Beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang “Twin Flames”


“Ah, mungkin dia bukan soulmate-mu, tapi dia adalah twin flames-mu”, berikut adalah komentar dari salah satu sahabat saya ketika kami makan bersama beberapa waktu yang lalu.

Kala itu, saya baru pertama mendengar istilah twin flames dan pada saat itu juga saya menjadi sangat terobesesi untuk mendalami apa yang dimaksud dengan “Twin flames” dan bagaimana istilah ini bisa menjadi begitu penting.

Tulisan ini secara sederhana ingin membahas mengenai twin flames, ide kontroversialnya dan beberapa hal penting yang perlu diketahui oleh kita sekalian.

Selain Soulmates, ada juga istilah Twin flames

Istilah soulmate mungkin bukanlah istilah yang asing ditelinga kita. Soulmate atau belahan jiwa digunakan oleh para pencari cinta atau para pencari jodoh untuk menyebut/memberi label kepada “kekasih hatinya”. Istilah soulmate ini bahkan digunakan sebagai panduan dan harapan untuk memilih dari sekian banyak orang di dunia ini, untuk dijadikan sebagai pasangan.

Soulmate berarti hubungan atau koneksi yang terjalin sampai level soul (jiwa). Inti dan makna dari jalinan yang terjadi ini sangat dalam, sangat-sangat dalam dan sakral (mungkin). Nah, ternyata selain soulmate, terdapat bentuk lain dari koneksi yang sangat dalam lainnya,  itu adalah hubungan yang kita kenal sebagai twin flames.

Ide mengenai soulmate, sama gilanya dengan ide tentang twin flames. Dalam teorinya, twin flames terbentuk ketika terdapat satu jiwa yang ketika turun ke bumi membagi dirinya menjadi dua bagian dan menempatkan diri pada dua orang yang berbeda. So, para pecinta teori kontroversial mengenai keberadaan roh, percaya bahwa jiwa (soul) turun ke bumi dan muncul dalam bentuk fisik (tubuh). Hukumnya, satu jiwa untuk satu orang, tapi seperti hukum alam lainnya, ada penyimpangan sesekali. Nah, penyimpangan ini terjadi ketika satu jiwa tiba-tiba saja terpisah menjadi dua bagian dan tinggal/lahir dalam dua tubuh fisik yang berbeda.

Tapi, teori ini tidak baku. Ada sumber bacaan lain yang menyatakan bahwa twin flames sebenarnya bukan satu jiwa yang terbagi menjadi dua bagian. Sekarang, tinggal keinginan pembaca, mau percaya yang mana.

Bagaimana kita bisa mengenali twin-flames kita ?

Mengenali twin flames dapat dilakukan dengan melihat sign/tanda-tanda keberadaannya atau lebih tepatnya tanda keberadaannya ketika kita berada dekat dengannya.

Bak melihat bayangan di kaca, demikian pulalah gambaran tentang twin flames-kita. Cara paling mudah untuk menemukan siapa twin flames kita adalah dengan mengobservasi orang-orang di sekitar kita, dan melihat apakah ada orang yang menunjukkan perilaku dan pemikiran yang serupa seperti halnya kita. Atau cari orang yang perilaku dan pemikirannya bisa sangat mudah kita tebak, karena perilaku dan pemikirannya sama seperti kita (atau tidak berbeda jauh dari kita).

Kita memiliki kekuatan dan juga kelemahan yang kurang lebih sama. Jika bertemu atau bekerja dalam satu pekerjaan, keduanya akan saling berkompetisi menjadi yang terbaik. Tapi, kadang pula saling melengkapi untuk dapat mencapai suatu tujuan.

Pada beberapa orang, ada perasaan ‘jengkel’ yang muncul karena dipicu oleh pengalaman menemukan orang yang memiliki pemikiran, bahkan gerak-gerik yang dilakukan secara tidak sadar, dan sama dengan dirinya. Ada memang orang-orang yang tidak suka disama-samakan dengan orang lain. Tapi, ya begitulah, ada orang yang ‘nyaris’ mirip dengan kita.

Ada perasaan kuat yang seumpama menarik kita untuk secara fisik berada dekat dengan twin flames-kita. Secara tidak sadar, ada timbul perasaan yang kuat, yang menuntut untuk berada tidak jauh secara fisik dengan twin-flames kita. Kita merasa bahwa kita menjadi lebih baik, lebih fokus dan bahkan lebih bersemangat ketika berada di sekitar individu ini.

Dorongan yang kita rasakan ini pun seolah-olah menciptakan perasaan aman, sejahtera dan lengkap. Perasaan damai juga ikut dapat dirasakan dalam hubungan ini. Tapi, perasaan yang timbul dari hubungan ini, bukanlah hubungan cinta (secara lebih spesifik disebut sebagai lush) tapi lebih pada spiritual growth.

Perasaan ini, kadang membuat binggung. Jika individu suspect twin flames kita adalah lawan jenis, kita mungkin saja mengartikan emosi yang digambarkan diatas sebagai emosi jatuh cinta atau ketertarikan. Harus hati-hati memang.

