Rasa Iri

“Jika kita memiliki porsi keberuntungan kita masing-masing, mengapa kita harus iri dengan keberuntungan orang lain?” Dalam diskusi singkat antara saya dan sahabat saya, Ema Yuniarsih, kami mencapai titik pertanyaan ini secara tidak sengaja. Pertanyaan yang sama, saya lontarkan pada sahabat saya Ary Septri Mulaini. Menariknya, keduanya memberikan jawaban dan respon yang tidak jauh berbeda. Keduanya …

Lanjutkan membaca Rasa Iri

Saya Melahirkan Sebuah Buku

Pada akhir tahun 2020 lalu, sebelum saya mengalami sakit berat, saya mendapatkan pesan dari seorang editor buku. Dalam tulisannya, Ia menyatakan niatnya untuk membukukan tulisan-tulisan saya. Saya lalu mengijinkannya. Tidak beberapa lama kemudian, terbitlah sebuah buku yang bagi saya adalah sebuah keajaiban yang terjadi pada awal tahun ini. Sedikit tentang isi buku ini,.. Saya sudah …

Lanjutkan membaca Saya Melahirkan Sebuah Buku

Kepedulian, Nilai Sederhana yang Terlupakan

Beberapa hari ini saya belajar satu hal penting, yaitu tentang nilai "kepedulian". Kepedulian adalah hal yang sangat sederhana, tapi ini juga adalah tindakan yang paling sulit dilakukan oleh banyak orang, terutama mereka yang hati dan pikirannya penuh sesak dengan kepentingan dirinya sendiri. ... Seorang siswa, entah kenapa tiba-tiba saja mengeluh kesakitan di tengah situasi yang …

Lanjutkan membaca Kepedulian, Nilai Sederhana yang Terlupakan

Waktu untuk Melihat Kembali ke Belakang

Beberapa waktu ini, banyak sekali hal yang saya kerjakan, tapi saya hanya memiliki sedikit waktu untuk beristirahat dan merenungkan semua hal yang saya kerjakan. Menulis sebenarnya adalah cara saya untuk merenungkan atau merefleksikan apa yang sudah saya kerjakan sebelumnya, tapi beberapa waktu ini saya tidak memiliki waktu berharga tersebut. Alhasih, saya merasakan tekanan yang tidak …

Lanjutkan membaca Waktu untuk Melihat Kembali ke Belakang

“Siapakah Saya?”: Mengenal “diri” melalui Test Kepribadian

Menilik ke belakang Sebelum seorang perawat kesehatan jiwa memulai praktiknya atau bertemu dengan pasien, Ia harus yakin seyakin-yakinnya bahwa ia sudah siap. Kesiapan ini bukan hanya soal akademik, dalam artian ilmu pengetahuan tentang penyakit, keadaan sehat-sakit atau keadaan biologis pasien, tapi juga termasuk adalah kesiapan mentalnya untuk berhadapan dengan pasien termasuk masalah-masalah emosional-psikologisnya. Mempersiapkan diri …

Lanjutkan membaca “Siapakah Saya?”: Mengenal “diri” melalui Test Kepribadian