Beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang “Twin Flames”


“Ah, mungkin dia bukan soulmate-mu, tapi dia adalah twin flames-mu”, berikut adalah komentar dari salah satu sahabat saya ketika kami makan bersama beberapa waktu yang lalu.

Kala itu, saya baru pertama mendengar istilah twin flames dan pada saat itu juga saya menjadi sangat terobesesi untuk mendalami apa yang dimaksud dengan “Twin flames” dan bagaimana istilah ini bisa menjadi begitu penting.

Tulisan ini secara sederhana ingin membahas mengenai twin flames, ide kontroversialnya dan beberapa hal penting yang perlu diketahui oleh kita sekalian.

Selain Soulmates, ada juga istilah Twin flames

Istilah soulmate mungkin bukanlah istilah yang asing ditelinga kita. Soulmate atau belahan jiwa digunakan oleh para pencari cinta atau para pencari jodoh untuk menyebut/memberi label kepada “kekasih hatinya”. Istilah soulmate ini bahkan digunakan sebagai panduan dan harapan untuk memilih dari sekian banyak orang di dunia ini, untuk dijadikan sebagai pasangan.

Soulmate berarti hubungan atau koneksi yang terjalin sampai level soul (jiwa). Inti dan makna dari jalinan yang terjadi ini sangat dalam, sangat-sangat dalam dan sakral (mungkin). Nah, ternyata selain soulmate, terdapat bentuk lain dari koneksi yang sangat dalam lainnya,  itu adalah hubungan yang kita kenal sebagai twin flames.

Ide mengenai soulmate, sama gilanya dengan ide tentang twin flames. Dalam teorinya, twin flames terbentuk ketika terdapat satu jiwa yang ketika turun ke bumi membagi dirinya menjadi dua bagian dan menempatkan diri pada dua orang yang berbeda. So, para pecinta teori kontroversial mengenai keberadaan roh, percaya bahwa jiwa (soul) turun ke bumi dan muncul dalam bentuk fisik (tubuh). Hukumnya, satu jiwa untuk satu orang, tapi seperti hukum alam lainnya, ada penyimpangan sesekali. Nah, penyimpangan ini terjadi ketika satu jiwa tiba-tiba saja terpisah menjadi dua bagian dan tinggal/lahir dalam dua tubuh fisik yang berbeda.

Tapi, teori ini tidak baku. Ada sumber bacaan lain yang menyatakan bahwa twin flames sebenarnya bukan satu jiwa yang terbagi menjadi dua bagian. Sekarang, tinggal keinginan pembaca, mau percaya yang mana.

Bagaimana kita bisa mengenali twin-flames kita ?

Mengenali twin flames dapat dilakukan dengan melihat sign/tanda-tanda keberadaannya atau lebih tepatnya tanda keberadaannya ketika kita berada dekat dengannya.

Bak melihat bayangan di kaca, demikian pulalah gambaran tentang twin flames-kita. Cara paling mudah untuk menemukan siapa twin flames kita adalah dengan mengobservasi orang-orang di sekitar kita, dan melihat apakah ada orang yang menunjukkan perilaku dan pemikiran yang serupa seperti halnya kita. Atau cari orang yang perilaku dan pemikirannya bisa sangat mudah kita tebak, karena perilaku dan pemikirannya sama seperti kita (atau tidak berbeda jauh dari kita).

Kita memiliki kekuatan dan juga kelemahan yang kurang lebih sama. Jika bertemu atau bekerja dalam satu pekerjaan, keduanya akan saling berkompetisi menjadi yang terbaik. Tapi, kadang pula saling melengkapi untuk dapat mencapai suatu tujuan.

Pada beberapa orang, ada perasaan ‘jengkel’ yang muncul karena dipicu oleh pengalaman menemukan orang yang memiliki pemikiran, bahkan gerak-gerik yang dilakukan secara tidak sadar, dan sama dengan dirinya. Ada memang orang-orang yang tidak suka disama-samakan dengan orang lain. Tapi, ya begitulah, ada orang yang ‘nyaris’ mirip dengan kita.

Ada perasaan kuat yang seumpama menarik kita untuk secara fisik berada dekat dengan twin flames-kita. Secara tidak sadar, ada timbul perasaan yang kuat, yang menuntut untuk berada tidak jauh secara fisik dengan twin-flames kita. Kita merasa bahwa kita menjadi lebih baik, lebih fokus dan bahkan lebih bersemangat ketika berada di sekitar individu ini.

Dorongan yang kita rasakan ini pun seolah-olah menciptakan perasaan aman, sejahtera dan lengkap. Perasaan damai juga ikut dapat dirasakan dalam hubungan ini. Tapi, perasaan yang timbul dari hubungan ini, bukanlah hubungan cinta (secara lebih spesifik disebut sebagai lush) tapi lebih pada spiritual growth.

