Lanjut ke konten
Iklan

Kisah Minggu Ini

Ini mungkin salah satu postingan saya yang kelewat egois. Egois dalam artian, saya hanya membicarakan mengenai diri saya sendiri. Saya akui, saya sedang membutuhkan perhatian saat ini, setidaknya perhatian untuk diri saya sendiri. Atau mungkin, saya kelewat memberi perhatian pada diri saya sendiri ? Ah, entahlah.

Seperti biasa, saya membiarkan jari-jari ini berlarian di tuts keyboard milik saya, editing bagian akhir, yang penting perasaan tersalurkan. Sebuah aturan klasik dalam menulis tanpa peraturan.

Yang tidak tahan membacanya, abaikan saja.

photogrid_15364617828615341118286333610511.jpg

“Senja dibatas Kota”

 

Menahan diri

Minggu ini mungkin adalah minggu untuk menahan diri. Menahan diri untuk tidak melakukan aktivitas selain bekerja. Sedikit ironis memang karena pekerjaan bukannya menjadi sesuatu yang menyenangkan, malah sebaliknya menjauhkan saya dari hal-hal yang membuat saya bahagia dan membuat saya puas sebagai manusia. Saya menyadari hal ini setelah saya melihat apa yang terjadi pada diri sendiri selepas beberapa hari menahan diri untuk tidak terlibat dalam aktivitas media social, dunia tulis menulis dan blog. Saya menahan diri untuk tidak produktif dalam menulis. Sounds crazy! But, I did it.

Hasil yang saya dapatkan, selain perasaan merana yang sangat tidak nyaman adalah perasaan ‘ditinggal’ dan ‘tertinggal’ dengan dunia disekeliling saya. Pernahkah kalian merasakan hal yang serupa ?

Eminem: Kamikaze

Eminem, seorang Rapper yang terkenal dari Amerika Serikat meluncurkan Album terbarunya dengan judul Kamikaze. Kamikaze sendiri berasal dari Bahasa Jepang yang kira-kira artinya adalah “God-Wind” atau “Divine Wind”. Istilah Kamikaze sendiri menjadi terkenal pada saat perang dunia ke-Dua, dimana perang brutal terjadi antara dua negara, Amerika Serikat dan Jepang. Kata Kamikaze dulu digunakan untuk mengartikan tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh Pilot Jepang teradap lawannya pada saat perang terjadi. Eminem sepertinya secara sengaja mengambil kata ini untuk melabel album terbarunya, yang menurut kebanyakan komentator berisi ‘balasan’ atas kritik dan ulasan negative tentang dirinya dari para haters.

Dalam Album Kamikaze, sebuah lagu dengan judul serupa menggambarkan apa yang saya sampaikan diatas,

Yah, I’m a fuckin’ Kamakaze crashin’ into everything

Mungkin ada yang bertanya, mengapa Eminem?. Jujur, saya juga kaget ternyata saya memiliki sisi penyuka music hip-hop, terutama hip-hop dari negeri asalnya, Amerika Serikat. Saya bahkan merasa heran mengapa saya menjadi sangat tertarik dengan lirik-lirik gelap dan penuh dengan kemarahan dan kadang kebencian yang dilontarkan pada saat seorang artis menyanyikan lagu Hip-hop sambil melakukan Rap. Ya, memang tidak semua lagu Rap berisi konten negative seperti yang saya sampaikan sebelumnya. Ada banyak yang berisi tentang cinta dan kebaikan.

Nah, Album Eminem ini menjadi sangat menarik karena mendapatkan respon yang sangat wah dari banyak rapper dunia. Banyak respon yang saya temukan bersifat positif dan mendukung, meskipun banyak juga yang menilai Eminem terkesan sangat kekanak-kanakan dengan menelurkan album ini. Album ini juga dikatakan sebagai album yang berisi jawaban atas Rap Diss yang diberikan oleh Machine Gun Kelly (MGK) dalam lagunya yang berjudul Rap Devil dan juga kritik terhadap aliran rap yang dikenal dengan Mumble Rap. Contoh dari Mumble rap adalah lagu-lagu yang berasal dari Lil Yachty, Lil Pump dengan Gucci Gang miliknya.

