita nyaman dengan orang yang kita sukai, kita akan lebih mudah dan nyaman untuk membuka diri kita dengan orang tersebut. Bahkan untuk hal-hal yang paling rahasia sekalipun. Misalkan rahasia yang paling memalukan sekalipun.

Keterbukaan informasi.

Coba perhatikan dan cek kembali hubungan yang kita jalin sampai saat ini. Apakah menunjukkan hal seperti ini ?. Apakah hubungan yang kita jalani mendorong kita untuk terbuka dengan orang yang kita cintai, like no more secrets ?. Atau malah membuatmu semakin memasang topeng tebal di depan orang yang kamu cintai ?. Hum….

Hubungan yang bertahan lama.

Hubungan yang memang ‘cinta’ adalah hubungan yang awet dan bertahan lama. Ya, saya rasa ini juga bukan rahasia, Kan ?. Kita tahu bahwa hubungan yang lama, saling setia adalah bukti adanya cinta besar yang menggerakkan dua hubungan ini.

Jika kalian saling jatuh cinta (dengan tulus), kalian pasti siap mengorbankan apapun untuk mempertahankan koneksi yang kalian jalin. Pengorbanan ini tidak akan bersifat sepihak, tapi bersifat ‘saling’ yang artinya juga adalah dua pihak. Pengorbanan yang dibuat disini akan menjadi fondasi yang kokoh untuk melanjutkan hubungan dua insan ini.

Ahhh….Romantisnya.

img_20180930_1213226326870340401192538.jpg

Yeap, demikian dulu tulisan saya minggu ini. Saya sedang belajar untuk menulis kurang dari 1000 kata setiap postingan. Mengurangi rasa bosan pembaca dan Semoga tidak sambil lalu saja postingan ini dibuat. Saya masih berusaha untuk menulis dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, tapi untuk beberapa bulan kedepan, saya masih belum siap untuk itu. Maafkannnn. Tapi saya usahakan pokoknya!

Dan,

Sebuah tulisan menarik yang menginspirasi saya untuk mengangkat topik tulisan ini adalah tulisan dari Terri Orbuch dengan judul “Is it lush or is it love ? How to tell and how you can have both at once”. Silhakan berkunjung ke-link tersebut dan nikmati tulisan selengkapnya.

Iklan

21 comments on “Apakah kamu yakin bahwa kamu sedang “Jatuh Cinta” ?”

  1. Terima kasih sudah berkunjung dan memberikan komentar Kak Luna.
    Wah, saya setuju sekali dengan dua hal mengenai cinta yang Kak Luna sharing-kan.
    Sangat setuju!

    Memang ya, Jatuh cinta itu wujud akhirnya adalah melepaskan. Tidak mengekang, entah itu mengekang pribadi kita sendiri dan orang/benda yang kita cintai. Perwujudan dari melepaskan dan membebaskan ini adalah dalam bentuk tidak terlalu dimasukkan ke dalam hati. Luar biasa! Pertanyaannya kembali pada kita, “Apakah kita mampu ?”.
    Pernyataan mengenai cinta yang kedua, ini bisa dikatakan hukum bagi manusia ciptaan Tuhan. Cinta pada Tuhan, sang Pencipta tidak bisa ditawar adalah dan seharusnya menajdi wujud cinta paling tinggi dan hakiki.

    Terima kasih juga sudah membawa diskusi seperti ini. Asle, menarik !

    Disukai oleh 1 orang

  2. Definisi cinta itu terlalu luas sebenarnya. Saking luasnya sampai2 saya sndr merasa blm benar2 paham apa definisi cinta yg sesungguhnya. Tp ada pelajaran mendasar ttg cinta yg slm ini sering dinasehatkan ke saya. Pertama, kalau kamu mencintai seseorang atau sesuatu (karena cinta jg nggak melulu ke manusia. bisa juga ke binatang, tumbuhan, hobi, pekerjaan dll) jgn dimasukkan ke hati terlalu dlm krn kalau km kehilangan yg km cintai maka itu bisa melukai km dgn sangat dlm. Kedua, cinta yg hakiki adl cinta kpd Tuhan krn siapa lg yg bisa mencintai km saat seluruh dunia membenci dan menjauh darimu? Trmksh atas postingannya. Scr tdk langsung menyadarkan saya juga.

