Patresia Kirnandita: Si Kecil yang Terluka dalam Tubuh Orang Dewasa


Saya sungguh menyadari bahwa apapun yang terjadi pada saya saat ini adalah hasil dari perjalanan panjang yang diawali ketika mata ini terbuka untuk pertama kalinya bagi dunia.

Masih sangat jelas dan lekat dalam ingatan ini, bagaimana kemarahan yang tergambar jelas di wajah Ayah, dan kengerian di wajah Ibu. Masih tergambar pula, kekecewaan dan juga rasa tersakiti di wajah keduanya. Ibu dan Ayah saya menikah berbeda kebudayaan, dan sejak dini saya sudah memahami bahwa “cinta saja tidak akan pernah cukup” untuk menoleransi perbedaan yang jelas terpampang di depan mata.

Anak, ya pada akhirnya anak-lah yang menjadi korban. Atau, yang akan menerima dampak dari (anggap saja) keegoisan kedua orang tuanya.

Tapi, mengamati apa yang terjadi, menggali kembali ke belakang dan memperhatikan apa yang terjadi pada saat ini, timbul sebuah kesadaran bahwa apapun yang terjadi, biarlah terjadi.

Untuk apa mempermasalahkan yang telah lalu dan berlalu? Mengapa tidak memilih jalan untuk “tidak mengulangi” kesalahan yang sama pada masa sekarang? Dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik mulai dari masa saat ini.

Membaca buku Patresia Kirnandita yang berjudul “Si Kecil yang Terluka dalam Tubuh Orang Dewasa”, membawa saya pada begitu banyak hal untuk direnungkan. Termasuk menggali kembali masa lalu yang menyakitkan, dan membiarkan luka lama ini sembuh sebagaimana seharusnya.

Si Kecil yang Terluka

Masa kecil bersama kedua orang tua saya, tidaklah seperti masa kecil kebanyakan orang. Pada usia yang masih sangat muda, saya sudah berpisah tinggal dengan kedua orang tua. Saya sudah belajar hidup mandiri dan mempertahankan hidup sendiri sejak masih sangat muda. Jika mau ditarik alasannya, tiada lain dan tiada bukan, kemiskinan. Memikirkan tentang kemiskinan membuat saya muak ! banyak hal yang terjadi pada keluarga kami lahir dan hadir karena faktor ini, kemiskinan.

Saya terus berdebat, apakah kemiskinan ini “hanya sebagai alasan” atau karena kemiskinan adalah “hal yang tidak bisa diterima” oleh kedua orang tua saya ? Ah! Apapun reaksinya, kemiskinan adalah sebuah keadaan kompleks yang mempengaruhi setiap lapisan kehidupan manusia.

Seperti peringatan yang sudah disampaikan oleh penulis pada awal halaman buku ini, bahwa pembaca mungkin akan mengalami serangan emosi yang tidak nyaman. Yeap! Saya mengalami masalah yang sama ketika berusaha untuk menyelesaikan selembar demi selembar buku ini. Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak jeda yang harus saya ambil untuk menyelesaikan membaca buku ini. Terlalu banyak kejadian dan peristiwa yang tertulis dan “hampir mirip” dengan keadaan yang saya alami, dan hal ini membuat saya menyadari bahwa sungguh, saya belum benar-benar mampu melepaskan kenangan-kenangan yang tidak mengenakkan itu.

Tidak terhitung ada berapa banyak kejadian yang tergolong ke dalam “perseteruan”dalam keluarga. Sudah tidak terhitung berapa banyak luka yang diakibatkan oleh kejadian ini. Korbannya, tak ada lain adalah mereka yang berada secara langsung dan mungkin tidak langsung terlibat dengan masalah ini.

Meskipun demikian, pada titik ini saya sungguh bersyukur karena dapat melewati ini semua. Meskipun tajam dan berduri, apapun yang terjadi pada masa yang lalu sudah seharusnya terjadi agar terbentuklah masa depan seperti saat ini.

Tidak ada keluarga yang benar-benar sempurna, dan tak ada keluarga yang lebih baik dari keluarga yang sekarang kita miliki. Setidaknya, demikian penggalan hasil komunikasi antara saya dan Ibu.

Saya dan Ibu mungkin memiliki hubungan paling kompleks dan rumit, tapi hal yang sungguh saya syukuri adalah kami berdua sama-sama setuju untuk saling memaafkan dan memaklumi, lalu bersama-sama belajar untuk mengenal luka-luka kami masing-masing. Lalu, saling membantu memulihkan diri.

Memaafkan, Mengampuni

Saya setuju dengan isi dalam buku ini, terutama tentang “memaafkan” atau “mengampuni” apapun yang sudah pernah terjadi pada kita, terutama hal-hal yang menyakitkan atau buruk. Pengampunan. adalah sebuah proses yang membutuhkan waktu. Pengampunan adalah pelepasan. Membiarkan diri kita tidak lagi dipengaruhi oleh hal-hal yang menyakitkan atau merusak. Atau, tidak membiarkan diri kita jatuh dalam kesalahan dan luka yang sama.

Atas luka yang lahir karena kedua orang tua saya, saya sudah pernah membicarakannya dengan keduanya. Penuh air mata tentu saja. Sebuah kejadian yang tidak akan pernah dapat saya lupakan seumur hidup.

Melalui peristiwa ini, saya belajar bahwa. Proses untuk mengampuni, adalah sebuah proses untuk saling menyembuhkan luka. Saling mengenal pribadi dan diri masing-masing dan saling menerima keterbatasan masing-masing. Proses.

Sampai saat ini pun, saya masih berproses dengan kedua orang tua saya. Kami masih saling menyembuhkan, dan kembali belajar cara untuk mencintai. Melepaskan masa lalu yang menyakitkan, memakluminya dan belajar untuk menyamakan langkah sedikit demi sedikit. Bersama-sama.

Kami pun belajar untuk memberikan batasan. Sungguh, batasan itu adalah hal yang sangat penting dalam hubungan jenis apapun. Termasuk hubungan antara anak dan orang tua. Saya pun belajar mengenai hal ini, dan menemukan pola yang sama dalam cerita penulis. Hal pentingnya adalah, saya belajar dan saya pun berproses.

Saya belajar untuk melepaskan yang sudah lalu, memaafkan dan melepaskan. Membiar apa yang sudah lalu berada pada tempatnya yaitu pada masa yang lalu. Adalah cukup bagi saya untuk belajar dari masa-masa ini.

Untuk masa saat ini, dan masa yang akan datang, saya biarkan ambisi dan juga juga respon spontan saya mengambil alih. Saya hanya ingin menjalani hidup ini dengan apa adanya. Menikmati naik turunnya, merayakannya. Sudah itu saja.

So,

Ada begitu banyak hal yang dapat dipelajari dari buku yang sungguh sangat menarik ini.

Ketika memilih dan membeli buku ini, saya tidak ragu bahwa buku ini akan memberikan saya pelajaran yang sungguh saya perlukan. Saya sudah dapat membayangkan bahwa buku ini dapat membawa saya pada mode permenungan dan refleksi diri. Dan apapun yang menjadi ekspektasi saya, adalah benar adanya. Sesuai!

Saya sangat merekomendasikan siapa saja yang memiliki minat yang sama untuk membaca buku ini. Menarik!

Buku ini dapat diperolah dari toko buku favoritmu, dan dapat secara langsung dibeli dari Google Books dengan harga yang sangat bersahabat dengan kantong. Ayo, tunggu apa lagi ! Semangat berbelanja dan semangat membaca. Good luck!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s