Bagi yang penasaran dengan lagu milik Eminem, silahkan buka Youtube dan ketik Eminem Kamikaze. Nikmati dan rasakan sendiri power yang ditunjukkan oleh Rapper yang satu ini.

Sebenarnya saya juga baru tahu mengenai Mumble Rap ini karena Eminem, sebelumnya saya sama sekali tidak menyadari mengenai adanya aliran music seperti ini. Awalnya saya beprikir, mumble rap sama sekali bukan music, karena mereka yang melakukan mumble rap seperti orang yang sedang kumur-kumur, saya sama sekali tidak melihat adanya seni bermusik disini. Tapi, lama kelamaan, saya mulai bisa menghargai seni aliran bermusik seperti ini yang ternyata cukup menarik dan turn out aliran bermusik ini banyak penggemarnya.

Tantangan menulis

Meskipun saya berusaha untuk menahan diri untuk tidak banyak menginvestasikan waktu saya dalam kegiatan tulis menulis (yang sepertinya tidak mungkin), saya tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut serta dalam kompetisi menulis yang berhamburan tersedia dimana-mana.

Hadiah bukanlah hal utama yang saya cari, tapi pengalaman. Saya berada dalam keadaan dimana saya menyadari bahwa usia saya sudah sangat jauh, saya hampir tidak kuat untuk mengatakan bahwa saya bukan remaja lagi.

Menyadari apa yang terjadi, pertanyaan seperti “Apa yang sudah kamu lakukan?” menggelitik hati saya dengan sangat !. Pertanyaan ini membuat saya ingin melakukan sesuatu, mengisi CV milik saya dengan pengalaman yang membuat saya senang dan bangga menuliskannya.

Ambisi yang mengerikan !.

photogrid_15364614711265327963736588427324.jpg

Coffee Club

 

Coffee Club

Saya, secara tidak sengaja bergabung dengan sebuah group pecinta kopi yang selanjutnya memberi nama Coffee Club. Group kecil ini hanya terdiri atas beberapa orang saja yang memang adalah kumpulan orang-orang yang suka begadang dan minum kopi. Dari antara anggota kelompok ini, ada yang khusus pecinta kopi branded, ada yang pecinta kopi local sampai yang seperti saya, instant coffee yang saya pilih karena alasan lebih murah meriah dan cepat penyajiannya.

Coffee club ini memang sengaja dibuat untuk memudahkan koordinasi kalau misalkan ada yang mau jalan-jalan untuk mencoba rasa kopi ditempat-tempat tertentu alias nongkrong. Group ini sama sekali bukan group untuk membahas atau mengkhususkan diri dalam hal kopi-kopian, hanya group nongkrong sederhana para pengonsumsi kopi.

Demikianlah kisah saya untuk minggu ini. Bagaimana dengan teman-teman sekalian ?. Saya yakin pasti memiliki kisah unik tersendiri. Feel free to share your stories below. Saya akan dengan senang hati membaca dan memberi tanggapan.

Bersamaan dengan ucapan salam, saya juga mendoakan teman-teman sekalian dan kita semua untuk dapat menikmati petualangan-petualangan lainnya pada hari-hari mendatang.

Salam.

Iklan

ASUS LaptopKu: “Bisa apa Saya tanpa Engkau ?”

photogrid_15360711107541030359565275929771.jpg

Oleh, Maria Frani Ayu Andari Dias, Perawat.

Berprofesi sebagai Perawat dengan pekerjaan sampingan sebagai seorang asisten peneliti dan Penulis lepas membuat saya harus hidup dan menempel terus dengan benda elektronik yang bernama Laptop.

Laptop, selain menjadi alat elektronik yang membantu kegiatan hidup sehari-hari, juga adalah alat elektronik yang sangat penting untuk mempertahankan dan memperpanjang hidup, baik saya sendiri dan orang lain. Bagaimana tidak, hampir seluruh pekerjaan kantor dan tulis-menulis, saya kerjakan dengan bantuan benda kecil ini. Saya tidak pernah membayangkan hidup saya akan berubah menjadi seperti ini, bahkan ketika saya masih mengikuti pendidikan dasar keperawatan.

