Mimpiku yang Rumit

    Mimpiku mungkin serumit ini, Dimana kau dan aku, kita, bukan mendebatkan berapa jumlah total gaji kita akhir bulan. Tapi, lebih pada mendebatkan sub mata ajar ini dan itu, “Apakah reliable atau tidak untuk diberikan kepada siswa?”. Karena kita aman dan percaya bahwa pendapatan kita sesuai dengan apa yang kita kerjakan. Kita juga percaya bahwa apa yang kita berikan kepada Siswa adalah hal yang sangat penting bagi hidupnya dan masa depannya. Dimana kita tidak mendebatkan berapa jumlah uang yang kita dapatkan setelah kita berhasil meraup banyak SKS setiap semesternya, tanpa memikirkan siswa kita dapat apa?. Tapi, lebih pada mendebatkan … Lanjutkan membaca Mimpiku yang Rumit

Guru, Makhluk Seperti Apakah dirimu?

Sebuah pertanyaan muncul didalam kepala saya, “Guru/dosen, Makhluk Seperti Apakah diriMu?”, setelah saya mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan hari ini dengan salah satu pengajar saya. Edisi menulis kali ini mungkin akan sedikit-banyak mengandung kata-kata lebay dan alay yang tidak ilmiah. Tulisan ini juga ditujukan sebagai sebuah permenungan, bahan diskusi dan bukan bermaksud untuk digunakan sebagai alat adu domba antara dosen/pengajar dan mahasiswa-nya/siswa. Sebelum mulai, marilah kita samakan persepsi terlebih dahulu. Pertama, saya lebih nyaman menggunakan kata ‘pengajar’ dibandingkan dengan guru. Pengajar dapat berarti guru, dosen atau profesor dan sebagainya. Kedua, saya akan memilih kata ‘peserta didik’ sebagai kata yang merujuk … Lanjutkan membaca Guru, Makhluk Seperti Apakah dirimu?