Untuk Dia yang tidak dikenal, Terima kasih atas pengorbananmu. Tuhan memilihMu untuk melindungi umatNya, semoga kasihNya menerangi jalanmu menuju sisiNya

Hari itu Maret 13. 2018, Tiga buah Rumah Ibadah di Surabaya mendapatkan serangan Bom Bunuh diri secara bersamaan. Kejadian ini terjadi pada saat umat sedang khusyuk berdoa pada TuhanNya. Sebuah aktivitas yang rutin dilakukan setiap pagi minggu. Kejadian ini terjadi tiba-tiba, menjatuhkan korban dan membuat banyak lainnya luka-luka. Reaksi dari dunia juga menjadi sangat luar biasa, mengutuk kejadian ini, memaksa Pemerintah untuk segera menghukum mati mereka yang menjadi dalang dibalik semua peristiwa ini dan masih banyak lagi. Tapi, memang yang paling kontras adalah DUKA. Ya, Surabaya dan Indonesia pada umumnya sedang berduka. Duka karena peristiwa kemanusiaan yang baru saja terjadi, … Lanjutkan membaca Untuk Dia yang tidak dikenal, Terima kasih atas pengorbananmu. Tuhan memilihMu untuk melindungi umatNya, semoga kasihNya menerangi jalanmu menuju sisiNya

Mengendalikan Nafsu

Pada masa prapaskah ini, saya belajar untuk mengendalikan apa yang disebut sebagai ‘nafsu’. Bagi saya, Nafsu adalah ‘keinginan yang berlebihan’, datang dari dalam diri dan memerlukan banyak energi untuk mengendalikannya. Nafsu juga saya definiskan sebagai keinginan daging. Seperti yang diperkenalkan oleh St. Paulus. Banyak sekali keinginan daging berdatangan pada masa persiapan ini. Mulai dari banyaknya diskon di toko-toko, hingga makanan-makanan enak murah yang luar biasa menggoda. Saya tidak tahu, harus mulai dari mana, karena semuanya adalah sangat menarik hati. Belum lagi godaan untuk menjadi malas dan tidak menyelesikan pekerjaan. Oh, suatu keadaan yang sangat tidak saya sukai. Tapi, masa prapaskah … Lanjutkan membaca Mengendalikan Nafsu