Snowdrop: Kumpulan Puisi


“…diantara masa lalu dan masa kini

Terbentang jembatan yang tak pernah mampu dirobohkan..”

(Diantara masa lalu dan masa kini, AE, Snowdrop, page 67)

Judul Buku: Snowdrop: Kumpulan Puisi

Penulis: Deska Fajrina dan Anastasia Ervina

Penerbit: CV Kreator Cerdas Indonesia, 2022

….

Pada tanggal 13 september yang lalu, saya menerima buku ini. Ini adalah awal dari sebuah perjalanan yang manis dan menyenangkan. Tulisan-tulisan yang elegan lahir dari jiwa yang merekah penuh rasa bangga, yang juga tak dapat menyembunyikan sepi dan luka. Deska Fajrina dan Anastasia Ervina, memperkenalkan kehidupan melalui wajah bunga-bunga.

Saya bukanlah pecinta bunga, dan bunga bukanlah objek yang dapat diasosiasikan dengan diri saya. Dulu sekali, banyak rekan yang melihat saya yang lebih tepat diasosiasikan dengan kaktus. Berduri dan kering. Juga, bertahan dan hidup.

Lembar demi lembar tulisan dalam buku ini, mengantarkan saya pada petualangan yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Saya diperkenalkan pada bunga-bunga seperti Lilac, Daisy, Tulip, Iris dan masih banyak lagi. Saya didorong untuk mengenal jenis-jenis bunga dan menyelaraskan keiginan dan emosi dalam diri penulis dengan bunga sebagai medianya.

Dalam tulisan ini, saya akan membagikan buah-buah yang berhasil saya kumpulkan setelah melakukan petualangan lembar demi lembar dalam buku ini.

Makna dan Lambang Bunga

Bunga, dalam berita-berita di portal berita. Bunga kerap digunakan sebagai penunjuk “korban,” misalkan kata-kata seperti ini,

“Sebut saja, Bunga..”

Akibat dari tindakan ini adalah pandangan akan “bunga” yang diasosiasikan dengan sesuatu yang rapuh, mudah hancur, lemah, pasrah, dan menjadi korban. Sulit sekali menemukan kekuatan pada bunga. Tapi, meskipun demikian, dalam kerapuhannya bunga tumbuh dan mekar dengan lebih indah. Bunga mengajarkan kepada manusia bahwa ada kekuatan dalam kerapuhan, keterbatasan dan juga kepasrahan. Belum lagi, bunga sudah sejak lampau menjadi symbol dan alat komunikasi yang sangat efektif.

Setiap bunga melambangkan sesuatu. Misalkan bunga Anemone, yang memberikan arti ditinggalkan atau ditinggal pergi. Ada juga seniman dan artist dari Korea, G-Dragon yang menggunakan bunga Daisy sebagai symbol dari Innocence, Loyal love, I’ll never tell.

Menenggelamkan diri untuk memahami arti dari setiap bunga-bunga, ternyata adalah sebuah pengalaman baru yang menyenangkan dan menghibur. Saya pun menemukan kekuatan untuk membawa kepermukaan segala kerapuhan dalam diri, dan mengakuinya. Lalu, secara berangsung-angsur mengolah ini sebagai kekuatan baru yang menyegarkan hidup ini. Perjalanan yang menyenangkan.

Judul dari buku ini, Snowdrop, juga menunjukkan bunga yang memberi makna penghiburan, simpati, dan harapan. Mungkin, penulis pun ingin mengirimkan pesan harapan kepada pembaca. Bahwa, meskipun duri-duri menghiasi lebih banyak cerita dalam hidup ini, selalu ada harapan untuk masa yang akan datang.

Tentang Kehidupan

Puisi dalam buku ini, tidak hanya membicarakan tentang cinta, tapi juga adalah tentang hubungan antara anak dan orang tua, penulis dengan dirinya sendiri. Tentang kehidupan. Membaca tulisan-tulisan ini, mengajarkan begitu banyak hal untuk diri saya sendiri, dan tentang kehidupan.

