Rindu


You are the moment before the sun sinks into the horizon. The transient light-the ephemeral hues set against the fading, fading sky.

Until I am left only with the moon to refract your light. And in your absence, the stars to guide me-like a cosmic runaway-steadily into the dark.

If my life were a day_Lang Leav

Rasa rindu adalah bentuk emosi yang sangat-sangat kuat!

Selama ini, saya tidak benar-benar menyadari mengenai kekuatan rasa rindu, sampai suatu waktu, saya jatuh sakit karena satu alasan yang sangat-sangat klise, rindu.

Melalui percakapan dengan Ibu saya, saya menyadari bahwa saya sudah tidak immune dengan rasa rindu sejak usia belia. Dulu, ketika saya masih kecil, ayah saya sering pergi ke luar kota. Pernah suatu ketika, saya sangat merindukan Ayah saya, dan jatuh sakit karenanya. Saya tidak mau dan tidak bisa makan. Apapun yang saya makan, otomatis saya muntahkan. Lalu, Ayah saya datang, dan seketika saya sembuh dari sakit. Saya mulai mau makan, dan tidak memuntahkan apapun yang saya konsumsi.

Setelah saya dewasa, hal ini terjadi lagi. Saya jatuh sakit, sampai saya tidak mampu melakukan apa-apa. Tidak berdaya. Setelah saya selidiki, selain karena saya kelelahan, sakit fisik ini pun terjadi karena hal ini, saya rindu. Saya rindu rumah, saya rindu pada orang-orang yang saya sayangi.

Menyadari hal ini, saya melihat bahwa memang rasa rindu itu sangatlah berat.  Dilan, salah satu karakter yang diciptakan oleh Pidi Baiq pernah mengatakan bahwa “Rindu itu berat…”, yeap, ini benar adanya.

Bagaimana rasa rindu dapat terbentuk?

Rasa rindu terbantuk dari kombinasi yang kompleks antara ingatan masa lalu, dan keadaan saat ini. Rasa rindu juga bermain-main dengan kebutuhan dasar kita untuk rasa aman dan nyaman, serta kebutuhan untuk dicintai dan mencintai.

Apapun yang berkontribusi terhadap pembentukan rasa rindu in, inilah yang penting untuk diketahui, rasa rindu mempengaruhi hidup. Rasa rindu dapat menghambat produktifitas dan lebih lagi dapat mengganggu kesehatan fisik.

Lalu, bagaimana dapat berhadapan dengan rasa rindu?

Satu kata kunci untuk menjawab pertanyaan ini adalah ini, “Connect”.

Jalin kembali hubungan yang renggang atau mungkin saja putus tersebut. Hubungan atau the connection. Ingat, “the connection” itu seperti tali yang menembus ruang dan waktu. Tidak peduli dimana pun kamu berada atau dia berada, selama kalian terhubungan satu dan yang lainnya, “connection” ini akan tetap terjalin dan menjalankan fungsinya.

Saya menulis tentang rasa rindu yang berbuntut sepi pada buku #Agnosthesia yang diterbikan oleh @eabooks. Go grab yours!

Beberapa tulisan yang menginspirasi terbitan tulisan ini adalah sebagai berikut:

  1. Wattimena, Reza A.A (2021). Otak dan Identitas: Kajian Filsafat dan Neurosains.
  2. Lang Leav (2014). Lullabies.

22 pemikiran pada “Rindu

  1. Ia, Kak. Bisa banget!
    Segala emosi yang dirasakan manusia itu bisa dideskripsikan dan diungkapkan dengan kata-kata. Sebagai bukti adalah puisi. Puisi itu adalah emosi yang diterjemahkan ke dalam kata-kata. Ia ngak ? hee

    Suka

  2. Ntah lah, yang ku tau mereka selalu berkata “Rindu itu tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata” 🤔

    Eh..
    Atau jangan-jangan kalimat itu adalah bentuk ungkapan sebuah rasa.. 😳

    Apakah aku baru saja memecahkan sebuah teka-teki? 😁

    Disukai oleh 1 orang

  3. Ping-balik: Tukar Link Yuk?! – Alvi Punya Cerita

  4. Hahaaaa, lucu membaca balasan ini, Kak.

    Rindu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, mungkin karena belum menemukan cara untuk mengungkapkannya dengan kata-kata heee
    Selama ini, saya menemukan banyak sekali jejak-jejak rindu dari puisi-puisi (yang basically terdiri dari kata-kata). Membaca dan merenungkan kata-kata dalam puisi memberi kesan ‘rindu’ yang juga penulis inginkan untuk dirasakan pembacanya.

    Bisa jadi mengatakan “rindu itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata’ adalah juga bentuk dari ‘rasa rindu’ yang ia rasakan. Cieeee…cieee…

    Suka

  5. Hi, Kak.

    Cara untuk meluapkan rasa rindu itu bermacam-macam. Ada yang senang menggunakan tangannya untuk menulis, melukis atau sekedar coret-coret untuk meluapkan rindu. Ada juga yang menggunakan tangannya untuk baking, atau membuat/mencipta sesuatu sebagai bentuk untuk meluapkan rindunya. Ada yang dengan berdoa atau mengenang dalam doa orang yang terkasih. Macam-macam, dan sangat tergandung dengan rasa ‘nyaman’ masing-masing orang.

    Suka

  6. Ping-balik: Seorang Wanita dan Kisah Sejumput Rindu – Maria Frani Ayu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s