Tujuh Belas Februari

Malam itu, pikiran saya sudah sangat penuh. Pekerjaan demi pekerjaan mengalir tanpa henti, dan tubuh saya sudah sangat tidak kuat untuk menahan beban. Kita bercerita lepas seperti biasanya, meskipun pikiran saya sudah berlari ke sana-kemari. Lalu, keesokan harinya ketika bangun tidur dan membuka mata. Pesan yang kau kirimkan meruntuhkan semangat pagi itu. Saya sedih, dan …

Lanjutkan membaca Tujuh Belas Februari

Kedai Kopi dan Pikiran tentang Melepas Pergi

Sore itu adalah hari yang dinantikan oleh sahabat saya. Bukan saya. Sejak beberapa hari yang lalu, sahabat saya ini bersikeras untuk memperkenalkan saya dengan seseorang, ia mengatakan bahwa ia ingin sekali berbuat baik. Cara yang sempat ia pikirkan adalah dengan ini, mempertemukan saya dengan seseorang yang ia kenal. ... Photo by Ekrulila on Pexels.com Sudah …

Lanjutkan membaca Kedai Kopi dan Pikiran tentang Melepas Pergi