Seminar Nasional pada Saat itu,…


Pada Sabtu, 6 Agustus 2022 yang lalu, Panitia Pelaksana Seminar Nasional dari Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei milik pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, mengundang saya untuk membagikan pengalaman praktik keperawatan jiwa dengan tema “Hidup Merdeka dengan Sehat Jiwa.” Materi yang saya bagikan pada saat itu adalah “Pelayanan Kesehatan Jiwa pada Keluarga dan Komunitas.

Seminar Keperawatan Jiwa, Sabtu, 6 Agustus 2022.

Banyak hal yang terjadi, yang membuat saya harus mengambil mode “merenung” dalam waktu yang cukup lama. Beberapa catatan proses dan juga perjalanan waktu itu akan saya bagikan dalam tulisan ini. Bear with me, para pembaca yang Budiman.

Soal Kecemasan

Dealing with my absolute worst self-worth issues adalah highlight catatan ini. Saya merasakan kelelahan yang luar biasa karena rasa cemas yang singgah (dan tinggal) dalam tubuh ini.

Saya menyadari bahwa rasa cemas yang “cukup” dapat membantu seseorang untuk mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, dan saya pun terus berusaha agar rasa cemas ini sungguh membantu saya untuk menjalani masa-masa yang luar biasa ini. Saya belajar untuk melihat dan mengambil hal positif dari rasa cemas yang saya miliki.

Berkat rasa cemas ini, saya mampu menulis sebuah tulisan, yang kemudian saya bagikan dalam blog ini dengan judul “Menenangkan Diri.” Tulisan ini saya kerjakan dalam beberapa waktu sebelum seminar dimulai. Saya putuskan untuk menulis tulisan ini, karena saya merasa aliran energi cemas yang sungguh luar biasa dalam diri ini. Ada ketakutan, jika energi ini tidak saya salurkan dengan baik, dapat membuat saya tidak mampu berkata-kata lagi pada saat seminar berlangsung. Saya kemudian menemukan celah, dan membiarkan aliran energi cemas ini melalui jari-jari tangan ini dan membentuk tulisan. Hanya dalam hitungan detik, saya pun memutuskan untuk segera menerbitkan tulisan tersebut di blog, dengan harapan agar orang lain pun dapat belajar sesuatu.

To be honest, tidak semua energi rasa cemas itu buruk. Jika dapat diolah dengan baik, perasaan cemas itu dapat menjadi sesuatu yang sangat extraordinary!

Jumlah peserta yang mengikuti secara online, lebih dari 200 peserta.

Jumlah Peserta yang Luar biasa

Antusiasme peserta seminar adalah sesuatu yang sangat saya syukuri. Lebih dari 400 orang yang mendaftar mengikuti kegiatan ini, dan lebih dari 200an orang yang ikut serta menyaksikan seminar ini melalui link zoom yang sudah dibagikan.

Jumlah peserta luar biasa ini adalah sesuatu yang tidak saya duga sebelumnya. Saya sudah berpikir bahwa kurang piawainya saya, akan menjadi alasan dibalik kurang menariknya seminar ini nanti. Tapi, melihat banyak orang yang sangat antusias mengikuti kegiatan atau acara ini, adalah sesuatu yang diluar perhitungan saya. Ini kejutan yang luar biasa, yang juga merupakan beban tersendiri untuk saya pribadi. Tekanan untuk menyajikan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi peserta, adalah sesuatu yang menyenangkan, tapi juga menjadi beban yang dapat memberatkan.

Namun, apapun yang lahir dari pikiran saya waktu itu (yang kebanyakan adalah suara-suara yang negatif), saya biarkan berlalu atau lepas saja. Saya memahami dan sungguh menyadari, bagaimana diri saya sendiri ingin melindungi dirinya. Secara otomatis, saya biarkan diri saya menyampaikan rasa cintanya, yang kemudian saya balas dengan afirmasi positif untuk diri sendiri.

Kerjasama tim yang luar biasa

Tawaran untuk menjadi salah satu pembicara pada acara seminar ini datang dari kakak tingkat saya, Sanurang Sanuppati. Berkat kebaikan hatinya, saya mendapatkan kesempatan, dan juga keberanian untuk ikut serta dalam kegiatan seminar ini.

Saya sempat menolak, dan merekomendasikan orang lain untuk menjadi pembicara. Tapi beliau masih berusaha meyakinkan orang yang bahkan tidak yakin dengan dirinya sendiri ini. Saya.

Satu kata, yang membuat saya akhirnya menyerah dan kemudian menerima tawaran ini adalah, ketika beliau mengatakan “berbagi.” Saya menyadari betul arti kata “berbagi” ini, dan ketika kata ini diucapkan, tanpa ada keraguan lagi, saya katakan “ya”!

Selama proses persiapan, hari-H kegiatan, dan bahkan setelah acara selesai, saya merasa dibantu dan dipandu dengan sangat baik. Moderator pada acara seminar juga sangat membantu, beliau adalah adik tingkat saya sendiri, Ria Kamalariani.

