Rahwana, dan Kisah Cinta bertepuk Sebelah Tangan


Saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan bergitu tertarik dengan kisah Ramayana dan Mahabharata. Meskipun sudah sering muncul di berbagai media, tapi saya masih enggan untuk menyaksikan dan mendalami kisah ini. Kesulitan saya adalah untuk mengingat setiap nama dan mengikuti alur kisah yang tertulis di sana.

Tapi, seiring waktu, seperti takdir, saya pun bertemu kembali dengan kisah ini dalam bentuk yang berbeda. Ketika dihadapkan pada kisah ini, saya akhirnya menyadari bahwa saya tidak dapat lari lagi dan memutuskan untuk menjatuhkan diri saya dalam kisahnya.

I am obsessed!

Saya sedang mengedit sebuah naskah milik sahabat dan memutuskan untuk menggali mengenai kisah cinta Rahwana, Rama dan Shinta. Saya sangat terkesan dengan cerita dan buah pelajaran yang diambil dari tulisan ini. Saya merasa sangat beruntung karena dapat menemukan dan mempelajari kisah yang sangat menarik ini.

Rahwana dalam kisahnya, dan sesuai dengan tafsir saya adalah korban dari cinta yang tidak terbalaskan. Sosok Rahwana ini sangat menarik, karena merupakan contoh dari kejadian menyakitkan karena tidak ingin melepaskan apa yang seharusnya dilepaskan. Rahwana yang mengalami penolakan, mengalihkan rasa frustasinya dengan menjadi bengis, dan menantang siapapun dalam perang. Sikap garang, dan mengerikannya ternyata adalah buah dari hal sederhana, cinta yang tak terbalaskan. Ketulusannya tidak terbalaskan, dan ia menjadi orang yang berlari untuk menemukan kedamaiannya dari setiap peperangan dan tantangan yang ia buat dengan orang lain.

Sosok yang nasipnya ironis, tapi juga sangat menyentuh.

Kisah Rahwana memberikan saya kesan tersendiri tentang kemampuan manusia untuk “relate more” dengan kejadian serupa. Terutama yang dituliskan dalam bentuk sebuah cerita. Perasaan “sama-sama mengalami hal yang sama” membuat pembaca merasakan dukungan yang pada saat itu sedang ia perlukan.

Menarik!

Kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan itu adalah kisah yang sangat menarik. Menggali alasan “mengapa” seseorang dapat tertarik atau jatuh cinta secara sepihak kepada orang lain akan mempertemukan kita pada kisah cinta menarik yang akan menyentuh kalbu. Sebagai contoh, kisah cinta Rahwana ini.

Sudah tidak bisa disebutkan lagi ada berapa banyak essay dan bahkan puisi yang terlahir dari kisah cinta yang sifatnya bertepuk sebelah tangan. Kesedihan yang ditimbulkan dari kisah ini menarik simpati dan juga keinginan untuk merangkul tokoh yang sedang menderita. Mendalami kisah seperti ini pun mengajarkan kita secara tidak langsung akan sikap empati dan kepedulian.

Saya sendiri sangat menyukai kisah-kisah seperti ini, terutama kisah yang mengajarkan saya untuk tidak melihat seseorang atau kejadian tertentu hanya pada satu pandangan saja. Tapi, melihat secara “menyeluruh” atau holistik. Kisah seperti ini mengajarkan saya untuk mempertanyakan pemahaman saya sebelumnya, dan memperbaiki diri. Dalam prosesnya, saya belajar dan ini adalah pengalaman yang sangat menyenangkan!

Bagaimana pendapatmu tentang kisah cinta Rahwana ? Apakah kamu menikmatinya seperti saya? Apakah kamu pun mengambil pelajaran dari kisahnya, sama seperti saya?

Rekomendasi bacaan yang akan membantumu memahami kisah Rahwana adalah sebagai berikut:

  1. Alfonsus Adi Putra. Penculik Dewi Shinta bermuka 10, 22 Fakta Unik Rahwana.diterbitkan di IDN News, pada 3 Februari 2021
  2. Ruddy (2018). Sepenggal kisah cinta Rahwana, diterbitkan di Medium.com pada 27 Juli 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s