Mengingatmu

  Oleh, Maria Frani Ayu Andari Dias, Perawat   Pada saat ini aku mengingatmu Sama seperti hari-hari biasanya ketika aku mengalami lelahnya hidup dan surutnya kehidupan … Pada saat ini aku mengingatmu Ketika aku membutuhkan dukungan dan tepukan semangat … Pada saat ini aku mengingatmu Ketika aku membutuhkan tempat untuk berbagi mengenai menariknya kehidupan … Pada saat ini aku mengingatmu Ketika ada begitu banyak hal yang ingin kubagikan padamu, karena aku tahu kau selalu menungguku untuk bercerita tentang hariku … Pada saat ini aku mengingatmu Ketika aku melihat postingan di Instragam-mu, kau yang tidak pernah berubah sejak pertama kali aku … Lanjutkan membaca Mengingatmu

Catatan untuk Masa lalu, Sekarang dan Masa yang akan Datang

Dulu, Aku terbiasa untuk menuliskan surat padamu Surat yang tidak pernah aku alamatkan dan aku kirimkan Dulu, Setiap rinduku mengartikan dirimu Setiap senyum sendiriku semburat khayal tentangmu Setiap liukan tulisanku berarti memikirkanmu Dulu, Dulu sekali ketika semuanya belum seperti saat ini. … Saat ini, Aku sudah tidak terbiasa untuk menuliskan surat padamu Aku sudah lama berhenti, entah kapan Aku bahkan sudah tidak menyimpan tulisan tulisanku dahulu Entah dimana serakannya berada Saat ini, Sudah tiada rindu lagi untukmu Sudah tiada senyum lagi yang tergambar untuk dirimu Tiada lagi khayalan-khayalan tentangmu yang membuatku tersenyum Setiap liukan tulisanku sudah bukan untukmu Saat ini, … Lanjutkan membaca Catatan untuk Masa lalu, Sekarang dan Masa yang akan Datang

R

Rajin Rajin Rajin Rajin Rajin                      Rajin Rajin Rajin Rajin Rajin Rajin    Rajin Rajin           Rajin Rajin                  Rajin   Sahabat saya bertanya, “Mengapa tidak diawali dengan huruf, A ?”. Jawaban saya sederhana sana, “Karena saya tidak sedang berpikir mengenai A”. R salah satu huruf yang membuat saya galau setengah mati. R mengingatkan saya pada kata yang saya tulis dan saya cetak besar-besar di dinding kamar saya ketika saya masih duduk di bangku Sekolah menengah Atas. Saya ingat betapa kerasnya saya waktu itu pada diri sendiri. Mendisiplinkan diri untuk membalas ketertinggalan karena kebodohan. R yang artinya RAJIN. R mengingatkan saya … Lanjutkan membaca R

SEPI: Sebuah Perkara

Sepi Aku yang kesepian. Aku yang mengubur luka Aku yang mengubur duka dalam Aku yang berdiam dalam kegelapan Menghilangkan diri dan tidak mau berhenti. Aku benci ditinggalkan dan aku benci perpisahan Aku yang diam karena tidak mampu untuk berbuat apa-apa. Aku yang ingin sekali menghilang dan pergi diam Aku yang kehilangan hatiku kehilanganmu Aku yang penuh tanda tanya dan luka Aku yang abu-abu dan pekat Aku yang sunyi luka Aku yang sepi Sepi   Catatan dibalik Layar: Beberapa hari ini dilanda rasa galau yang amat sangat, tekanan pekerjaan dan juga masalah keluarga dari tanah air benar-benar membuat semua energi didalam … Lanjutkan membaca SEPI: Sebuah Perkara

Untuk mimpi-mimpi sesudahnya

Sudah lama Ketika aku menghitung satu demi satu hari ketika aku meninggalkanmu Ketika aku memutuskan untuk tidak memikirkan tentangmu Tentang masa depan yang ada dirimu Tentang mimpi-mimpi yang ada tentangmu Sudah lama Ketika mimpi-mimpi itu datang lagi Ketika harapan-harapan masa depan itu datang lagi Ketika pemikiran-pemikiran tentangmu datang lagi Ketika aku pelan-pelan mendekatimu lagi Saat ini   Catatan di balik layar: Tulisan ini tercipta berkat menonton Drama Korea yang berjudul “Goblin”. Saat itu, saya terbawa alur cerita dalam drama tersebut sampai-sampai ikut merasakan kepedihan yang dirasakan oleh pemeran utama wanita dalam drama tersebut. Drama yang menyuguhkan kisah romontis dan penuh … Lanjutkan membaca Untuk mimpi-mimpi sesudahnya