Terlambat membayar dan Lima Pelajaran yang mengikutinya

Saya harus membayar harga yang mahal untuk keterlambatan saya melakukan registrasi ulang dan pembayaran uang semester. Meskipun saya sudah memberitahu mereka yang berwenang di fakultas bahwa saya akan terlambat membayar dan mendaftarkan diri sebagai Mahasiswi ditempat mereka, tetap saja saya masih harus membayar harga yang kurang lebih sama atas perbuatan saya. Harga mahal bukan dalam artian uang. Tapi, tenaga dan waktu yang harus saya keluarkan melebihi prediksi saya. Selama tiga hari berturut- turut, saya harus berhadapan dengan dokumen-dokumen dan kertas-kertas yang harus ditandatangi dan disetujui sana dan sini. Saya juga memecahkan rekor untuk menulis surat pribadi formal untuk wakil presiden … Lanjutkan membaca Terlambat membayar dan Lima Pelajaran yang mengikutinya

Setelah Badai Berakhir

Setelah memaksakan diri untuk tidak nyenyak tidur lebih dari 48 Jam, Saya akhirnya mencapai batas dan memutuskan untuk mengistirahatkan badan ini. Bangun karena perut yang keroncongan, saya memutuskan untuk memanaskan nasi dan menggoreng satu Butir telur. Bagi saya, ini adalah reward yang pantas untuk kerja keras dan juga semangat untuk mengakhiri penderitaan akibat di ‘torture’ untuk bekerja lebih dari batas kemampuan badan saya. Setelah badai pekerjaan yang menumpuk selesai, yang tersisa pada saya adalah rasa kosong dan juga rasa bersalah yang tidak saya prediksi. Nampaknya, tubuh saya mengenali kerja lembur saya kemarin adalah ‘party’ dan itu secara diam-diam dinikmati oleh … Lanjutkan membaca Setelah Badai Berakhir

Hujan di Manila

Dalam beberapa hari ini, lebih tepatnya sudah satu minggu ini, hujan deras disertai dengan angin kencang melanda Manila dan sekitarnya. Perubahan cuaca seperti ini, sudah bukan hal baru lagi, karena setiap tahun akan terus seperti ini adanya. Tapi, ya…tidak masalah. Alhasil, saya harus sekuat tenaga untuk menyesuaikan diri, karena saya secara terang-terangan mengalami yang namanya ‘tidak enak badan’, atau bisa dikatakan sakit. Ya..suhu badan saya naik turun lalu diiringi dengan sakit kepala yang saya agak ragu menentukan penyebabnya. Tapi, secara keseluruhan, saya baik-baik saja. Saya masih bisa menanganinya sampai sejauh ini. Saya tinggal di lantai 27 sebuah gedung, karena hujan … Lanjutkan membaca Hujan di Manila

Bak sampah

Pagi ini, saat saya sedang nongkrong di study hall, tepatnya di asrama putri tempat saya tinggal. Bak sampah di ruangan ini, penuh dan over-loaded. Saya amati tidak ada seorang pun yang berniat untuk memindahkan isinya dan mengosongkan bak sampah ini. Memang, akhir-akhir ini petugas kebersihan yang sedianya bertugas untuk membersihkan bak sampah sedang tidak turun karena libur dari institusi tempat bekerja. Saya berharap ada orang yang dengan baik hati membereskan bak sampah tersebut. Menunggu dan menunggu hingga akhirnya saya sudah tidak tahan lagi. Kesadaran ini lambat sekali datangnya dan saya langsung mengambil plastik dan memindahkan isi dari bak sampah tersebut. … Lanjutkan membaca Bak sampah