King Cobra dan Pelajaran Kebajikan tentang Kehidupan (yang Alami)


Ular yang bernama, “King Cobra”, diberi label “King” karena alasan yang kuat, bahwa memang mereka adalah spesies ular yang memiliki karakter khusus dan unik dibandingkan spesies-spesies ular lainnya.

Belajar mengenai ular, atau king cobra secara khusus membuat saya kadang bertanya-tanya, mengapa J. K Rowling tidak menggunakan referensi King Cobra sebagai model untuk ular peliharaan Voldemort, Nagini.

Setelah saya menghabiskan beberapa waktu untuk menyaksikan National Discovery beberapa waktu yang lalu, pikiran saya menjadi sangat tidak tenang dan menuntut saya untuk segera menyelesaikan tulisan sederhana ini. Atau lebih tepatnya menumpahkan isi pikir saya ke dalam bentuk tulisan ini.

King Cobra yang sedang menyantap makananya (Sumber. 3.bp.blogspot.com)

Fakta-fakta menarik tentang King Cobra

Beberapa fakta menarik dari King Cobra, yang berhasil saya kumpulkan dari film documenter dari National Discovery, saya susun dalam penomoran sebagai berikut:

  1. King cobra menjadikan spesies ular-ular lainnya sebagai santapannya. Favoritnya adalah “Rat Snake” atau ular yang tidak berbisa, yang sering menyantap tikus.
  2. Ketika menyantap ular lainnya sebagai makanan, King Cobra akan menyantap makananya mulai dari kepala, lalu terus menelannya sampai ekor.
  3. Selesai makan, King cobra akan menjadi “tidak berdaya”, dan dapat berdiam selama 2-3 bulan, sebelum berburu makanan lainnya.
  4. King cobra dapat tumbuh sampai lebih dari 5 meter, dan membesar seperti ular sejenis Phyton.
  5. King cobra sanggup untuk memakan spesiesnya sendiri, terutama untuk King Cobra yang jantan. King Cobra (jantan), akan dengan sangat brutal menyantap King cobra (betina), ketika ia tidak bisa “kawin” dengannya.
  6. Ketika makanan terlalu besar untuk King cobra, ia akan memuntahkan kembali makanannya dan meninggalkan makanan tersebut.
  7. Bisa King cobra dapat membunuh seekor gajah dewasa dalam hitungan detik. Jenis bisanya adalah neurotoxic yang membuat lawannya mati karena lemas.
  8. King Cobra dapat mengatur sebarapa banyak bisa yang akan ia keluarkan untuk melumpuhkan mangsanya.
  9. King cobra yang sedang bersaing dengan king cobra jantan lainnya untuk kawin akan melakukan tarian yang banyak dikira sebagai “tarian perkawinan”. Tarian yang dilakukan bersama pejantan lainnya ini dilakukan dengan berusaha untuk menundukkan kepala ular lainnya, sampai akhirnya keduanya memutuskan hasilnya. Bisa berlangsung berjam-jam. Ular yang kalah akan menyingkir dan meninggalkan ular jantan lain untuk mendekati ular betina. Tarian yang dilakukan ini tidak melibatkan “bisa”.
  10. King cobra betina memiliki kemampuan untuk menggunakan tubuhnya untuk membuat sarang sebagai tempat ia meletakkan telur-telurnya. Sarang ini dapat mencapai tinggi satu meter, yang terdiri dari daun-daun kering, ranting bahkan tanah. Sarang yang ia buat dimaksudkan untuk mencapai suhu tertentu, untuk membantu agar telur dapat berkembang dan meneteskan ular-ular lainnya. Sarang ini akan kedap air, dan bahkan bertahan dari banjir. King cobra yang bisa membangun sarang seperti ini dinilai sebagai bagian dari kecerdasan spesies King cobra. Perilaku ini hanya dimiliki oleh King cobra saja.
  11. King cobra betina akan berpuasa (tidak makan) selama ia mengeram telurnya. Setelah telurnya menetas, beberapa ular betina akan menyantap anak-anaknya sebagai makanan. Tapi, ada pula yang tidak. Bagi ular betina yang tidak, ia akan pergi dan meninggalkan anak-anaknya untuk mencari makanan. Anak-anaknya akan bergerak keluar dari cangkang telur mereka, dan belajar bertahan hidup di lingkungan yang keras.
  12. King cobra yang masih berusia beberapa hari berwarna belang-belang (hitam-kuning), semakin dewasa warna kuning ini akan memudar. Ketika saya masih kecil, saya sering melihat ular-ular ini di lingkungan sekitar rumah. Oleh penduduk di sebut sebagai ular “Tangkala Baju”. Saya tidak pernah menduga bahwa ini sebenarnya adalah ular cobra yang masih muda. Perlu waktu beberapa bulan sampai ia berubah menjadi ular cobra dengan dengan segala karakternya.
  13. The Monggoose adalah satu-satunya predator dari King cobra. Hal menarik dari Monggoose adalah mereka kebal (immune) pada racun king cobra ini.
  14. King cobra dapat membunuh Black Mamba. Meskipun jarang, tapi disinyalir bahwa King Cobra memiliki peluang untuk membunuh ular berjenis, black mamba dengan bisanya.
  15. King cobra pada dasarnya adalah hewan yang pemalu. Ia akan mematuk dan mengejar dengan dua alasan, untuk makan dan mencari makanan dan untuk melindungi diri.