Perasaan ini, kadang membuat binggung. Jika individu suspect twin flames kita adalah lawan jenis, kita mungkin saja mengartikan emosi yang digambarkan diatas sebagai emosi jatuh cinta atau ketertarikan. Harus hati-hati memang.

Ketika bertemu, twin flames akan menjadi duo yang tangguh. Twin flames, seperti teori kelahirannya tadi mengarahkan pada konsep penyatuan yang akan memberikan kekuatan berlipat ganda. Ya, ketika kedua twin flames Bersatu, keduanya dapat melakukan banyak hal-hal baik dan mengejutkan banyak orang. Ini merupakan tanda bahwa keduanya memang adalah satu tim.

Ketika bertemu, twin flames mampu memicu titik balik yang sangat baik bagi individu. Keduanya dapat berkembang dengan sangat maksimal ketika kedunya Bersama atau saling memikirkan satu sama lain. Kekuatan dari pertemuan dari keduanya mencapai titik ‘merubah hidup’ menjadi lebih baik. Bukankah hubungan seperti ini sungguh WOW!

Tapi, tidak mesti bahwa keduanya bisa menjalankan rumah tangga dengan baik. Hubungan yang dijalin oleh dua orang twin flames, kadang tidak bisa berakhir dengan pernikahan yang baik. Meskipun mereka adalah ‘kembaran’ jiwa, tapi mereka bukanlah ‘soulmates’ yang bisa saling melengkapi dan menjadi pasangan yang awet. Banyak tulisan menunjukkan bahwa twin flames hanya dapat sukses dalam pekerjaan, dan hal lain diluar hal perjodohan sampai menikah.

Untuk membaca lebih dalam lagi mengenai informasi untuk menemukan twin flames,silakan berkunjung ke blog Spiritual unite untuk tulisan dengan judul “Signs that reveal your are in a twin flames relationship”.

Tahapan hubungan Twin-flames

Seperti halnya hubungan-hubungan yang lainnya, hubungan twin flames juga memiliki tingkatan dan proses untuk mewujudkannya. Seperti yang diajelaskan dari sumber, setidaknya adalah tujuh tahapan hubungan yang dilalui oleh twin flames untuk saling menemukan dan saling memperkaya satu dan yang lainnya.

Seperti hubungan lainnya, hubungan yang dijalin oleh twin flames dimulai dengan proses pencarian (The Search). Pada titik ini, masing-masing individu saling menyadari kebutuhan untuk ‘saling menemukan’ dan menemukan apa yang dirasa ‘kurang lengkap’ di dalam diri. Kedua adalah the awakening atau tahap kebangkitan. Pada tahap ini, individu mulai melakukan observasi dengan orang-orang disekelilingnya, bisa juga mulai membuka hati/pikiran untuk melihat potensi-potensi orang-orang yang ada disekeliling. Pada tahap ini, secara fisik, kedua twin flames bertemu dan mengadakan kontak. Pada titik ini, kesadaran akan adanya ‘sesuatu’ mulai menyerang masing-masing individu, pertemuan yang terjadi bisa menjadi ‘pertemuan yang tidak dapat dilupakan’, ‘pertemuan yang berkesan’. Stage ke-tiga adalah the test (Ujian). Pada titik ini, sudah terdapat kontak yang dijalin antara kedua twin flames. Kontak yang terjalin sudah berupa jalinan persahabatan atau pertemanan. Pada titik ini, kedua individu saling bertukar informasi tentang diri sendiri, dan saling mengenal satu sama lain. Pada titik ini, banyak ‘pergumulan’ yang muncul dari kedua individu. Kalaupun ada yang jatuh cinta pada titik ini, literatur menunjukkan sifat cinta ini adalah cinta yang sepihak. Tahap selanjutnya adalah the crisis. Seperti halnya defisini dari tahap selanjutnya, krisis. Pada tahap ini hubungan yang dijalin berada dalam tahap yang kurang begitu menggembirakan. Pada tahap ini banyak kesalahpahaman, harapan yang terpendam dan tidak tersampaikan, dan masih banyak lagi hambatan komunikasi terjadi.

Tahap kelima adalah the running atau chasing stage (berlari atau saling mengejar). Tahap ini akan membedakan dengan sangat jelas hubungan yang dijalin antara twin flames atau soulmates. Pada titik ini, terjadi proses kejar mengejar antara individu satu dan individu lainnya. Satu dari pasangan akan mengejar individu lainnya, dan invidu lainnya akan mengambil peran sebagai ‘pelari’ atau mengejar orang lain. Kalau bisa dibayangkan, hubungan saling kejar mengejar ini seperti hubungan Tom and Jerry (Kucing dan Tikus) yang tahu ujungnya kapan. Hal seperti ini terjadi karena ‘hukumnya’ twin flames adalah demikian. Saya tidak menemukan penjelasan yang cukup jelas, mengapa bisa terjadi seperti ini.

