Hal-hal yang bisa kita pelajari dari pemberitaan media mengenai penyelamatan 13 Warga Thailand

Oleh, Maria Frani Ayu Andari Dias, Perawat. Dunia sedang merasakan euphoria yang luar biasa, bukan karena masalah piala dunia, tapi karena kejadian luar biasa yang terjadi di Thailand baru-baru ini. Kejadian tersebut adalah penyelamatan 13 orang penduduk Thailand dari sebuah gua yang medannya terasa sangat mustahil. Kegiatan penyelamatan ini semakin menjadi sorotan karena bukan hanya satu atau dua negara saja yang ikut terlibat didalamnya tapi banyak negara, bahkan negara seperti Inggris menerjunkan langsung petugas nomor satunya untuk ikut serta dalam misi kemanusiaan yang sangat dramatis ini. Pemberitaan mengenai penyelamatan ini semakin heboh karena baik media local, nasional dan internasional berlomba-lomba … Lanjutkan membaca Hal-hal yang bisa kita pelajari dari pemberitaan media mengenai penyelamatan 13 Warga Thailand

R

Rajin Rajin Rajin Rajin Rajin                      Rajin Rajin Rajin Rajin Rajin Rajin    Rajin Rajin           Rajin Rajin                  Rajin   Sahabat saya bertanya, “Mengapa tidak diawali dengan huruf, A ?”. Jawaban saya sederhana sana, “Karena saya tidak sedang berpikir mengenai A”. R salah satu huruf yang membuat saya galau setengah mati. R mengingatkan saya pada kata yang saya tulis dan saya cetak besar-besar di dinding kamar saya ketika saya masih duduk di bangku Sekolah menengah Atas. Saya ingat betapa kerasnya saya waktu itu pada diri sendiri. Mendisiplinkan diri untuk membalas ketertinggalan karena kebodohan. R yang artinya RAJIN. R mengingatkan saya … Lanjutkan membaca R

SEPI: Sebuah Perkara

Sepi Aku yang kesepian. Aku yang mengubur luka Aku yang mengubur duka dalam Aku yang berdiam dalam kegelapan Menghilangkan diri dan tidak mau berhenti. Aku benci ditinggalkan dan aku benci perpisahan Aku yang diam karena tidak mampu untuk berbuat apa-apa. Aku yang ingin sekali menghilang dan pergi diam Aku yang kehilangan hatiku kehilanganmu Aku yang penuh tanda tanya dan luka Aku yang abu-abu dan pekat Aku yang sunyi luka Aku yang sepi Sepi   Catatan dibalik Layar: Beberapa hari ini dilanda rasa galau yang amat sangat, tekanan pekerjaan dan juga masalah keluarga dari tanah air benar-benar membuat semua energi didalam … Lanjutkan membaca SEPI: Sebuah Perkara

Untuk Ucapan Selamat Jalan yang Tidak mampu terucap

Desa yang merupakan harapan hidup selepas meninggalkan tempat pengungian mengikat kita. Masih sangat jelas tergambar di-ingatanku senyum selamat datang dan sapaan hangat penuh canda. Entah kapan terakhir kali aku terlibat percakapan denganmu. Seingatku, kau ucapkan “Sukses terus lah…” dengan logat Dayak Ma’anyan yang sangat kental dan penuh kerapuhan. Kau memang sudah sangat tua ketika terakhir kali kita bertemu, tapi aura kehidupan masih kuat terpancar diwajahmu. Kau yang penuh semangat, bernyanyi dan berteriak di tengah banyak orang dengan suaramu yang serak dan khas. Dari jauh aku sudah bisa mengenalimu, bahkan ketika kau menyapa, “Ayu….”. Sesuatu yang sangat kurindukan darimu. Kau yang … Lanjutkan membaca Untuk Ucapan Selamat Jalan yang Tidak mampu terucap

ACT III: MOTTE in Manila dan sekilas kegilaan saya

Baiklah, saya harus mengakui bahwa saya adalah pengila hiburan dari Korea Selatan. Saya K-Pop-ers tingkat yang masih waras kalau dibandingkan dengan teman-teman yang ada disekeliling saya (Saya sadar akan hal ini). Kilas balik, saya tidak tahu mengapa saya memiliki kesan yang sangat mendalam dengan industry hiburan dari negeri yang terkenal dengan sebutan negeri ginseng tersebut. Mungkin karena produksi drama-drama romantisnya yang membuat anak-anak muda lupa daratan (dan mungkin Emak-emak juga). Atau karena produk operasi plastic yang benar-benar hampir tidak masuk diakal. Ah, anak milenial mana yang tidak jatuh tersungkur pada kenikmatan dunia level seperti ini. Saya korban-nya. Selain industry hiburan … Lanjutkan membaca ACT III: MOTTE in Manila dan sekilas kegilaan saya

Bukan sembarang menulis, tapi menulis untuk publikasi !

Sebuah pesan singkat dari Prof. Erlyn A. Sana, PhD Pengajar di National teacher training center, University of the Philippines, Manila Pada Senin, 28 Maret 2016. Picture: Mischelle Phan Menulis untuk publikasi disini dititik beratkan pada menulis dan mempublikasikan hasil penelitian, karya ilmiah, essay ilmiah dan sebagainya oleh para pengajar terkhusus mereka yang berkecimpung dalam bidang pendidikan kesehatan. Namun, tidak menutup kemungkinan pada mereka yang berkecimpung dalam bidang lainnya. Ketika mendengar kata atau kalimat yang berhubungan dengan publikasi, maka apa yang ada dibenak kita (pada umumnya mereka yang sudah pernah terpapar dengan hal yang berhubungan) akan mengatakan “Susah,..”, “Sulit..” ” Butuh … Lanjutkan membaca Bukan sembarang menulis, tapi menulis untuk publikasi !