Mencari serpihan semangat

Beberapa hari yang lalu, saya dan sahabat saya menghabiskan waktu di dalam rumah saja. Sahabat saya diam di tempat tidur, mematung sambil sesekali berteriak tidak tentunya. Setelah saya lihat, e..ternyata sedang menonton drama Korea. Saya, dilain pihak, bolak balik kesana kemari. Buka dan tutup laptop beberapa kali. Isu adanya serangan cyber ke perangkat elektonik seperti laptop benar-benar membuat saya paranoid. Meskipun saya memiliki program windows asal microsoft yang asli, tetap saja, saya tidak bisa tidak cemas dengan hal seperti ini. Saya memiliki laporan-laporan yang harus saya selesaikan setidaknya malam ini, tapi saya hanya diam saja disini, menatap kosong pada layar … Lanjutkan membaca Mencari serpihan semangat

Seorang Pengembara Waktu menceritakan Kisahnya

Seorang anak manusia, satu orang. Keberadaannya tiba-tiba saja menjadi pusat perhatian banyak orang. Saya berdiri di jalanan ketika mengamati orang-orang yang saya kenal meneriakkan suaranya, “Penjarakan dia, perkarakan dia, bunuh dia!”. Saat itu, jumlahnya mungkin lebih dari 10 ribu orang. Mengapa orang-orang ini berteriak demikian ?, usut diusut, alasannya hanya satu, karena satu anak manusia ini mengeluarkan kata-kata yang bagi orang-orang ini adalah hal yang tidak boleh dikatakan. Hukumannya setara dengan kematian!. Peristiwa ini membuat saya mengenang hal yang sama lebih dari 2000 tahun yang silam. Satu orang anak manusia, diperlakukan dengan perlakukan yang tidak jauh berbeda. Dijalan-jalan waktu itu, … Lanjutkan membaca Seorang Pengembara Waktu menceritakan Kisahnya

Istirahat sejenak mengatur langkah

Saya baru saja pulang dari kampus setelah kurang lebih 30 menit menerima pengantar mata kuliah Intructional Media dari dosen saya yang memang ahli dibidang ini. Saya bisa dibilang beruntung karena saya adalah satu-satunya international student di kelas. Saya merasa tidak nyaman dengan ini karena saya melihat betapa berusahanya dosen saya untuk berbicara dengan Bahasa Inggris dan juga para teman-teman saya. Kadang saya berpikir, ini bukan salah saya sepenuhnya, “mereka bersedia menerima international student, so…mereka pastinya sudah siap untuk menggunakan bahasa international didalam setiap kesempatan akademik”. Saya, bersemangat pada awal mata kuliah ini. Jujur saja, saya meyukai teknologi dan berbagai macam … Lanjutkan membaca Istirahat sejenak mengatur langkah