Membenci lalu Mencintai

Aku membencimu Membencimu karena kamu   Aku membenci kita Membenci kita karena kita   Aku membenci aku Membenci aku karena aku   Aku membencimu, aku membenci kita, aku membenci aku Aku membancimu, kita dan aku Kamu, kita dan aku   Membencimu karena kamu Membenci kita karena kita Membanci aku karena aku   Membencimu, membenci kita, …

Lanjutkan membaca Membenci lalu Mencintai

DIA

Seperti kutuk aku jatuh dibawah kakinya Entah seberapa jauh aku berlari Entah seberapa lama aku pergi Aku selalu kembali kepadanya seperti metronome Mengayun datang dan pergi, lalu datang lagi dan demikian seterusnya … Aku lelah Dia pun sudah lelah Lelah dengan semua yang aku lakukan pada Dia Lelah dengan semua yang Dia lakukan padaku … …

Lanjutkan membaca DIA

Sudah, lepaskan saja Dia, Kawan!

Kau yang ada disana, mengabarkan cerita melalui teknologi Kau yang ada disana, tersenyum lembut tanpa tahu derita yang kau sebabkan. Sudahlah kawan, lepaskan saja tangannya, lepaskan ! Tidak baik bagimu dan tidak juga baik baginya Kau biarkan Ia menggantung dan bergelayut tiada arah Sepi, Ia tanpa posting-anmu Tapi, hancur Ia dari dalam karena ulahmu Kau …

Lanjutkan membaca Sudah, lepaskan saja Dia, Kawan!

Mendung

Ada yang berbeda dihati ini, abu-abu dan kelam, bising tapi tetap sunyi. Cahaya tidak memberikan banyak kebaikan dalam hati ini. Hanya sepi yang berbalut nyanyian penuh kebohongan. Ku ambil sedihmu, ku ambil sakitmu. Tapi, akhirnya sia-sia. Apa ini? Mendung ?