Catatan Singkat Hasil Diskusi Antara Maudy Ayunda dan Mas Menteri Nadiem Makarim


Saya baru saja menyaksikan diskusi yang diselenggarakan oleh Maudy Ayunda dengan Mas Menteri Nadim Makarim melalui Inta-live (Seperti biasa, saya telat terus soal beginian).

Warning!
Tulisan ini mengandung curhat yang sifatnya personal.

So, ini adalah beberapa take away messages yang bisa saya ambil dari diskusi yang berlangsung selama kurang lebih satu jam ini adalah sebagai berikut:

  1. Tantangan dalam dunia pendidikan pada saat ini masih terus menerus dihadapi. Setiap kali ada tantangan dan krisis, juga berarti adanya kesempatan untuk berkembang, kreatif dan mengusahakan yang terbaik untuk level up! (Saya sangat terkesan dengan sikap dan kepercayaan Mas Menteri mengenai hal ini).
  2. Setiap orang yang bergerak dalam bidang pendidikan adalah orang-orang yang luar biasa! Selalu ada banyak hal baik yang bisa kita pelajari dari mereka.
  3. Pendampingan dan upaya untuk ‘memfasilitasi’ project baik yang dilakukan oleh sekolah atau guru-guru adalah hal-hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah pada saat ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan, selain membuat standar-standar capaian yang perlu. Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) masih menjadi prioritas kementerian pendidikan sekarang.
  4. Pendidikan di luar negeri, masih dipandang berbeda dengan pendidikan di dalam negeri. Pembedanya adalah 1) Belajar secara mandiri, 2) Belajar aktif dengan mengedepankan critical thinking. Pandangan ini sudah gugur. Pada saat ini, kita sudah melakukan pembalajaran seperti ini, terutama dengan masa digitalisasi sekolah dan pembelajaran.
  5. Guru, komunikasinya dengan murid atau siswanya adalah hal yang sangat penting. Pembelajaran tidak bisa dilakukan hanya dengan satu arah komunikasi saja.
  6. Karakter guru dengan growth mindset adalah salah satu karakter guru yang banyak dicari dan dibutuhkan oleh siswa/i saat ini. Salah satu contoh dari growth mindset adalah percaya akan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing siswanya.
  7. Dampak psikososial dari pendidikan jarak jauh (PJJ), terutama pembelajaran pada masa pandemi ini, disebutkan dan diperhatikan. Poin ini memberi saya rasa lega yang luar biasa!

Senada dengan semangat dan antusiasme Maudy dan Mas Menteri, saya pun sangat antusias dengan masa depan pendidikan di Indonesia, setelah saya mendengarkan diskusi ini.

Konsep yang dipaparkan oleh Maudy tentang konsep pemecahan masalah yang berasal dari dalam (inside to outside) adalah sesuatu yang menimbulkan AHA moment bagi saya. Saya membutuhkan ide ini untuk diaplikasikan di tempat saya bekerja. Sangat menarik!

Lebih lanjut, ketakutan saya adalah ini, setiap ganti menteri pendidikan, maka berganti pula program dan prioritas program. Program kampus merdeka yang sempat kontroversial itu, yang saat ini pun sedang dijalankan oleh sekolah-sekolah, semoga bisa bertahan untuk waktu yang lama dan terus dilanjutkan.

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat.

Salam.

8 pemikiran pada “Catatan Singkat Hasil Diskusi Antara Maudy Ayunda dan Mas Menteri Nadiem Makarim

  1. hm, ku sedikit sepakat denganmu yang berkata bahwa setiap ganti menteri, kebijakannya selalu berganti. kayak, ngapa nga diterusin dan diperbaiki dikit aja gitu. masa tiap lima tahun berganti wkwk

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ia, kadang saya heran juga, kenapa tidak membuat program jangka panjang begitu, yang bisa melampaui masa bakti menteri-menterinya. Sebagai pelaksana program (Orang tua, pelajar dan juga guru-guru) kita kewalahan juga untuk catch up dengan program-program baru yang usianya sangat singkat.

    Suka

  3. Saya coba mengambil hal positifnya. Diskusi-diskusi nampaknya harus banyak dilakukan untuk bisa lebih memahami program baru yang diluncurkan (atau program lama yang diperbaharui), dan menarik semakin banyak orang untuk terlibat aktif untuk merumuskan mana yang seperlunya dan seharusnya dilakukan hee

    Suka

  4. Just Awl

    Ketakutan mbak sama dengan ketakutan saya, dan mungkin beberapa orang di luar sana (seperti yang terlihat di kolom komentar😁). Entah kenapa banyak program-program bagus mengalami perubahan setiap kali ganti kabinet. Apakah ini murni ingin perubahan sesuai dengan visi dan misi pemerintahan yg baru atau karena masalah gengsi antar politisi? Entahlah😂 yang jelas doa saya tetap sama, semoga pendidikan di daerah 3T dapat terus menjadi prioritas sampai kesenjangan di setiap wilayah bisa betul-betul terminimalisir dengan baik, sebab kasihan dan capek juga saya kalau dengar banyak berita guru-guru di pedalaman yang tidak diperhatikan (gaji nunggak berbulan-bulan misalnya), serta hal-hal yg bersifat teknis macam sarana dan prasana, lalu fasilitas pendidikan lainnya yg kurang baik sangat terabai oleh pemerintah. Semoga semakin banyak lagi perubahan baik yg nggak sekadar wacana kedepannya, Aamiin.

    Oh iya, ngomong² salam kenal mbak Ayu!😅

    Disukai oleh 1 orang

  5. Semangat, Kak!
    Ia, saya juga berpikir bahwa kita harus mendukung program-program baik pemerintah yang pro pendidikan lokal dan rakyat.

    Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar, Kak. Salam.

    Suka

  6. Hi, Kak.
    Senang banget mendapatkan komentar seperti ini. Terima kasih, Kak.
    Saya sangat setuju dengan pendapat ini, kita hanya bisa berharap dan harus mengupayakan yang terbaik untuk mengawal program-program baik ini untuk sampai pada yang tujuan yang seharusnya.

    Salam kenal juga, Mbak.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s