Semuanya (Akan) Baik-baik Saja

Cinta, itulah namanya. Ia tidak bertanya lebih jauh kepada orang tuanya, alasan mengapa ia diberi nama demikian. Alasannya sudah sangat jelas. Ia adalah perwujudan cinta dari kedua orang tuanya, yang saat ini, sudah berpisah. Ia benci namanya, tapi ia pun tidak dapat mengganti namanya begitu saja. Terlalu banyak dokumen yang sudah lahir dengan nama ini, …

Lanjutkan membaca Semuanya (Akan) Baik-baik Saja

Being Zen, Ezra Badya: Belajar untuk menjadi manusia setingkat lebih tinggi

Saya berkenalan pertama kali dengan konsep zen, dari catatan yang ditulis oleh seorang peneliti, penulis dan praktiksi zen, Reza A.A. Wattimena. Sejak saat itu, saya menjadi sangat bersemangat dengan hal-hal yang berhubungan dengan zen, dan tidak lupa, tentang mindfulness juga. Belajar tentang konsep zen adalah sebuah perjalanan. Perjalanan itu menarik, dan mengajarkan saya banyak hal …

Lanjutkan membaca Being Zen, Ezra Badya: Belajar untuk menjadi manusia setingkat lebih tinggi

Ketika, Kematian: Sebuah Catatan

Hari itu di kota perantauan, selepas saya dan tante membicarakan mengenai kesehatan kakek saya, bayangan akan kepergiannya menyelimuti saya dengan duka dan rasa sakit. Pada saat itu juga saya menangis, dan bergegas memohon pada Tuhan kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama beliau dan merawatnya. Tuhan, mengabulkan permintaan yang penuh keegoisan itu. … Saya rasa, pengalaman saya …

Lanjutkan membaca Ketika, Kematian: Sebuah Catatan

Mengapa Saya Melarikan Diri?

Rasa bosan dan jenuh itu menghantam pikiran saya sampai berkeping-keping. Saya mengenali perasaan ini, setiap jengkalnya. Saya hidup, dalam, dan bersamanya selama ini. Saya tahu mengapa kali ini ia datang. Lalu, saya tidak ingin tinggal diam lagi. Saya mengemas barang-barang saya, dan menelepon supir taxi. Pada deringan pertama, saya langsung berkata. “Paman, saya pesan satu …

Lanjutkan membaca Mengapa Saya Melarikan Diri?

“Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan: Psikologi Feminis untuk Meretas Patriarki” karya Ester Lianawati: Apakah saya sungguh adalah seorang perempuan “itu”?

Waktu itu, saya duduk di bangku sekolah menengah atas. Pada suatu sore, dihari libur, saya membaca sebuah artikel dari surat kabar yang kalau tidak salah berjudul “Bagaimana perempuan dapat berkompetisi dengan Laki-laki”. Pada saat itu, saya menyadari bahwa ada perbedaan significant antara laki-laki dan perempuan, dan perbedaan itu adalah sesuatu yang tidak sederhana. Beberapa tahun …

Lanjutkan membaca “Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan: Psikologi Feminis untuk Meretas Patriarki” karya Ester Lianawati: Apakah saya sungguh adalah seorang perempuan “itu”?