Wawancara Kerja


Dalam sebuah kesempatan, saya dipercayakan untuk menjadi bagian dari tim untuk menyeleksi pekerja atau karyawan baru (calon pekerja) yang akan masuk bekerja dan bergabung bersama tim kami di perusahaan. Hanya dalam waktu satu jam, yang rasanya hampir mustahil sekali, saya diminta untuk menyiapkan beberapa pertanyaan penting untuk wawancara. Tujuannya sederhana, untuk menilai keseriusan calon pekerja ini untuk ikut serta dan bergabung dalam visi dan misi perusahaan tempat saya berkarya.

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang saya ajukan, dan sedikit alasan mengapa saya mempertanyakan hal tersebut kepada calon pekerja baru. Beberapa pertanyaan di sini, saya olah dari beberapa Website seperti Ascend, make it, dan the balance.

Harap untuk diperhatikan bahwa, apapun yang saya tuliskan di sini, adalah murni tulisan yang lahir dari isi pikir yang kacau ini. Intensi saya pun sangatlah personal dan cenderung memihak pada perusahaan tempat saya bekerja. Jawaban yang saya inginkan dari calon pekerja, mungkin berbeda dengan yang diinginkan oleh perusahaan atau Human Resources Departement dari suatu perusahaan tertentu. Jadi para pembaca yang budiman, bijaklah dalam mencerna informasi dalam tulisan ini. Terjemahan dari kata dan kalimat dalam bahasa asing di sini pun adalah terjemahan kasar. Jadi, mengertilah.

Apakah kamu dapat menceritakan kepada kami tentang dirimu sendiri ? (Could you tell me about yourself and describe your self in brief?)

Ceritakan kepada kami, apa yang tidak ada dalam resume yang kamu kirimkan kepada kami! (Tell me about something that’s not on your resume).

Dua pertanyaan ini adalah pertanyaan dasar yang memiliki tujuan untuk menggali pemahaman calon pegawai tentang dirinya sendiri. Sejauh mana dia mengenal dirinya sendiri, dan bagaimana Ia dapat menggunakan segala kompetensi dirinya untuk hidup, berkarya dan eksis di dunia ini. Saya termasuk orang yang percaya bahwa, seorang individu yang memahami tentang dirinya sendiri, tahu kelebihan dan kekurangannya, dan lebih penting lagi adalah tahu bagaimana cara bekerja sama dengan dirinya sendiri untuk menyelesaikan masalah adalah orang yang fit dengan pekerjaan dan bekerja pada perusahaan apapun.

Dalam bayangan saya, apapun masalah dan keadaan yang datang di perusahaan, Ia akan mampu memimpin dirinya sendiri untuk menyelesaikan masalah yang dialami perusahaan. Ia pun akan lebih bijaksana untuk memilah mana yang merupakan masalah pribadi dan mana yang merupakan masalah perusahaan, dan dengan adil menempatkan setiap permasalahan sesuai dengan tempatnya. 

Bagaimana dan dari mana Anda mendapatkan informasi mengenai posisi ini? Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini? Mengapa Anda memilih untuk mengajukan lamaran pada perusahaan kecil ini? Mengingat latar belakang pendidikan dan pekerjaan Anda sebelumnya ? (How did you hear about this position?)

Apa aktivitas dan kegiatan yang Anda lakukan untuk meningkatkan pengetahuan Anda?

Pertanyaan ini ditujukan untuk menggali daya kognitif atau kemampuan untuk berpikir dan memecahkan masalah. Juga adalah pertanyaan untuk menilai kerendahan hati, dan semangat untuk terus belajar di mana pun berada.

Jika pekerjaan yang ditawarkan ada hubungannya dengan science, maka upaya untuk meng-upgrade diri adalah hal yang sangat vital. Sifat “haus dan lapar akan ilmu pengetahuan” dan diikuti oleh upaya serta pengorbanan untuk mencapainya, adalah hal yang sangat ingin dilihat oleh pewawancara.

Bagaimana lingkungan kerja yang nyaman menurut Anda ? (What type of work environtment do you prefer?)

Bagaimana kemampuan Anda dalam bekerja dalam team? (Do you prefer working independently or on a team?)

Pertanyaan mengenai lingkungan kerja yang nyaman adalah pertanyaan dengan maksud untuk menggali kepribadian, gaya bekerja dan juga gaya kepemimpinan. Sejalan juga dengan pertanyaan tentang tim atau bekerja dalam tim. Mereka yang suka bekerja seorang diri, mungkin cocok untuk perusahaan yang mencari pekerja yang independent dan mampu memimpin proyek seorang diri. Tapi, yang lebih dari itu adalah, kemampuan untuk beradaptasi ketika dibutuhkan. Perusahaan kebanyakan akan mencari mereka yang dapat bekerja baik ketika seorang diri, dan bekerja dengan lebih baik lagi ketika bersama dengan tim.

Selanjutnya, dalam sebuah perusahaan, entah apapun itu, pasti akan bekerja dalam tim. Kemampuan seseorang untuk berkoordinasi dalam tim, tidak egois atau mengedepankan hanya kepentingannya saja adalah hal yang kebanyakan dicari oleh perusahaan.

