Ketika si ‘Malas’ Datang Berkunjung

16 komentar

Mungkin, banyak orang akan sangat senang ketika tamu yang bernama si ‘Malas’ datang berkunjung. Tapi, mungkin ada banyak orang juga yang merasa tidak senang, terutama bagi mereka yang sedang banyak pekerjaan dan deadline yang harus dihadapi. Si ‘Malas’ itu seperti kuman, virus yang harus segera di basmi dari setiap sisi kehidupan!

Saya pun tidak luput dari kunjungan si malas ini. Ketika Ia datang berkunjung, saya sangat khawatir Ia akan berkunjung dengan sangat lama dan enggan pergi. Bahayanya lagi, saya takut kalau saya sendiri yang enggan untuk mengusirnya pergi. Ck ck ck Sangat tidak baik!

Ketika tamu yang bernama si ‘Malas’ datang berkunjung, Ia membuat hidup saya bergerak begitu lambat dan tidak menarik. Saya seperti orang yang sangat aneh dengan perilaku yang sangat aneh pula. Sangat tidak nyaman tapi saya pun tidak bisa bohong, saya menikmati masa-masa ketika si Malas datang berkunjung.

Baca juga: Memerdekakan pikiran: Sebuah pengantar.

Apa yang saya lakukan ketika si Malas berkunjung ?

Saya melakukan banyak kegiatan bersama si Malas ini. Ya, lucu bukan ?. Ketika si Malas datang, saya malah menghabiskan banyak waktu bersamanya. Banyak pekerjaan yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya berhasil saya kerjakan bersamanya.

Lucu memang ! Tapi coba teman-teman nilai sendiri, apa yang saya lakukan ketika si Malas datang berkunjung.

Menonton. Satu kata sederhana ini adalah kegiatan yang paling sering saya lakukan ketika si Malas datang berkunjung. Saya sangat betah berlama-lama di hadapan layar hanya untuk ‘menonton’. Kadang, saya tidak begitu sangat berkonsentrasi pada apa yang saya tonton, hanya menikmati waktu bermalas-malasan dan menunggu sampai saya memiliki keinginan untuk tertidur dan bump! Tidur!.

Menonton yang paling nyaman adalah di tempat tidur. Ya, langsung bersiap untuk tertidur setelah apapun yang ditonton selesai. Ketika si Malas datang berkunjung, tempat paling nyaman untuk menghabiskan waktu adalah dan hanya di tempat tidur. Meskipun tempat tidur saya tidak nyaman-nyaman amat, tapi saya jelas menikmati keadaan membuang-buang waktu di sini.

Apa yang saya tonton ?

Random! Karena random inilah saya lebih senang kalau saya menonton sesuatu dari Youtube. Youtube memungkinkan saya untuk memilih chanel yang menurut saya menarik, menggonta-ganti chanel, mempercepat atau mengulang video yang saya tonton. Ah, macam-macam.

Gilanya, ketika si Malas berkunjung, saya betah berlama-lama menonton hingga 8 jam nonstop! Saya sedikit malu membagikan prestasi saya yang ini, tapi ya..ini kenyataan. Saya sanggup menatap layar handphone, laptop, bahkan televisi sampai 8 jam (bahkan bisa lebih).

Membaca. Mungkin ada beberapa orang yang akan protes, “Bagaimana mungkin membaca dikatakan sebagai kegiatan yang sering dilakukan ketika malas berkunjung ?”.

Begini, ketika si Malas berkunjung, Ia membuat saya ingin melakukan kegiatan apapun yang membantu saya mengalihkan perhatian pada hal utama yang seharusnya saya lakukan. Membaca adalah salah satunya. Saya memang sangat suka membaca buku, tapi membaca bisa saya katakan sebagai bagian dari pelarian dan bahkan koping saya terhadap stress.

Membaca membuat saya lebih tenang dan dapat mengatur isi pikiran saya. Kegiatan membaca merupakan salah satu kegiatan meditative yang sangat saya nikmati. Bahkan ketika si Malas berkunjung pun, saya senang melakukan kegiatan membaca untuk membunuh waktu.

Malas bagi saya bukan berarti tidak melakukan apapun! Lebih tepatnya menghindarkan diri dari mengerjakan pekerjaan yang seharusnya. Ini menjadi kegiatan yang tidak saya senangi, tapi juga sangat saya nikmati.

Mengerjakan pekerjaan rumah secepat kilat. Ketika si Malas berkunjung, saya akan mengerjakan semua pekerjaan rumah secepat kilat. Aneh ?. Yeah, memang. Pekerjaan rumah yang saya maksudkan seperti memasak, mencuci, membersihkan rumah dan masih banyak hal lainnya. Kalau Malas datang, seharusnya hal seperti ini tidak akan dilakukan. Tapi, berbeda dengan saya. Saya tinggal di asrama, peraturan tinggal di asrama mengikat saya dan membuat saya harus dan wajib melaksanakan pekerjaan-pekerjaan ini setiap waktu tertentu. Ketika si Malas datang, saya akan dengan sangat bersemangat menyelesaikan segera pekerjaan-pekerjaan ini. Kadang bahkan terlalu terburu-buru. Tujuannya sederhana, agar saya bisa memiliki waktu untuk bermalas-malasan lebih banyak.

Mengurung diri, menjauhkan diri dari pergaulan sosial. Ini berupakan seperangkat keterampilan yang saya bentuk setelah beberapa tahun tinggal jauh dari inner circle saya dan menhibahkan diri saya untuk kepentingan yang ah sudahlah!. Saya cukup berbakat dalam hal menenggelamkan diri dan membuat diri saya tidak terlihat dari orang-orang di sekeliling saya. Terutama ketika saya sedang kedatangan tamu si Malas.