Lalu, akhir dari stage ini akan nampak ketika,

“…both twin flames realizing that there are forces at work beyond their control”.

Dalam artian, kedua individu saling menyadari bahwa ada kekuatan yang mengontrol keduanya, dan keduanya harus membuka diri untuk saling menerima satu dan yang lainnya atau kedua-duanya harus saling melupakan. Pilihannya hanya demikian. Tahap menyadari ini dikenal sebagai the surrender.

Tahap terakhir adalah the reunion and joining. Ini adalah tahap puncak dari hubungan yang dijalin oleh twin flames. Pada tahap ini, kedua individu sudah menemukan kepenuhan dan kedamaiannya masing-masing. Pada titik ini, entah kedua individu berjalan sendiri-sendiri atau memutuskan untuk bersama, keduanya sudah tidak mampersoalkan lagi mengenai masa ‘kejar-kejaran’ atau konfik yang sebelumnya terjadi.

Banyak sekali misteri yang belum terpecahkan dalam hubungan twin flames. Seperti yang saya katakan sebelumnya, tidak ada teori yang terbukti dan dapat digunakan sebagai standard berpikir. Tapi, memandang suatu hubungan antara manusia satu dan manusia yang lainnya dengan perspektif yang berbeda seperti dalam tulisan ini, patut untuk dipertimbangkan juga.

Sambil menuliskan tulisan ini, saya sambil membayangkan betapa indahnya jika kita dapat menemukan dan bekerja bersama twin flames kita. Saya yakin kesuksesan akan terus menerus mengalir karena hubungan ini. Dunia akan menjadi lebih baik malah. Saya bahkan berpikir, hubungan yang dijalin oleh twin flames sungguh adalah hubungan yang sakral dan indah.

Semoga tulisan ini bermanfaat, dan seperti biasa, salam hangat dari saya.

34 pemikiran pada “Beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang “Twin Flames”

  1. Baru kali ini saya mendengar soal konsep twin flames. Menarik juga. Barangkali ini bisa menjelaskan pertemuan dan perpisahan yang saya alami pas melancong. Di suatu tempat, ketemu kawan baru, bertualang bersama, lalu mengucapkan selamat tinggal sambil berdoa bahwa suatu saat akan dipertemukan kembali buat bernostalgia.

    Postingnya keren. 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  2. Wow keren sekali tulisannya, Kak Ayu. Aku baru pertama kali ini membaca artikel tentang twin flames. Aku sempat menduga kalau contoh twin flames adalah anak kembar, tapi bisa juga dua orang yang bertemu dan melalui tahap-tahap yang dijelaskan. Dari artikel ini aku jadi ingat sahabatku. Maksudku, rasanya kami pernah melalui tahapan itu bersama. Kami bertemu, tinggal seasrama, belajar bersama dan menuangkan ide bersama, kemudian kami sempat bermusuhan lama juga tapi entah kenapa ada dorongan untuk kami bersahabat lagi. Walaupun kini, kami tinggal berjauhan dan menempuh perjalanan hidup masing2. Aku tidak tahu pasti apakah seperti ini yang dinamakan twin flames, atau hanya sekedar persahabatan pada umumnya saja…

    Disukai oleh 1 orang

  3. Wah, saya kurang tahu apakah konsep twin flames ini bisa dipergunakan untuk kasus yang kakak alami.
    Tapi, kembali lagi, teori ini sungguh sangat kontroversial dan sangat sulit untuk dibuktikan kebenarannya. Masing-masing individu dianjurkan untuk merefleksikan dalam diri sendiri. Jika memang konsep ini bisa menjelaskan dan cocok dengan kasus yang kita alami, kemungkinan besar, ya.

    Bagi saya sendiri, banyak sekali pertanyaan mengenai hidup-mati and beetween yang penuh misteri, konsep ini menjelaskan sedikit misteri yang kita rasakan, dan pengalaman seperti ini asik saja hahahaha

    Begitu dari saya, Kak.

    Disukai oleh 1 orang

  4. Halo, Kak Rahma Frida.
    Banyak misteri yang terjadi dalam hidup-mati and in between. Jalinan persahabatan yang kita buat bersama orang lain, diluar diri kita sendiri, juga termasuk di dalamnya. Bagaimana kita bisa bersahabat akrap dengan si A tapi tidak dengan si B ?.

    Saya tidak tahu apakah sahabat Kak Rahma adalah twin flames-nya Kak Rahma. Konsep mengenai Twin Flames mengajak kita untuk merenungkan dalam diri masing-masing jalinan persahabatan, koneksi, yang kita lakukan bersama orang lain. Jawabannya adalah bisa ‘ya’, bisa ‘tidak’.

