Mengapa Saya Melarikan Diri?

Rasa bosan dan jenuh itu menghantam pikiran saya sampai berkeping-keping. Saya mengenali perasaan ini, setiap jengkalnya. Saya hidup, dalam, dan bersamanya selama ini. Saya tahu mengapa kali ini ia datang. Lalu, saya tidak ingin tinggal diam lagi. Saya mengemas barang-barang saya, dan menelepon supir taxi. Pada deringan pertama, saya langsung berkata. “Paman, saya pesan satu …

Lanjutkan membaca Mengapa Saya Melarikan Diri?