Saya masih merasa bahwa puisi adalah sesuatu yang ajaib. Maknanya berbeda dan kadang dapat berubah seturut dengan keadaan hati pembacanya. Ini tentu saja bukan hanya soal kata-kata yang indah, tapi juga ada kata-kata yang terjalin dan memberi makna.

Membaca puisi pun sangat berbeda dengan membaca buku biasa. Pembaca memang didorong untuk menghidupkan satu demi satu kata yang tertulis didalamnya. Kata-kata ini, tidak berharap hanya dilalui begitu saja, tapi diselami, didalami sampai akarnya. Sampai ditemukan makna sesungguhnya. Makna, yang ditemukan dalam diri pembacanya sendiri.

Sebagai contoh, ketika saya membaca tentang “Diantara masa lalu dan masa kini”, saya menemukan sosok kecil dari diri saya sendiri, yang pada saat itu terluka, dan menangis tak henti. Lalu, pada puncaknya, senada dengan si penulis, saya menemukan makna bahwa,

“…diantara masa lalu dan masa kini

Terbentang jembatan yang tak pernah mampu dirobohkan..”

Saya diperhadapkan pada pilihan dan keputusan untuk menerima apapun yang sudah terjadi, dan dengan tegar menjalani masa sekarang setapak demi setapak dengan berani. Ini seperti esensi dari kehidupan itu sendiri. Terus berjalan, sampai Tuhan mengatakan berhenti.

Musikalisasi Puisi

Pada suatu ketika, saya bertanya kepada salah seorang sahabat mengenai potensi karya “puisi” di pasaran masyarakat pada saat ini. Dalam diskusi yang singkat melalui pesan, saya menemukan bahwa puisi akan memiliki harga jual ketika disajikan dalam bentuk musikalisasi puisi. Kata-kata saja, nampaknya tidak cukup untuk mengungkapkan makna. Nada suara, kadang pun harus disajikan sebagai pengantar dan sahabat erat dari kata-kata. Tujuannya sederhana, agar semakin jelaslah maknanya, dan semakin dekatlah keberadaannya bagi para penikmat pusi. Sebagai contoh adalah musikalitas puisi dari Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juli, yang sudah banyak dibuat musikalisasinya.

Puisi-puisi yang tertulis dalam buku ini,saya harapkan dapat bersanding dengan nada-nada indah yang akan menemani penikmatnya. Membayangkannya melahirkan harapan, dan keadaan masa yang akan datang dengan baik.

Meskipun demikian, saya masih memiliki hati untuk puisi yang hanya sekedar “kata-kata” saja. Tanpa ada suara tambahan. Ini saya temukan ketika saya berada dalam keadaan yang sibuk dan penuh tekanan. Membuka buku yang berisi puisi, memberikan jeda yang tenang dan nyaman. Membuat saya menyadari arti penting keheningan. Hanya ada saya dan kata-kata yang menggema penuh arti dan makna. Perlahan saya mengumpulkan diri saya sendiri, dan prosesnya memberikan saya nada-nada indah yang berkesan. Dalam.

Saya dan Buku Kumpulan Puisi “Snowdrop”

Sama seperti beberapa buku puisi yang pernah saya ulas dalam blog ini, saya pun dengan senang hati merekomendasikan buku puisi ini untuk dimiliki oleh banyak orang. Buku ini menawarkan pengalaman yang tak terduga dan tidak disangka-sangka. Sederhana, rapuh dan indah. Sama seperti saya yang sudah “diubah” oleh tulisan-tulisan dalam buku ini, saya pun berharap agar para pembaca sekalian dapat berhadapan muka dengan keindahan dari setiap kata-kata dalam buku ini.

Bagi yang ingin memesan buku ini, silakan langsung menghubungi nomor kontak (WA.085889221867)

Selamat bertualang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s