    Konsep Twin Flames mampu membuat saya menyadari bahwa kita semua terhubung di dunia ini. Masing-masing individu di dunia ini memiliki koneksi misterius yang sangat menarik untuk dipelajari hahahaha
    Entahlah untuk orang lain ya.

    The bottom line dari konsep twin flames ini adalah kebaikan, dan semoga pesan kebaikan ini menyentuh kita yang membaca dan mendalami soal konsep ini.

    Salam dari saya, Kak.

    Disukai oleh 1 orang

  5. I do meet my twinflame .. kami sudah bertemu dan bersama sejak 10 tahun yg lalu. Dari salah satu artikel yg sempat saya baca beberapa tahun lalu, dipertengahan perjalanan saya mencari hubungan apa yg kami miliki, disitu malah disebutkan ada 8 tahapan dengan penjelasan yg lebih detil dan ya semua ada dalam perjalanan saya bersama TF

    Dari bagaimana kami dgn mudahnya nyambung dan paham satu sama lain, memiliki bbrp sifat yang kontras .. seperti dia orang yg sangat hati-hati, sedang saya lebih risk taker dll .. bagaimana kami menjalani beberapa scene hidup yg serupa, hanya beda nya dia versi laki-laki dan saya versi perempuan .. seperti dia kuliah di jurusan yg isinya mayoritas perempuan (psikologi), sementara saya kuliah di jurusan yg isinya mayoritas laki-laki (teknik mesin) .. dan masih banyak lagi scene sampai saya menggambarkannya seperti ..

    Kami adalah bagian kanan (misal : dia) dan bagian kiri (misal : saya) dalam tubuh satu orang yang berjalan dalam kehidupan itu sebabnya kami menjalani hal yang sama/serupa tapi agak berbeda ya karena apa yg ada pada setiap sisi jalanan dikanan dan kiri nya pastilah tidak sama persis .. seperti kasus kuliah tadi sama sama dijurusan yg jadi minoritas .. dia minoritas sbg laki-laki, saya minoritas sbg perempuan.

    Bahkan secara fisik, kami memiliki bbrp tanda yg sama .. seperti bentuk kepala yg agak sedikit besar sebelah, ada satu gigi yg rusak, ada tanda bercak dipunggung .. lalu .. Wajah kami .. kalau dibuat sketsa dan masing-masing dibelah lalu disatukan, maka akan membentuk Heart Shape .. karena wajah dia asimetris kiri dan wajah saya asimetris kanan.

    Sedang dari sifat .. dia orang yang sangat berhati-hati, saya cenderung Risk Taker .. dia parnoan tingkat tinggi gampang panik, saya lebih santai dan cuek .. dia perfeksionis, saya cenderung menerima apa ada nya .. tapi kami kompak soal bolos kerja bareng utk kabur ke bioskop, soal hunting makanan, selera atau taste yg sama ttg pakaian atau tempat, bahkan sama sama suka hal Twinning. Kami punya nomor rekening bank, no hape yg mirip hanya berbeda 1-2 digit .. kami memakai parfum yg sama .. dan yg mengejutkan (saya saja baru menyadari hal tsb di tahun ke 5 kami bersama) kami punya no ID/KTP yg mirip .. hanya berbeda 4 angka karena itu adalah angka untuk tanggal lahir.

    Itulah sebabnya .. saya merasa kok kami seperti satu orang ya .. ini sebelum saya notice tentang TF.

    Dan saya memang yg lebih dahulu notice tentang twinflame dibanding dia, kalau masalah masalah spt ini dia memang agak ga terlalu mau tau .. dan posisi nya saya adalah runner dan dia chaser.

    Dibeberapa artikel yang saya baca, ada sih kemungkinan TF itu bentuknya jalinan percintaan atau sampai menikah .. cuma memang disebutkan kasus itu jarang .. jadi mungkin bisa jadi spt kasus luar biasa hehe
    Dan itulah yg terjadi pada kami .. sampai saat ini saya berusaha lari atau ingin menyelesaikan hubungan kami karena dia masih terikat dgn hubungan karma yg blm selesai .. dia sudah berusaha menyelesaikan tapi spt nya sulit .. ada saja kendalanya .. sedangkan saya menolak utk terus ke jenjang pernikahan jika hubungan karma nya blm selesai .. masalah ini terus lah yg membuat kami terus kejar-kejaran blm selesai.

    Makanya saat ini saya sedang galau .. karena dalam kondisi seperti yg Kak Maria paparkan pada bagian akhir ..