Beberapa catatan mengenai fakta-fakta King Cobra, dapat dilihat secara lengkap melalui seri documenter yang diproduksi oleh National Geographic, dengan judul “King Cobra”.

Cobra Mating
Dancing Cobra (Source. flickr.com)

Saya takut (setengah mati) dengan ular!

Pernah suatu waktu, saya sedang berjalan-jalan di hutan. Dulu, hutan adalah rumah kedua saya. Setiap pulang dari sekolah, saya akan menyempatkan diri berkeliaran di hutan untuk mencari kebutuhan makanan, dan atau untuk hanya sekedar main-main saja.

Saya dan teman-teman pernah lari terbirit-birit ketika ada seekor ular yang lewat. Bayangan atau ingatan saya kabur. Tapi, saya ingat betul ketika teman saya meneriaki kami semua untuk segera berlari sekencang yang kami bisa dan tidak menengok ke belakang.

Pengalaman selanjutnya, ketika saya dan kedua adik saya sedang berada di rumah tanpa kedua orang tua kami. Seekor ular panjang, hitam dan besar melintasi samping rumah kami. Saya panik! Berteriak sekencang-kencangnya, dan melemparkan garam ke arah ular ini. Saya masih ingat betul ketika ular ini berjalan melintasi samping rumah kami yang untungnya berkaki panjang (rumah Betang).

Pernah suatu ketika seekor ular, membuang kotorannya dari atas loteng rumah tempat kami tinggal. Kotoran yang berwarna putih dan berbau amoniak ini membuat kami tidak bisa tidur dengan nyenyak hampir satu minggu. Belum lagi ditambah sunyinya loteng tempat tinggal kami dari bunyi tikus-tikus.

Selanjutnya, saya pernah tanpa sengaja melihat seekor ular membawa mangsa di mulutnya. Ular hijau, yang kemungkinan tidak berbisa ini dengan cepat melintas melalui pekarangan samping tempat tinggal saya. Panik! Saya sempat mengalami kesulitan untuk menemukan nafas karena panik!

Ular adalah hewan yang sangat menakutkan! Tapi, juga membuat saya sangat tertarik setengah mati. Hal ini membuat saya menyadari bahwa tidak semua hal menarik itu datang dari hal-hal yang membuat kita nyaman dan bahagia. Ketertarikan untuk memahami secara “aman”, objek atau subjek yang menakutkan dan mengancam nyawa ini lahir dari keinginan saya untuk “melindungi diri”. Sudah itu saja.

Sesuatu yang tidak kita pahami, sesuatu yang membahayakan nyawa, terkadang adalah objek yang sangat menarik untuk dipelajari!

King Cobra dan Pelajaran Kebajikan

Lalu, bagaimana pengetahuan tentang ular ini dapat berguna bagi kita? bagi saya?

