Percakapan pada 22.55 Pm


Aku berada di sini

kembali

dalam balutan rasa ingin

rasa rindu

rasa sedih

rasa ditinggalkan

rasa sendiri


rasa!

Bertarung bersama pikiranku sendiri,

mencari alasan untuk tidak lagi menumpahkan nila ke sebelanga susu putih itu.

Aku tahu akhirnya

menyakitkan

menyedihkan

melumpuhkan, membunuh! 



Masih sama, 

bermain bersama “andai” dan “jika,” 

meniadakan semua 

memulai kembali, 

polos putih bersih. 

Sementara bercermin, 

pada hadapku ada tumpukan kertas kotor dan usang

berdebu hampir setiap sisinya

berserakan di sekitar tong sampah

menunggu dibakar dalam api


Ingin berhenti untuk melawan diriku sendiri

membiarkannya pergi, 

melepasnya pergi

bertanya dengan bebasnya, 

Mengapa tak pernah terdengar kata sapaan ?

Mengapa tak pernah terbaca kalimat tanya ? 

hening

diam

sunyi.

Masih saja,

menantikan kedatangannya sambil menopang dagu di ruang tamu 

merencanakan akan menyuguhkannya dengan hangatnya segelas mimpi-mimpi

dan semangkuk penuh rencana, “apa yang ingin aku lakukan.

Lalu, pada akhirnya

tetap sama. 

Membiarkannya larut begitu saja

menjauhi diriku

Semakin pudar dan lenyap. 

Senyap. 

Hilang, 5 November. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s