    “Pada titik ini, entah kedua individu berjalan sendiri-sendiri atau memutuskan untuk bersama, keduanya sudah tidak mampersoalkan lagi mengenai masa ‘kejar-kejaran’ … ”

    Mau berjalan sendiri-sendiri .. ada satu case yg belum selesai diantara kami dan itu mengikat kami, kecuali hal tsb selesai .. maka kami bisa jalan masing-masing tanpa beban .. sedangkan kalo terus bersama, artinya saya harus menyerah pada kondisinya yg masih dalam hubungan karma dgn orang lain .. dan itu agak sulit buat saya.
    Jadi .. apa ini ya .. Unconditionall Love yang mesti saya ikhlaskan agar tahapan chaser-running selesai ?? Karena jujur berat bagi saya utk berbagi .. belum lagi kondisi keluarga saya, yg ga tau bisa menerima atau tidak kalau dia masih terikat dlm hubungan karma dgn orang lain.

    I don’t have a place to share what I’ve been through .. that’s why I decided to write on your articles .. just to share While waiting the answer about keep stay with him or leave.
    Thanks for reading my writing .. salam kenal

    Disukai oleh 1 orang

  6. Hai, Nay.
    Saya senang sekali mendapatkan pesan dan sharing ini. Terima kasih sudah berbagi dengan saya dan juga para pembaca lainnya.

    Berdasarkan cerita, hubungan yang kalian jalani ini sangat kompleks dan luar biasa. Kalian saling menunggu, tapi juga saling memperjuangkan dengan jalan masing-masing (Correct me if I am wrong).

    Saya tahu, dalam kondisi seperti ini, mengambil keputusan adalah hal yang sulit. Itu yang saya rasakan dari cerita ini. Tapi, itu juga adalah solusi yang ingin saya tawarkan. Ambil keputusan.

    Tidak ada keputusan yang baik, dan tidak ada yang akan sangat menguntungkan satu atau dua pihak. Tapi, keputusan untuk berjalan sendiri-sendiri, atau bersama harus segera diputuskan. Tinggal pilih mana yang menghasilkan efek merusak yang paling minimal.

    Saya harap, ini bisa membantu ya.

    Suka

  7. Kalo sekarang apa mungkin Lesti Kejora dan Rizki Billar itu twinflame ya.. karena meraka memiliki wajah hampir mirip, kadang gerakan badannya selalu sama tanpa disengaja, bahkan Billar sempat bilang ketemu Lesti merasa Dejavu.. mereka bertemu seakan memiliki chemistry yg membuat org melihat mereka ikutan gemes, dan pertemuan mereka membuat rejeki mereka mengalir deras bahkan kebanjiran job satu sama lain..

    Disukai oleh 1 orang

  8. Gue rasa yg nulis bukan TF. Kalau boleh memilih, gue enggak pengen dipertemukan sama TF gue. Journeynya terlalu mahaberat. Mahaberat.. Hidup gue indah sesaat lalu hancur bertaun². Terutama pas dark night of the soul. Gue masuk IGD juga pas awakening. Sekarat. 2x th 2018.. dan semua TF setau gue mengalami.

    Beratnya karena begitu kita dipertemukan, kepala kita 24/7 nggak bisa lepas dari dia. Kerja jadi berantakan, nangis melulu, hancur. Bener2 24/7.

    Disukai oleh 1 orang

  9. Oh ya, TF itu populasinya hanya 1% di dunia. Setau gue, hanya old soul (orang² yg berjiwa tua, baca telah mengalami reinkarnasi berkali²) yg bisa dipertemukan dgn TF nya. Pertemuan TF di dunia amat jarang terjadi.. dan hub TF ini bukan sekadar hubungan romansa laki² dan perempuan, tapi mereka dipertemukan utk suatu misi yaitu menyembuhkan dunia. Bisa saja di bidang kemanusiaan, pecinta alam, relawan, dan sejenisnya. Am dedicating my life for humanity, anyway.

    Selain fase² yg ditulis oleh penulis di atas, ciri² TF adalah perbedaan usia yg jauh (biasanya divine feminine lebih tua), perbedaan ras/suku, perbedaan keyakinan, perbedaan pulau/benua, bisa juga perbedaan status ekonomi/sosial, dan perbedaan sifat. Tapi mereka mirroring. Saling melengkapi. Yin and Yang.
    Namaste. 🙏

    Disukai oleh 1 orang

  10. Hi, Kak Olive.
    Terima kasih sudah mampir dan berbagi pengalamannya di sini.

    Penilaian tentang TF atau tidak, sampai saat ini pun masih kabur. Terlalu banyak teori-teori yang mengemukakan ciri-ciri dari TF. Sumber yang digunakan dalam tulisan ini pun hanya salah satunya, dan ini pun harus diperdebatkan dan dikritisi terus.