Ular, ada dalam symbol ilmu kedokteran. Ular melambangkan obat (sebagai penyembuh, dan juga bisa membunuh). Dokter diminta untuk selalu waspada dengan obat-obatan yang mereka resepkan, karena hal ini dapat menimbulkan dua efek yang berbeda, kesembuhan atau sebaliknya malah kesakitan dan kematian.

Ular dalam tongkat lambang kedokteran, sangat kuat bukan ular berjenis King Cobra.

Rod of Asclepius (Sumber: Wikipedia)

Dalam salah satu adegan dalam The Karate Kid, sebuah movie yang diperankan oleh Jaden Smith dan Jackie Chan ini, Dre Parker (Jaden Smith) belajar salah satu teknik menyerang dari seekor ular. Ular adalah hewan yang tenang, dan penuh perhitungan. Mereka tidak akan menyerang, sebelum mereka di serang. Mereka meniru gerakan lawan, dan selanjutnya memproduksi counterattack yang mematikan! Pengetahuan tentang ular ini menarik sekali untuk dipelajari.

A woman and a snake (Salah satu adegan dalam movie Karate Kid). Sumber. i.pinimg.com)

Ular adalah lambang ketenangan, dan juga kesigapan dalam bereaksi terhadap masalah. Ketika berhadapan dengan masalah, tenanglah seperti ular, dan bereaksi cepat seperti reflek yang dimiliki oleh ular. Menarik.

King Cobra dan Kematian

Kematian terjadi di mana-mana, dan bahkan pada sekeliling saja juga. Kematian menghantui saya, dan sungguh membuat saya ikut-ikutan merasa cemas. Saya kadang berpikir seperti ini,

“Kapan waktu itu akan datang untuk saya?”. Lalu, “Ketika waktu itu sudah tiba nanti, apa yang akan terjadi? Apa yang akan saya lakukan? Ke mana saya akan pergi?”

Mendalami tentang kematian membuat saya belajar untuk menghargai tentang kehidupan dan bagaimana kehidupan ada dan hadir di muka bumi ini.

Kematian adalah bagian dari proses kehidupan. Tak akan ada kehidupan tanpa kematian. Hidup dan mati adalah bagian dari pengembaraan di muka bumi ini. Tapi, kematian hanya memiliki sangat sedikit porsi dalam hidup. Kehidupan setelah kematian, atau perjalan setelah kematian adalah peristiwa yang masih medapatkan status “misteri” bagi manusia yang hidup. Jika saya menghidupi apa yang saya alami pada saat ini dengan ketakutan akan kematian, apa yang akan saya dapatkan? Tidak ada.

Hidup dalam ketakutan akan kematian, bukanlah hidup. Itu sama seperti mayat hidup, dan itu nampak jelas mengolok-olok kehidupan. Sorry, just saying.

King Cobra, adalah hewan yang saya rasa sama seperti hewan-hewan yang lainnya. Kesadaran akan hidup dan kematian mungkin tidak sedalam manusia. Saya rasa, dalam kisah penciptaan, penulis cerita ingin menceritakan tentang “kutuk” yang dimiliki dan dibawa oleh manusia sepanjang-panjang generasinya, dan itu adalah kutuk akan pengetahuan. Semakin manusia tahu dan memahami, ia menjadi semakin cemas, semakin takut dan semakin jauh dari alaminya hidup. Saya merasakan hal seperti ini terjadi pada manusia kebanyakan, termasuk saya.

King cobra, dan hewan-hewan lainnya mungkin tidak se”jelimet” manusia untuk mendalami tentang proses kehidupan. King Cobra mungkin tidak “menyadari” hidup seperti manusia, dan mengikatkan kesadarannya pada suatu peristiwa atau kejadian seperti halnya manusia. King Cobra menetas, hidup, mempertahankan hidupnya di alam liar, bertemu dengan manusia, mengalami pengalaman mengancam nyawa dan akhirnya, mati. Ia menjalani hidupnya sealami mungkin. Setidaknya ini berdasarkan pengamatan dan pemahaman manusia.

