Tujuh Belas Februari

Malam itu, pikiran saya sudah sangat penuh. Pekerjaan demi pekerjaan mengalir tanpa henti, dan tubuh saya sudah sangat tidak kuat untuk menahan beban. Kita bercerita lepas seperti biasanya, meskipun pikiran saya sudah berlari ke sana-kemari. Lalu, keesokan harinya ketika bangun tidur dan membuka mata. Pesan yang kau kirimkan meruntuhkan semangat pagi itu. Saya sedih, dan …

Lanjutkan membaca Tujuh Belas Februari