    Pengalaman yang sangat menarik, Kak. Saya bisa membayangkan betapa beratnya efek dari ikatan yang terjalin di sini. Semoga pengalaman yang diperoleh ini menjadi pelajaran bagi kami semua.

    Suka

  11. Terima kasih banyak Kak Olive.

    Senang bisa membaca informasi berharga ini. Kita jadi kaya, dan saya mencatatnya. Sekali lagi, terima kasih banyak, Kak.

    Namaste.

    Suka

  12. Hai Ayu. Salam perkenalan dari Malaysia. Nama saya Mimi. Artikel berkenaan twin flames bagus banget. Easy to understand. Sejujurnya saya sudah ketemu dengan twin flames. Yes, ia tepat sekali dengan hubungan saya sama bakal suami. Semua stage kami udah lalui. Bukan waktu yang singkat. Lebih 10 tahun hubungan kami on-off. Mulanya gak tahu. Then kami research dan jumpa juga jawapannya. Kami berdua like mirror karena everything hampir sama. Now tinggal 1 stage untuk kami together. Doakan jodoh kami cepat ya! 😁😉

    Disukai oleh 1 orang

  13. Hi, Mimi from Malaysia. Glad to know you.

    Terima kasih karena sudah membagikan cerita di sini. Yeap, saya mendoakan Mimi dan pasangan untuk terus sampai pelaminan ya. Sukses!

    Suka

  14. hahaha, tidak akan terasa kalau tulisan itu dikerjakan lebih dari 1 minggu wkwkwk
    Apalagi kalau ditambah dengan kesenangan saya untuk menulis hal-hal nyentrik seperti itu haa

    Disukai oleh 1 orang

  15. heheh udah beda level ya. Soalnya kalo nulis blog yg ilmiah emg susah gtu heheh terutama referensinya dan berbeda sama tema curhat yang dimanapun nulisnya fleksibel hehehe

    Disukai oleh 1 orang

  16. Haduh, jangan begitu dong, Kak.
    Kita ini sama-sama belajar, dan level kita sama. Pembaca adalah penilai kita. Teman-teman saya yang lain juga bilang begitu juga.

    Saya saat ini sedang belajar menulis seperti Kakak ini. Tulisan tentang Dark Jokes itu sangat berkesan untuk saya. Mulai dari susunan tulisannya, pilihan kata dan cara menyajikan faktanya. Keren banget !

    Disukai oleh 1 orang

  17. Semangat untuk kita semua ya!
    Saya juga menunggu terbitanya buku kakak, jangan lupa bagikan kepada pembaca blog. Saya akan dengan sangat hati membeli karya kakak.

    Disukai oleh 1 orang

  18. saya sudah menemukanya… dan spertinya sedang d tahap surrender…
    dan hal yg paling menyakitkan ya pas tahap kejar2an sih….. kaya semacam karma …. td nya dia yg ngejar… eh gantian jd saya yg ngejar….skrg tinggal pasrah aja…. berakhir sendiri2 atau berjalan bersama….

    Disukai oleh 1 orang

  19. Mbak sebelumnya saya mau tanya.. saya punya pasangan dari kecil umur 5 – 14 tahun kami dulu selalu bersama lalu berpisah karena jarak dan waktu selama 15 tahun aneh kami dipertemukan lagi oleh Allah swt dari tidak kenal (karena terlalu lama pisah dulu kan tidak ada hp tahun 2000an awal) di 2020 kami dipertemukan lagi tidak sengaja saat umur 30 tahun hingga akhirnya kita kenal masa lalu masing masing dan posisi kami berdua sama sama single. Akhirnya jadian dan komitmen jadi pasangan.Skr kita LDR. Anehnya saya merasa dia dekat walaupun ldr semacam ada disebelah saya, dan setiap 2 hari kalau tidak berkabar badan saya kayak gelisah, dia juga sama gelisah. Sensasi yang aneh ? apakah benar itu kami berdua TF. Karena pas masa kecil saya dan dia berjanji sumpah suci di kelas 4 sd untuk menjadi pasangan hidup selamanya saking dulu dekat sekali seperti kembaran. Pas pertemuan 15 tahun lewat saya dan dia langsung bisa klop padahal dari tidak kenal, seperti masuk ruang dan waktu karakter masa lalu. Yang paling aneh kami dipertemukan dari tidak kenal lho bayangkan 15 tahun pisah bisa ketemu lagi itu sangat mustahil dan tidak masuk akal kalau tidak digerakkan Yang Maha Kuasa

    Suka

  20. Dear, Mas Fajar.

    Pertama, terima kasih banyak sudah mampir dan meninggalkan pesan di sini. Saya bahkan sangat berterima kasih atas cerita yang dibagikan di sini.