Ketika bertemu, twin flames akan menjadi duo yang tangguh. Twin flames, seperti teori kelahirannya tadi mengarahkan pada konsep penyatuan yang akan memberikan kekuatan berlipat ganda. Ya, ketika kedua twin flames Bersatu, keduanya dapat melakukan banyak hal-hal baik dan mengejutkan banyak orang. Ini merupakan tanda bahwa keduanya memang adalah satu tim.

Ketika bertemu, twin flames mampu memicu titik balik yang sangat baik bagi individu. Keduanya dapat berkembang dengan sangat maksimal ketika kedunya Bersama atau saling memikirkan satu sama lain. Kekuatan dari pertemuan dari keduanya mencapai titik ‘merubah hidup’ menjadi lebih baik. Bukankah hubungan seperti ini sungguh WOW!

Tapi, tidak mesti bahwa keduanya bisa menjalankan rumah tangga dengan baik. Hubungan yang dijalin oleh dua orang twin flames, kadang tidak bisa berakhir dengan pernikahan yang baik. Meskipun mereka adalah ‘kembaran’ jiwa, tapi mereka bukanlah ‘soulmates’ yang bisa saling melengkapi dan menjadi pasangan yang awet. Banyak tulisan menunjukkan bahwa twin flames hanya dapat sukses dalam pekerjaan, dan hal lain diluar hal perjodohan sampai menikah.

Untuk membaca lebih dalam lagi mengenai informasi untuk menemukan twin flames,silakan berkunjung ke blog Spiritual unite untuk tulisan dengan judul “Signs that reveal your are in a twin flames relationship”.

Tahapan hubungan Twin-flames

Seperti halnya hubungan-hubungan yang lainnya, hubungan twin flames juga memiliki tingkatan dan proses untuk mewujudkannya. Seperti yang diajelaskan dari sumber, setidaknya adalah tujuh tahapan hubungan yang dilalui oleh twin flames untuk saling menemukan dan saling memperkaya satu dan yang lainnya.

Seperti hubungan lainnya, hubungan yang dijalin oleh twin flames dimulai dengan proses pencarian (The Search). Pada titik ini, masing-masing individu saling menyadari kebutuhan untuk ‘saling menemukan’ dan menemukan apa yang dirasa ‘kurang lengkap’ di dalam diri. Kedua adalah the awakening atau tahap kebangkitan. Pada tahap ini, individu mulai melakukan observasi dengan orang-orang disekelilingnya, bisa juga mulai membuka hati/pikiran untuk melihat potensi-potensi orang-orang yang ada disekeliling. Pada tahap ini, secara fisik, kedua twin flames bertemu dan mengadakan kontak. Pada titik ini, kesadaran akan adanya ‘sesuatu’ mulai menyerang masing-masing individu, pertemuan yang terjadi bisa menjadi ‘pertemuan yang tidak dapat dilupakan’, ‘pertemuan yang berkesan’. Stage ke-tiga adalah the test (Ujian). Pada titik ini, sudah terdapat kontak yang dijalin antara kedua twin flames. Kontak yang terjalin sudah berupa jalinan persahabatan atau pertemanan. Pada titik ini, kedua individu saling bertukar informasi tentang diri sendiri, dan saling mengenal satu sama lain. Pada titik ini, banyak ‘pergumulan’ yang muncul dari kedua individu. Kalaupun ada yang jatuh cinta pada titik ini, literatur menunjukkan sifat cinta ini adalah cinta yang sepihak. Tahap selanjutnya adalah the crisis. Seperti halnya defisini dari tahap selanjutnya, krisis. Pada tahap ini hubungan yang dijalin berada dalam tahap yang kurang begitu menggembirakan. Pada tahap ini banyak kesalahpahaman, harapan yang terpendam dan tidak tersampaikan, dan masih banyak lagi hambatan komunikasi terjadi.

Tahap kelima adalah the running atau chasing stage (berlari atau saling mengejar). Tahap ini akan membedakan dengan sangat jelas hubungan yang dijalin antara twin flames atau soulmates. Pada titik ini, terjadi proses kejar mengejar antara individu satu dan individu lainnya. Satu dari pasangan akan mengejar individu lainnya, dan invidu lainnya akan mengambil peran sebagai ‘pelari’ atau mengejar orang lain. Kalau bisa dibayangkan, hubungan saling kejar mengejar ini seperti hubungan Tom and Jerry (Kucing dan Tikus) yang tahu ujungnya kapan. Hal seperti ini terjadi karena ‘hukumnya’ twin flames adalah demikian. Saya tidak menemukan penjelasan yang cukup jelas, mengapa bisa terjadi seperti ini.

Lalu, akhir dari stage ini akan nampak ketika,

“…both twin flames realizing that there are forces at work beyond their control”.

Dalam artian, kedua individu saling menyadari bahwa ada kekuatan yang mengontrol keduanya, dan keduanya harus membuka diri untuk saling menerima satu dan yang lainnya atau kedua-duanya harus saling melupakan. Pilihannya hanya demikian. Tahap menyadari ini dikenal sebagai the surrender.

