Perhimpunan Pelajar Indonesia di Filipina (PPIF) Peduli dengan Kegiatan Riset dan Publikasi Ilmiah


Minggu, Maret 01. 2020. Perhimpunan Pelajar Indonesia di Filipina (PPIF) mengadakan seminar sehari yang membicarakan tentang kegiatan dan aktivitas riset mulai dari memformulasikan masalah hingga pelaporan hasil penelitian. Kegiatan seminar ini juga membahas mengenai asumsi-asumsi tradisional dan out of date tentang pelaksanaan riset; dan tidak lupa membahas tentang apa yang seharusnya/sebaiknya dilakukan dalam melakukan kegiatan riset.

Seminar sehari ini merupakan salah satu kegiatan yang digagas oleh pengurus PPIF untuk masa bakti kepengurusan 2019-2020 di bawah komando, Juliana Pandiangan, Mahasiswi Magister Ilmu Akuntansi di De La Salle University Manila, The Philippines. Seminar ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas riset dan publikasi Mahasiswa/I atau pelajar yang menimba ilmu tidak terbatas hanya pada negara Filipina tapi juga negara-negara lainnya, terutama di Indonesia sendiri. Seminar yang mengangkat topik “Improving Quality of Research and Publication” ini diselenggarakan di Indonesian Embassy in Manila (Nusantara Hall) dengan alamat 185 Salcedo, Legaspi Village, Makati. Seminar yang berlangsung dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore ini secara langsung diasuh oleh (Speaker) Dr. Fernando P. Paragas, Professor dari Departement of communication research di The University of the Philippines Diliman dan Dr. Vivencio O. Ballano yang merupakan Associate Professor V Department of Sociology and Anthropology, Collage of Social Sciences and Development (CSSD) Polytechnic University of the Philippines Manila.

Kedua pembicara membawa peserta seminar dalam aktivitas belajar yang menarik dan menyenangkan. Pembicara dalam seminar ini sama-sama menekankan tentang pentingnya literature review dalam penyusunan proposal penelitian dan publikasi penelitian di jurnal-jurnal yang reputable. Keduanya juga menekankan pentingnya penyusunan rencana kegiatan penelitian (proposal) riset yang bukan aktivitas yang dilakukan sembarangan, tapi kegiatan riset yang dimulai dari penyusunan proposal hingga pelaporan hasil penelitian adalah kegiatan sistematik yang sangat penting dan memiliki kemampuan untuk dapat membalikkan keadaan yang tidak baik menjadi lebih baik dan menguntungkan.

Riset bukanlah hal yang baru bagi Mahasiswa/I sarjana atau pendidikan master (Graduate Students). Berbeda dengan negara Filipina, Indonesia sudah menerapkan kegiatan riset mandiri sebagai salah satu syarat sebelum lulus dan mendapatkan gelar. Filipina dilain pihak tidak menerapkan secaa wajib riset mandiri, tapi lebih menitikberatkan pada riset bersama (kelompok) untuk mahasiswa/I program Bachelor/Sarjana-nya. Seharusnya warga atau mahasiswa/I Indonesia lebih expert dalam hal melakukan kegiatan penelitian dan melaporkannya, dibandingkan mahasiswa/I asal Filipina. Seminar hari ini memberikan sedikit gambaran jawaban mengenai keadaan seperti ini. Salah satu alasan mendasar yang ikut serta dibicarakan adalah soal ‘kepercayaan diri’. Orang Indonesia kebanyakan adalah masyarakat yang rendah hati bahkan sampai sangat rendah hatinya, mereka dapat saja sampai berada pada titik tidak percaya diri. Padahal kemampuan orang Indonesia dalam melakukan kegiatan riset, sama atau bahkan bisa berada pada level di atas para mahasiswa/pelajar Filipina.

Pelajar Indonesia kadang mengeluhkan soal bahasa sebagai hambatan utama pelaksanaan kegiatan riset, tapi hambatan ini sudah bukan halangan lagi untuk masa digitalisasi seperti saat ini. Buktinya banyak sekali layanan untuk menerjemahkan naskah bahkan aplikasi berbasis teknologi yang bisa membantu peneliti untuk menterjemahkan karyanya ke Bahasa Asing (dalam hal ini adalah Bahasa Indonesia).

Gambar 1. Prof. Paragas yang sedang menjelaskan mengenai metodologi penelitian kepada peserta seminar. Doc. Pribadi.

Dalam sesi ceramahnya, Dr. Fernando P. Paragas mengatakan bahwa, “Kegiatan riset adalah salah satu bentuk komunikasi dalam level akademik yang sangat penting”. Kalimat dari Dr. Fernando ini memberikan perspektif baru kepada para calon peneliti dan pelajar sekalian bahwa kegiatan riset itu bukanlah sesuatu yang menjadi beban. Kegiatan riset seharusnya dijalani senyaman berkomunikasi sehari-hari tanpa mengabaikan aturan-aturan yang berlaku.

Kedua pembicara dan bersama-sama dengan para pengurus PPIF, Kedubes RI di Manila sangat berharap agar para pelajar Indonesia yang mengikuti seminar ini dapat belajar dengan giat dan melakukan kegiatan riset yang bermanfaat bagi Indonesia nantinya. Para pelajar Indonesia harus sadar bahwa semakin ke sini, perkembangan negara Indonesia sudah mulai menempatkan kegiatan riset sebagai ujung tombak pembuatan kebijakan, bahkan sampai pada aktivitas sehari-hari. Bangsa yang maju adalah bangsa yang menempatkan porsi yang selayaknya bagi kegiatan riset dan para pelaku riset di negaranya.

Seminar ini memang diadakan secara langsung di ruang Nusantara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila, tapi seminar ini juga bisa dinikmati langsung secara online melalui sosial media PPIF seperti di akun Instragam PPI Filipina dan akun Facebook PPI Filipina.

88253631_10215170580793224_3165157731967434752_o
Gambar 2. Foto bersama pembicara dan peserta seminar di ruang Nusantara KBRI Manila. Doc. Nobertus Ribut Santoso.

2 pemikiran pada “Perhimpunan Pelajar Indonesia di Filipina (PPIF) Peduli dengan Kegiatan Riset dan Publikasi Ilmiah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s