    Kedua, mengenai komentar Mas, yang ada hubungannya dengan tulisan di sini, saya hanya bisa mengatakan bahwa “misteri hidup manusia ini sungguh luar biasa”. Saya sebut misteri karena banyak hal yang terjadi dalam hidup kita ini, terjadi diluar kendala dan kontrol kita. Luar biasa karena peristiwa dalam hidup kita ini menakjubkan, salah satu buktinya adalah cerita dan pengalaman yang Mas alami.

    Peritiwa yang terjadi pada Mas Fajar dan pasangan bisa dijelaskan secara ilmu psikologi, dan juga sesuai dengan teori mengenai TF. Kalau TF, mungkin saja benar praduga yang Mas tuliskan. Kalau secara psikologi, karakter Mas dan pasangan itu cocok. Karakter yang menyangkut dan sifat, dan juga tingkah laku satu dan yang lainnya, saling kompatibel (cocok). Kecocokan itu berjalan seiring waktu, dan tidak banyak berubah.

    Saya senang mendengar bahwa Mas masih menjalin hubungan baik dengan kekasih. Semoga langgeng dan bahagia terus ya.

    Salam hangat dari saya.

    Suka

  21. Bertemu dengan seseorang tanpa sengaja di media sosial, terkoneksi oleh alumni yang sama, dari fakultas yang sama pula, tapi sebelumnya belum pernah bertemu sama sekali. Melihat beberapa postinganku, dia menghubungi dan mengatakan dia juga tertarik dgn hal yg sama, dari situ kita ngobrol nyambung, seperti mendapatkan teman bermain, merasa bahagia yang berbeda, dan akhirnya menjadi sama² tahu, kita punya kegelisahan yang sama tentang kehidupan. Jiwa yang sama. Sama² mencintai hujan, perilaku dan rasa yg sama ketika hujan turun, banyak inspirasi yang datang dan merasa damai ketika hujan datang, bahkan kita sama² bisa turun ke jalan untuk sengaja menikmati hujan seperti bocah kecil. Cara menyikapi persoalan, cara bercanda tentang hidup, cara menangisi hidup. Perasaan luka batin yang sama, yang entah dari mana datangnya. Kita seperti orang yg saling mengagumi satu sama lain. Kagum seperti seorang narsis yang mengagumi diri sendiri. Seperti melihat diri sendiri dalam versi lain. Kita memang berbeda agama namun ada rasa saling mendukung tentang apa yang kita percayai, sekaligus merasa yakin bahwa tujuan muara jiwa kita sama.
    Dia dari background keluarga terpandang, taat beragama, tapi dia merasa bahwa dia pendosa karena sering menyakiti hati pasangannya dengan mencari-cari kesenangan dunia, padahal hidupnya terasa sempurna dimata orang lain. Dia dilahirkan sebagai seorang pemimpin, berpengaruh besar bagi banyak orang, dari sana dia menjadi seorang ambisius; menjaga nama baik keluarga, keinginan orang tua dan sekaligus menjaga jiwanya sendiri. Gelisah karena ingin tetap menjadi dirinya sendiri. Sedang aku dilahirkan dari ketidaksempurnaan dlm sebuah hubungan keluarga. Namun aku berpandangan lain, bahwa “menjadi tidak sempurna adalah cara mencintai paling berat”. Aku pasrah pada keadaan, takut melakukan kesalahan, memikirkan semua aspek ketika melangkah, cenderung tidak berani. Aku memaafkan semua kesalahan, dan bahkan pasangan yg telah mengkhianati ku. Dan dia seperti memahami kerapuhan ini, mencintai kelemahan ini. Tak ada yang aku tutupi, aku seperti menemukan orang yang lama aku tunggu. Tak ada penghakiman, tak ada pandangan buruk dari kami satu sama lain. Seperti saling mengenal jauh sebelum pertemuan yg sesungguhnya, dan timbul rasa saling mengasihi dan menyayangi. Ingin saling bahagia walaupun tidak bersama.
    Pernah suatu kali kita sepakat untuk saling bertemu, tapi karena kita sdh sama² memiliki pasangan, kita berjanji hanya akan saling melihat dari kejauhan. Jadi kita duduk berseberang jalan, di sebuah pusat keramaian, lalu hanya saling menatap, lama.. dan seperti ada keheningan dalam jiwa, hingga sampai waktunya kita harus saling pergi, lalu tibul rasa pilu dalam hati masing². Ada yang bangkit dan berkecamuk dalam jiwa rasanya. Bergetar dalam dada. Amarah dan cinta menjadi satu. Namun kita sama² tidak ingin menyakiti siapapun.
    Aku bangga dan mendukung dia dalam profesinya menyebarkan pikiran dan gagasannya melalui profesi yang dipilihnya sebagai pemilik penerbitan buku, dan dia banyak membantuku dengan bertukar pikiran, mendukung visiku sebagai seorang penulis. Kita hanya akan saling bertukar kabar, dengan hanya mengatakan, “di sini sedang hujan” dan kita tak saling membalas seketika. Baru satu minggu kemudian atau entah kapan itu; tak ada patokan waktu, akan ada balasan, “hari ini capek luar biasa”, dan tak akan saling berlabas lagi, sampai waktu yang juga entah kapan.
    Kita sdh merasa saling terkoneksi, walau tidak bersama, saling melekat, ada perasaan rindu tapi tidak ingin bertemu. Hanya saling mendoakan untuk kebahagiaan masing-masing.
    Jarak antara kami sekitar 5 jam jika ditempuh dlm perjalanan kendaraan pribadi. Uniknya, kami tidak pernah lagi saling membuat janji untuk bertemu, selain urusan kerja sama ini.
    Ada satu fase dimana ketika kita sama² berada dalam satu kota, kita hanya saling memberi tahu tanpa harus bertemu. Aku tahu kini dia sedang bersemangat fokus membenahi kehidupannya; spiritualnya, kreativitasnya, sebab aku pun sedang demikian. Aku fokus kembali pada visiku; pada semangat ku yang selama ini terabaikan oleh persoalan² yg sebenarnya bukan tujuan jiwaku. Aku merasa mendapatkan jiwaku kembali; melihat tujuan hidupku, dan dia berjanji akan membantuku mencapai tujuan itu.
    Kami sama² mencintai literasi, sejarah dan filosofi. Dan sekarang sedang dalam kerjasama sekaligus membangun kreativitas masing-masing untuk meningkatkan level kebahagiaan dan kepuasan jiwa kami. Sama-sama ingin menyebar cinta kasih dan kedamaian.
    Dan setelah membaca ini, aku seperti baru menyadari dan mempertanyakan akan “perjalanan bertemu twin flame” meskipun masih tetap saja belum meyakini sepenuhnya tentang teori ini ❤️
    Ini adalah teori matematika; yakni Aksioma Postulat; sebuah asumsi yang tidak di definisikan, atau suatu hasil yang terbukti dengan sendirinya; pendapat yang dijadikan pedoman (patokan/landasan pikir) yang akan menurunkan keterangan lain/ untuk dijadikan penarik suatu kesimpulan.