Ketika si Malas berkunjung, bahkan untuk membalas pesan di WhatsApp (WA) saja saya tidak niat. Saya cuek dan berpura-pura tidak tahu apa yang sedang terjadi, alias tidak mau tahu.

Saya terlalu sering melakukan hal seperti ini, biasanya saya akan melakukan hal seperti ini ketika akhir pekan atau ketika saya libur praktik.

Baca juga: Gangguan tidur yang menyiksa: Shift Work Disorder.

Kadang, saya khawatir juga kepada diri saya sendiri, saya takut kalau tiba-tiba saja saya malah jatuh terjerembab ke lembah depresi dan sebagainya. Syukurnya, sejauh ini saya masih baik-baik saja. Setidaknya saya masih percaya bahwa saya dalam keadaan baik-baik saja.

Jalan-jalan sendiri. Okay, ini mungkin cukup kontras dari pernyataan saya sebelumnya. Tapi, masih dalam tema yang sama ‘sendirian’. Saya kerap melakukan aktivitas ini, jalan-jalan sendiri. Jalan-jalan dengan tujuan yang tidak jelas, hanya untuk melakukan aktivitas sederhana, melihat apa yang dikerjakan oleh orang lain. Saya suka mencari sedikit inspirasi dari jalan-jalan seorang diri. Tempat yang saya pilih biasanya adalah tempat yang banyak memberikan saya nuansa tenang, sejuk dan damai. Saya memilih taman, pinggiran sungai, museum sekali-kali, atau hanya sekedar jalan-jalan begitu saja tanpa tujuan.

Mengenai jalan-jalan ini, bagi orang Kalimantan, seperti Kalimantan Selatan-Tengah, istilah jalan-jalan ini kadang dikenal dengan istilah ‘mengukur jalan’. Istilah ‘mengukur jalan’ dapat diartikan sebagai kegiatan jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas dan pasti, hanya ingin mencari udara segar, menghilangkan penat dan menyegarkan kembali pikiran. Saya senang melakukan kegiatan jalan-jalan seperti ini, seorang diri. Dulu, ketika saya masih tinggal di Kota Malang, saya sering melakukan tindakan mengukur jalan ini. Saya pernah berjalan kaki dari Matos (Malang Town Square) sampai ke alun-alun kota malang, seorang diri. Pada saat itu, saya memang sedang banyak pikiran, alhasil saya tidak sadar kalau mengukur jalan saya itu sampai membuat saya tidak sadar kalau sudah berjalan sejauh itu (Menurut teman-teman saya, jarak dari Matos sampai Alun-alun itu lumayan jauhnya!Sangat jauh malah).

Okay, demikian sedikit curhat yang saya rasa lebih banyak tidak ada mutunya. Bagaimana tanggapan teman-teman sekalian ?.

Sambil menulis tulisan ini, saya mendengarkan lagu dari Miley Cyrus yang berjudul Slide Away. Lagu ini entah bagaimana membuat rasa malas semakin meningkat dalam diri saya, meskipun saya tahu bahwa bukan itu maksud dari lagu ini. Nada-nada dalam lagu ini cukup menunjukkan mengenai rasa sakit, keinginan untuk melepaskan dan sedih juga. Wajar kan, kalau membuat rasa malas dalam diri saya semakin meningkat ?.

Oh ya, saat ini saya juga sedang menikmati buku yang berjudul How to Be Parisin Whatever You Are: Love, Style, and Bad Habits karya Anne Berest, Andrey Diwan, Caroline de Maigret dan Sophie Mas. Buku ini menarik, menguliti kebiasaan para wanita-wanita asal French, terutama dari Kota Paris. Saya sangat tertarik dengan gaya mereka yang natural, don’t care, dan apa adanya tanpa melebih-lebihkan. Saya bahkan melihat banyak aura-aura malas yang sangat kuat dari buku ini. Semakin menambah kadar malas dari diri saya saja.

Baca juga: (Book Summary): Reason t Stay Alive milik Matt Haig

Okay, kawan. Sampai di sini dulu. Sampai bertemu kembali pada postingan selanjutnya.

Iklan

16 comments on “Ketika si ‘Malas’ Datang Berkunjung”

  1. Malas itu emg penyakit kambuhan. Bs dtg ke siapa aja bahkan ke orang yg notabenenya rajin sekalipun. Biasanya sih kl ngrasa jenuh dgn sesuatu (baca : rutinitas) ya malas itu kambuh. Jalan2 sndr jg sering saya lakukan kl penyakit malas ini melanda.
    Oiya, btw, itu kucingnya lucu jg wkwk (salah fokus 😅)

    Disukai oleh 2 orang

  2. Wah, kita ternyata ada sedikit kesamaan ya. Suka jalan-jalan sendiri.
    Ia itu kucing di rumah, serius imut! Tapi, sayang anak kucing itu sudah tinggal kenangan, mati dimakan oleh Induknya sendiri.

    Disukai oleh 1 orang

  3. Malas buka WA dan pura-pura tak mengetahui Ada pesan masuk 😁 saya sering melakukannya Mar 🤭
    Kalau saya merasa semua itu berubah toxic untuk mental saya hehe

    Disukai oleh 1 orang

  4. Wah, kita punya sedikit kesamaan ya, Lana hahaha.

    Ia, beberapa tahun ini bekerja di bidang pelayanan konsumen langsung, merasakan juga yang namanya exhaust karena terlalu banyak memberi diri pada orang.

    Suatu tanda yang baik ketika Lana bisa sadar kapan pesan WA itu bisa menyebabkan toxic atau tidak. Muantapp

    Terima kasih sudah berkunjung dan memberikan komentar, Lan.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s