Sebagai informasi (Siapa tahu ada yang sama sekali tidak tahu) Untuk saat ini, Perawat itu pekerjaannya tidak melulu hanya di ruang praktik saja, tapi juga mengerjakan hal lain seperti administrasi, mengajar atau sharing ilmu bahkan penelitian yang memiliki tujuan untuk membantu meningkatkan kualitas pemberian asuhan keperawatan di tempat praktik. Nah, saya termasuk generasi yang sudah bekerja dengan memaksimalkan fungsi dan peran kerja perawat seperti ini (Senyum Bangga).

Bisa dibayangkan kan kalau saya sama sekali tidak memiliki alat canggih yang bernama Laptop?. Mati kutu!

Kebutuhan

Selain aktivitas saya di tempat praktik, yang memang kebanyakan didalam ruangan, saya harus menerima kenyataan bahwa saya memiliki mobilitas yang cukup tinggi di luar ruangan. Rumah-rumah Klien kadang harus saya datangi setiap kali saya harus memberikan asuhan keperawatan keluarga atau mungkin sekedar berkunjung untuk melakukan perawatan sederhana.

Saya juga kadang harus membagi waktu saya untuk teman-teman dan me time di luar ruangan, nongkrong dimana begitu sambil menikmati sibuknya kota tempat saya tinggal.

Mengingat aktivitas saya seperti ini, saya sangat membutuhkan perangkat elektronik berupa Laptop yang kalau memungkinkan tipis dan ringan, praktis dengan design yang sederhana tapi tetap mewah, dispay-nya keren dengan keunggulan teknologi yang bisa membuat pekerjaan saya terbantu tanpa mengabaikan sisi stylish dari perangkat elektronik tersebut.

Laptop/Notebook ASUS-ku

Setiap bekerja saya pasti membawa Notebook ASUS tercinta milik saya. Saking cintanya, saya bahkan memberinya nama, GD. Persis dengan nama panggung salah satu penyanyi asal Korea Selatan, G-Dragon yang merupakan penyanyi favourite saya. Laptop ASUS milik saya berwarna putih dengan model produk Notebook X200CA, Processor Intel ® Celeron ® CPU 1007U @1.50 Ghz, 1500 Mhz, 2 Core (s), 2 Logical Processor. Saya sudah menggunakannya kurang lebih lima tahun ini dan sangat setia menemani saya kemanapun dan dalam situasi apapun.

 

20180313_144107

ASUS Notebook X200CA dan beberapa berang yang membantu saya bekerja

 

Meskipun saya pecinta warna hitam, tapi saya memberi pengecualian pada Laptop terkasih saya, karena alasan special. Saya selalu committed untuk menjaga, merawat dan melindungi benda elektronik ini. Saya dan Laptop ini sudah menjadi best friend, yang kalau diandaikan terpisah jauh darinya barang se-jam saja rasanya bagaimana begitu.

ASUS Notebook X200CA milik saya ini, saya beli dengan menggunakan uang gaji yang saya sisihkan secara sengaja selama beberapa bulan. Saya masih ingat betul ketika saya dengan sangat niatnya, menahan segala macan godaan demi mewujudkan impian saya untuk memiliki perangkat elektronik ini. Sahabat saya waktu itu bahkan sedikit saya buat kesal karena saya beberapa kali mendatangi kamar kostnya untuk minta makan gratis, alasannya ‘hemat’ supaya bisa beli laptop baru. Dengan latar belakang seperti inilah, saya begitu sangat menyayangi benda elektronik milik saya ini dan setelah saya membelinya, saya begitu sangat gembira karena kualitas yang saya harapkan ada didalam perangkat elekronik ini.

ASUS Notebook X200CA milik saya ini sudah mengalami perjalanan yang sangat luar biasa dan masih bertahan. Mungkin bertahan karena tahu pemiliknya adalah orang yang boke juga, menggantinya pasti tidak akan mudah. ASUS Notebook X200CA ini sudah berjalan-jalan jauh dari pulau Kalimantan, ke Jawa lalu sampai ke Luar Negeri. Ia juga sudah melewati cobaan yang luar biasa seperti goncangan ketika dibawa di kendaraan bermotor, pesawat ketika turbulence bahkan ketika harus tanpa sengaja terjatuh karena pemiliknya kecapean. Ia masih bertahan !