    Disukai oleh 1 orang

  22. Hi, Kak Lanea.

    Terima kasih sudah berbagi di sini. Saya senang sekali membaca kisah ini.
    Sama seperti kesimpulan yang kakak ambil, dan tuliskan pada bagian akhir komentar ini, ada sesutau yang “tidak didefinisikan…”, dan ini pun berlaku untuk pengalaman-pengalaman yang kita alami dalam hidup.

    Saya, memilih untuk berenang bersama pengalaman-pengalaman ini. Menikmati setiap detiknya, dan merasakan semua emosi yang muncul dalam perjalananya. Tidak ada yang rugi, ini yang saya namakan hidup.

    Suka

  23. twin flame, aku bertemu seseorang yang unexpected, diwaktu yang unexpected, ditempat yang unexpected pula. Kami tidak ada proses PDKT layaknya perkenalan. 3 hari pertama jumpa seperti kami reuni dengan pasangan. No judgement, acceptence, surrender and unconditional love. We build heaven within 6 days.

    Disukai oleh 1 orang

  24. menarik ttg pembahasan ini..tapi percaya atau tidak real twinflames hanya terjadi di beberapa gelintir manusia..koneksi jiwa yang sejatinya sangat dalam,yang berhubungan dengan sang pencipta sebagai saksinya..seringkali banyak hal hal diluar pemikiran yang terjadi dan dialami seperti melawan arus kebiasaan,terpisah dari dunia luar,banyak hal diluar ekpektasi,dimanapun k bisa terhubung secara telepati,tanpa disadari,dan bisa berkomunikasi dengan pasangan dan allah..pernah bertemu dengan real twinflames ini dan takjub..
    koneksi keberadaan twinflames ini seperti dikhusukan untuk mencapai sesuatu yang dapat merubah tatanan masyarakat.tentunya pasangan ini adalah pasangan yang memiliki ilmu spirituil yang tinggi ,walaupun secara karakter dan physic justru hal ini tidak terlihat,dan
    tersembunyi.
    bertemu mereka membuat saya yakin..bahwa allah lah cinta sejati antar setiap manusia..dan dunia adalah fana..masya allah.

    Disukai oleh 1 orang

  25. Terima kasih banyak kak Lely
    Saya sangat setuju, bahwa memang hanya kasih dan cinta Tuhanlah yang paling besar dalam diri manusia, dan semoga masing-masing kita menemukan cinta tersebut.

    Salam,
    Ayu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s