Disiplin dan Tepat Waktu


Disiplin, dalam KBBI Daring diartikan sebagai “ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan (tata tertib dan sebagainya)” 

Menjadi disiplin itu tidaklah mudah untuk dilakukan. Disiplin itu, seumpama tali, mengikat dan menjerat. 

Manusia, sejak dahulu kala, menyerahkan dirinya pada berbagai peraturan-peraturan yang mengikat dan menjerat. Salah satu alasannya adalah karena manusia itu adalah makhluk yang liar, bebas dan tidak lahir dari aturan. Mengikatkan diri pada peraturan-peraturan tertentu, dipandang sebagai upaya untuk menjadikan manusia sebagai makhluk yang lebih “bermartabat” dibandingkan makhluk-makhluk lainnya. 

Belum lagi, manusia yang mampu mengendalikan manusia-manusia yang lainnya adalah sebuah pencapaian. Ada godaan “kekuatan” dan “kekuasaan” yang lahir di sana. Kecenderungan untuk dapat mengendalikan, mengatur dan menguasai manusia-manusia yang lainnya. Atas nama peraturan yang sudah disepakati bersama, kita dapat menjadi “tuan” atau orang lain. 

Meskipun demikian, manusia membutuhkan peraturan, dan juga ketaatan untuk menjalankan setiap peraturan. Jika tidak, ketidakteraturan yang akan dihadapi oleh manusia. Ketidakteraturan melahirkan masalah, dan masalah melahirkan kebinasaan. 

Tapi, tidak ada yang salah dengan ketidakteraturan. Tidak ada yang salah dengan kebinasaan. Ia, bukan? 

Bukankah kita pun lahir dari ini semua. 

Lalu, soal tepat waktu. Tepat waktu atau tepat pada waktu yang sudah ditentukan atau disepakati. 

Apakah kita pernah menjadi orang yang benar-benar tepat waktu? Oh no! Tidak. 

Contoh, kita janji bertemu dengan seseorang pada pukul 7.30 am. Kita tepati. Tapi, kita lalai untuk menetapkan jam untuk berpisah. Meskipun kita sepakat bahwa pertemuan kita ini akan berakhir dalam waktu 1 jam, kita masih saja melakukan kebiasaan buruk kita, molor. Kita bukannya berpisah pada pukul 9.30 am, tapi malah lebih. Sekali lagi, molor. 

Kenapa? 

Kadang, karena pembicaraan kita yang sangat sulit untuk dihentikan segera. Kadang, karena kita sangat menikmati pertemuan kita saat itu.

Memaksakan sikap tepat waktu pada situasi pertemuan yang menyenangkan, itu sama saja ingin mengatakan bahwa pertemuan itu tidak menyenangkan (Kita sedang menjalankan sebuah kebohongan di sini). 

Lalu, apakah kita akan menganggap bahwa diri kita adalah seorang sahabat yang disiplin dan tepat waktu dengan hanya menilai dari jam datang ke pertemuan yang sudah dijanjikan saja? Ah, tidak pas dan sangat tidak tepat rasanya. 

Disiplin itu, bagi saya adalah bagaimana kita meletakkan sesuatu sesuai dengan porsinya. Tepat dan tepat. Definisi ini sungguh sangat banyak kekurangan. Terutama karena persepsi satu orang dengan orang lain tentang “sesuai porsinya” itu berbeda-beda. 

Lalu, untuk tepat waktu itu, seumpama hidup dan matinya manusia. Manusia lahir pada waktu yang tepat, dan mati pada waktu yang tepat pula. Tak ada kata terlambat, atau molor. Pas tepat, sesuai dengan saatnya. 

Sisinya, saya rasa baik jika kita memberikan ruang untuk pemahaman, pengertian, cinta kasih, pengampunan, kerendahan hati, kejujuran, dan masih banyak lagi. 

Dari pada hidup hanya berdasarkan standar disiplin dan tepat waktu, akan lebih baik jika kita memilih untuk membiarkan diri kita berproses bersama ketidakmungkinan dan warna-warna “diantara” kekakuan tersebut. Saya rasa, dengan begini hidup menjadi lebih menyenangkan dan less depressed! 

Bagaimana menurutmu? 

2 pemikiran pada “Disiplin dan Tepat Waktu

  1. Tepat waktu is a must, it’s a form of respecting that person we have an appointment with, makanya aku suka kzl kalo orang janjian sama aku ngga tepat waktu (tanpa mengabari sebelumnya). Memang susah prediksi apa yang bakal kejadian, bisa jadi ban kempes, ada halangan ina itu, tapi bisa kabarin sebelumnya lah.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Setuju!
    Kita kadang lupa dengan hal ini, “it’s a form of respecting that person we have an appointment with…” Dengan datang ke pertemuan secara tepat waktu, kita menunjukkan rasa hormat kita pada orang yang akan kita temui. Poin yang sangat menarik ini. Noted!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s