Menari bersama “Penolakan”

    Oleh, Maria Frani Ayu Andari Dias, Perawat. Tidak banyak orang yang bisa dengan mudah dan lincahnya menari ketika gelombang penolakan datang tiba-tiba dalam iramanya yang unik. Saya salah satunya. Semakin tahun, saya semakin menyadari kerusakan yang timbul akibat dari ‘penolakan’ dan saya masih berusaha dengan sangat keras untuk membangun benteng untuk mempertahankan diri saya agar tetap berada dalam keadaan ‘normal’. Lucu memang, karena mengingat usia saya yang sudah tidak muda lagi (menurut pendapat saya). Seharusnya saya bisa menjadi lebih bijak dan dapat menerima dengan legowo, lapang dada. Tapi, saya masih harus belajar dengan sangat keras mengenai bagaimana menari … Lanjutkan membaca Menari bersama “Penolakan”