    Disukai oleh 1 orang

  3. Setidaknya, perasaan seperti itu bisa membuat kita tersipu-sipu malu. Aduh gemeesnyaaa hahahaha.

    Setuju, Itu Grup Band Radja emang Rajanya dah!

    Wah, mau baca mauuuu…Terima kasih sudah berbagi ya Kak.

    Suka

  4. Ada yang pernah bilang begini, Perasaan jatuh cinta atau perasaan suka dengan seseorang itu perasaan yang baik. Alangkah baiknya jika perasaan sebaik ini dibagi dengan orang yang menjadi subjek dan sumber perasaan ini.
    Alangkah lebih baik lagi, kalau perasaan seperti ini tidak langsung ditodong dengan “Maukah kau jadi….”. Karena, biasanya kalau sudah ditodong dengan pertanyaan seperti ini, menandakan ada harapan atau keinginan tertentu yang harus diwujudkan. Nah, bahaya kalau sampai di jawab dengan “Tidak”. Bisa galau luar biasa itu hahahaha

    Suka

  5. Haha jangan begitu, malu lah ntar. Ini spontan aja kok.

    Yap sulit definisi cinta itu sulit. Tapi kalau kata Ian Kasela dari Grup Band Radja, Cinta adalah anugerah yang kuasa, yang bila terasa, indahnya. 😁 😁 😁

    Cinta itu entitas yang sangat purba, dan entitas yang ‘mungkin’ akan abadi. Apalagi kalau dipandang dari sisi yang sangat religius. Dan sepurba apakah cinta? Aku sudah menuliskannya di blog dengan judul Matahari Cinta (wkwkwkwk promosi tulisan 😂😂😂)

    Disukai oleh 1 orang

  6. Hoaaa…Kak, Emang jago deh! Ciusss…terpesona dengan kata-katanya!.

    Curhat nih, curhat. Ambil cermin dan berkaca dengan diri sendiri.

    Yeap, setuju! mungkin kesulitan kita untuk menemukan definisi yang tepat untuk cinta itu menandakan bahwa cinta adalah sebuah seni. Mendeskripsikannya pun tidka cukup hanya satu sudut pandang saja, Ia kompleks dan selalu menarik untuk dibahas. (dan tidak pernah bosan memang).

    Suka

  7. Kalau boleh mengoreksi, oh tidak, lebih tepatnya menambahi. Jatuh cinta, cinta dan sesungguhnya cinta (cinta yang katanya lengkap) adalah sebuah seni. Kalau seseorang menginginkan cintanya dibalas sehingga berjalan dua arah, ia harus menguasai seni jatuh cinta dan menarik perhatian agar ia balik jatuh cinta padamu. Nah disitulah masalahnya, kalau cinta itu memang sedemikian penting dan nonor satu, menjadi lebih penting manakah antara menguasai seni cinta dengan cinta itu sendiri? Karena aku tak yakin semua orang bisa menguasai seni cinta, dan aku hampir yakin seseorang lebih senang dibohongi kalau itu menyenangkan daripada diberitahu sesuatu yang benar tetapi pahit. Dan sialnya orang yang tanpa tedeng aling-aling dan ceplas ceplos adalah mereka yang tulus tetapi cintanya tidak diakui. Seperti kisah siapa sih yang seperti ginian? Hahhaha 😂😂😂

    Disukai oleh 1 orang

  8. Asliii…Sengaja memilih gambar ini karena mengingat kisah cinta kedua pemerannya yang gimana-gitu hahahaha.

    hayooo..nonton lagi. Mendengarkan soundtrack drama-nya juga bisa membantu kita mengingat kembali kisah cinta fenomenal dalam drama hahaha.

