After Series karya Anna Todd: Toxic relationship yang berujung pada pemulihan dan penemuan diri sendiri

Saya bukanlah seorang ‘fans’ untuk kisah-kisah dari novel romantic. Saya menemukan beberapa tahun yang lalu bahwa kisah cinta yang ditulis dalam novel-novel adalah kisah cinta yang hanya menyumbangkan harapan palsu pada orang-orang yang sedang mencari cinta melalui tangan para penulis … Lanjutkan membaca After Series karya Anna Todd: Toxic relationship yang berujung pada pemulihan dan penemuan diri sendiri

“Saya ingin…”

Jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Saya masih terjaga dengan tumpukan tugas sekolah yang masih belum terlihat ujung penghabisannya. Tiba-tiba saja, handphone saya bergetar, sebuah pesan baru masuk. Dengan gaya sedikit malas, saya membuka pesan masuk. Dalam pikiran saya, “Ah, mungkin hanya sapaan dari operator seluluer!”. Tapi, ternyata bukan. Nama Sahabat saya terpampang di layar. ” Nampaknya, sahabatmu ini membutuhkan seorang pacar!” Demikianlah bunyi pesan yang baru saja masuk tersebut. Tidak percaya, saya mencoba untuk membacanya dua tiga kali. Masih tidak percaya, saya membacanya dengan posisi yang berbeda. Dalam hati saya berujar, “Ah, tidak mungkin..”. Sahabat saya ini, setahu saya … Lanjutkan membaca “Saya ingin…”