ASUS Notebook X200CA ini (terlebih lagi) sudah sangat dan sangat berjasa untuk membangun WordPress Mariafraniayu.com menjadi kenyataan.

Bisa apa saya tanpa Engkau ?.

Terima kasih ASUS Indonesia, serius….Selama kurang lebih 5 tahun menggunakan produk kalian, saya puas dan bangga!

Penemuan

Laptop yang saya gunakan untuk bekerja saat ini memang sudah ASUS, tapi beberapa waktu yang lalu ketika saya jalan-jalan di depan toko elektronik, saya menemukan Laptop ASUS keluaran teranyar, ASUS Vivo Flip TP410. Seketika saja, saya langsung jatuh hati dengan tampilannya yang super kece dengan keunggulan teknologi yang WOW!

 

TP410_13

Laptop ASUS Vivo Flip TP410

 

Laptop ASUS Vivo Flip TP410 memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya stand out dari produk laptop-laptop lain, berikut adalah keunggulannya:

  1. Tipis dan ringan. Gilaaaa, bobotnya hanya sekitar 1.6 Kilogram. Selain ringan, ASUS Vivo Flip TP410 juga hanya memiliki tebal 1.92 cm dengan ukuran panjang 14 Inci. Wah, ini sangat pas sekali untuk kita-kita yang memiliki kegiatan mobile yang tinggi.
  2. NanoEdge Display. Display milik ASUS Vivo Flip TP410 ini memiliki tampilan ultra tipis dengan fitur NanoEdge yang memiliki fungsi untuk memaksimalkan ukuran layar plus meminimalkan ukuran body Laptop ini. Keren kan!. Jadi, meskipun tipis dan ringan, para pengguna juga akan tetap dimanja dengan tampilan layar yang diatas rata-rata.
  3. Fingerprint sensor. ASUS Vivo Flip TP410 ternyata sudah dilengkapi oleh fitur fingerprint sensor yang hanya hadir di laptop kelas atas. Fitur fingerprint sensor ini hanya terdapat dapat fitur Windows Hello yang terdapat dalam program Windows terbaru, Windows 10. Fingerprint sensor ini sangat bermanfaat untuk menjaga keamanan Laptop, jadi hanya yang memang pemilik asli dari Laptop ini saja yang membuka laptop yang bersangkutan.
  4. Bisa jadi 4 mode. Okay, ini adalah hal menarik yang paling utama yang menjadi daya tarik saya ketika saya bertatap muka dengan laptop ini di estalase toko. Laptop ini bisa berubah bentuk layaknya transformer dengan varian gaya seperti media stand, powerful Laptop, responsive Tablet dan Shared Viewer. Kurang apa coba !. Varian posisi Laptop seperti ini sangat dibutuhkan oleh orang seperti saya yang memang kadang harus bekerja berbagi laptop bersama orang lain.

Untuk membuat teman-teman melihat lebih dekat (meskipun hanya didepan layar saja), penampakan dari Laptop yang saya bicarakan ini, saya akan memuat gambar-gambarnya dibawah ini.

TP410_15

 

TP410_25

Laptop ASUS Vivo Flip TP410

 

Laptop ini dijual dengan harga mulai Rp. 7 Juta Rupiah. Alamaaaak, baru ‘dimulai  dari harga’ !!. Dengan upah bekerja saya seperti saat ini, saya sedikit rendah diri untuk dapat memilikinya.

Saat itu, saya hanya bisa bertanya-tanya sedikit pada penjual dan tidak berani membuat janji untuk kembali dan membeli. Saya hanya langsung tancap gas, melarikan diri dari depan toko. Sambil memendam rasa dan berharap entah kapan bisa memiliknya.

Nah, lalu hari ini, saya diberitahu oleh seorang sahabat bahwa ada KOMPETISI BLOG dengan hadiah utama sebuah Laptop ASUS Vivo Flip TP410. Kompetisi ini diselenggarakan oleh ASUS Indonsia dan pemilik blog kece uniekkaswarganti.com. Saya langsung tancap gas dan mengatakan bersedia ikut!, ya… sambil mengadu peruntungan saya juga. Saya bahkan bela-belain meminta restu dari beberapa Klien saya untuk mengikuti lomba ini, mereka tentu saja sangat mendukung, dan saya semakin bersemangat untuk ikut berpartisipasi.

vivobook-flip-TP410-blog-competition

Bagi teman-teman yang membaca dan melihat postingan saya ini, saya sangat mendorong teman-teman untuk ikut serta dalam kompetisi ini.