How do you deal with pressure of stressful situations? What is the most difficult decision to make?

Bagaimana pendapat Anda tentang peraturan perusahaan mengenai jam bekerja yang kaku? dan waktu bekerja lembur yang hampir ada setiap minggu?

Bagaimana Anda dapat mengelola pekerjaan, ketika Anda dihadapkan oleh banyak pekerjaan yang mengharuskan Anda melakukan pekerjaan multitasking ? (When you are balancing multiple projects, how do you keep yourself organized?”).

Jika Anda pernah mengajar, bagaimana Anda berhadapan dengan mahasiswa/I yang sulit? Apakah Anda pernah mengasuh kelas besar (kelas dengan jumlah mahasiswa/I yang besar atau lebih dari 50 orang)? Bagaimana strategi Anda untuk berhadapan dengan kelas besar?

Selama perjalanan karir Anda, sampai pada saat ini, Adakah pengalaman yang paling sulit dan sungguh menantang untuk dilalui ? (Walk me though your career’s most difficult time so far?).

Bekerja dalam perusahaan apapun, masalah atau situasi yang sulit adalah tantangan. Alasan perusahaan untuk memilih kita sebagai pegawai atau pekerja adalah untuk dapat berhadapan dengan masalah atau situasi sulit ini. Sekarang, pertanyaan yang tepat adalah, bagaimana kemampuan ketangguhan kita untuk merespon situasi sulit, dan tantangan yang ada di depan mata?

Lalu, yang lebih penting itu bukan saja kesediaan kita untuk menderita bersama perusahaan (atau sikap solidaritas), tetapi adalah bagaimana kita dapat berkontribusi terhadap proses penyelesaikan masalah, dan menjadikan tantangan sebagai kesempatan untuk mengembangkan perusahaan menjadi setingkat dan berkali-kali lipat lebih baik dari situasi atau keadannya yang sebelumnya.

Pertanyaan-pertanyaan yang saya lontarkan ini, memiliki niat untuk menggali mengenai upaya kreatif untuk menyelesaikan masalah dan menjawab tantangan. Itu saja. Jawaban yang diberikan pastinya akan sangat bervariasi. Tetapi, penilaian akan kreatifitas, solidaritas, loyalitas, kemampuan intelektual dan daya juang sungguh adalah hal-hal yang diharapkan dapat diperoleh dari jawaban calon pekerja baru.

Bagaimana pendapat Anda tentang bekerja dengan upah yang “sesuai dengan kemampuan ‘perusahaan’ “ ?

Sambil mempertimbangkan kompetensi dan ijazah yang dimiliki, berapa gaji yang seharusnya Anda peroleh ketika bekerja di perusahaan ini? (What are your salary expectations?)

Gaji atau upah, adalah isu sensitif tetapi sungguh sangat vital, dan sangat perlu untuk diperhatikan dengan sangat baik oleh siapapun yang melamar pekerjaan. Memahami dan mengenal tempat bekerja adalah sebuah langkah yang baik. Jangan sampai kita meminta gaji jutaan pada sebuah organisasi atau perusahaan yang keuntungan atau profitnya digunakan untuk kegiatan amal. Disamping itu, kita pun harus bisa menyeimbangkan dan menyesuaikan kemampuan perusahaan dengan kemampuan diri kita. Ini memang adalah hal yang menantang dan sungguh tidak ada jawaban yang benar dan salah dalam hal ini.

Untuk pertanyaan seperti ini, jawaban apapun yang kita berikan beserta alasannya akan menjadi bahan pertimbangan, fit atau tidaknya dengan posisi yang ditawarkan. Pewawancara atau penanya biasanya akan menilai bagaimana kita mengambil keputusan, latar belakang pengambilan keputusan dan cara kita merasionalisasi keputusan tersebut. Karena sungguh, perusahaan pun harus menyesuikan diri dengan kemampuan pekerjanya. Bagaimana pun saya melihatnya, perusahaan dan pekerja memiliki hubungan timbal balik seperti ini.

Mengapa kami harus menerimamu sebagai salah satu pegawai atau pekerja di perusahaan kami? (Why should we hire you?)

Ini adalah pertanyaan terakhir, yang sungguh sangat menjebak. Jawaban yang diberikan oleh calon pekerja akan sungguh-sangat menentukan diterima atau tidaknya Ia di perusahaan. Jawaban yang diberikan pun akan sangat menunjukkan kepribadian dari si pemberi jawaban, plus ambisi yang membakar semangat untuk mencari pekerjaan ke perusahaan ini. Jawaban yang diberikan pun menentukan kemampuan calon pekerja untuk menjual kemampuan, keterampilan dan “dirinya” kepada perusahaan.

Well, inilah sedikit banyak yang dapat saya bagikan, terkait dengan pengalaman menjadi salah satu tim pewawancara karyawan atau pekerja baru secara dadakan beberapa waktu yang lalu. Semoga tulisan receh ini dapat sedikit banyak membantu (somehow). Good luck!

Iklan

2 pemikiran pada “Wawancara Kerja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s