Melihat Sisi Lain Karya E.L James, Fifty Shades of Grey


Buku yang sangat kontroversial kaya E.L James ini menjadi bahan diskusi yang sangat menarik, dan tidak habis-habisnya sampai saat ini. Bukan hanya karena buku ini sangat dilarang terbit di Indonesia, tapi karena memang isinya sangat brutal dan sangat tidak cocok untuk dikonsumsi oleh mereka yang berusia dibawah 18 tahun.

Kadang, karena alasan kontroversial dan dilarang, rasa penasaran membara untuk mengonsumsi buku ini.

Buku ini memang sudah masuk list membaca saya selama ini. Saya hanya membutuhkan waktu yang tepat untuk membaca dan menyelesaikan semua serinya. Saya menantang diri sendiri untuk melihat dan menemukan permata lain di balik buku ini. Itu harapan saya ketika memutuskan untuk menguliti buku ini lembar demi lembar.

Bagian pertama buku ini sudah membuat saya sangat tidak nyaman. Saya tidak biasa membaca topik seperti ini. Meksipun fiktif, tapi penulis sangat lihai untuk memainkan kata-kata dalam novel ini, sehingga rasanya sangat nyata.

Novel ini bak kisah Cinderella abad ini. Tokoh Anastasia Steel sebagai Cinderella dan Christian Grey sebagai si pangeran. Tapi, ini adalah kisah Cinderella yang sangat menyediahkan dan “dark”. Nyaris tidak ada kebahagiaan di dalamnya. Meskipun banyak adegen yang menunjukkan bahagia, tapi setiap bahagia selalu dibayangi dan disusul oleh penderitaan dan rasa sakit. Ironis!

Novel ini tidak berbicara melulu tentang sex, tapi banyak hal. Salah satu hal kuat yang saya temukan adalah mengenai ilmu negosiasi. Damn, Ana adalah seorang negosiator yang baik!

Dalam novel ini, saya belajar hal penting tentang “Mencintai orang yang sulit”. Saya melihat bagaimana Ana, sosok wanita dalam novel ini berjuang untuk mencintai sesuatu yang sangat tidak mungkin. Ia bahkan bermimpi untuk merubah orang yang dicintainya. Selain itu, saya juga belajar beberapa hal lainnya, seperti:

Profesionalitas dalam bekerja.

Mr. Grey, salah satu tokoh utama dalam novel ini adalah seorang pebisnis ulung dan masih sangat muda. Karakternya adalah karakter yang sangat kuat. Hal yang paling menonjol darinya adalah profesionalitasnya dalam bekerja dan bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Saya sangat terkesan dengan gaya bahasa dan juga kosakata yang ia pilih untuk berkomunikasi dengan Ana. Awesome!

Menariknya lagi, ia menggunakan bahasa yang santun sambil melakukan tindakan yang tidak santun. Ini penjahat dengan level yang berbeda!

Fifty shades.

Setiap orang memiliki lapisan-lapisan rahasia dalam dirinya. Ini wajar. Novel ini secara langsung menunjukkan hal ini, lapisan demi lapisan seorang Christian Grey yang sangat terkenal dan misterius. Saya memahami bahwa lapisan-lapisan yang ia miliki ini adalah bagian dari mekanisme kopingnya ketika berhadapan dengan masalah berat yang pernah ia alami di masa kecilnya. Lapisan-lapisan ini ia buka perlahan-lahan dan satu-satu dalam lembaran cerita di buku ini. Saya merasa kasihan dengan tokoh seperti Christian Grey. Prihatin dengan pengalaman buruk yang menimpa dirinya, dan bagaimana ia tidak dapat memaafkan masalah yang menimpa dirinya sendiri.

Cara wanita dan pria untuk jatuh cinta itu berbeda.

Pria jatuh cinta dengan caranya sendiri, demikian juga wanita. Keduanya berbeda karena keduanya memiliki struktur biokimia otak dan hormonal yang berbeda juga. Saya melihat dengan jelas perbedaan antara pria dan wanita dari novel fiktif ini. Komunikasi yang menjadi jembatan antara keduanya sulit sekali terwujud, dan hal ini membuat saya geregetan setengah mata. But, ini adalah twist menarik dari novel ini. Good story!

Baca juga: #Dear Ayu: Cinta, Pria dan Wanita

Sebagai seorang perawat, apa gunanya saya membaca buku atau novel seperti ini?