Saya dapat menyimpulan bahwa kegiatan atau acara seminar yang saya jalani pada saat itu, dapat dilaksanakan dengan baik, karena bantuan, campur tangan dan kerja tim yang luar biasa. Nikmat seperti ini, sangat sulit dan jarang ditemukan dimana pun. Saya sungguh bersyukur karena hal ini.

Bapak Sanurang Sanuppati, Ketua Panitia Kegiatan Seminar Keperawatan Jiwa.

Percaya pada Kemampuan Diri Sendiri.

Pengalaman untuk berbicara di depan orang banyak, sebenarnya bukanlah hal baru bagi saya. Tapi memang, adalah hal yang sangat sulit untuk dilewati tanpa sedikit drama.

Ketika saya masih duduk dibangku SMA, berbicara di depan kelas, adalah sesuatu yang sangat sulit saya lakukan. Saya masih ingat bagaimana saya harus menjatuhi hukuman pada diri sendiri karena ketidakmampuan saya untuk berbicara sepatah kata pun di ruang kelas. Tindakan yang keliru. Sungguh. Tapi, karena pengalaman ini, saya belajar untuk memberikan suasana yang nyaman dan aman di ruang kelas yang saya asuh. Saya belajar untuk menjadi sahabat bagi mereka yang ingin belajar bersama saya, dan saya selalu menekankan kata “belajar bersama-sama.” Saya masih percaya bahwa, lingkungan yang aman dan nyaman akan mendorong seseorang mengeluarkan potensi terbaiknya; dan belajar sesuatu yang berguna. Apalagi ditengah stress yang luar biasa di sekolah-sekolah pada masa saat ini.

Saya pun belajar untuk mempercayai diri saya sendiri, ketika saya berada pada masa-masa yang sulit dan tidak menentu.

Tindakan untuk mempercayai diri sendiri ini, saya praktikkan pada saat menjadi pembicara di seminar waktu itu. Saya menyerah pada setiap ancaman dan jebakan-jebakan kecemasan yang dikeluarkan oleh pikiran saya sendiri, dan memilih untuk cukup mempercayai diri saya sendiri. Saya percaya bahwa dalam keadaan yang sangat sulit sekalipun, saya dapat melakukan sesuatu. Saya memilih untuk percaya, dan saya memilih untuk menikmati setiap langkah penuh sejarah ini dengan santainya.

Lalu, sama seperti banyak pengalaman saya sebelumnya. Saya menemukan banyak hal-hal mengejutkan, yang membuat saya sangat-sangat bersyukur atas hidup yang luar biasa ini. Tak jemu-jemu saya menemukan tanda-tanda penyertaan dan rahmat kasih Tuhan yang luar biasa. Saya merasakan bagaimana besarnya kemurahan Tuhan atas setiap tarikan nafas ini; Setiap detik dan setiap kali kesadaran ini ada dan hadir.

Kuncinya satu, yaitu untuk percaya pada diri saya sendiri. Percaya.

Bapak Maradona, pembicara pertama pada seminar waktu itu.

Bahan dan Materi Pembelajaran

Bahan dan Materi Belajar yang saya siapkan pada saat itu dapat diakses melalui akun Zenodo, degan judul “Pelayanan Kesehatan-Keperawatan Jiwa pada Keluarga dan Komunitas: Refleksi dan Pembelajaran dari Manila-Filipina dan Indonesia”.

Saya menganjurkan banyak orang untuk membaca catatan panjang saya itu, ketimbang slide PPT yang isinya sangatlah terbatas dan isinya hanya foto-foto saja. Saya menyusun catatan sebanyak 13 lembar itu dalam waktu kurang lebih satu minggu, dan sungguh menikmati kilas balik pengalaman yang saya takutkan berkarat dan menghilang.

Sedikit catatan lagi,

Cukup lama saya menahan diri untuk menyelesaikan tulisan ini, dan kemudian menerbitkannya di blog ini.

Banyak sekali hal yang terjadi, dan yang saya alami pada saat persiapan acara sampai pada hari pelaksanaan kegiatan. Banyak pelajaran yang saya dapatkan, yang saya usahakan untuk simpan dalam hati dan biarkan menjadi catatan saya sendiri. Tapi, semakin hari, rasanya sangat disayangkan kalau pengalaman berharga seperti ini hanya saya simpan sendiri.

Saya berharap, pada suatu saat nanti, catatan ini dapat saya baca kembali, sambil mengingat pelajaran seperti apa yang saya rasakan dan peroleh pada waktu itu.

Selesai menumpahkan semua, lahir rasa syukur dari hari ini. Bahagia, bangga dan puas dengan usaha dan kerja keras yang sudah terjadi. Syukur pula atas penyertaan Tuhan yang luar biasa melalui proses ini. Segala puji kepada Tuhan.

Setelah membaca tulisan ini, apakah ada komentar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s