 

Ayo tunggu apa lagi, teman-teman !

Ayo ikuti kompetisi ini!

Adu keberuntungan dan yang lebih penting lagi adalah mengasah kemampuan kita untuk menulis dan/atau blogging !.

 

ASUS Laptopku Blogging Competition by uniekkaswarganti.com.

#ASUSLaptopku dan #2018GantiLaptopASUS

Dasar dan Inti Terapi Aktivitas Kelompok yang dipraktikkan Perawat Jiwa

photogrid_1535984763893504496286698024293.jpg

Oleh, Maria Frani Ayu Andari Dias, Perawat.

Jika teman-teman sempat melakukan perjalanan ke Rumah Sakit Jiwa di Daerah atau tempat tinggal teman-teman, berkunjung ke ruang perawatan, teman-teman akan menemukan aktivitas harian yang biasanya dilakukan oleh teman-teman Perawat di ruangan. Aktivitas ini dikenal dengan nama Terapi Kelompok (TK) atau ada yang mengatakan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). TK atau TAK ini adalah bagian dari terapi yang diberikan kepada Klien terutama ditujukan untuk individu yang lebih dari satu atau kelompok.

Kadang, teman-teman akan melihat penghuni ruang perawatan di ruangan akan mengatur duduknya dalam sebuah lingkaran dengan perawat-perawat yang berada diantaranya atau berada dibelakang kelompok. Aktvitas ini menjadi bagian dari kegiatan para perawat keperawatan jiwa sehari-hari dan ada ‘teori’ yang cukup rumit dan agak sulit untuk dipahami yang mendukung aktivitas ini.

Untuk tulisan ini, saya ingin berbagi sedikit mengenai dasar praktik TAK yang dilakukan oleh kami Perawat sehari-hari terhadap Klien yang melakukan perawatan kesehatan di ruangan.

Saya perlu ingatkan bahwa tulisan ini akan cukup panjang, jadi silahkan baca langsung pada poin-poin penting dalam tulisan. Tulisan ini juga merupakan request dari beberapa Mahasiswa/I Program Ilmu Keperawatan yang kerap bertanya, “Mengap harus melakukan TAK ?, apa dasar ilmiahnya ?”. Nah, ini looo jawabannya.

 

Sebagai Perawat, pemberian asuhan keperawatan atau terapi haruslah didasarkan oleh teori atau landasan ilmiah yang kuat. Untuk itulah mengapa kami Perawat harus menghabiskan waktu setidaknya tiga tahun lebih untuk mempelajari dasar-dasar pemberian asuhan keperawatan dan terapi yang harapannya dapat membantu banyak orang. Salah satu praktik asuhan keperawatan ini ditujukan untuk individu yang lebih dari satu, yaitu dalam kelompok/group.

Yalom adalah seorang ahli terapi kelompok yang aktif dalam memberikan praktik terapi kelompok dan juga menggali secara ilmiah makna dan inti dari terapi aktivitas kelompok ini. Yalom menitikberatkan teorinya pada pendekatan interpersonal, dalam artian dengan menekankan hubungan antara manusia dan manusia sebagai jalan untuk mencapai kesembuhan. Selain terkenal dengan pendekatan Interpersonal, Yalom juga terkenal dengan pendekatan existentialism dalam melakukan terapi kelompok terhadap Kliennya. Dalam ilmu Psikologi dan group therapy, Yalom ini adalah jagonya, jadi kemampuannya sudah tidak diragukan lagi.