    Suka

  9. Terima kasih banyak, Kak Jejak Kandi. Terima kasih karena telah memberikan komentar yang manis dan sopan.

    Kalau boleh jujur, Ayu pun tidak 100 persen setuju dengan pendapat yang Ayu tuliskan. Waktu menuliskannya pun, beberapa kali harus melihat kembali, menganalisa kembali. Apakah benar, apakah sesuai ?.

    Mungkin yang paling tepat adalah “cinta” bukan hanya jatuh cinta atau jatuh pada cinta. Karena, kalau sudah jatuh cinta (plus dengan tambahan tulus) tidak mengharapkan kembali adalah salah satu ciri khasnya.
    Nah, kalau membaca pengalaman Kak Jejak Kandi, (Maaf) terasa sebagai cinta yang menyakitkan. Jenis cinta bertepuk sebelah tangan yang sungguh menyedihkan. (Tenang saja, Kak Jejak Kandi tidak sendirian, saya pun pernah mengalami hal seperti ini. Sedikit sulit untuk merelakan dan melepaskan cinta yang seperti ini, karena emosi kita terpaut jauh dengan hubungan yang seolah hanya ada dalam khayal kita saja).

    Kita jatuh cinta tapi tidak lengkap. Itu mungkin yang bisa menggambarkan situasi seperti ini.

    Hahahaha, Saya kok berasa seperti konsultan cinta begitu ya. Maafkannn

    Disukai oleh 1 orang

  10. Ia Kak, saya sedang jatuh cinta.Hampir tiap saat, bahkan setiap kali bangun dari tidur hahahaha. #curhat.

    Oh ya, Kak. Mau join apa ya ? Silahkan hubungan Ayu kalau ada perlu, Kak. Ayu akan senang membantu kalau memang bantuan Ayu diperlukan.

    Suka

  11. Itu menandakan kurang percaya dirinya orang yang sedang jatuh cinta tersebut, ada juga yang mengatakan bahwa itu juga menunjukkan keegoisan mereka yang jatuh cinta hahahahaha.

    Berbicara dari pengalaman nih, Mbak! (Ngaku).

    Suka

  12. Tulisan Mbak Ayu Frani sangat menarik, dan aku selalu suka dengan gaya tulisannya. Tuntas dan jelas. Lembut tetapi tegas. Namun… Beberapa aku tidak setuju.

    Kalau definisinya seperti itu, atau penjelasan atau deskripsi atau apa ya… Intinya kalau jatuh cinta adalah seperti yang ditulis Mbak Ayu Frani. Aku rasa aku tak pernah jatuh cinta. Aku terobsesi dan hubungan yang tidak timbal balik. Itu selalu menyakitkan untukku, terlalu tawar untuk menyadari semua itu. Yang aku tahu cinta bukan hanya sekedar untuk Sweet Romance. Untuk mengobati perih, akhirnya saya berkompromi dengan diriku sendiri bahwa : Mencintai seseorang itu mudah, sulit itu ketika kamu mengharapkannya balik mencintaimu juga. Dengan postulat ini, aku merasa lega dan bebas mencintai semua orang.

    Disukai oleh 2 orang

  13. Jatuh cinta berjuta rasanya…
    Biar siang biar malam terbayang wajahnya
    Jatuh cinta berjuta indahnya

    He he he, itu mah lagu ya.
    Btw, apakah dirimu sedang jatuh cinta? Karena biasanya orang yang sedang jatuh cinta senang menulis cinta…😄😄🤭🤭

    Eh, tau nggak? Kemarin ada seorang teman yg cari perawat yg tertarik ke Jiwa mau diajak join. Mati2an aku mengingat tak ketemu tapi yg muncul hanya namamu saja he he he

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s