Manusia belum bisa menjawab, “Mengapa” beberapa tingkah laku king cobra, “seperti ini dan seperti itu”. King Cobra menjalani hidupnya yang penuh misteri dengan seadanya, dan seperti itu. Tidak ada protes, hanya menjalani. Menjalani dengan alami.

Apakah saya, sebagai manusia mampu mencontoh sikap dan filosofi hidup ini?

King Cobra dan pelajaran tentang “Mindfulness”

Setelah menonton tentang series documenter “King Cobra”, saya menemukan pemahaman tentang king cobra dan mindfulness.

Saya belajar untuk menarik nafas, dan berada dalam keadaan stillness, dengan melihat serta mencontoh King Cobra. Lucu sekali rasanya menyadari hal ini. Tapi, saya menempuh pelajaran berharga dengan menerima insight seperti ini.

Sikap King Cobra yang diam dan tenang mewakili sikap doa, sikap meditasi. Sikap ini sangat cocok untuk ditiru ketika ingin masuk ke sikap meditasi atau mindfulness. Banyak sekali pose yoga yang mencontoh gerakan ular, terutama ular cobra. Menarik untuk dicontoh.

King Cobra dan Pelajaran tentang Ambisi dan Originalitas

Ular pada umumnya dijadikan symbol rumah untuk satu kelompok penyihir dalam karya besar J.K Rowling, Slytherin. Kelompok Slytherin ini diakui sebagai kelompok yang ambisius, dan fokus untuk mencapai tujuan. Mereka juga terkenal sebagai kelompok penyihir yang kokoh mempertahankan nilai-nilai original dari para penyihir. Bahkan, dalam catatannya, Merlin (Penyihir Hebat Dunia) juga adalah penyihir yang termasuk dalam kelompok Slytherin.

Simbul the house of Slytherin (Sumber. Medium.com)

Ular, seperti King Cobra pun menunjukkan sikap demikian. King Cobra tenang, tapi fokus untuk mencapai tujuannya. Apalagi ketika didorong oleh keinginan untuk berburu. Ia tidak melepaskan pandangannya pada “makanan” yang ada dihadapannya. Ia tetap konsisten sampai ia menangkap dan menghabisi makanannya. Kejam memang, tapi juga natural.

Uniknya lagi, ketika ia memang “tidak berhasil” setelah mencoba. Ia lepaskan semua, dan berburu makanan yang lain lagi. Sudah cukup sampai di situ saja.

Satu lagi. Apakah teman-teman pernah mendengar istilah seperti ini, “Cerdik seperti ular, tapi tulus seperti merpati”?

Yeap, ular dengan segala kecerdikannya, mampu masuk ke area-area yang tidak terjamah. Ia dengan anatominya, mampu bergerak cepat dan menyusuri wilayah-wilayah yang “tidak mungkin”. Saya rasa istilah “ular” disini juga untuk king cobra. Cerdik dan mampu masuk ke tempat-tempat yang tidak terduga.

Belajar dari kecerdikan ular, saya rasa sebagai manusia, saya pun perlu belajar untuk menggunakan setiap kesempatan yang ada di hadapan saya, untuk mengusahakan yang terbaik demi kebaikan banyak orang. Pelajaran yang saya peroleh dari ular ini membuat saya mengingat mengenai ini, “menggunakan kesempatan dengan baik”.

Bagaimana dengan teman-teman?

Meksipun memang, King Cobra adalah hewan melata yang sangat unik dan menarik di pelajari. Tapi, King Cobra pun menyimpan banyak misteri yang belum diketahui sampai saat ini. Termasuk bagaimana ia membunuh cobra betina yang menolak untuk kawin dengannya. Alasan “mengapa” masih menjadi misteri bagi para ahli.

So, demikian tulisan panjang saya mengenai king cobra. Saya memiliki alasan khusus mengapa saya menulis tulisan ini, salah satunya adalah untuk mengurangi rasa takut akan spesies ular ini. Maklum, saya masih tinggal di pinggiran kota, dan kemungkinan bertemu dengan hewan melata ini di masa yang akan datang, akan sangat mungkin terjadi dalam hidup saya.

Semoga pembaca sekalian dapat menikmati tulisan ini.  

As always, salam hangat dari saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s