Waktu untuk Melihat Kembali ke Belakang

Beberapa waktu ini, banyak sekali hal yang saya kerjakan, tapi saya hanya memiliki sedikit waktu untuk beristirahat dan merenungkan semua hal yang saya kerjakan. Menulis sebenarnya adalah cara saya untuk merenungkan atau merefleksikan apa yang sudah saya kerjakan sebelumnya, tapi beberapa waktu ini saya tidak memiliki waktu berharga tersebut. Alhasih, saya merasakan tekanan yang tidak …

Lanjutkan membaca Waktu untuk Melihat Kembali ke Belakang

“Siapakah Saya?”: Mengenal “diri” melalui Test Kepribadian

Menilik ke belakang Sebelum seorang perawat kesehatan jiwa memulai praktiknya atau bertemu dengan pasien, Ia harus yakin seyakin-yakinnya bahwa ia sudah siap. Kesiapan ini bukan hanya soal akademik, dalam artian ilmu pengetahuan tentang penyakit, keadaan sehat-sakit atau keadaan biologis pasien, tapi juga termasuk adalah kesiapan mentalnya untuk berhadapan dengan pasien termasuk masalah-masalah emosional-psikologisnya. Mempersiapkan diri …

Lanjutkan membaca “Siapakah Saya?”: Mengenal “diri” melalui Test Kepribadian

Perspektif lain dari “Mengelola Rasa Marah”

Rasa marah, kemarahan, sangat identik dengan perwujudan energi yang berwarna merah, merusak dan banyak dihindari oleh orang-orang. Seorang Perawat, terutama perawat kesehatan jiwa yang bekerja di bangsal perawatan kesehatan jiwa tidak akan dapat menghindari kasus yang ada hubungannya dengan rasa marah, kemarahan atau amuk (kemarahan yang berlebihan yang diwujudkan dalam bentuk aksi seperti berteriak, bahkan …

Lanjutkan membaca Perspektif lain dari “Mengelola Rasa Marah”

Sahabat saya yang bernama “Sunyi”

Pada masa-masa #workfromhome saat ini, dan dibarengi dengan sangat terbatasnya aktivitas di luar rumah membuat penyakit kesepian semakin menjadi-jadi. Tidak menjadi masalah besar memang untuk mereka yang jiwanya adalah jiwa anak rumahan (bahkan bisa dikatakan anak kamaran, karena terlalu banyak menghabiskan waktu di kamar tidur saja), tapi akan sangat berbeda dengan mereka yang gatal kalau …

Lanjutkan membaca Sahabat saya yang bernama “Sunyi”

Apakah saya masih berada di jalan yang benar?

Pagi itu, tidak seperti pagi biasanya. Saya memang libur hari itu, atau lebih tepatnya mengistirahatkan diri karena baru saja menyelesaikan tugas panjang yang melelahkan. Jika biasanya saya bangun pagi dengan penuh semangat untuk menaklukkan hari, pada saat itu tidak. Saya bangun dalam keadaan binggung. Saya merasa ada yang hilang, dan ada yang pergi, atau diambil …

Lanjutkan membaca Apakah saya masih berada di jalan yang benar?