Mengapa Saya Melarikan Diri?

Rasa bosan dan jenuh itu menghantam pikiran saya sampai berkeping-keping. Saya mengenali perasaan ini, setiap jengkalnya. Saya hidup, dalam, dan bersamanya selama ini. Saya tahu mengapa kali ini ia datang. Lalu, saya tidak ingin tinggal diam lagi. Saya mengemas barang-barang saya, dan menelepon supir taxi. Pada deringan pertama, saya langsung berkata. “Paman, saya pesan satu …

Lanjutkan membaca Mengapa Saya Melarikan Diri?

“Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan: Psikologi Feminis untuk Meretas Patriarki” karya Ester Lianawati: Apakah saya sungguh adalah seorang perempuan “itu”?

Waktu itu, saya duduk di bangku sekolah menengah atas. Pada suatu sore, dihari libur, saya membaca sebuah artikel dari surat kabar yang kalau tidak salah berjudul “Bagaimana perempuan dapat berkompetisi dengan Laki-laki”. Pada saat itu, saya menyadari bahwa ada perbedaan significant antara laki-laki dan perempuan, dan perbedaan itu adalah sesuatu yang tidak sederhana. Beberapa tahun …

Lanjutkan membaca “Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan: Psikologi Feminis untuk Meretas Patriarki” karya Ester Lianawati: Apakah saya sungguh adalah seorang perempuan “itu”?

Review Buku: “Limitless” Karya Nadira Afifa

Saat informasi untuk memesan buku ini di buka, saya tidak menunggu lama untuk melakukan proses pemesanan. Saya beruntung karena menjadi satu dari sekian banyak orang yang mendapatkan buku ini lengkap dengan tanda tangan asli dari penulisnya @nadiraafifa Saya penasaran dengan pengalaman yang dialami oleh penulis, terutama pengalaman di balik layar selama menempuh pendidikan Master of …

Lanjutkan membaca Review Buku: “Limitless” Karya Nadira Afifa

Sang Guru dan Sebuah Nasihat

Seorang guru tahu dengan pasti bahwa, ketika ia memutuskan untuk memasuki sebuah kota, maka ia akan ditangkap, disiksa, bahkan dibunuh. Kota itu berada tepat di depannya. Tepat di tujuan akhir perjalanannya saat itu. Ia sadar bahwa nyawanya sedang sangat terancam pada saat ini. Tapi, bukannya mengubah perjalanan atau memulai perjalanan lain, ia malah memutuskan untuk …

Lanjutkan membaca Sang Guru dan Sebuah Nasihat

Review buku: “Di Tepian Itu”, Karya Candrasangkala

“…Kau adalah ombak-ombak kecil yang merayap pelan menyapa kakiku yang telanjang. Lalu buihnya pecah sekaligus menghapus jejak-jejak yang kutinggalkan sebagai tanda jalan pulang. Seperti mencintaimu: aku tak pernah tahu ke mana aku harus kembali, selain harus terus menjalaninya…” Caramu, dalam buku “Di Tepian Itu”, karya Candrasangkala. … Masa ini, adalah masa yang sibuk. Setiap orang …

Lanjutkan membaca Review buku: “Di Tepian Itu”, Karya Candrasangkala