Dalam rangkaian penelitiannya terkait dengan terapi kelompok ini, Yalom menemukan setidaknya sebelas factor yang menjadi hal terapeutik atau berfungsi sebagai keuntungan terapi bagi Klien saat dan setelah melakukan terapi dalam kelompok. Faktor-faktor ini adalah sebagai berikut:

Instillation of hope. Terapi yang dilakukan dalam sebuah kelompok memiliki tujuan dan juga fungsi untuk dapat menggali, menemukan dan menyuburkan harapan. Harapan yang dimaksud adalah harapan untuk kembali menjadi produktif seperti manusia dan individu kebanyakan. Harapan ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses penyembuhan banyak Klien dengan masalah gangguan jiwa, karena entah teman-teman pernah mendengarnya atau tidak, tapi mereka dengan masalah gangguan jiwa juga akan selalu bertanya, “Apakah bisa sembuh ?”, hampir setiap waktu.

Harapan ini bisa ditemukan dari koneksi dengan orang-orang lain, melihat, merasakan dan berinteraksi dengan orang lain yang mungkin saja memiliki keadaan yang sama dan juga berjuang untuk keluar dari masalah. Dengan melihat, merasakan dan berinteraksi seperti ini, Klien yang mungkin tidak memiliki harapan sama sekali diharapkan untuk melihat dunia dengan perspektif yang berbeda, dan menumbuhkan harapan dari sana.

Universality. Mereka yang mengalami masalah dengan psikologisnya, kebanyakan merasa bahwa ‘hanya mereka saja’ yang merasakan dan mengalami masalah ini, padahal kenyataannya adalah tidak. Banyak orang yang memiliki masalah yang serupa, dan individu-individu ini sangat bersemangat untuk mencari sesamanya, untuk saling menguatkan satu sama lain. Mungkin ini ada hubungannya dengan teori yang menyatakan bahwa manusia ini adalah makluk social, pada dasarnya. Dalam keadaan apapun Ia, Ia akan berusaha untuk tetap terkoneksi dengan orang lain atau individu diluar dirinya sendiri.

Terapi kelompok yang dilakukan bersama Perawat di ruangan membantu Klien untuk melihat, merasakan dan melakukan koneksi dengan klien lainnya dan melihat kenyataan yang sudah dideskripsikan ini. Kenyataan bahwa Ia tidak sendirian dalam menghadapi masalah ini. Masalah yang sebelumnya Ia rasakan sebagai hanya ‘dia sendiri yang bisa mengerti masalahnya’, melalui terapi ini Ia juga ingin menunjukkan pada dirinya sendiri bahwa ada orang lain diluar dirinya yang mengalami hal serupa, dan tentunya ada pertolongan dan ada harapan untuk memecahkan masalah atau keluar dari masalahnya.

Imparting information. Kelompok adalah tempat terbaik untuk berbagi informasi dan membuka diri kita sebagai tanda kehadiran kita dikelompok.Berbagi informasi ini dapat dicapai setidaknya dengan dua acara, pertama adalah dengan didactic instruction dan yang kedua adalah melalui direct advice. Didactic instruction adalah keadaan berbagi informasi dimana anggota kelompok menyerap informasi dari kegiatan berbagi pengalaman antara satu anggota kelompok dengan anggota kelompok lainnya. Selanjutnya adalah direct advice adalah perolehan informasi langsung yang diberikan oleh anggota kelompok satu untuk anggota kelompok lainnya. Misalkan, Anggota kelompok/Klien A langsung memberikan saran kepada anggota kelompok/Klien B mengenai bagaimana caranya mengatur jadwal hariannya di ruang perawatan.

Altruism. Kunci untuk poin ini adalah memberi. Member dalam group/kelompok merasakan bahwa melalui mereka, dengan memberi dirinya bagi orang lain, waktunya untuk orang lain, seseorang dapat terbantu hidupnya. Perasaan ini akan secara otomatis mengalir dalam kelompok dan secara tidak sadar, anggota kelompok akan saling membantu satu dan lainnya untuk dapat memberikan kesembuhan bagi orang lain dengan menawarkan dirinya sendiri.

The corrective recapitulation of the primary family group. Terapi kelompok yang dilakukan oleh Klien dengan masalah gangguan jiwa dapat membantu Klien untuk sembuh dari luka masa lalunya. Interaksi dalam group, akan membantu Klien mengingat kembali masalah pada masa-masa pertumbuhan awalnya dalam keluarga yang juga dipercaya merupakan asal muasal perkembangan coping mechanism yang bersifat maladaptive. Interaksi didalam kelompok akan membuat klien melihat kembali dan sekaligus belajar bagaimana menghadapi masalah yang ada, dan selanjutnya berdamai dengan masa lalunya.