Tahap terakhir adalah the reunion and joining. Ini adalah tahap puncak dari hubungan yang dijalin oleh twin flames. Pada tahap ini, kedua individu sudah menemukan kepenuhan dan kedamaiannya masing-masing. Pada titik ini, entah kedua individu berjalan sendiri-sendiri atau memutuskan untuk bersama, keduanya sudah tidak mampersoalkan lagi mengenai masa ‘kejar-kejaran’ atau konfik yang sebelumnya terjadi.

Banyak sekali misteri yang belum terpecahkan dalam hubungan twin flames. Seperti yang saya katakan sebelumnya, tidak ada teori yang terbukti dan dapat digunakan sebagai standard berpikir. Tapi, memandang suatu hubungan antara manusia satu dan manusia yang lainnya dengan perspektif yang berbeda seperti dalam tulisan ini, patut untuk dipertimbangkan juga.

Sambil menuliskan tulisan ini, saya sambil membayangkan betapa indahnya jika kita dapat menemukan dan bekerja bersama twin flames kita. Saya yakin kesuksesan akan terus menerus mengalir karena hubungan ini. Dunia akan menjadi lebih baik malah. Saya bahkan berpikir, hubungan yang dijalin oleh twin flames sungguh adalah hubungan yang sakral dan indah.

Semoga tulisan ini bermanfaat, dan seperti biasa, salam hangat dari saya.

Ditulis oleh

Hi !, Ayu is here! I am a passionate nurse who enjoys reading and writing in her spare time. Hit me on Mariafrani10@gmail.com

6 respons untuk ‘Beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang “Twin Flames”

  1. Baru kali ini saya mendengar soal konsep twin flames. Menarik juga. Barangkali ini bisa menjelaskan pertemuan dan perpisahan yang saya alami pas melancong. Di suatu tempat, ketemu kawan baru, bertualang bersama, lalu mengucapkan selamat tinggal sambil berdoa bahwa suatu saat akan dipertemukan kembali buat bernostalgia.

    Postingnya keren. 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  2. Wow keren sekali tulisannya, Kak Ayu. Aku baru pertama kali ini membaca artikel tentang twin flames. Aku sempat menduga kalau contoh twin flames adalah anak kembar, tapi bisa juga dua orang yang bertemu dan melalui tahap-tahap yang dijelaskan. Dari artikel ini aku jadi ingat sahabatku. Maksudku, rasanya kami pernah melalui tahapan itu bersama. Kami bertemu, tinggal seasrama, belajar bersama dan menuangkan ide bersama, kemudian kami sempat bermusuhan lama juga tapi entah kenapa ada dorongan untuk kami bersahabat lagi. Walaupun kini, kami tinggal berjauhan dan menempuh perjalanan hidup masing2. Aku tidak tahu pasti apakah seperti ini yang dinamakan twin flames, atau hanya sekedar persahabatan pada umumnya saja…

    Disukai oleh 1 orang

  3. Wah, saya kurang tahu apakah konsep twin flames ini bisa dipergunakan untuk kasus yang kakak alami.
    Tapi, kembali lagi, teori ini sungguh sangat kontroversial dan sangat sulit untuk dibuktikan kebenarannya. Masing-masing individu dianjurkan untuk merefleksikan dalam diri sendiri. Jika memang konsep ini bisa menjelaskan dan cocok dengan kasus yang kita alami, kemungkinan besar, ya.

    Bagi saya sendiri, banyak sekali pertanyaan mengenai hidup-mati and beetween yang penuh misteri, konsep ini menjelaskan sedikit misteri yang kita rasakan, dan pengalaman seperti ini asik saja hahahaha

    Begitu dari saya, Kak.

    Disukai oleh 1 orang

  4. Halo, Kak Rahma Frida.
    Banyak misteri yang terjadi dalam hidup-mati and in between. Jalinan persahabatan yang kita buat bersama orang lain, diluar diri kita sendiri, juga termasuk di dalamnya. Bagaimana kita bisa bersahabat akrap dengan si A tapi tidak dengan si B ?.

    Saya tidak tahu apakah sahabat Kak Rahma adalah twin flames-nya Kak Rahma. Konsep mengenai Twin Flames mengajak kita untuk merenungkan dalam diri masing-masing jalinan persahabatan, koneksi, yang kita lakukan bersama orang lain. Jawabannya adalah bisa ‘ya’, bisa ‘tidak’.

    Konsep Twin Flames mampu membuat saya menyadari bahwa kita semua terhubung di dunia ini. Masing-masing individu di dunia ini memiliki koneksi misterius yang sangat menarik untuk dipelajari hahahaha
    Entahlah untuk orang lain ya.

    The bottom line dari konsep twin flames ini adalah kebaikan, dan semoga pesan kebaikan ini menyentuh kita yang membaca dan mendalami soal konsep ini.

    Salam dari saya, Kak.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s