Selain untuk alasan hiburan, saya menggunakan novel ini sebagai bahan belajar dan membiasakan diri dengan kasus-kasus yang unik dan berada di luar prediksi saya. Kadang, saya tidak siap berhadapan dengan kasus-kasus pasien yang saya golongkan ke dalam kategori “WOW”, seperti kasus Christian Grey (trust me, I had encountered with the similar case).

Kalau saya kurang persiapan, mampus lah saya, mati kutu! Novel ini memberi saya akses dan media untuk belajar dan mempersiapkan diri ketika berhadapan dengan kasus-kasus dalam kategori luar biasa seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

So, demikian. Novel kontroversial dan sangat dilarang untuk dibaca ini ternyata menyimpan permata yang tidak terduga. Sayang kalau dilewatkan begitu saja.

Good luck!

11 pemikiran pada “Melihat Sisi Lain Karya E.L James, Fifty Shades of Grey

  1. Keren deh Mb Maria bisa menemukan sisi positif dari buku ini. Aku beneran mencoba deh untuk dua bab pertama undah angkat bendera putih karena gaya penulisan yang nggak cocok di akunya. Fakta soal tokoh Ana, aku setuju dia negosiator andal, level veteran dan kelas pro!

    Disukai oleh 1 orang

  2. Terima kasih sudah mampir dan memberi komentar di tulisan ini.
    Buku yang saya kupas benar-benar sulit, tapi selalu ada berkat di balik kesulitan haa

    Suka

  3. Hi, Kak!

    Sangat penuh tantangan untuk menyelesaikan buku ini dan menarik pelajaran baik dari buku ini. Tapi, selalu ada berkat dibalik kesulitan haaa
    Saya temukan itu dalam buku ini.

    Benar, Ana adalah negosiator yang baik.

    Suka

  4. Ceritanya benar-benar brutal! Terlalu berani!
    Imajinasi penulisnya terlalu jauh!

    Saya menghargai kerja keras penulisnya, dan sungguh, dari buku yang sangat kontroversial ini, ada pelajaran yang bisa saya tangkap.

    Suka

  5. Sama seperti mbak Maria yang berbekal rasa penasaran, saya justru memulai rasa “penasaran” dengan menonton trilogi film Fifty Shades of Grey ini; saya justru tidak terlalu tertarik membaca kisah novelnya.

    Ya pasti di filmnya tak dapat secara menyeluruh menyajikan tontonan seperti yang dituliskan di novel; tetapi paling tidak saya mendapatkan gambaran tentang sosok Grey yang menurut saya sakit jiwa.

    Benar ada masa lalu yang kelam dalam diri Grey dan tentu saja belum tuntas; terlihat tidak dapat memaafkan dirinya sendiri.

    Sementara Ana, menurut saya adalah seorang wanita yang terjebak dalam keinginan dia sendiri untuk memiliki Grey seutuhnya dalam balutan selendang bernama cinta; walaupun itu jelas menyakitinya.

    Sebuah tontonan yang menarik sih, terlepas dari kegiatan dan kebrutalan sexual antar keduanya yang ditampilkan secara visual.

    Disukai oleh 1 orang

  6. Mantap kali ini, Pak! Senang sekali membacanya.

    Setuju, saya pun berpikir bahwa Grey adalah orang yang sedang sakit dan Ana terlalu terbuat dengan imajinasinya sendiri tentang cinta. Tontonan yang menarik, dan menyajikan pelajaran yang menarik pula.

    Suka

  7. Awal,saya nonton Filmnya Dulu.Lalu cari tau tentang bukunya.karna saya suka baca,jadi..Imajinasiku lebih berkelana klu baca bukunya dari pada nonton filmnya.

    Aku suka buku2nya.Diluar banyak Adegan fulgarnya,Keseluruhan buku Menarik.Dari masa lalu Crhistian yg suram,ia bisa bangkit menjadi Pengusaha yg sukses dan konsisten pada diri sendiri.Dan..Dia juga Berusaha mau Mengusir Monster dalam dirinya.

    Paling menarik..Dibuku ketiga di Bab2 akhir,Saat dia Membuka semua Tentang dirinya ke Ana.walaupun sudah menikah,dan dia tau Ana mencintai dia apa adanya,Dia tetap berfikir,Tak perlu ada rahasia dihubungan mereka,walaupun itu berarti dia MEMBUKA lebih Sosok dirinya yg lain.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s