Development of socializing techniques. Sudah bukan merupakan rahasia lagi jika terapi kelompok bermanfaat untuk membantu Klien untuk belajar bagaimana bisa menjalin hubungan dengan orang lain. Mereka yang memiliki masalah isolasi social dan suka berdiam diri, ditarik dari dunianya yang seperti itu untuk belajar mengenal orang lain diluar dirinya, membuka diri untuk melihat orang lain.

Imitative behaviour. Dalam Kelompok, selain belajar bagaimana bersosialisasi dengan orang lain, masing-masing individu akan langsung belajar dari mencontoh perbuatan yang dilakukan oleh inidvidu yang lain. Sikap ini muncul karena secara tidak sadar, individu belajar, memproses informasi yang masuk kedalam dirinya dan selanjutnya mengambil keputusan untuk mengikuti/mempraktikkan hasil belajarnya. Terapi aktivitas kelompok dengan ditemani atau dibimbing oleh Perawat disana sangat penting untuk dapat mengajarkan kembali kepada klien, apa yang penting dan apa yang harus dilakukan oleh Klien untuk menghadapi masalah atau keterbatasannya.

Interpersonal learning. Ini merupakan hal yang paling mendasar dalam terapi kelompok, pembelajaran yang dilakukan melalui cara interpersonal. Jika kita menggali lebih dalam, kita akan menemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa dengan jalan interpersonal learning ini individu dapat diselamatkan dan individu mendapatkan kesemapatan untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat. Dalam interpersonal learning ini, terdapat tiga hal penting yang menjadi bagian dari proses penyembuhan Klien. Pertama adalah jalinan hubungan terapeutik yang dilakukan oleh Individu dengan anggota-anggota kelompok lainnya dan juga perawat. Kedua adalah proses untuk mengoreksi pengalaman-pengalaman emosional yang dimilik oleh individu dalam proses interaksi yang berjalan dalam kelompok dan yang terakhir adalah Pemanfaatan kelompok sebagai bagian dari ladang untuk belajar dan tumbuh menjadi pribadi yang siap untuk menghadapi masalah-masalah psikososial yang Ia hadapi.

Group cohesiveness. Kelompok yang dibentuk, memiliki tujuan yaitu untuk terapi atau terapeutik. Kelompok ini terdiri dari orang-orang atau individu yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan kepribadian/personality ini menjadi media belajar yang sangat menarik. Individu didalam kelompok akan mengalami jatuh dan bangun dalam menjalin hubungan, pasti akan ada konfik, tapi konflik ini jika bisa dikelola dengan baik, akan memberikan peluang untuk belajar yang sangat besar dan bermanfaat.

Catharsis. Ini merupakan keadaan dimana Klien sudah bisa lepas dan bebas, merasakan kenyamanan pikiran seperti beban yang berat sudah bisa lepas.

Existential factors. Ini mungkin adalah factor yang paling ‘tinggi’, yang juga sangat filosofis mengenai aktivitas dalam kelompok yang menjalankan terapi. Faktor ini menjelaskan bahwa individu meskipun harus menjalani terapi kelompok, pada akhirnya akan mengalami terminasi dengan kelompok dan kembali pada dirinya sendiri. Individu harus mencari arti hidupnya dengan cara belajar dari pengalaman yang Ia rasakan, termasuk pengalaman untuk bersentuhan dengan individu lain dalam kelompok.

Nah, sekarang tahu kan kalau Ilmu keperawatan itu sangat dan sangat dalam dan luar biasa djelimet. Ya, kalau mereka yang dengan senang hati menjalankan perannya sebagai perawat, pasti tidak akan merasakan demikian, karena mereka jatuh cinta dan menikmati waktu-waktu keseharian mereka dengan ilmu keperawatan ini.

Jika ada yang ingin teman-teman tanyakan, atau diskusikan atau ada yang mau sharing, silahkan di kolom komentar yang sudah disediakan. Siapa tahu ada yang pernah ikut serta dalam kelompok terapi ini, biasanya ada juga lo terapi kelompok untuk keluarga.

Semoga bermanfaat.